Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Portal Dimensi Yang Baru


__ADS_3

Saat serangan cakar si monster harimau berkepala dua dan tombak petir berhenti beberapa sentimeter saja dari tubuh Anton kini membuat para pemburu monster itu terkejut, terutama Karinto, Bangka, dan Tindolo yang menyerang Anton saat ini.


"Sial!... Bagaimana bisa serangan kita tak menyentuhnya sama sekali?" Ucap Karinto dengan ekspresi kesal.


"Sial!... Sekuat apa sebenarnya bocah ini sampai-sampai serangan kita sama sekali tak bisa menyentuhnya!" Sambung Tindolo.


Lalu Tindolo, Bangka, dan Karinto langsung memperkuat serangan mereka dan menekan lebih kuat lagi agar serangan mereka bisa mengenai tubuh Anton.


Namun sayangnya hal itu sama sekali tak berguna dan serangan mereka sama sekali tidak bisa menembus pertahanan misterius yang Anton miliki itu.


Kini sabit api dan tombak petir langsung memancarkan aura yang sangat besar, sementara harimau api berkepala dua langkah memancarkan api yang berkobar-kobar di tubuhnya.


Kekuatan senjata dan harimau berkepala dua itu semakin di tingkatkan oleh mereka bertiga, namun masih saja tak bisa menembus pertahanan Anton.


"Sia-sia... Semua yang kalian lakukan ini sia-sia!" Ucap Anton dengan tenang namun suaranya bisa terdengar oleh semua orang yang ada di tempat itu.


Setelah itu Anton pun berhenti menahan sabit milik Bangka sehingga sabit itu pun menghantam perisai tak terlihat yang melindungi tubuh Anton.


Setelah itu Anton pun langsung menancapkan pusaka tombak piton petir miliknya itu ke tanah.


"Menyambar-lah!" Ucap Anton dengan tegas.


Seketika tombak piton petir itu langsung memancarkan cahaya yang sangat terang dan setelah itu dari dalam tanah petir dalam jumlah yang sangat banyak langsung merambat dan keluar ke permukaan tanah.


Petir-petir itu pun langsung melesat ke berbagai arah dan menyerang semua pemburu monster yang ada, termasuk Ricardo.


Serangan petir itu pun langsung merambat di permukaan tanah dan langsung menyambar semua pemburu monster yang merupakan anggota serikat dari empat top ranking pemburu monster itu.


Sementara empat orang top ranking pemburu monster itu saat ini masih bisa menghindari dan menahan serangan Anton menggunakan jurus mereka masing-masing.


Sementara itu, Karina saat ini hanya berdiri cukup jauh di sebelah Anton dan ia tak berniat untuk ikut campur dalam pertarungan yang Anton lakukan.


"Anton, boleh aku minta satu hal?" Tanya Karina.

__ADS_1


"Apa itu?" Balas Anton.


"Tolong jangan bunuh mereka." Ucap Karina dengan tatapan serius pada Anton.


"Tenang saja... Aku hanya akan membuat mereka tak berniat untuk melawanku lagi... jadi aku tidak akan membunuh mereka." Jawab Anton.


Setelah itu, kini terlihat semua pemburu monster yang ada di belakang para top ranking pemburu monster itu sudah pingsan akibat Sambaran petir dari tombak piton petir milik Anton.


Setelah itu Anton pun melepaskan auranya dan kemudian menghentikan serangan petir dari tombak piton petir yang ia miliki itu.


Setelah Anton menghentikan serangan petir tersebut, kini Anton pun segera mengangkat tombaknya dan memutarnya di udara.


Sesudah memutar tombak itu dengan beberapa gerakan, Anton pun langsung menghentakkan ujung tombak itu ke tanah.


"Keluarlah!... Piton petir!" Ucap Anton dengan tegas.


Lalu dari bawah tanah muncul seekor ular piton dengan tubuh yang memancarkan percikan-percikan petir yang tidak begitu besar.


Piton petir itu bergerak mengitari Anton hingga akhirnya tubuhnya keluar sepenuhnya dari dalam tanah tersebut.


