Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Memantau


__ADS_3

Hari telah berganti malam.


Keadaan hutan saat ini sangatlah sepi dan gelap.


Akan tetapi Anton tetap mencoba untuk berjalan-jalan sebentar untuk melakukan perburuan di malam hari.


Meskipun suasana dalam hutan itu sangat gelap karena cahaya bulan sangat sedikit yang masuk akibat lebatnya daun pepohonan, namun Anton yang merupakan seorang pemburu monster tetap bisa melihat dengan jelas dalam kegelapan.


Berbeda dengan manusia biasa yang hanya bisa melihat saat ada cahaya saja.


Cukup lama Anton berjalan di tengah-tengah hutan itu. hutan terasa sangat sepi, apa karena para monster saat ini sedang tertidur atau semacamnya ia pun juga tak tahu.


Hingga akhirnya Anton mendengar suara pertarungan di jarak yang cukup jauh darinya.


Ia pun segera pergi ke tempat itu untuk memastikan apa yang sedang terjadi di sana.


"Ruyon!!... Serang monster ini sekarang!!" Teriak Marko yang saat ini sedang terjatuh di hadapan seekor monster berkaki empat yang tampak sangat menakutkan.


Monster itu memiliki perawakan layaknya seekor Singa namun ia memiliki empat tanduk di kepalanya.


"Segera mundur dari sana Marko!" Balas Ruyon berteriak sambil menggerakkan tangannya untuk mengendalikan jurusnya yang berupa akar tanaman yang menjalar dari dalam tanah.


Akar tanaman milik Ruyon itu langsung menjalar dan bermunculan dari bawah tanah.


Lalu akar tanaman itu pun langsung melilit monster tersebut.


Monster itu hanya melirik sekilas akar tanaman yang melilit tubuhnya, lalu ia langsung mengguncangkan tubuhnya.


Seketika itu juga akar tanaman yang melilit tubuh monster itu langsung terbakar oleh elemen api yang di miliki si monster.


"Sial!... Dia terlalu kuat!" Ucap Ruyon yang tampak sedikit kesal.


Sementara itu, dua dari tiga rekan Ruyon langsung membantu Marko untuk berdiri, sementara tiga rekan lainnya langsung menyerang si monster itu.


"Monster ini sudah berada di level 35, sedangkan Ruyon yang terkuat di antara kita masih level 26... Ini pertarungan yang sangat berat!" Ucap salah satu rekan mereka yang sedang menebas kepala monster itu namun di tahan oleh si monster menggunakan tanduknya.


"Semuanya mundur dan lakukan serangan jarak jauh secara bersamaan!" ucap ruyon memberi perintah.


"Siap!!" Balas mereka serentak dan langsung mengambil jarak dari monster tersebut.

__ADS_1


Kini mereka bertujuh pun langsung berdiri cukup jauh dan mengelilingi monster itu sambil menyiapkan jurus mereka masing-masing.


Di sisi lain, Anton yang baru saja tiba di tempat itu kini hanya menonton pertarungan mereka dari atas pohon yang sedikit jauh dari tempat itu.


"Aku penasaran, sebenarnya sekuat apa monster level 35 itu?" Ucap Anton bertanya-tanya dalam hati.


Berdasarkan yang terlihat menggunakan alat pendeteksi level yang Anton pakai saat ini, monster itu di tunjukkan berada di level 35.


Namun, karena sebuah ingatan yang masuk di kepala Anton saat pingsan sebelumnya kini Anton bisa mengetahui level monster itu yang sebenarnya.


"Tingkat Rookie level 35!" Ucap Anton dengan sangat mulus tanpa keraguan.


"Entah mengapa aku merasa bahwa monster tingkat Rookie ini harusnya sangat lemah untuk ukuran kekuatanku saat ini... Tapi untuk berjaga-jaga lebih baik ku biarkan orang-orang angkuh itu melawannya lebih dulu." Pikir Anton.


Anton memang sengaja membiarkan mereka bertarung karena sebenarnya Anton juga masih agak ragu dengan ingatan yang tiba-tiba tertanam begitu saja di otaknya.


hal itu pun membuat dirinya ingin memastikan terlebih dahulu sebelum bertindak.


