Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Keluar Dari Serikat


__ADS_3

Saat ini Anton dan yang lainnya telah berkumpul di markas mereka.


Mereka semua saat ini berkumpul di ruang tengah, tempat biasa mereka duduk dan membicarakan rencana-rencana yang hendak Meraka lakukan ke depannya.


Namun hari ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya karena saat ini Anton memiliki sesuatu yang penting lainnya yang hendak ia bahas dan bukan mengenai perburuan.


"Ehm... Jadi apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Sisilia sambil menatap ke arah Anton.


Anton pun hanya menatap Meraka satu persatu dan sama sekali tidak berbicara.


Namun tak lama setelah itu Anton pun mulai buka mulut dan mulai mengatakan hal penting yang ingin ia sampaikan saat ini.


"Mulai hari ini... Aku keluar dari serikat pembebasan!" Ucap Anton dengan nada yang terdengar sangat serius.


"Hah?"


Seketika semua anggota serikat pun langsung kebingungan mendengar ucapan Anton. Mereka seolah tidak percaya dengan ucapan Anton dan benar-benar tak mengerti mengapa Anton mengatakan hal itu.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Karina.


"Seperti yang ku katakan... Aku keluar!... Mulai hari ini, aku bukan lagi bagian dari serikat ini." Ucap Anton dengan tenang menjawab pertanyaan Karina.


Semuanya pun jadi makin penasaran dan bingung mengapa Anton bisa tiba-tiba memutuskan untuk keluar.


"Hei... Jangan bercanda... Kau itu ketuanya di sini... Jika kau keluar, maka itu sama saja seperti membubarkan serikat ini!" Ucap Natan.


"Itu benar Zero... Lagi pula kami sama sekali tak tahu apa alasanmu sampai kau memutuskan untuk keluar dari serikat ini." Ucap Sisilia yang tampak mencoba mencari tahu masalah Anton. Lanjutnya, "Setidaknya jika ingin keluar kau bisa berikan alasan dan menjelaskan masalahmu dengan kami... Mungkin saja kami punya solusi untuk masalahmu."


"Hah?... Solusi?... Hahaha." Ucap Anton sambil tertawa seolah menyindir.


Lanjutnya, "Memangnya kalian punya solusi apa dengan alasanku untuk keluar... Hahaha."


"Hoi... Jangan tertawa saja dan jelaskan apa alasanmu itu." Ucap Natan dengan suara yang terdengar dingin namun penuh arti.


"Alasanku adalah karena kalian semua lemah! Tidak berguna!... Kalian sama sekali tidak selevel denganku!... Jika terus bersama kalian, bisa-bisa bebanku malah jadi semakin banyak." Ucap Anton sambil mengangkat dagunya dengan angkuh.


BRUAAAKKK!!

__ADS_1


Terdengar suara meja di pukul dengan sangat kuat dan yang memukul meja itu adalah Aris.


"Hoi... Tarik kembali ucapan-mu itu!... Ini tidak seperti kau yang biasanya!... Apa yang terjadi padamu?!" Tanya Aris dengan suara yang meninggi.


Namun Anton hanya diam dan mengabaikan pertanyaan dari Aris.


Sejenak suasana pun jadi hening, semua orang tampak di penuhi dengan pikiran masing-masing dan tak ada suara sedikitpun yang terdengar.


Tak lama setelah itu, Anton pun segera berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan meninggalkan mereka semua.


"Selamat tinggal para pecundang!" Ucap Anton sambil menatap mereka semua yang masih duduk di tempat itu.


Mendengar ucapan Anton itu, mereka semua pun langsung menoleh ke arah Anton, namun semuanya tetap diam dan mencoba menahan diri untuk tidak mengambil tindakan.


Dengan begitu, kini Anton pun keluar dari markas tersebut dengan lancar dan dirinya kini sudah tak punya hubungan apa-apa lagi dengan serikat.


Sementara itu, di meja tempat mereka biasanya melakukan diskusi tampak para anggota serikat pembebasan sedang duduk terdiam seperti sedang merenungkan sesuatu.


Bahkan tampak beberapa dari mereka terlihat pasang ekspresi kesal di wajahnya, terutama Natan dan Aris.


Mereka semua saat ini merasa sedikit kesal dengan ucapan Anton barusan, namun mereka tak bisa pungkiri bahwa kenyataannya memang seperti itu.


