My Devil Possessive

My Devil Possessive
Drama dikamar


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah mulai sore, Maura langsung bergegas pulang kerumahnya ketika pekerjaan nya sudah selesai. Ia harus segera pulang sebelum tuannya itu datang.


Sampai pada rumah Kenzo, ia sedikit mengedarkan pandangannya pada sekitar halaman.


Aman


Rara nampak tidak melihat mobil suaminya disini jadi mungkin dia belum pulang dari kantornya. Setelah mengucapkan terimakasih pada supir yang mengantarkannya Rara pun masuk kedalam rumah suaminya.


"Kamu siapin aja ya"


"Baik nyonya"


Dari kejauhan samar-samar Rara mendengar suara nyonya nya itu dan juga pekerja sini. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu.


Rara melanjutkan langkahnya menuju lantai atas, ia harus sudah rapih ketika tuannya itu datang jadi sekarang Rara memutuskan untuk membersihkan diri dikamar.


Ketika ia berjalan menuju lantai atas ia tidak sengaja berpapasan dengan sang mertua, tapi keanehan muncul nyonya-Lia malah acuh saja tanpa memanggilnya atau mengatainya cewe matre lagi. Entahlah Rara rindu dengan suara nyonya nya itu.


Akhirnya ia sampai dikamarnya dengan langkah cepat Rara langsung melesat ke kamar mandi dengan handuk yang sebelumnya sudah ia ambil.


"Berendam sebentar enak kali ya?" Rara berfikir akan memanjakan tubuhnya sebentar dengan air hangat, entah sudah berapa lama Rara berendam di bak mandi ini yang jelas dia sudah memejamkan mata menikmati sensasi dari air hangat ini.


Rara sedikit menyanyikan syair dikamar mandi ini dengan tubuh masih berendam dibak mandi. Sampai-sampai ia tidak menyadari jika pintu kamar mandinya sudah terbuka lebar dengan menampilkan sesosok pria bertubuh kekar.



Mobil Kenzo masuk kedalam penangkaran rumahnya. Para maid sudah siap berjejer untuk menyambut kedatangan tuan mudanya.


Kenzo membuka pintu mobilnya diikuti Hans yang langsung berdiri dibelakang tuannya, tuan mudanya melepaskan kacamata hitamnya dan dimasukan kedalam saku jas.


Kenzo dan juga Hans masuk kedalam rumahnya. Pria bertubuh kekar itu menatap setiap maid yang berdiri berjajar menyambutnya, ia seperti sedang mencari seseorang.


"Maaf tuan, nona muda sepertinya sedang mandi jadi nona tidak ikut turun menyambut tuan" ucap salah satu maid yang tadi ditugaskan untuk memberitahu Rara bahwa Kenzo sudah datang kerumah.


Kenzo mengangguk dan melanjutkan langkahnya masuk kedalam mesion, tapi sebelum ia ke-lantai atas tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.


"Kenzo"


Merasa namanya dipanggil Kenzo mengarahkan pandangannya kearah asal suara. Ia melihat jika mommynya-Lia sedang berjalan mendekat ke arahnya.


"Acara ulang tahun Hazel di majuin besok"


Kenzo menatap dalam mommynya yang sudah berdiri dihadapannya. "Ada apa memang-nya mom?"


"Adik kamu itu yang mau dimajuin katanya, mommy sempet binggung karna dia kasih tau mendadak" Lia barusan diberi kabar oleh anak keduanya itu lewat ponsel, dia mengatakan jika sudah terlanjur mengundang teman-temanya besok kerumah untuk pesta ulang tahunnya padahal pesta sweeth seventeen akan diadakan lusa besok tapi ada-ada saja tingkah anak perempuanya itu.


Kenzo paham ia pun mengangguk. "Yasudah biar para maid yang bekerja" Kenzo membalikan badannya untuk menuju lantai atas.


"Suruh juga tuh istri kamu bantuin nyiapin pesta adik kamu dari pada diem terus dirumah gaada kerjaan" sahut Lia dengan suara judes nya itu.


Kenzo kembali menatap mommynya. "Untuk apa aku membayar para maid jika harus istriku yang menyiapkan semuanya?"


Lia diam menatap anaknya dengan kedua tangan yang ia lipatkan di dada. Setelah mengucapkan itu Kenzo pun melanjutkan langkahnya menuju kamar wanitanya.


