
Kenzo menjauhkan kepalanya dari Rara ketika sudah membisikkan sesuatu tadi. Ia tersenyum miring menatap wanitanya.
Rara hanya diam, didalam hatinya ia mengumpat. Memangnya melahirkan itu gampang?
"Memangnya Mas mau berapa anak?" bisik Rara agar teman suaminya tidak mendengar.
Kenzo nampak berfikir ia menunjukkan wajah seriusnya menatap wajah cantik istrinya. "Mungkin lima? atau tujuh? yang jelas aku ingin memiliki banyak anak darimu," jawab Kenzo dengan menaikkan kedua alisnya.
Rara menegukkan salivanya kasar, pria ini sepertinya berbicara seenaknya. Dua anak saja sudah membuat Rara pusing apalagi memiliki banyak anak?
Lebih baik kau saja yang hamil! memangnya melahirkan itu tidak sakit apa?!
Rara menatap Kenzo dengan wajah kesalnya. Sepertinya satu anak lagi sudah cukup, jika pria ini meminta anak lagi mungkin Rara akan menyuruh Kenzo menggantikannya hamil dan melahirkan agar suaminya itu tau bagaimana rasanya.
"Kalian ini sedang membisikkan apa?" tanya Malik penasaran, ia menatap kedua orang dihadapannya asik berbisik membuatnya tidak tau mereka membicarakan apa.
Mendengar ucapan temanya dengan cepat Kenzo melirik Malik sinis. "Mau tau saja kau."
Malik mengerutkan wajahnya, temannya ini sepertinya sangat tidak suka dengan kehadirannya sekarang. Ia pun segera bangkit dari duduknya dan menatap Rara.
"Kakak ipar gue pamit pulang dulu ya, masih ada yang harus diurus." ucap Malik dengan tersenyum menatap wanita dewasa disamping temannya.
"Oh em yaudah. Hati-hati ya kak." Rara ikut tersenyum membuat Kenzo meradang.
"Jika ingin pulang kau pulang saja. Tidak usah tersenyum seperti itu, percuma saja kau tidak akan tampan sepertiku." sahut Kenzo dengan pandangan menyelidik menatap Malik yang hanya diam.
"Kalo gitu aku pergi dulu ya kak," setelah mengucapkan itu Malik melangkah keluar dari ruangan ini tanpa menjawab ucapan Kenzo.
Melihat temannya yang tidak menjawab membuat Kenzo hanya menggelengkan kepalanya. Pria itu sepertinya marah padanya tapi ia tau tak lama lagi pasti Malik akan mendekatinya kembali.
"Kau sudah makan?" alih Kenzo memandang wajah wanitanya, ia teringat hari sudah mulai terik pasti Rara belum makan.
Rara hanya menggeleng dengan tersenyum. Ketika selesai sarapan tadi pagi-kan mereka langsung jalan keluar untuk berkunjung kerumah David jadi pastinya mereka belum makan siang.
"Aku pesankan makanan ya?" Kenzo mengalihkan lagi pandangannya kearah kedua anaknya yang mulai mendekatinya. "Kalian mau makan apa?" tanya Kenzo pada Kevin dan Keyla.
Dengan berbinar Keyla tersenyum manis. "Mau maltabak."
Kevin berlari menuju sofa di samping Kenzo dan menaikinya untuk duduk disana. "Mau mie." ucapnya ketika sudah terduduk.
Kenzo menatap Rara dengan pandangan bertanya-nya.
"Mereka bubur aja." jawab Rara ketika melihat Kenzo yang menanyakan persetujuannya tentang apa yang diinginkan kedua anaknya itu.
Wajah Kevin dan Keyla yang mendengar ucapan dari sang Mamah langsung cemberut masam.
__ADS_1
Kenzo langsung melirik kembali kedua anaknya yang sudah terduduk disofa sampingnya. Ia sedikit terkekeh melihat wajah masam dari Kevin dan Keyla. "Setelah makan, Papah beliin semua yang kalian mau oke? jadi jangan menunjukkan wajah seperti itu." sahut Kenzo dengan tersenyum.
"Yee! makacih Papah." jawab serentak kedua anak itu gembira lain halnya dengan Rara yang hanya diam menatap kesenangan kedua anaknya itu, sepertinya Kenzo tidak tau bagaimana sifat kedua anak itu jika sudah menginginkan sesuatu.
Kenzo hanya mengangguk dan berjalan menjauhi Rara dan kedua anaknya untuk menelpon bawahannya agar membawakan makanan kedalam ruangannya.
Melihat suaminya menjauh membuat Rara mendekat dan menatap kedua anaknya. "Kalian mau pulang lagi gak ke Jogyakarta?"
"Kita na pulang lagi ya ke lumah? Keyla mauu! mau ketemu Om Iki." jawab gembira anak perempuan berbando pink itu.
Rara mengalihkan lagi pandangannya pada Kevin yang nampak biasa saja, tak se-senang adiknya. "Kevin mau pulang lagi kesana?"
"Ndak, Kepin ndak mau jauh dali Papah." ucap Kevin membuat Rara bimbang.
Rara memang harus pulang lagi untuk mengurus beberapa hal disana sekaligus mengurus surat pindahnya, apalagi-kan dirumahnya sana ada pembantu rumah tangga jadi ia harus berbicara terlebih dahulu bukan? jika dirinya akan pindah dari sana, jika hanya berbicara diponsel Rara tidak enak pada Bibinya itu jadi lebih baik berbicara langsung.
