Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Melawan Pemburu Monster (2)


__ADS_3

Saat ini Sisilia dan yang lainnya sedang berhenti di bawah pohon besar dan mereka telah menerima informasi tentang keberadaan Anton saat ini.


"Sebaiknya kita segera ke sana!" Ucap Natan.


Mereka semua saat ini terlihat sudah siap untuk segera pergi ke lokasi yang di tunjukkan, namun saat ini hanya Karina seorang yang terlihat ragu untuk mengikuti mereka.


"Ada apa Karina?" Tanya Sisilia saat melihat Karina yang sedang berhenti dan tidak mengikuti langkah mereka yang hendak pergi dari tempat itu.


"Apa kalian benar-benar ingin menangkap Anton?" tanya Karina dengan ekspresi murung dan terlihat tidak bersemangat.


Sisilia dan yang lainnya pun kini hanya bisa terdiam. Mereka sama sekali tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Karina saat ini.


"Apa kalian benar-benar akan menangkap Anton seperti yang di perintahkan?" Tanya Karina lagi dengan suara murung, namun masih saja tidak ada jawaban dari mereka.


Hingga akhirnya Aris pun berjalan mendekati Karina dan menepuk bahu Karina.


"Karina, untuk saat ini sebaiknya kita temui dia terlebih dahulu dan ikuti apa yang di perintahkan oleh orang-orang dari asosiasi." Ucap Aris. Lanjutnya, "Sejujurnya aku tak begitu mengerti masalah ini, tapi aku berpikir.... Mungkin saja tingkah buruk Anton kemarin adalah kode untuk kita agar kita tidak berpihak padanya." Ucap Aris lagi.


"Memangnya kenapa kalau kita berpihak padanya?!" Bentak Karina sambil menepis tangan Aris dan menatap Aris dengan tegas.


Aris pun jadi sedikit berat untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya saat ini, namun sebenarnya ia sangat ingin mengatakannya pada Karina namun kenyataan itu terasa sulit ia terima.


Hingga akhirnya Natan pun mendekati mereka berdua dan langsung memberitahukan apa yang di pikirkan oleh Aris dan tak bisa Aris ungkapkan saat ini.


"Apa kau tuli?... Kemarin Anton sudah bilang kalau kita semua hanyalah beban!... Jadi jika kita terus berpihak padanya dalam situasi seperti ini, maka kita sendiri akan menjadi alat untuk membuat Anton tunduk pada mereka!" Ucap Natan dengan tegas.

__ADS_1


"Meskipun begitu apakah kita harus diam saja dan mengikuti perintah orang lain seperti ini?!" Bentak Karina lagi.


"Dasar bodoh!... Apa kau masih belum puas di hajar oleh Anton kemarin hah?" Bentak Natan dengan ekspresi kesal. Lanjutnya, "Apa kau tahu kenapa Anton melakukan hal itu padamu hah?!... bukankah sudah jelas Anton melakukan hal itu agar orang-orang berpikir bahwa Anton benar-benar sudah tidak ada hubungannya lagi dengan kita?!... Apa kau ingin membuat usaha Anton jadi sia-sia?!... Apa kau pikir kemarin Anton benar-benar seenteng itu mengeluarkan kata-kata kasar pada kita dan bahkan menghajar-mu hah?!... Apa kau masih belum puas dengan itu?!" Bentak Natan.


Karina pun terdiam mendengar ucapan Natan, ia kini hanya bisa memalingkan wajahnya dari Natan.


Lalu Sisilia pun datang mendekati mereka bersama dengan Lisa dan Anita.


"Apa yang di katakan oleh Natan itu benar Karina." Ucap Sisilia. Lanjutnya, "Untuk saat ini sebaiknya kita jangan berpihak pada Anton, dan kita sebaiknya bertindak secara netral saja... Lagi pula jika kita mencoba berpihak pada Anton, maka besar kemungkinan Anton malah akan menghajar kita demi menyelamatkan kita dari masalah yang ia hadapi saat ini." Ucap Sisilia memberi nasehat.


"Benar... Menurutku, untuk sekarang sebaiknya kita percayakan semuanya pada Anton." Sela Anita.


"Ya... Lagi pula Anton itu sangat kuat... Aku yakin Anton pasti bisa melalui semua ini dengan mudah." Balas Lisa.