Hubungan diantara dia dan juga ibu kandungnya itu memang bisa dibilang cukup renggang karna ada beberapa faktor yang membuat hubungannya kurang baik tapi Kenzo masih menghormati mommynya itu karna bagaimana pun Lia yang melahirkan Kenzo.


Ceklek


Kenzo membuka pintu kamar Rara, ia mengedarkan pandangannya keseluruh kamar ini mencari sesosok perempuan yang dicarinya.


Dimana dia?


Tiba-tiba ia mendengar suara air dari arah kamar mandi ruangan ini. Kenzo mendekati pintu kamar mandi untuk melihat apa wanitanya ada didalam atau tidak. Samar-samar ia juga mendengar suara syairan dari dalam kamar mandi, ia membuka pintu tersebut dan melihat kedalamnya.


Disana terlihat ada seorang wanita yang sedang merebahkan tubuhnya di bak mandi.


"Na na na la la la" gumam Rara tanpa membuka matanya.

__ADS_1


Kenzo mendekat kearah wanitanya yang nampak santai memainkan busa. "Ekhem"



Suara itu? ko ada disini? duh telinga aku rada-rada kali ya


Perlahan Rara membuka matanya untuk melihat asal suara yang sangat familiar ditelinganya. Ketika ia membuka matanya perlahan samar-samar Rara melihat ada seorang berbaju hitam, berbadan besar dihadapannya.


Ada hantu disini?


Ketika mata Rara sudah terbuka lebar, ia tersentak kaget ketika melihat pria ini ada dikamarnya lebih tepat di kamar mandinya.


"Aaaaa! tuan ngapain disini?" teriak Rara dengan tangan yang menutupi tubuhnya. Padahal sekarang tubuhnya sedang berendam di busa air yang dipastikan tidak tubuhnya tidak terlihat.


"Tidak usah ditutupi seperti itu, aku sudah sering melihatnya" santai Kenzo dengan masih berdiri di samping bak mandi.


"Tua..n kau sudah pulang? maaf aku tida-"


"Tidak apa-apa, aku tau kau sedang menyiapkan diri untukku kan?" pede Kenzo yang membuat Rara mengumpat dalam hati.


"Maaf tuan aku ingin mandi" ucap Rara. Dia akan mandi sekarang, jika tuannya ada disini bagaimana ia bisa mandi?


"Yasudah mandi ya mandi saja tidak ada yang melarang"


Rara sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat tuannya. "Tapi aku tidak bisa mandi jika tuan ada di..sini"


"Ck aku sudah sering melihatnya, kau malu hm?" Kenzo sedikit mengangkat bibir kanannya.


"Hah aku jadi ingin ikut berendam bersama mu" lanjut Kenzo.


Rara tau makna dibalik ucapan suaminya, ia baru saja memanjakan dirinya tapi Kenzo sudah mengambil kesempatan untuk ia bisa santai dikamar mandi. "Tuan"


"Kau menolak?"


"Bukan tuan tapi aku ingin mandi sendiri, jika tuan ingin mandi lebih baik tuan mencari kamar mandi lain saja"


"Tuan" mohon Rara.


Kenzo pun menghela nafas gusarnya. "Yasudah cepat, aku menunggu diluar" Kenzo pun membalikkan badannya keluar dari kamar mandi ini dan menutup rapat pintu ruangan ini.


Rara bisa bernafas lega sekarang, karna tuannya sudah pergi dari sini jadi ia bisa melanjutkan mandinya.


Setelah beberapa menit akhirnya ia beres dengan rutinitas mandinya sekarang Rara memakai handuk yang melingkar di badannya, ia lantas berjalan dan membuka pintu kamar mandi.


Dilihatnya Kenzo yang masih setia duduk ditempat tidur dengan memainkan ponsel ditangannya. "Tuan aku sudah selesai"


"Hm"


Rara melihat Kenzo masih fokus dengan handponenya. "Aku sudah siapkan handuk untuk tuan dikamar mandi"


"Hm"


Ia bergerak melangkah kearah lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia pakai sekarang. "Aku akan membawakan baju untuk tuan jika tuan sudah selesai mandi"


"Hm"


Ada apa dengan tuannya ini? mengapa sedari tadi hanya menjawab hm? apa dia marah pada Rara, tapi memangnya ia punya salah apa Kenzo? apa karna tidak memperbolehkan suaminya itu mandi bersamanya? tapi kan jika mereka mandi bersama pasti akan sangat lama selesainya.


