
Saat ini Karina mencoba memikirkan segala kemungkinan alasan sebenarnya dari apa yang hendak Anton lakukan sampai-sampai memberi kesan seolah sedang memaksakan diri untuk masuk ke rumah Karina.
"Apa benar-benar tidak bisa di bicarakan di sini saja?" Tanya Karina.
"Tidak bisa, tapi karena di sini cukup sunyi maka akan ku beri satu kata kunci padamu agar kau Tahu alasanku sampai ingin masuk dan hanya membicarakan hal ini padamu." Ucap Anton.
Mendengar ucapan Anton Karina pun hanya memiringkan kepalanya menatap Anton.
"apa kata kunci itu?" Tanya Karina.
"Identitas ku yang sebenarnya!" Ucap Anton dengan suara yang terdengar sangat serius.
Mendengar ucapan Anton itu, seketika otak Karina mulai memproses beberapa kemungkinan yang ada.
Ia berpikir apakah Anton benar-benar hanya akan membahas hal itu atau mungkin masih ada niatan yang lain.
Biar bagaimanapun juga Karina sampai saat ini masih merasa sedikit waspada.
Namun setelah di pikir-pikir, keadaan dirinya saat ini sebenarnya sudah hampir tidak berdaya lagi, jadi jika Anton yang bahkan lebih kuat dari Karina itu sendiri memang memiliki niatan lain pada Karina, maka Anton pun tidak perlu membuat berbagai alasan hanya untuk bisa melancarkan aksinya itu terhadap Karina.
Setelah Karina berpikir seperti itu, Karina pun kini memberi cela bagi Anton.
"Hah... Baiklah, silahkan masuk!" Ucap Karina.
Baru saja Karina berkata seperti itu tiba-tiba Karina langsung terbatuk-batuk dan dari mulutnya keluar cukup banyak darah akibat serangan dari si monster kerbau sebelumnya.
"Uhuk-uhuk!!"
"Ya ampun, kau sepertinya mengalami luka dalam!" Ucap Anton yang langsung bergerak mendekati Karina serta menopang tubuh Karina yang saat ini hampir tumbang.
Ternyata sejak tadi Karina terus mencoba menahan rasa sakitnya itu agar tidak terlihat lemah di hadapan Anton.
__ADS_1
Karina yang sebelumnya mencurigai Anton dan waspada terhadap Anton ternyata juga memaksakan diri untuk tidak terlihat lemah di hadapan Anton karena takutnya Anton akan semakin memanfaatkan kesempatan itu saat Karina tampak melemah.
Namun apalah daya, kini Karina benar-benar sudah tak tahan lagi dan tubuhnya langsung roboh begitu saja.
Ia tak bisa lagi mempertahankan tubuhnya untuk tetap berdiri.
Melihat Karina yang sudah tak sanggup lagi untuk berdiri itu pun kini membuat Anton segera bergerak cepat dan langsung menangkap tubuh Karina agar tidak terjatuh.
Setelah itu Anton pun segera menggendong Karina dan membawanya masuk ke dalam rumah tersebut.
Karena rumah Karina saat ini memiliki ruangan yang hampir sama dengan yang Anton miliki, kini Anton pun bisa dengan mudah menebak di mana posisi kamar Karina saat ini.
Anton pun kini langsung membawa Karina ke kamar dan setibanya di dalam kamar, Anton pun langsung membaringkan Karina di atas ranjang empuk berwarna merah muda.
Setelah Karina terbaring di atas ranjang itu, kini Anton pun juga ikut naik ke atas ranjang, ia kemudian duduk bersila di samping Karina dan sesudah itu ia mengarahkan tangan kanannya dengan posisi telapak tangan terbuka ke arah tubuh Karina saat ini.
Kini dari tangan Anton tampak energi misterius miliknya langsung menjalar keluar dan langsung masuk ke tubuh Karina.
Entah bagaimana Anton memiliki ingatan bahwa dirinya bisa menyembuhkan luka dalam seperti ini hanya dengan menggunakan kekuatan dari energi yang ia miliki.