"Sial!... Padahal aku sudah menaruh kepercayaan padanya tapi tidak ku sangka dia malah seperti ini!" Balas Aris.


"Mungkin dia aslinya memang seperti ini!... Bisa saja selama ini dia hanya menahan diri untuk tidak bersikap begini dan saat semuanya memburuk ia pun menunjukkan sifat aslinya pada kita!" Sambung Lisa.


"Kalian salah." Ucap Sisilia menyela dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Semua yang kalian katakan itu... Rasanya itu semua salah." Ucap Sisilia lagi. Lanjutnya, "Ini tidak seperti biasanya... Dia tidak seperti Zero yang biasanya... Aku merasa dalam ucapannya itu menyimpan arti tertentu dan karena kita tidak bisa melihat wajahnya di balik topeng itu, jadi kita tak bisa membaca suasana yang sebenarnya yang sedang di alami oleh Zero."


Mendengar ucapan Sisilia itu, seketika mereka semua kembali terdiam dan tampak merenung dengan pikiran masing-masing.


Namun tak lama setelah itu, Karina pun langsung berdiri dari duduknya dan dengan ekspresi datar dan murung ia pun beranjak keluar dari ruangan itu.


"Karina..." Ucap Sisilia sambil menangkap tangan Karina.


Langkah Karina pun berhenti saat Sisilia menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Maaf... Aku ada urusan mendadak." Jawab Karina dengan suara lirih tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sisilia.


Sisilia sama sekali tak bisa membalas ucapan Karina itu. Namun entah kenapa ia melihat seolah Karina sedang berencana menemui Anton dan berbicara lagi dengan Anton.


Lalu Sisilia pun melepaskan tangan Karina, dan membiarkan Karina keluar dari ruangan itu.


********


Di sisi lain, Anton saat ini sedang bergerak cepat ke arah hutan menggunakan pedang yang biasa ia gunakan untuk terbang.


Tak butuh waktu yang terlalu lama, kini Anton pun sudah berada di hutan karena memang jarak antara markas mereka dengan hutan tidaklah terlalu jauh.


Anton pun terus terbang, dan sambil terbang ia juga mulai menggunakan jurus pendeteksian untuk mendeteksi keberadaan monster di hutan yang ia lalui saat ini.


Begitu jurus pendeteksian aktif, Anton pun merasakan keberadaan seekor monster, dan rasanya monster itu tersu bergerak ke arah dirinya.


"Heh?... Apa monster kecil ini sedang mengejar ku?" pikir Anton saat merasakan keberadaan monster yang levelnya jauh di bawah dirinya itu.


Lalu Anton pun segera berhenti di tengah-tengah hutan itu.


Ia kemudian memutar tubuhnya menghadap ke arah datangnya monster tersebut.


"Ohoh... Sepertinya benar-benar sedang mengejar ku... Apa jangan-jangan ini bukan monster?" Pikir Anton saat merasakan keberadaan monster itu terus bergerak ke arah dirinya.


Seketika itu juga Anton pun langsung terpikirkan bahwa kemungkinan yang sedang mengejarnya itu bukanlah monster melainkan pemburu monster, namun karena rasanya pemburu monster bergerak sangat akurat tepat ke arahnya maka ia bisa menyimpulkan bahwa yang sedang mengejarnya itu adalah Karina karena hanya Karina yang bisa merasakan keberadaan Anton dengan akurat.


Tak lama setelah itu, Karina pun benar-benar muncul dan tampak Karina sedang melesat dari satu pohon ke pohon lainnya.


Ia terus bergerak maju mendekati Anton, sementara Anton saat ini sedang melayang di udara sambil memperhatikan pergerakan Karina yang terus mendekat ke arahnya.


Namun, begitu Karina sudah berada tepat di bawahnya, tiba-tiba Karina langsung melompat ke udara untuk mendekati Anton.


Saat itu, Anton mengira bahwa Karina ingin berbicara dengannya dan hendak menumpang di atas pedang miliknya itu.


Hal itu karena biasanya saat ada masalah Karina selalu minta ikut menumpang di atas pedangnya dan mulai bercerita dengan Anton mengenai masalah yang terjadi pada dirinya.


"Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini!" Bentak Karina sambil melayangkan tinju yang sangat kuat ke wajah Anton.

__ADS_1


BRUAAAKKK!!


Seketika Anton pun langsung terjatuh dari pedangnya itu dan langsung menghantam tanah di bawahnya karena ia benar-benar sedang lengah.


__ADS_2