My Devil Possessive

My Devil Possessive
Malam panjang


__ADS_3

Agnes Xander adalah anak dari adik mending suami Lia yang tak lain ayah dari Kenzo, memang ketika Kenzo menikah ia tidak sempat hadir karna ada beberapa urusan di luar kota jadi tidak memungkinkan untuk hadir di pernikahan sepupunya itu.


"Ka Agnes ko ngomong gitu sih sama kaka ipar" ucap Hazel membela Rara.


Rara menatap diam Agnes, ia sudah tau jika mata sepupu dari adik iparnya menatap tak suka kearah nya sekarang, Rara sudah biasa mendapatkan tatapan itu jadi ia tau.


"Zel liat aja sekarang, masa sih Ka Kenzo mau punya istri model beginian, kecuali kalo ni perempuan pake pelet"


Astagfirullah


"Maaf ya mbaknya, saya gak pernah sama sekali pake begituan. tuan muda sendiri yang mengajak saya menikah Kalo bukan karna hutang ayah saya juga gamau hiks!" Lanjut batin Rara.


"Mana ada maling ngaku" Agnes masih menatap sinis kearah Rara, entah lah ia merasa tak suka sekali sama orang yang dekat dekat Kenzo apalagi sampe di nikahi.


"Maaf Mbak Agnes, Hazel aku pamit ke kamar dulu ya, permisi" Rara meninggalkan kedua orang itu di ruang tamu, ia harus buru-buru membersihkan badannya agar tak ketauan Kenzo jika Rara baru saja pulang.


"Mbak Agnes ko ngomong gitu sih, kaka ipar baik loh"


"Cih! kamu ini masih kecil jadi kamu anggep aja semua orang baik tanpa liat yang sebenernya"


"Aku ini udah gede ih!" Hazel menghentakan kakinya menuju kearah belakang, Mengapa banyak sekali yang mengatakan ia masih kecil? ya walaupun dia masih belum memiliki KTP setidaknya pikirannya sudah dewasa.



Rara masuk kedalam kamar dan segera membersihkan diri, setelah selesai ia berganti pakaian dan duduk di kasur ditengah ruangan itu, ia menatap jendela luar dari arah kasurnya.


Sampai kapan aku berada dirumah ini? apa aku sanggup membayar hutang ayah yang jumlahnya besar itu?


Jujur Rara ingin sekali cepat-cepat melunasi utang ayahnya dan pergi dari sini, ia juga tidak mungkin pulang ke rumah ayahnya itu pasti nanti David atau Ratna akan mengusirnya kembali jadi ia memutuskan setelah membayar lunas hutang ayahnya, ia akan tinggal dibutiq nya sembari mengumpulkan uang untuk membangun rumah impian nya sejak kecil.


Toktoktok!


Ketukan di pintu kamarnya membuat lamunan Rara terbuyarkan, ia segera membuka pintu kamarnya dan mendapati pelayan di depannya.


"Maaf Nona, mobil Tuan muda sudah tiba dihalaman" tunduk patuh si pelayan itu.


Rara segera bergegas turun bersama pelayan itu dan menghampiri halaman tersebut, disana sudah banyak para Maid yang berjajar menyambut tuan mudanya.


Rara berdiri di depan pintu rumah ini, ia melihat Hans membukakan pintu mobil itu dan Kenzo yang ada didalamnya pun turun, Kenzo membuka kacamata hitamnya dan memberikannya pada Hans. sekertaris nya itu pun menganguk dan menerima kacamata dari bosnya.


Semua menunduk patuh, namun Rara tidak, ia masih menatap tuan muda yang tak lain suaminya itu. Kenzo terlihat tampan kali ini tak terlihat jika ia memiliki sisi kejam di wajahnya, andai saja tuan mudanya ini tidak kejam, mungkin saja Rara akan mudah untuk mencintainya.


Karna pikirannya itu Rara tidak melihat jika sekarang tuan mudanya sudah berada di depannya.


"Ekhm" Kenzo berdehem membuat siapa saja yang mendengarnya mengidik ngeri.


Rara pun kaget mendengar suara itu, entah lah sekarang ia lebih kebanyakan melamun dari sebelumnya apalagi sekarang yang ia lamuni adalah suaminya.


"Sudah bersenang-senang nya hm?" Kenzo membuka suaranya dengan pertanyaan yang ia bisikan ke Rara, Yang ditanya hanya menatap binggung.


Bersenang-senang apanya?


