Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Kehancuran dan Kemunculan Sebuah Harapan


__ADS_3

Tahun 2677


Tahun ini adalah awal mula dari sebuah kehancuran dunia yang tidak pernah terbayangkan oleh siapa pun di dunia ini.


Beberapa portal muncul di berbagai belahan dunia, bentuknya seperti sebuah lingkaran dan mirip seperti sebuah lubang hitam dengan ukuran yang bervariasi.


Beberapa masyarakat di salah satu kota di Indonesia tampak penasaran dan mulai memperbincangkan portal tersebut.


Kemunculan portal itu menjadi sangat viral dan banyak orang yang mulai mengunggah gambar di internet mengenai portal itu.


"Hei sayang, ayo foto aku di sini!" Ucap seorang gadis meminta kekasihnya mengambil gambar di mana ia sedang berdiri membelakangi portal yang kebetulan berada dekat dengan tanah di sebuah taman.


"Hahaha oke." Jawab si pria sambil tertawa kecil dengan ekspresi yang terlihat senang karena kekasihnya itu juga tampak sedang bahagia.


Namun kebahagiaan itu hanya sementara.


Seekor monster yang tampak seperti seekor komodo raksasa namun memiliki gigi runcing yang sangat banyak dan menakutkan tiba-tiba muncul dari portal itu dan langsung memakan gadis itu serta mengunyahnya dengan sangat lahap.


Pria yang yang memotret itu pun langsung terkejut dan merasa syok dengan keadaan itu.


Ia kini seolah terpaku dan tak bisa berkata-kata.


Hingga akhirnya terdengar suara jeritan orang-orang di sekitar tempat itu dan ternyata di semua portal yang ada di kota itu mulai bermunculan monster-monster mengerikan.


Monster-monster itu mulai membuat kekacauan di seluruh dunia.


Sangat banyak manusia yang menjadi korban dari keganasan para monster itu.


Monster-monster itu tampak sangat bersemangat serta bahagia saat menemukan begitu banyak manusia di bumi.


Mereka dengan lahapnya memakan manusia, mengunyah manusia mulai dari kaki hingga seluruh tubuh dan membuat banyak manusia yang mati tersiksa sebelum meninggal.


Tidak hanya itu, kerakusan para monster itu membuat mereka saling berebutan untuk memakan manusia.


Tidak sedikit dari manusia yang mereka sobek-sobek tubuhnya karena mereka saling tarik-menarik untuk merebut manusia yang akan mereka makan.


"Tolong!!"


"lari!!"

__ADS_1


"Hati-hati!!"


"Tetap waspada!!"


Berbagai teriakan dan jeritan para manusia kini memenuhi seluruh bumi.


Suara tangisan serta air mata kini begitu banyak di tumpahkan.


Kejadian itu pun membuat seluruh negara di dunia langsung melakukan antisipasi di setiap negara mereka masing-masing.


Seluruh pasukan militer negara di kerahkan, dan seluruh senjata api serta bahan peledak dengan ledakan terkuat pun di gunakan. Namun sayangnya itu semua tak berfungsi karena para monster itu memiliki sebuah kemampuan khusus untuk melindungi tubuh mereka dari serangan senjata-senjata buatan manusia.


Apa lagi para monster itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen-elemen alam tertentu, sehingga mereka lebih mendominasi dalam pertempuran.


"Sial!... Monster-monster itu sama sekali tidak bisa di hancur-kan!" ucap seorang prajurit TNI yang baru saja melemparkan granat dan meledakkan para monster itu.


"ayo mundur dulu!... Jangan maju seorang dir..."


Ucapan rekan pria itu kini terhenti karena seekor monster dengan bentuk tubuh layaknya gorila raksasa namun memiliki dua gigi tajam yang menjulang keluar dari mulutnya kini berdiri di samping pria itu.


"Roma!!" Teriak rekan pria bernama Roma itu sambil menembakkan senjatanya secara beruntun ke arah monster gorila berelemen api itu.


Namun apalah daya serangan peluru sama sekali tak mempan dan kini Roma pun langsung di makan oleh monster itu.


Kini para manusia pun hidup secara sembunyi-sembunyi agar bisa tetap bertahan di dunia yang sudah hancur ini.


bertahun-tahun lamanya manusia hidup dalam ketakutan sejak penyerangan awal itu, hingga akhirnya, seorang profesor yang berasal dari salah satu pulau di Indonesia berhasil membuat sebuah kemajuan dalam penelitiannya tentang para monster yang menyerang itu.