Begitu Anton mengangkat tangan kanannya ke depan, piton itu pun langsung mengaum dengan suara khas seekor ular, namun dari dalam mulutnya muncul percikan-percikan petir yang cukup besar dan menakutkan.


Melihat hal itu, Karinto dan yang lainnya pun langsung gentar.


Tidak hanya itu saja bahkan Ricardo pun kini juga tampak tak berani bertindak gegabah dan jadi semakin mewaspadai kemampuan Anton.


"Hari ini ku berikan kalian kesempatan untuk tetap hidup karena karina memintanya... Namun jika kalian masih berani mengusikku seperti ini... Maka aku tidak akan ragu-ragu lagi menghajar kalian semua." Ucap Anton sambil menatap mereka dengan tatapan tajam mengintimidasi.


Seketika mereka berempat pun terdiam dan hanya bisa menatap Anton dengan tatapan takut serta waspada.


"Sial!... Kekuatan bocah ini benar-benar di luar prediksi dan sama sekali tak terduga!" Ucap Karinto dalam hati.


Setelah itu Anton pun langsung mengangkat dan memutar tombak miliknya sambil berjalan mendekati Karina.

__ADS_1


Sementara si piton petir itu kini langsung terbang dan melayang di udara tepat di atas kepala Anton sambil terus menatap ke arah Karinto dan yang lainnya.


"Sebaiknya sekarang kau tetap mengikuti-ku... Karena sekarang kau sudah memihak-ku jadi ada kemungkinan kau juga menjadi target mereka." Ucap Anton mencoba mengajak Karina untuk tetap ikut dengannya.


"Tenang saja." Jawab Karina yang memahami isi pikiran Anton saat ini.


"Kau tak perlu khawatir... Meskipun ayahku ada di sini... Aku akan tetap memilih untuk mengikuti-mu." Jawab Karina sambil tersenyum tipis.


"Baguslah kalau begitu." Balas Anton.


Setelah itu Anton pun langsung memunculkan sayap api miliknya dan ia juga memunculkan sebuah pedang besar yang biasanya ia gunakan untuk terbang.


Setelah itu Karina pun langsung melompat ke atas pedang itu, sementara itu Anton langsung terbang melayang di samping Karina yang berdiri di atas pedang tersebut.


"Apa rencanamu sekarang?" Tanya Karina.


"Untuk sekarang kita temui seseorang terlebih dahulu... Setelah itu barulah memikirkan langkah selanjutnya." Jawab Anton Sambil terbang menjauh dari tempat itu serta membawa Karina terbang di samping menggunakan pedang yang ia kendalikan.


"Menemui seseorang?" Tanya Karina memastikan.


"Ya... Ada seseorang yang harus ku temui saat ini karena kami sudah terpisah sangat lama." Jawab Anton lagi.


Kini keduanya pun terbang menuju ke tempat yang Anton inginkan itu dan Karina pun berhenti bertanya-tanya tentang siapa yang sedang Anton bicarakan tersebut karena pada akhirnya ia pasti akan segera bertemu juga dengan orang itu.


*********


Di sisi lain, saat ini, tepatnya di dalam tembok ke enam terjadi sebuah kekacauan yang tidak terduga oleh para pemburu monster.


Kekacauan itu datang dari portal baru yang muncul di atas langit tempat ladang para warga, yakni portal tempat Anton berhadapan dengan monster dengan rupa bagaikan kelelawar.


Para monster bermunculan dari dalam portal tersebut, dan karena jumlah pemburu monster yang tersisa di kota itu sangatlah sedikit, para pemburu monster itu pun kewalahan menangani monster yang jumlahnya sangat banyak itu.


Jenis-jenis monster yang bermunculan saat ini adalah monster dengan bentuk tubuh seperti kadal, monster dengan bentuk tubuh seperti gorila, dan ada pula monster dengan bentuk tubuh seperti serigala namun memiliki kumis yang panjang layaknya sebuah cambuk.

__ADS_1


Ketiga ras monster itu pun mulai menginvasi seluruh wilayah tembok ke enam, dan bahkan beberapa monster dengan bentuk tubuh seperti kadal sudah banyak yang memanjat tembok dan mulai mengobrak-abrik pemukiman di tembok kelima.


__ADS_2