"Sekarang waktunya kau menerima hukumannya" Kenzo tersenyum miring mendapati wajah bingung dari wanitanya, Ia langsung menarik tangan Rara dan melangkahkan kakinya melewati para Maid yang masih setia berdiri berjajar sembari menundukan kepala.


Hans yang masih berada di depan pintu pun tau apa yang akan Kenzo lakukan pada Rara, ia lebih memilih melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Kenzo daripada harus mengikuti tuan dan nona mudanya itu.


Rara merasakan sakit ditangannya ketika Kenzo menarik paksa tangannya itu dan melangkahkan kakinya menuju kamar suaminya, ia hanya pasrah mengikuti kaki suaminya, Rara tau ia salah karna keluar tanpa izin dari Kenzo.

__ADS_1


Bruk!


Setelah sampai dikamar, Kenzo langsung menutup kasar pintu kamarnya dan menghempaskan Rara ke kasurnya. Rara yang mendapatkan perlakukan itu hanya menahan rasa sakit dipunggung nya karna hentakan keras yang dilakukan Kenzo.


"Tu..an" Rara terduduk dan menunduk ketika mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo yang berada di depannya.


Kenzo langsung membuka jas kerjanya dan menggulung lengan kemeja yang ia pakai, setelahnya Kenzo menarik kursi yang tak jauh dari kasurnya dan meletakannya di depan tubuh Rara yang terduduk di pinggir kasur.


Kenzo langsung mendudukinya, Sekarang posisi mereka seperti berhadap-hadapan satu sama lain. Kenzo menatap intens wanita yang ada didepannya.


"Jangan menunduk!" Rara langsung menegakan perlahan kepalanya menatap Kenzo dihadapannya, tatapannya benar-benar menakutkan sekarang, sampai-sampai Rara kesulitan bernafas karna takut menghirup udara diruangan ini.


"Kau kemana saja seharian ini?" walaupun Kenzo tau tapi ia ingin mendengar langsung dari Rara.


"Ak..u"


Mengapa jantungku berdetak lebih kencang sih!


Rara merasakan jantung yang berpacu lebih cepat dari sebelumnya, Ia takut mendapat tatapan ini dari Kenzo.


"Ak..u pergi ke butik ku hari ini, ma..af tuan aku tidak memberitahumu aku takut jika tuan tidak mengizinkan kan ku" Lanjut Rara dengan tatapan takut kearah Kenzo, namun sepertinya tuan mudanya ini hanya menaikan sebelah alisnya menatap ragu Rara.


"Yakin kau hanya ke butik?"


"Sehabis ke butik aku pergi ke pan..ti asuhan juga tu..an" jawab jujur Rara.


"Mengapa kau tidak izin padaku? aku kan bisa menyuruh supir mengantarkan mu" ucap Kenzo santai namun terkesan tajam di pendengaran Rara.


"Aku bisa sendiri tuan"


"Kau tidak meminta izinku agar kau bisa diantar dengan selingkuhan mu itu kan!"


Rara bingung maksud dari tuan mudanya ini, selingkuh apa? Rara tidak pernah berpacaran sebelumnya ya walaupun pernah saat SMA namun sekarang ia sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan mantan pacarnya itu.


"Aku tidak selingkuh tua..n"


Kenzo terkekeh sembari menunjukan foto yang Bodyguard nya kirimkan padanya.


"Lalu ini apa? kau pergi bersama tiga orang laki-laki berbeda hari ini? kau berselingkuh dengan mereka hah!?"


Rara terkejut dengan foto-foto yang ditunjukan Kenzo, darimana tuan nya mendapatkan foto-foto ini?.


"Tua..n itu hanya ojek yang aku pesan tidak lebihh" Rara menunduk, pasti ketika ia pergi Kenzo sudah menyuruh para anak buahnya mengikutinya seharian ini.


"Aku tau, tapi bisa sajakan ojek itu selingkuhan mu? atau saja kalian pernah mengadu asmara? cinlok misalnya yakan!?"


Cinlok? memangnya ini dunia ftv apa!


"Tidak tuan aku tidak mengenali mereka semua"


"Cih! kau liat ini kau selalu tersenyum ketika sudah turun dari motor itu! apa kau menyukai laki-laki itu?" Kenzo menunjukan lagi foto-foto Rara dengan ojek itu.


"Aku hanya tersenyum tuan kar..na-"


"Karna kau menyukainya iya!?"


Rara ingin menjelaskannya namun Kenzo memotong pembicaraannya itu, ia binggung harus menjawab apa, memangnya tidak boleh ya tersenyum?

