
Anton di keroyok oleh anggota Dilo dan Sagio. Namun Anton sama sekali tidak terlihat kesulitan.
Dengan kelincahan serta kecepatan-nya dalam melakukan setiap gerakan, Anton kini berhasil menumbangkan banyak lawan yang menyerangnya.
Saat ini Anton terus maju. Setiap kali ada anggota kelompok Dilo dan Sagio yang mencoba menjaga jarak dari diri-nya pasti langsung ia kejar guna menjadi-kan orang itu sebagai tameng hidup agar yang lain-nya tidak menyerang dengan gegabah.
Inilah salah satu kelemahan saat mengeroyok seseorang, apalagi jika yang di keroyok itu adalah orang yang lincah seperti Anton saat ini.
"Apa yang kalian lakukan?! cepat kalahkan dia!!" Bentak Dilo pada kedua anggotanya yang saat ini terlihat sedang berhenti sejenak karena dari tadi serangan mereka berdua sama sekali tak bisa mengenai Anton.
Dilo dan Anton tidak sempat mendekati Karina karena saat ini Anton tampak terus menggila dan membuat anggota mereka kewalahan.
"Dia sangat sulit di serang! Kami tak bisa asal menyerang dari jarak jauh seperti ini, sementara jika di serang dari dekat ia bisa menghindar dengan mudah dan justru bisa langsung melakukan serangan balik dengan tiba-tiba!" Ucap salah satu anggota Dilo memberi penjelasan.
"Itu benar! Selain itu, orang ini juga terlalu kuat! Padahal level-nya masih nol! Tapi kenapa bisa jadi seperti ini?!" Sanggah anggota kelompok Dilo yang satu-nya dengan ekspresi terheran-heran.
"Dilo, apa yang dia katakan itu benar ada-nya! Untuk itu, sebaik-nya sekarang kita berdua juga harus ikut turun tangan menghadapi orang itu!" Ucap Sagio sambil menepuk bahu Dilo.
Setelah itu Dilo pun hanya bisa mengangguk mendengar saran dari Sagio.
"Baik-lah! Kalau begitu ayo kita hajar orang itu!" Ucap Dilo.
Setelah itu kini Sagio pun langsung maju beberapa langkah ke depan dan melihat Anton yang sedang bertarung mengguna-kan jurus-jurus silat.
Lalu Sagio pun kini segera menggerak-kan kedua tangan-nya dengan cepat, dan setelah itu ia mendorong salah satu tangan-nya ke depan dengan sedikit hentakan yang cukup kuat.
"Tanah runcing!" Ucap Sagio.
Seketika itu juga Kini sebuah dari bawah tangan bermunculan pilar-pilar tanah yang memiliki ujung yang runcing.
Pilar-pilar berujung runcing itu mula-mula muncul di hadapan Sagio dan terus bergerak maju ke arah Anton.
__ADS_1
"Kalian menyingkir-lah!!" Teriak Dilo pada kedua anggotanya yang sedang melawan Anton saat ini.
Seketika itu juga, kedua anggota Anton itu langsung melompat mundur dan menjauh dari Anton karena saat ini serangan tanah runcing milik Sagio sudah berada dekat dengan mereka.
Sementara itu, Anton tampak hanya membiarkan mereka pergi menjauh karena saat ini Anton masih harus mengurusi jurus yang di arahkan oleh Sagio pada dirinya.
"Merepotkan sekali!" Ucap Anton yang kemudian melompat ke samping pilar itu sambil berputar.
Lalu Anton pun langsung memegang salah satu ujung pilar yang runcing itu, dan dengan kekuatannya ia langsung mematahkan ujung tanah runcing itu dan sambil memutar tubuh-nya ia langsung melemparkan tanah runcing yang ia pegang itu ke arah Sagio.
Sagio yang melihat hal itu segera menggerakkan lagi kedua tangannya dan seketika itu juga sebuah tembok tanah berdiri kokoh di depan Sagio dan membuat tanah runcing yang di lemparkan oleh Anton barusan kini hanya menghantam dinding tersebut.
Tidak cukup sampai di situ saja, kini dari balik tembok itu, tampak Dilo yang berada di balik tembok itu langsung melompat ke udara.