"sebaiknya jangan terlalu gegabah!" Ucapnya lagi dalam hati.


Kini monster yang di kepung oleh Ruyon dan para rekannya itu langsung meraung keras ke arah Ruyon.


"Bau T4i!" Ucap Ruyon.


"Serang sekarang!!" Teriak Ruyon memberi perintah.


Kini seluruh jurus yang sudah di siapkan oleh mereka semua langsung melesat ke arah monster itu.


Namun si monster langsung menghentakkan kaki dan tubuhnya.


Seketika itu pun terbentuklah ledakan api yang menghasilkan gelombang api yang sangat kuat yang bergerak meluas dari titik pusatnya.


Gelombang api itu pun langsung berhantaman dengan jurus yang di gunakan oleh Ruyon dan kawan-kawan.


Alhasil ledakan yang cukup kuat pun terjadi dan dari ledakan itu tampak begitu banyak sisa-sisa energi gelap dan kobaran api, kini berhamburan di udara.


Anton yang melihat hal itu kini hanya bisa menilai bahwa serangan Ruyon dan kawan-kawannya saat ini sama sekali tidak akan bisa menembus pertahanan monster itu.


Sementara itu, Ruyon dan kawan-kawannya kini hanya bisa terkejut dengan ekspresi tidak percaya melihat si monster yang masih berdiri dengan kokoh dan menatap mereka dengan tatapan tajam penuh intimidasi.

__ADS_1


"Sial!... Kenapa monster sekuat ini ada di wilayah ini?!... Harusnya monster di sini semuanya masih berada di level 20 ke bawah!... Dasar para senior tak berguna!... mereka melewatkan satu monster kuat di sini!" Ucap Ruyon menyalahkan para pemburu monster yang lebih senior dari mereka.


"Ruyon!!.... Awas di belakang mu!" Teriak Marko memperingati Ruyon karena saat ini si monster itu sudah berada di belakang Ruyon tanpa Ruyon sadari.


"Cepat sekali!" Ucap Anton dalam hati saat melihat pergerakan si monster yang sangat cepat itu.


Ruyon pun langsung menoleh saat mendengar peringatan dari Marko.


Begitu ia melihat si monster itu, kini monster itu sudah mengayunkan tangannya dan mencakar tubuh Ruyon hingga membuat Ruyon terhempas cukup jauh dan menabrak sebatang pohon hingga pohon itu tampak berguncang.


"Ruyon!!" Teriak seluruh rekan Ruyon saat Ruyon terkena pukulan si monster itu.


Kini si monster itu semakin mengamuk dan menyerang dengan membabi-buta.


Monster itu menyemburkan api dari mulutnya untuk menyerang salah dua rekan Ruyon yang ingin melarikan diri, sehingga kini kedua orang itu langsung terbakar.


"Jangan kabur sialan!" Bentak salah satu rekan lainnya sambil membasahi tubuh kedua rekan yang terbakar itu menggunakan jurus pengendalian air miliknya.


"Kita harus bersatu untuk mengalahkannya!"


Baru saja berkata seperti itu kini si monster langsung menerkam kepala pria itu dan mengunyahnya dengan lahap dan rakus.


Kedua pria yang sebelumnya di selamatkan oleh pria yang di makan itu kini langsung berdiri dan segera berlari menjauh dari tempat itu.


"Mana bisa kita mengalahkan mahluk itu!" Ucap mereka dengan ekspresi takut dan panik.


Kemudian keduanya pun langsung kabur, dan di ikuti oleh beberapa rekan lainnya.


Mereka memanfaatkan semua memanfaatkan momen di mana si monster masih sibuk mengunyah pria sebelumnya.


Sementara itu, Marko saat ini sedang berusaha membantu Ruyon untuk berdiri.


Karena Ruyon sedang pingsan, kini Marko pun memutuskan untuk menggendongnya agar lebih mudah untuk di bawa kabur.


Begitu Marko mencoba untuk kabur, tiba-tiba monster itu muncul di hadapannya dan langsung menyerangnya menggunakan pukulan kaki depan yang sangat kuat hingga membuat Marko dan Ruyon terhempas sangat kuat dan menghantam sebuah pohon hingga keduanya langsung pingsan begitu saja.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2