Kini Karina pun tak punya pilihan lain selain diam, dan ia pun akhirnya mau di bujuk oleh Sisilia untuk ikut mencari Anton ke tempat yang di informasikan itu.


"Baiklah kalau begitu... Sekarang ayo kita berangkat." Ucap Sisilia.


Setelah itu mereka semua pun segera pergi dari tempat itu dan menuju ke lokasi yang di informasikan oleh pemimpin asosiasi pada mereka.


Di sisi lain, Anton yang saat ini sedang melesat dari satu pohon ke pohon lainnya kini sudah berada di jarak yang berjauhan dari para pemburu monster yang ada.


Sebelumnya Anton tak menggunakan jurus pendeteksian miliknya dan hal itulah yang membuat ia langsung berpapasan dengan para pemburu monster yang sedang mengincar dirinya.


Namun kali ini ia pun telah belajar dari kesalahan dan ia pun kini sudah menggunakan jurus pendeteksian itu sambil melesat dari satu pohon ke pohon lainnya.

__ADS_1


Meskipun hasil dari pendeteksian Anton semuanya hanya mendeteksi keberadaan monster, namun Anton bisa memperkirakan yang mana monster dan yang mana pemburu monster yang sedang mengincarnya.


Hal itu bisa ia lakukan dengan melihat dari jumlah orang yang saling mengikuti, karena setahu dirinya, semua monster yang ada di tempat ini tidak banyak yang bergerak secar berkelompok, jadi apa bila ada monster yang terdeteksi bergerak secara berkelompok, maka bisa di perkirakan bahwa itu bukanlah monster melainkan pemburu monster.


Anton pun kini terus bergerak sambil melakukan deteksi.


Sebisa mungkin Anton berusaha menghindari pertarungan agar yang sia-sia karena pertarungan itu hanya akan merugikan umat manusia.


Namun sayangnya apa yang Anton harapkan itu tidak akan mungkin bisa tercapai karena sejak di kirimnya informasi lokasi Anton, beberapa orang sudah mulai melakukan pengawasan menggunakan kamera satelit dan mereka langsung mencoba menangkap gambar Anton secara langsung.


Hasilnya kini semua pergerakan Anton bisa di deteksi karena Anton telah terlihat oleh kamera satelit itu.


"Baiklah!... Segera perintahkan semua pemburu monster untuk mengepung lokasi itu!" Ucap si pemimpin asosiasi cabang ke dua memberi perintah pada anggotanya yang lain.


"Baiklah!" Jawab pegawai kantor asosiasi itu dengan singkat dan langsung mengerjakan tugas yang di berikan.


Kini para petugas di kantor asosiasi itu pun terus mengirimkan informasi mengenai pergerakan Anton kepada para pemburu monster yang sedang melakukan pengejaran.


Hal itu pun membuat para pemburu monster itu bisa melakukan pergerakan secara akurat untuk menemukan keberadaan Anton.


Tampak para pemburu monster berbondong-bondong mengikuti arahan dari informasi yang di berikan.


Sementara itu informasi yang di berikan pada mereka saat ini sudah di atur oleh para petugas dari asosiasi dengan pengaturan khusus untuk melakukan pengepungan sehingga para pemburu yang melakukan pengejaran hanya perlu mengikuti instruksi dari informasi yang di berikan tanpa perlu membentuk strategi sendiri-sendiri.


tak butuh waktu yang terlalu lama, kini posisi Anton pun sudah dalam kondisi terkepung dan tak ada lagi jalan keluar yang aman baginya.

__ADS_1


Di sisi lain, Anton yang saat ini sedang melesat dari satu pohon ke pohon lainnya kini sudah menyadari bahwa dirinya telah terkepung, namun ia tidak mau berhenti bergerak karena saat ini ia juga bisa merasakan keberadaan orang-orang itu dan bahkan bisa merasakan dan memperkirakan tingkatan dan level dari orang-orang yang sedang mengepungnya itu.


Dengan demikian, Anton pun mencoba mencari sasaran paling empuk dan mudah ia kalahkan. Lalu ia pun bergerak ke arah salah satu kelompok yang berisikan orang-orang paling lemah itu agar ia bisa dengan mudah menerobos mereka.


__ADS_2