
Nadoyo terkejut melihat kejadian barusan, dan yang paling mengejutkan lagi baginya adalah sosok dari bayangan yang berkelebatan sebelumnya ternyata Anton. Orang yang mereka buru hingga hari ini.
Kemunculan sosok Anton tentu membuat si pemimpin asosiasi cabang ke lima itu jadi terkejut.
Apa bila seandainya kemunculan Anton ini di situasi yang berbeda, mungkin saja si pemimpin asosiasi cabang ke lima sudah menyerang dan menangkap Anton.
"Pada akhirnya kau muncul dengan sendirinya bocah!... Apa sekarang kau senang melihat kerajaan Sulteng hancur karena mu hah?!" Ucap Nadoyo dengan wajah yang tampak kesal menyalahkan Anton.
"Dasar orang bodoh... Mikir pake otak! Sejak kapan penyerangan monster ini dikarenakan ulahku hah?!" Balas Anton dengan rasa dongkol karena baru saja tiba sudah di fitnah seperti itu.
Detik berikutnya Anton segera memunculkan tombak piton petir miliknya.
Sementara si pemimpin asosiasi cabang ke lima tampak terdiam mendengar ucapan Anton barusan.
Ia tak tahu harus bagaimana membalas perkataan Anton barusan.
Tombak piton petir sudah di tangan kanan Anton.
Dengan segera Anton melesat ke depan sambil memutar tombak tersebut.
Ia menyerang para monster di sekitarnya dan membuat para monster menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian.
Para monster ini di serangnya dengan tebasan dan tusukkan.
Dengan tombak yang memancarkan petir itu, Anton berhasil menumbangkan beberapa monster yang paling lemah.
Bisa di bilang sejak awal Anton sudah menargetkan yang terlemah dan menghindari kontak serangan dari monster yang kuat.
Dengan begitu, tanpa menggunakan jurus yang menguras banyak energi Anton bisa menumbangkan banyak monster.
Lima menit berlalu, puluhan monster sudah tumbang dan kini monster yang kuat sudah mulai menyerang dengan tegas ke arah Anton.
Mereka menyerang Anton dengan sangat cepat, lebih cepat dari yang sebelumnya.
Anton sempat terkejut karena tiba-tiba saja kecepatan para monster langsung berubah.
__ADS_1
"Apa mereka kesal melihat rekannya di bunuh?" Pikir Anton.
Tidak hanya itu saja, Anton juga baru menyadari bahwa ternyata para monster ini tidak semuanya asap bergerak, asal maju, dan asal menyerang.
Beberapa dari mereka terlihat seolah paham kapan harus bertindak, dan hal ini tentunya berlandaskan dengan insting yang di miliki oleh si monster tersebut.
Meskipun begitu, Anton tampak masih bisa mengatasi semua monster itu.
Hal itu di karenakan Anton memiliki lebih banyak jurus ketimbang para monster maupun pemburu monster.
Anton bisa lebih bebas melakukan variasi dalam pengendalian elemen miliknya, sementara para pemburu monster hanya terpaku pada jurus yang di miliki oleh energi gelap dari kristal energi monster yang di serap oleh mereka.
Hal itulah yang membuat keberadaan kekuatan Anton lebih unggul dari yang lainnya.
Selain itu, Anton juga memiliki beberapa senjata pusaka selain pusaka tombak piton petir.
Di kehidupan sebelumnya Anton menyimpan semua senjatanya dalam ruang penyimpanan miliknya dan dengan membuka kembali ruang penyimpanan yang sama, maka Anton bisa memperoleh kembali semua barang berharga miliknya di kehidupan sebelumnya.
Anton meloncat lurus ke langit, lalu ia memutar tombaknya dan kemudian melemparkan tombak itu ke tanah hingga ujung tombak tertancap ke tanah.
Dari tangan kanan itu menyambar-lah petir yang cukup kuat dan langsung mengenai tombak tersebut.
Sementara itu, dari tombak piton petir itu menyambar petir yang merambat bagaikan akar serabut.
Petir-nya menyambar kemana-mana, dan lesatan petir-petir itu kini di barengi oleh petir milik Anton yang Anton arahkan ke tombak.