Namun penampilan Dilo kali ini berbeda dari sebelumnya karena kini seluruh tubuh Dilo tampak tertutupi oleh kobaran api yang cukup besar.
Kobaran api itu seolah-olah membentuk sebuah aura yang menyelimuti tubuh Dilo.
"Tebasan bulan sabit!!" Teriak Dilo sambil melakukan beberapa tebasan bulan sabit di udara.
Seketika itu juga kobaran api berbentuk bulan sabit pun melesat ke arah Anton.
Namun Anton masih tidak gentar, bahkan kecepatannya sebagai seorang pengguna elemen petir kini semakin berkembang.
Dengan sangat cepat Anton berlari ke arah Dilo sambil menghindari semua tebasan bulan sabit itu.
Saat Dilo belum sempat mendarat ke tanah, Anton pun langsung melompat ke arah Dilo yang masih berada di udara itu.
Sementara itu, Dilo yang melihat kedatangan Anton dari bawah kini langsung melakukan tebasan sambil memutar tubuhnya.
Namun tebasan pedang Dilo bisa di hindari oleh Anton dengan cara menangkap pedang Anton mengunakan kedua telapak tangannya dengan cara menjepit badan pedang itu menggunakan kedua telapak tangan.
__ADS_1
Seketika itu juga Dilo pun langsung terkejut melihat aksi nekat Anton.
Sementara itu, Anton yang sudah berhasil menangkap pedang itu kini langsung memutar tubuhnya dan di waktu yang bersamaan ia juga mengayunkan kakinya dan melepaskan satu tendangan ke wajah Dilo.
Kaki yang saat ini di penuhi oleh kilatan petir serta sebuah armor halilintar kini langsung menghantam wajah Dilo dan seketika itu pula terjadi hentakan di udara dan bersamaan dengan hentakan udara itu Dilo pun langsung terhempas dan menabrak sebuah pohon hingga pohon itu langsung patah sehingga kini Dilo jatuh bersamaan dengan dahan pohon yang patah itu.
Sementara itu, saat Anton kini mendarat di atas tanah, tiba-tiba sebuah tanah runcing berukuran besar seperti batang kelapa bergerak memanjang dari arah Sagio ke arah Anton.
Melihat serangan itu, Anton pun langsung melompat ke atas tanag yang sangat panjang seperti pohon kelapa itu.
Begitu Anton mendarat di atas tanah itu, kini Anton pun mencoba berlari di atasnya dan menuju ke arah Sagio.
Namun dengan segera beberapa anggota Sagio dan Dilo yang masih tersisa langsung melesatkan serangan mereka dari jarak jauh.
Berhubung jumlah mereka sudah tinggal sedikit, kini mereka pun bisa dengan mudah menjaga jarak dari Anton sehingga mereka pun mulai tidak ragu menggunakan serangan jarak jauh pada Anton.
Tampak beberapa bola api serta anak panah yang terbuat dari petir kini melesat ke arah Anton.
Namun dengan cepat Anton menghindari semuanya serangan itu hingga akhirnya ia berada tepat di depan Sagio.
Sagio yang melihat Anton yang saat ini sudah siap melancarkan tinju petir-nya kini langsung melesatkan satu serangan tanah runcing lagi ke arah Anton.
Tanah runcing itu pun muncul dari bawah Anton dan langsung menjulang ke atas.
Anton sedikit terkejut dan tanah runcing itu pun hampir menusuk tubuh Anton.
Beruntung Anton masih sempat memegang ujung tanah itu sambil mendorong tubuhnya kesamping sehingga ia bisa menghindari serangan tanah runcing tersebut.
Begitu Anton berhasil menghindari tanah runcing itu, kini Anton pun langsung mendaratkan kakinya ke tanah dan di saat yang bersamaan Anton pun langsung melesatkan tinju petir miliknya ke arah Sagio.
Tinju petir itu pun langsung bergerak ke arah Sagio dan langsung menghantam wajah Sagio hingga Sagio terpental cukup jauh dan menghantam sebuah pohon yang berada tidak terlalu jauh darinya.
__ADS_1