My Devil Possessive

My Devil Possessive
Ke kantor Kenzo


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 7 siang, Kenzo dan Rara sudah rapih dengan pakaiannya setelah membersihkan diri mereka bersama dikamar mandi tadi.


Sekarang mereka keluar dari kamar Maura dan melangkah menuju lantai bawah.


"Tuan tidak ingin sarapan dulu?" tanya Rara dengan berjalan disamping Kenzo.


Kenzo menggelengkan kepalanya. "Aku ada pertemuan hari ini jadi aku akan sarapan saja dikantor" jawab Kenzo.


Mereka pun sampai didepan pintu utama. Dengan cepat Rara menyerahkan tas kerja Kenzo dan menyalami laki-laki tersebut.


"Tuan jangan lupa makan ya"


Kenzo mengangguk dan mencium kening dari Rara. "Kau diam saja dirumah jangan kemana-mana"


Rara menghela nafas kasarnya. Kenzo selalu saja berbicara seperti itu, menyuruhnya diam saja dirumah padahal kan Rara juga merasa bosan jika sendirian dirumah sebesar ini apalagi dirinya punya pekerjaan tapi Rara menjawab ucapan Kenzo itu dengan anggukan saja.


Setelah itu Kenzo berjalan melangkah menuju mobilnya tersebut dan masuk kedalamnya tanpa melambaikan tangan seperti biasa pada Rara.


Rara yang melihat itu menurunkan tangannya kembali tadi ia melambaikan tangannya pertanda perpisahan tapi Kenzo tidak melirik kearahnya.


Mobil Kenzo pun melesat pergi keluar dari rumah ini meninggalkan Rara yang masih berdiri diam didepan pintu.


"Mungkin tuan sedang terburu-buru" gumam Rara berpikir positif saja karna tadi tuannya mengatakan ada pertemuan mungkin pertemuan itu penting.


Ketika sudah memastikan mobil Kenzo sudah tidak terlihat lagi, Rara masuk kedalam rumah ini dan diam duduk disofa ruang tamu.


"Ngapain ya" pikir Rara. Sekilas ia berfikir sesuatu untuk memberi kejutan suaminya itu. Dengan segera Rara bangkit dan berjalan menuju arah dapur.


Ia menatap meja makan yang sudah nampak sepi tak berpenghuni.


"Nona ingin sarapan?" tanya salah satu maid yang berjalan dihadapan Rara.


Karena perut yang belum terisi sejak tadi malam Rara pun berniat sarapan terlebih dahulu sebelum melakukan rencananya memberi kejutan untuk Kenzo.


Rara pun mengangguk menjawab Maid tersebut. "Iyah bi em yang lainnya kemana ya? ko sepi" tak terlihat batang hidung dari Hazel maupun Lia disini.


"Nona Hazel dan Nyonya Lia tadi sarapan pagi-pagi nona soalnya ada pertemuan orang tua disekolah nona Hazel jadi nyonya dan nona Hazel pergi kesana untuk pertemuan tesebut" ucap maid itu menjelaskan kemana kedua majikannya tersebut.


Rara mengangguk paham dan duduk dimeja makan tersebut setelah Maid itu pamit untuk melakukan tugasnya kembali.


Ia memakan sarapannya dengan terburu-buru karna ia ingin membuat makanan spesial untuk Kenzo karna hari ini tepat anniversary pernikahan mereka ke-6 bulan ya walaupun baru 6 bulan tapi keduanya sudah mulai dekat satu sama lain.


Sarapan pun habis. Rara bangkit dari duduknya dan berjalan melangkah menuju arah dapur.

__ADS_1


"Bibi" panggil Rara pada kepala maid yang sedang bekerja disini.


BiSur menatap majikannya ini dengan menunduk. "Iya nona, ada yang bisa saya bantu?"


"Em saya mau masak bi disini boleh?" tanya Rara terlebih dahulu.


Maid itu nampak menatap Rara dnegan pandangan segan. "Nona ingin memasak apa? biar saya saja yang memasakkan makanan itu, lebih baik nona beristirahat saja dikamar"


Rara sudah duga jawaban itu yang akan dijawab oleh maid ini tapi Rara tidak putus asa, ia berjalan menuju kearah kulkas untuk melihat bahan-bahan apa saja yang tersedia disana.


"Aku pengin masak sendiri bi, spesial untuk suami ku" ucap Rara tanpa mengalihkan pandangannya pada dalam kulkas tersebut.


Kepala maid itu pasrah membiarkan nonanya ini berkarya karna jika sudah berhubungan dengan tuan Kenzo, BiSur tidak bisa mencegahnya.