Di usia si profesor yang terbilang sudah hampir mencapai lansia itu, sang profesor berhasil menyelesaikan eksperimen di mana kekuatan yang ada pada para monster itu dapat di pindahkan ke tubuh manusia apa bila ada kecocokan tertentu pada wadahnya.


Profesor itu menemukan sebuah kristal energi dari seekor monster lemah yang berhasil di bunuh dengan susah payah. Kristal itu berisikan energi yang membuat para monster bisa mengendalikan elemen alam, dan profesor itu pun kini menamai energi itu sebagai energi 'gelap' karena energi itu berwarna biru gelap serta dapat memancarkan aura kegelapan.


Selain itu, si profesor juga sudah berhasil memodifikasi tubuh manusia agar bisa menggunakan energi itu selama memiliki kecocokan.


Dengan energi yang di tanamkan ke tubuh manusia itu, kini manusia itu pun bisa memiliki kekuatan untuk melawan para monster, dan mereka yang memiliki kekuatan ini di sebut sebagai 'pemburu monster'.


"Akhirnya!... Dengan ini dunia akan perlahan kembali ke masa-masa yang damai!" Ucap si profesor itu dengan semangat dan penuh antusias sambil menunjukkan senyum bahagia di wajahnya.


Selain pemburu monster, si profesor itu juga telah berhasil mengembangkan teknologi yang bisa di pasang di tembok untuk mencegah para monster masuk ke area di dalam tembok itu.

__ADS_1


Kini seluruh umat manusia yang tersisa memilih untuk tinggal di dalam wilayah yang di kelilingi oleh tembok raksasa itu.


Sejak saat itu, sang profesor telah di juluki sebagai 'sang penyelamat jenius', dan hingga kini semua orang yang tinggal di dalam tembok raksasa itu terus mengenang jasa dari sang profesor sampai-sampai mereka pun selalu melakukan upacara khusus setiap setahun sekali untuk menghormati jasa dari sang profesor tersebut.


******


250 tahun setelah kematian sang profesor jenius.


Di masa ini suasana sudah sedikit lebih tenang daripada masa penyerangan awal para monster.


Tampak wilayah yang di kelilingi oleh tembok raksasa pun semakin luas, bahkan tembok raksasa itu sendiri kini sudah berjumlah enam dan wilayah yang di kelilinginya juga berjumlah enam dengan radius yang sangat luas sampai-sampai bisa menampung lahan pertanian, perikanan, dan berbagai macam perkebunan.


>Skip<


Anton Maroso, seorang pemuda berusia 18 tahun. Ia adalah seorang pemuda yang gagal memenuhi harapan kedua orang tuanya yang merupakan keinginan pribadinya juga, yakni menjadi seorang pemburu monster.


Di keluarga Maroso, kedua orangtua Anton adalah sosok pemburu monster yang cukup populer dengan kemampuan yang luar biasa. Bahkan kedua kakak kandung Anton juga kini sudah tergabung sebagai pemburu monster.


Satu-satunya yang tersisa adalah Anton. Namun dia sama sekali tak bisa menjadi seorang pemburu monster karena dirinya tak memiliki kecocokan dengan energi gelap.


Hal itu pun membuat Anton jadi tersisihkan di keluarganya sendiri.


"Sebaiknya kau tidak di lahirkan di dunia ini!... Saat aib keluarga!" ucap kakak pertama Anton yang bernama Dilo sambil menatap Anton dengan tatapan tajam dan sinis.


Anton hanya bisa diam dan menerima ucapan kakaknya itu karena memang dirinya saat ini bisa di sebut aib bagi keluarga mereka yang terkenal di dunia pemburu monster.


Ini bukan kali pertama Anton di hina oleh kakaknya sendiri sehingga telinga Anton kini jadi kebal terhadap kata-kata seperti itu.


"Maaf kak." balas Anton sambil sedikit menunduk meminta maaf.


"Tchi!" Dilo mendecakkan lidahnya dengan ekspresi kesal.


Lalu ia pun langsung melampiaskan kekesalannya itu dengan menendang Anton yang saat ini berada di depannya.


"Minggir dari jalanku sialan!" Ucap Dilo setelah menendang wajah Anton dan membuat Anton terkapar di lantai.


Lalu Dilo pun kini langsung pergi begitu saja dan meninggalkan Anton yang masih terkapar di lantai.


(Bersambung)

__ADS_1


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...



__ADS_2