Mungkin nanti aku bakal bicara sama Kenzo.
Ya, dirinya harus meminta izin pada suaminya itu dan semoga saja Kenzo mengizinkannya.
Beberapa lama kemudian Kenzo datang kembali menghampiri Rara dan kedua anaknya yang sedang duduk tenang disofa ruangannya.
"Sebentar lagi bawahan-ku akan membawa makanan kesini, kau tidak apa-apa kan aku tinggal sebentar disini?" ucap Kenzo menatap Rara dengan lembut.
"Mas mau kemana?" tanya Rara.
Rara mengangguk meng-iyakan saja karna ia tau Kenzo pasti sekarang sedang sibuk.
"Terimakasih," setelah itu Kenzo mencium kening Rara sekilas dan mengalihkan pandangannya pada kedua anaknya.
"Papah keluar dulu sebentar ya? jaga Mamah kalian jangan sampai terjadi apa-apa padanya." tegas Kenzo yang langsung diangguki kedua anak itu.
Didalam hati Rara ia merasa bahagia karna akhirnya mereka bisa bertemu dan hidup bersama walau Rara tau mertuanya itu masih tidak suka dengannya tapi Rara harus mencoba untuk membiasakan diri dikeluarga itu siapa tau saja Lia akan menyukainya nanti.
Setelah pamit Kenzo pun langsung pergi keluar dari ruangan ini dan berjalan keluar untuk menyelesaikan keperluannya.
"Kak Kepin main yuk?" sahut Keyla menatap kakakny yang menatapnya dingin.
"Ndak mau." singkat Kevin.
Tapi Keyla tak tinggal diam begitu saja, anak perempuan itu langsung turun dari sofa dan menarik tangan Kevin agar mau bermain dengannya alhasil mau tak mau Kevin mengikuti keinginan adiknya itu.
Rara hanya tersenyum menatap anak-anaknya yang terlihat bahagia disini. Apa mereka bahagia? Rara jadi merasa bersalah karna dulu sempat tak ingin kedua anaknya itu bertemu dengan Kenzo, tapi sekarang dirinya merasa senang jika kedua anaknya itu juga bahagia.
Semoga saja kebahagiaan ini tetap berpihak padaku tuhan
__ADS_1
Karna menunggu terlalu lama akhirnya Rara memilih untuk berkeliling ruangan kerja ini. Ia berjalan mendekat kearah meja kerja suaminya dan duduk dikursi yang biasa diduduki Kenzo.
"Aku duduk disini sebentar gapapa-kan ya?" gumam Rara dengan sedikit terkekeh. Ia memutarkan kursi kerja Kenzo sudah seperti bos besar saja.
Rara merebahkan punggungnya dikursi dan menatap meja yang terlihat tumpukan kertas yang tidak ia ketahui isinya apa. Tiba-tiba saja matanya menangkap figura kecil yang berada dipinggir meja hadapannya.
"Loh kok foto aku ada disini?" gumam Rara menatap figura itu, dengan segera ia mengambil benda tersebut dan memegangnya.
Apa selama ini pria itu nyimpen foto aku disini?
Guratan merah timbul dipipi Rara, ia merasakan hatinya bergetar ketika menyimpulkan bahwa Kenzo menyimpan foto dirinya disini.
Tok!tok!tok!
Mendengar ketukan itu Rara langsung bangkit dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang mengetuk tadi.
Ceklek
"Misi Nona, saya mau mengantarkan makanan yang diperintahkan Tuan Kenzo." ucap seorang pria yang cukup tampan.
Rara mengangguk dan tersenyum. "Makasih ya." jawabnya.
"Sama-sama Nona." setelah mengucapkan itu pria tadi langsung pergi meninggalkan Rara yang menunduk menatap sebuah kresek kecil berisi makanan.
Rara lantas masuk kembali kedalam ruangan dan berjalan menuju sofa untuk membuka makanan pesanan Kenzo tadi.
"Keyla, Kevin makan dulu sini." ujar Rara menyuruh kedua anaknya untuk mendekat.
Ketika kedua anak itu mendekat Rara segera menyuruh Kevin dan Keyla duduk disofa sebelahnya. "Sekarang kalian makan ya?"
Kedua anak itu nampak mengangguk, Rara pun segera menyuapi Kevin dan Keyla bergantian.
Suapan demi suapan diberikan Rara untuk kedua anaknya dan sekarang adalah suapan terakhir untuk Kevin.
"Nah udah abis, pinter anak Mamah." Rara tersenyum menatap kedua anaknya yang sudah menghabiskan 1 mangkok bubur.
"Sudah makannya?"
Astagfirullah
Rara menatap arah belakangnya dengan pandangan terkejut, pria yang tadi pergi itu sudah berdiri lagi dibelakangnya dengan tersenyum. Ia hanya tersentak kaget karna pria ini tiba-tiba saja berada diruangan ini, Rara saja tidak tau kapan Kenzo masuk kedalam karna mendengar orang membuka pintu saja tidak bagaimana Kenzo sudah berada disini?
Apa pria ini dulunya pengikut ilmu hitam ya? bisa tiba-tiba gitu datengnya
▫▫▫▫▫
__ADS_1
Terimakasih sudah membca❤