Selesai memakai pakaian, Rara pun berjalan menghampiri Kenzo. "Tuan air hangatnya sudah aku siapkan"


"Hm"


"Tuan marah padaku?"


"Tidak"


Tuannya ini pasti marah padanya, karna sedari tadi ia hanya menjawab hm hm saja yang membuat Rara kebingungan sendiri sekarang.

__ADS_1


Kenzo menaruh handponenya di meja dekat ranjang dan bangkit dari duduknya untuk melangkah menuju kamar mandi. Rara menatap heran suaminya, apa benar-benar dia marah? sekarang apa Rara harus meminta maaf padanya? tapi ia tidak merasa bersalah jadi untuk apa?


"Aduh" tiba-tiba Rara memegang perutnya dengan kedua tangan. Kenzo yang mendengar keluhan Rara langsung menghampiri wanitanya.


"Kau kenapa?" Kenzo nampak panik sekarang ia melihat wajah kesakitan dari wanitanya.


"Aduh perutku sakit tuan" jawab Rara dengan masih memegang perutnya.


Kenzo semakin panik, ia duduk di samping wanitanya yang terlihat kesakitan. "Kau makan apa tadi? kau tidak makan sembarangan kan?!"


Rara menggelengkan kepalanya, ia mencoba bangkit dari duduknya dan benar saja ada sedikit noda merah di kasur tempat yang tadi ia duduki.


"Berdarah? ada apa dengan mu kenapa sampai berdarah seperti ini? kau keguguran?"


Kenzo pernah melihat salah satu artikel yang menyatakan apa saja saja ciri-ciri keguguran, ia tidak sengaja melihatnya karna artikel itu muncul saja di handponenya dan ini salah satu ciri-ciri yang ia baca.


Keguguran? hamil aja engga keguguran gimana coba!


Rara langsung berlari menuju kamar mandi, sekarang pasti roknya sudah tembus oleh darah dibagian belakangnya. Ia tidak tahu jika akan mengalaminya sekarang, padahal tadi baik-baik saja.


Toktoktok!


"Hey! kau sedang apa didalam?!" teriak Kenzo dari luar ruangan.


"Aku sedang membersihkan ini tuan, kau tenang saja aku tidak apa-apa" teriak Rara dari dalam kamar mandi.


Ceklekceklek


"Mengapa kau kunci hah!?"


Rara sempat mengunci kamar mandinya tadi karna ia tidak mau tuannya itu masuk tiba-tiba kekamar mandi ini lagi. "Aku baik-baik aja tuan, tuan tenang saja"


"Ck! buka tidak pintunya!"


Brak!brak!


Kenzo mencoba membuka pintu tersebut, namun tetap tidak bisa dibuka.


"Tuann nanti rusak pintunya" jawab Rara dari dalam kamar mandi.


Rara tak habis pikir dnegan tuannya yang hobi merusak pintu, padahal pintu kamar mandinya baru saja dibetulkan karna sempat rusak saat didobrak Kenzo yang mengiranya dia mencoba bunuh diri di bath-up waktu itu.


"Kau tadi memakan apa hah? biar aku pecat maid sialan yang memasak makanan mu itu!"


Setelah membersihkan bajunya, Rara pun melangkah menuju arah pintu kamar mandi. Ia membuka kuncinya dan sedikit membuka pintu kamar mandi, ia mengeluarkan kepalanya di celah pintu yang ia buka agar Kenzo tidak melihat kedalam.


"Aku ti..dak makan apa-apa tuan"


"Buka pintunya aku ingin masuk, kenapa kau kunci pintunya! ada apa dengan mu" ucap Kenzo dengan wajah yang masih khawatir.


"Em tuan, aku bisa minta tolong tidak?"


Kenzo menaikkan sebelah alisnya dengan menatap tanya wanita dihadapannya.


"Anu- bisa tolong panggilkan bibi Sur?"


"Kau menyuruhku!?"


Rara binggung sekarang, ia harus cepat-cepat memakai benda itu sebelum gawat. Ia mengingat sepertinya menyimpan benda itu dilaci untuk persediaan jika saja ia tiba-tiba kedatangan. "Yasudah tuan tolong ambilkan saja benda dibawah laci meja"


Kenzo masih menatap khawatir wanitanya, akhirnya ia pun berjalan menuju ke arah laci untuk membawa benda yang dimaksud wanitanya.


Apa ini?


▫▫▫▫▫


Trimksih sudah membacaa❤

__ADS_1


Tolong suportnya ya!😙


__ADS_2