__ADS_1


"Bukan begit..u tuan, aku tersenyum karna kinerja yang cepat jadi aku menyukai cara kerja nya begitu" Rara bingung harus menjawab apa, jadi ia hanya menjawab apa yang ada diotaknya.


Kenzo memicingkan matanya ke Rara, Ia tak menyangka wanitanya berani mengeluarkan kata menyukai walau hanya menyukai kerjaan ojek itu.


"Tuh kan Kau menyukainya!"


"Pekerjaannya tuan"


"Tapi kau menyukainya kan?"


"Aku hanya menyu..kai kinerjanya tuan tidak lebihh"


"Iya tapi kau menyukai kan? walau pekerjaannya kau tetap tidak boleh menyukai!"


Rara terdiam, ada apa dengan tuan mudanya ini? ia kan hanya tersenyum kenapa jadi pembicaraannya ke menyukai? apalagi katanya tidak boleh? memangnya kenapa ia tidak boleh menyukai pekerjaan yang sering ia tumpangi itu.


"Kenapa diam? kau benar menyukai ketiga laki-laki itu kan? cihh dasar murahan!" ucap Kenzo gamblang tanpa melihat perubahan di wajah Rara.


Rara menatap kearah Tuan mudanya, mengapa sekarang tuan mudanya mengatainya murahan? kini matanya sudah berkaca-kaca ia ingin sekali pergi kekamarnya dan menangis disana.


"Berapa banyak laki-laki yang sudah mencicipi tubuh murahan mu ini huh?


Plak!


Rara sudah muak dengan semua orang yang mengatainya murahan, Mengapa semua orang menyimpulkan bahwa dirinya rendahan? apa memang ia terlihat seperti itu?


Ketika tersadar dari kelakuan nya pada tuan muda, ia menatap tangan yang masih mematung di samping wajah Kenzo.


Kenzo yang menerima tamparan mendadak itu pun tidak bisa menghindar, ia hanya menatap Rara dengan tangan yang memengang pipinya walau tamparan Rara tidak ada rasa apa-apa baginya.


"Beraninya kau! menantang ku rupanya ya?"


Rara menggelengkan kepalanya, matanya yang berkaca-kaca sudah tidak bisa dibendung, Ia langsung bergegas melangkah pergi dari kamar ini namun ada tangan yang menahannya sebelum Rara membuka pintu ruangan ini.


"Lepaskan" ucap Rara sembari mencoba melepaskan tangannya dari tuan muda.


"Tidak semudah itu baby, aku akan menghukum mu sebelum kau keluar dari kamar ini" Kenzo membalikan tubuh Rara dan memojokkannya di tembok.


Rara yang merasa posisi ini tidak mengenakan pun mencoba mendorong Kenzo namun kekuatannya masih tidak sebanding dengan tuan mudanya, Ia menatap manik mata Kenzo dan begitupun sebaliknya.


Kenzo membisikan sesuatu yang membuat tubuh Rara menegang.


Rara menggelengkan kepalanya, walau Kenzo ini sudah sah menjadi suaminya namun ia tak bisa memberikan itu, Rara tak mau sampai harta berharga yang ia punya dirampas laki-laki kejam yang ada didepannya ini.


"Banyak pria yang merasakannya mengapa aku suamimu ini tak boleh hm?" ucap Kenzo dengan membelai rambut Rara, Rara yang merasakan itu mulai menangis takut, marah, kecewa bercampur aduk didalam tubuhnya.


"Mengapa menangis kita belum saja memulainya kau sudah seperti ini" ucap Kenzo dengan tersenyum manis, yang membuat siapa saja yang melihatnya bertekuk lutut dihadapannya namun tidak untuk Rara, ia lebih melihat senyum mengerikan Kenzo saat ini.


Ibu hiks tolong ibuu, Rara takutt hikss


Malam ini pun terjadi, malam yang bisa jadi penderitaan Rara selanjutnya, dan mungkin ini menjadi malam panjang bagi mereka berdua.


Sinar rembulan menjadi saksi kesedihan Rara malam ini, harta satu-satu nya yang ia jaga dari kecil di rampas begitu saja oleh laki-laki kejam seperti ini, ia ingin hartanya ini menjadi milik suami yang mencintai dan dicintai oleh nya namun sepertinya tuhan berkehendak lain.


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Vote, like and sarannya ditunggu yaa!!

__ADS_1


Gimana lanjut? Suport autornya ya biar rajin update😘❤


__ADS_2