
"Tes tes 1 2 3." sahut seseorang dari atas panggung.
"Selamat datang untuk kalian pelanggan-pelanggan setia Butiq ini, terlebih dahulu mari kita beri tepuk tangan untuk kita semua." lanjut seseorang itu.
Prok!Prok!Prok!
Tepuk tangan mulai bergemuruh kencang di Aula yang besar ini. Banyak yang menyempatkan hadir untuk menyaksikan perayaan kesuksesan Butiq ini sekaligus melihat siapa pemilik asli dari Butik ini. Tak hanya dari kalangan atas, para wartawan pun ikut hadir disini untuk mendapatkan informasi tentang sang pemilik.
Banyak yang sudah menduga-duga pemilik Butiq ini, mulai dari anak mentri ataupun anak-anak pejabat tapi mereka semua hanya menduga-duga karna keasliannya belum tentu benar.
Banyak pasang muda dan para remaja yang hadir disini, mereka sudah siap dengan ponsel digenggaman mereka masing-masing. Mereka semua akan update dimedia sosial masing-masing.
Termasuk seorang gadis cantik yang bernama Hazel.
"Wih gak nyangka bakal serame ini." ucap Hazel dengan menatap sekelilingnya.
Disini mereka sudah disediakan meja dan kursi dengan makanan dan minuman yang sudah lengkap dimeja. Walau ramai namun keadaan disini cukup terkendali.
"Iya ya, kira-kira pemiliknya menurut lo cewek apa cowok? ganteng apa cantik?" tanya salah satu teman Hazel dengan penasaran.
"Mana gue tau, tapi seandainya aja gue punya kakak atau keluarga pemilik Butiq yang sesukses ini pasti gue bangga." ucap senang Hazel dengan tatapan yang masih terarah pada panggung didepannya.
Keadaan yang hening tiba-tiba saja kembali ramai ketika melihat pewaris Xander masuk kedalam Aula dan duduk disalah satu kursi yang berada paling depan dengan santainya.
Mereka mulai berbisik dan mempertanyakan untuk apa pria itu ada disini? memang tidak salah dia ada disini tapi mereka hanya heran tak biasanya Tuan Kenzo hadir diacara ramai seperti ini.
Banyak dari mereka yang sudah mulai menghubungkan kejadian dibandara dengan kejadian saat pembukaan hotel waktu lalu karna semua kejadian itu sempat trending di sosial maya.
Terlihat sesosok wanita yang berusia lanjut menatap pria yang sangat ia kenal dihadapannya.
"Loh Jeung Lia? bukannya itu Kenzo ya? kok dia tumben mau ke acara seperti ini." ucap salah satu Ibu-Ibu yang memakai perhiasan dianggota tubuhnya.
__ADS_1
"Iya Jeung, apa jeung Lia tau Kenzo mau kesini?" lanjut wanita lainnya.
Lia menatap Kenzo dengan pandangan penuh tanya, ia sama sekali tidak tau Kenzo akan kesini. Untuk apa anaknya datang kesini?
"Saya malah gatau kalo anak saya mau kesini." jawab Lia dengan pandangan heran sekalian binggung.
Wanita yang berdiri diatas panggung nampak terlihat memberi sedikit sambutan dan ucapan untuk para tamu yang hadir disini. Ia adalah pembawa acara di acara ini yang tak lain juga adalah salah satu karyawan disini.
"Lebih lanjutnya mungkin akan ada seseorang yang berbicara diatas panggung ini, terimakasih atas perhatiannya maaf jika saya ada kesalahan dalam perkataan. Untuk seseorang-nya panggung dan waktu kami dipersilahkan." lanjut pembicara acara itu.
Sebelum turun wanita itu menatap para tamu dihadapannya. "Mari kita beri tepukan untuk Nona Maura."
Prok!Prok!Prok!
Setelah mengucapkan itu pembawa acara tersebut turun dari atas panggung. Keadaan mulai hening, tak ada yang bersuara karna mereka menunggu siapa seseorang yang bernama Maura itu.
Tirai panggung mulai terbuka, tiba-tiba muncul sesosok wanita cantik yang tersenyum manis menatap arah kehadapannya dengan tenang.
Wanita cantik yang berdiri diatas panggung itu membenarkan mic dihadapannya lalu kembali tersenyum. "Selamat malam semuanya."
"Malam."
"Terimakasih sudah hadir dalam perayaan kesuksesan yang telah diraih oleh Butiq ini, saya sangat berterima kasih karna kalian sudah mencintai dan merespon baik setiap rancangan yang dibuat dari desain kami. Jika bukan karna kalian mungkin juga AuraButiq ini tidak akan sampai sesukses sekarang." lanjut wanita itu dengan serius.
Setelah mengucapkan itu banyak yang memberi tepuk tangannya untuk menyambut baik ucapan dari wanita dipanggung itu.
"Oh iya saya belum memperkenalkan diri, tapi mungkin dari sebagian kalian sudah ada yang mengenal saya." wanita itu sedikit terkekeh.
"Iya kayaknya gue pernah liat deh, tapi dimana ya."
"Cantik ya cewek itu, gue suka kek nya."
__ADS_1
Banyak ucapan demi ucapan yang mereka bicarakan, yang pastinya berasal dari bibir anak-anak remaja yang hadir disini.
"Penalkan nama saya Maura Natalie, pendiri sekaligus pemilik dari AuraButiq ini."
Deg!
Semuanya terdiam terkejut, mereka tidak percaya jika wanita yang berbicara tadi adalah pemilik dari Butiq ini. Tapi tidak untuk Kenzo, ia tersenyum miring menatap wanitanya yang terlihat santai dipanggung sana.
"Gak mungkin."
"Gila pemiliknya ternyata masih muda."
"Wah udah muda berbakat lagi ya."
__
Hazel tediam dengan wajah yang terkejut.
"Ka-kak ipar?!" ia menganga menatap wanita yang berdiri dipanggung.
Wajah-nya sama, nada bicaranya sama, penampilannya sama dan namanya juga sama dengan Kakak iparnya, apa benar Kakaknya itu pemilik dari Butiq ini? Butiq yang selama ini ia kagum-kagumi setiap desainnya? Butiq yang mejadi tempat favoritnya berbelanja pakaian? Butiq yang membuatnya penasaran dengan sang pemiliknya, dan sekarang dirinya sudah tau siapa pemilik dari butiq ini yang tak lain adalah bagian dari keluarga.
Lain dengan wajah Lia yang sudah meredup, ia sudah tidak tau akan berekspresi apa sekarang.
"Ja-jadi wanita itu pemilik Butiq Ini?! Gak mungkin!" Lia membulatkan matanya tak percaya.
▫▫▫▫
Hayoloh jadi tau kan wkwk, kira-kira kalian bisa ngebayangin gak tuh wajah dari Nyonya Lia? ketika tau jika menantunya bukan orang sembarangan hhe.
Terimkasih sudah membaca😍
__ADS_1