******
Waktu berlalu dengan cepat, kini bulan telah mengambil alih kekuasaan matahari atas langit di belahan bumi kediaman Karina.
Di malam hari itu kini Karina mulai sadar.
Ia perlahan menggerakkan jari tangannya, dan setelah itu ia mulai membuka matanya.
Saat matanya terbuka, ia pun mulai mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan, ia pun tersadar bahwa saat ini ia berada di dalam kamarnya dan sedang berbaring.
Samar-samar Karina teringat akan kejadian siang tadi saat dirinya di serangan oleh monster kerbau dan saat itu Anton datang menyelamatkannya serta membawanya hingga ke kamar ini.
__ADS_1
Ingatan terakhir Karina saat ini hanyalah berakhir ketika Anton membaringkan tubuhnya di atas ranjang ini.
Setelah itu ia tak bisa ingat apa lagi yang Anton lakukan setelah itu.
Seketika pikiran-pikiran liar mulai bermunculan di kepala Karina.
Karina langsung bangun dan duduk, ia pun mulai memikirkan hal yang tidak-tidak dan mulai berprasangka buruk terhadap Anton.
"Ap... Apa yang sudah terjadi setelah itu?... Kenapa harus jadi seperti ini?!" pikir Karina yang kini tampak gelisah dan mulai khawatir akan apa yang sudah terjadi pada dirinya.
Tak lama setelah itu tiba-tiba terdengar suara gagang pintu yang sedang di buka.
Ya, saat ini seseorang sedang membuka pintu kamar Karina dan hal itu pun langsung membuat perhatian Karina tertuju ke arah pintu itu.
"Jangan-jangan dia masih ada di sini?!" Pikir Karina yang semakin khawatir.
Karina pun kini seperti sudah kehilangan kendali atas pikirannya karena merasa panik dan akibat dari kepanikannya itu membuat ia merasa seolah Anton benar-benar sudah berbuat hal yang tidak senonoh pada dirinya.
Begitu pintu kamar itu terbuka, tiba-tiba sebuah bantal pun melayang ke arah pintu itu dan langsung mengenai sosok Madika yang ternyata datang membawa makanan ke kamar Karina.
Bantal yang di lemparkan oleh Karina itu pun kini langsung menghantam nampan yang Madika gunakan untuk membawa makanan tersebut dan hasilnya kini makanan itu langsung berjatuhan di lantai di sertai dengan suara pecahan beling yang cukup keras saat piring dan gelas jatuh ke lantai.
Seketika Madika hanya bisa terdiam melihat hal itu, dan ia kemudian langsung menoleh ke arah Karina yang sudah melemparnya dengan bantal.
Karina saat ini juga tampak terdiam begitu saja seolah sudah kehabisan kata-kata, namun bisa terlihat bahwa saat ini Karina seperti sedang mengalami kesedihan.
Mungkin rasa sedih itu muncul karena dirinya saat ini mengira bahwa Anton sudah berbuat yang tidak-tidak padanya.
"Sebaiknya kau tenangkan pikiranmu lebih dulu, aku akan kembali jika kau sudah cukup tenang untuk bisa di ajak bicara baik-baik." Ucap Anton yang kemudian langsung menutup pintu kamar Karina.
Seketika Karina pun merasa bersalah saat melihat ekspresi Anton yang tampak seperti orang yang sedang kecewa terhadap tindakan yang di lakukan oleh Karina saat ini.
__ADS_1
Hal itu pun membuat Karina kini mulai mencoba introspeksi diri, apa lagi saat ini ia mulai tersadar kalau ternyata Anton saat ini sudah memasakkan sesuatu untuknya dan bahkan sampai repot-repot membawakan makanan itu ke kamarnya.
"Dia sampai repot-repot memasak dan membawa makanan ke kamar-ku... Itu sama sekali tidak menggambarkan sosok orang yang jahat!... Justru akulah yang malah melakukan hal yang jahat padanya." Pikir Karina dengan ekspresi murung merenungkan kesalahan yang ia perbuat.