"Nona ingin memasak apa? biar saya bantu non" sahut BiSur ketika Rara mengeluarkan bahan-bahan dari lemari es tersebut. Walau tidak bisa mencegah nonanya ini untuk tidak memasak tapi baiknya BiSur membantu nona mudanya tersebut agar Maura tidak kelelahan memasak sendirian.


Rara pun mengangguk meng-iyakan ucapan BiSur. Setelah memilih-milih bahan Rara pun menentukan apa yang akan ia masak.


Ia berbicara pada BiSur untuk membuatkan makanan tersebut dan mereka pun memulai memasaknya dengan bantuan maid yang lain agar cepat selesai sebelum jam makan siang.



"Kamu sudah mengerti tugas kamu?" tanya seorang wanita cantik kepada pria dihadapannya.


Pria itu mengangguk. "Sudah nona"


"Bagus! lakukan dengan sehalus mungkin jangan sampai dia curiga setelah itu kamu kirim hasilnya pada Kenzo, nomornya saya akan kirim lewat handpone kamu" ucap Sisip dengan senyum miring yang masih terlihat di wajahnya.


"Baik nona" jawab pria tersebut. Sisil tak sabar dengan rencananya ini.


Drt..Drtt


Ponsel milik Sisil bergetar pertanda ada panggilan yang masuk, dengan segera wanita itu mengangkatnya dan mengarahkan telpon tersebut ketelinganya.


"Iya? gimana?"


"Nona Maura akan keluar nanti siang menuju kantor tuan Kenzo, nona" ucap seseorang dari sebrang telpon sana.


Mendengar itu senyum diwajah Sisil makin lebar. "Bagus, pantau terus dia pastikan dia keluar dari rumah Kenzo"


Setelah mengucapkan itu Sisil memastikan sambungannya.


"Aku gak sabar ngedenger pertengkaran kalian berdua nanti haha" kekeh Sisil dengan melipat kedua tangannya didada dan menatap kearah depannya.

__ADS_1



Matahari sudah mulai terik yang artinya sudah memasuki waktu siang sekarang, makanan yang dibuat Rara dan para maid lainnya sudah selesai tepat waktu.


Rara tersenyum melihat hasil masakan buatannya dan juga pastinya bantuan dari para maid disini.


"Selesai juga, makasih ya bi udah bantuin" ucap tersenyum Rara kepada orang-orang disampingnya.


"Sama-sama nona, sudah jadi kewajiban kami untuk membantu nona" jawab kepala maid dengan tersenyum.


"Kalo gitu aku kekamar dulu ya bi mau ganti baju" setelah mendapat anggukan dari para maid, Rara pun melangkah pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.


Dia akan pergi ke-kantor Kenzo sekarang. Ia akan memberi kejutan dengan membawa makanan untuk suaminya makan siang. Kira-kira reaksi Kenzo bagaimana ya?


"Aku pake baju yang mana ya" Rara memilih-milih pakaian yang cocok untuk pergi ke kantor suaminya, ini kali pertama ia pergi kesana jadi Rara harus tampil sebagus mungkin.


Tatapannya jatuh pada gaun berwarna hijau toska bergambar bunga teratai yang menurutnya indah. Dengan segera Rara mengganti pakaiannya dengan gaun tersebut dan sedikit mempoleskan bedak diwajahnya agar tidak terlalu pucat.


"Kok aku agak gendutan ya" gumam Rara ketika menatap dirinya dicermin besar yang berada dikamarnya. Tapi ia tidak peduli lalu Rara melangkah keluar dari kamarnya dengan tas yang ia selempangkan dipundaknya ia pun berjalan menuju lantai bawah kembali.


"Ini non makanannya udah bibi taruh di tas" ucap BiSur dengan menyerahkan tas kertas tersebut berisikan makanan yang mereka tadi buat.


Rara tersenyum. "Makasih banyak ya bi" ia cukup antusias untuk pergi ke kantor Kenzo, entahlah dirinya juga ingin bertemu pria itu sekarang.


Rara melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.


"Pak anterin saya ke kantor Kenzo ya" sahut Tiara dengan menatap supir yang biasa mengantarkan dirinya kebutik.


Supir itu pun mengangguk. "Siap non" dengan cepat supir berkepala plontos itu membukakan pintu mobil untuk nonanya.


"Makasih pak" Rara pun masuk kedalam mobil tersebut. Dirasa sudah siap untuk berangkat, mobil Kenzo pun berjalan keluar dari rumah ini untuk menuju kearah tujuan.


Dari arah taman samping ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan nona mudanya. Ia mengambil ponsel disakunya dan menelpon seseorang.


"Nona muda sudah berangkat non, tujuannya benar ke kantor tuan Kenzo"


"....."


"Baik non Sisil"


▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudh mmbaca😍

__ADS_1


Mohon suportnya ya!


Salam manis semuanyaa😄


__ADS_2