Petir Anton menyambar tombak dan dari tombak petir Anton yang hanya satu arah berubah menjadi sangat banyak dan langsung melesat ke berbagai arah.
Serangan pun bergerak di atas permukaan tanah dan di udara. Dengan serangan petir yang seperti ini, monster mana yang bisa menghindar dengan mudah. Tentunya hanya sedikit monster yang bisa selamat dari serangan tersebut.
Hampir semua monster terkena sengatan petir dan tubuh mereka menjadi kaku.
Kemudian Anton memanfaatkan hal itu. Ia yang saat ini sudah mendarat ke tanah langsung memunculkan sebuah panah busur yang merupakan senjata energi.
Lalu ia menarik senar panah itu. Meskipun saat menarik senar itu ia tidak menggunakan anak panah, namun begitu tarikannya sudah mentok, sebuah anak panah pun muncul dengan sendirinya tepat di senar yang di tarik tersebut.
__ADS_1
Lalu Anton mengarahkan tembakannya ke langit. Anak panah pun di lepaskan dan melesat ke langit, begitu mencapai ketinggian tertentu, anak panah itu lenyap begitu saja. Namun detik berikutnya muncul ratusan anak panah yang sama di ketinggian tersebut. Semua anak panah itu mengarahkan ujung runcingnya ke bawah dan dalam waktu kurang dari dua detik saja ratusan anak panah itu langsung berjatuhan dan menusuk tubuh para monster yang ada di bawahnya.
Hujan anak panah menerpa para monster yang sudah tak bisa bergerak karena tubuh yang sudah kaku.
Parahnya lagi, hujan anak panah ini bukanlah hujan anak panah seperti pada umumnya di karenakan semua objek yang terkena akan berubah menjadi kristal.
Karena para monster sudah tak berdaya dan tak bisa mengendalikan energi Nosa mereka dengan stabil, maka anak panah ini pun bisa dengan mudah mengubah mereka semua menjadi kristal sekalipun tingkatan monster tersebut mungkin lebih tinggi dari tingkatan senjata energi yang di gunakan.
Setelah itu Anton memunculkan sebuah pusaka lainnya, yakni pusaka tongkat sihir berukuran pendek.
Tongkat pendek itu memiliki besar seperti ibu jari, sedangkan panjangnya kira-kira hanya 30 cm lebih.
Dari tongkat pendek itu, Anton memunculkan cambuk racun yang bisa memanjang sesuai keinginan pengguna.
Begitu cambuk tersebut muncul, Anton menarik tangan kanannya yang memegang tongkat itu ke belakang sambil mengambil ancang-ancang untuk melesat.
Pemuda tampan ini segera menatap para monster yang tersisa dengan tatapan tajam layaknya singa yang sedang menargetkan mangsa yang akan ia terkam.
Detik berikutnya, Anton sudah melesat sambil mengayunkan cambuk racun miliknya.
Cambuk racun itu bergerak bebas di udara dan langsung melilit seekor monster.
Lalu dengan kekuatan Saganya, Anton langsung mengayun lagi senjata energi itu dan cambuk beracun itu langsung melemparkan monster yang di lilitnya itu ke monster lainya.
Lalu Anton menghentakkan tongkat itu. Seketika itu juga ujung cambuk langsung bergerak ke berbagai arah dengan bebas dan berakhir menusuk tiga kepala monster sekaligus.
Tiga monster langsung terbunuh. Anton segera menarik kembali cambuk racunnya.
Monster lain menyerangnya dari kiri dan belakang.
Namun Anton segera bergerak ke samping depan dengan santai dan tenang. Lalu memutar tubuh sambil melangkah guna menghindar serangan berikutnya.
Setelah itu Anton kembali menyerang dengan berbagai jurus mematikan dan gerakan yang tidak mudah di prediksi oleh lawan.
Begitulah seterusnya hingga dalam waktu kurang dari sepuluh menit semua monster di tempat itu tampak tergeletak tak bernyawa lagi.
__ADS_1
Nadoyo yang melihat semua jurus yang di peragakan oleh Anton kini langsung terlihat kagum terpesona oleh kemampuan Anton. Ia seolah terhipnotis hingga tidak lagi memikirkan tentang misi menangkap Anton serta keinginan untuk menyingkirkan Anton yang mereka anggap sebagai parasit.