
Saat ini Anton telah menutup kembali kamar Karina dan membiarkan Karina menenangkan diri di dalam kamarnya.
Anton pun kini langsung pergi ke ruang depan dan duduk di sebuah sofa.
"Ta1 lah... Sudah susah-susah membuat makanan malah rugi percuma." pikir Anton sambil memijat kecil keningnya.
Anton pun kini hanya bisa duduk dan menunggu hingga situasinya jadi lebih sedikit stabil.
Namun karena saat ini sudah cukup lama sejak Anton membawa makanan ke kamar Karina sebelumnya, kini Anton pun melihat ke arah jam dinding dan tampak waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
Anton pun kini hanya bisa menghela nafas panjang, dan setelah itu ia pun segera berdiri dan beranjak ke arah kamar Karina.
"Sebaik-nya aku segera memberitahukan tujuan ku yang sebenarnya saat ini." Ucap Anton dalam hati.
Anton pun langsung berjalan ke kamar Karina dan saat tiba di depan kamar Karina kini Anton pun langsung membuka kamar Karina.
Kali ini Anton sudah bersiap, ia sudah menyiapkan sebuah perisai petir kalau-kalau Karina ternyata akan melemparnya tiba-tiba seperti yang terjadi sebelumnya.
Namun begitu Anton membuka pintu ternyata tidak ada serangan sama sekali bahkan saat Anton sudah masuk ke dalam kamar tersebut.
Sementara itu kini Karina tampak sudah tidak berada di atas ranjang lagi, Karina kini sudah berdiri tepat di hadapan Anton karena kedatangan Anton bersamaan dengan keputusan Karina untuk keluar dari kamar dan menemui Anton di ruang depan. Hal itu pun membuat mereka berdua berpapasan di dalam kamar tersebut.
Keduanya kini saling menatap untuk sesaat, dan setelah beberapa detik kini Anton pun langsung memalingkan wajahnya dari Karina.
"Aku datang ke sini untuk memberitahukan dirimu satu hal tentang identitas ku... Lagi pula cepat atau lambat aku akan segera mengetahui siapa aku yang sebenar-nya, jadi akan lebih baik jika kau segera mengetahuinya dan mau merahasiakan hal ini." Ucap Anton yang kemudian memegang topeng yang ia kenakan saat ini.
Karina yang melihat Anton yang akan melepaskan topengnya saat ini kini hanya bisa terdiam.
Ia tak tahu harus merespon seperti apa tindakan Anton saat ini, dan juga karena penasaran jadi Karina pun hanya bisa diam dan terus menatap Anton dengan serius.
__ADS_1
"Apa kau yakin?" Tanya Karina.
Anton tidak menjawab, namun perlahan Anton mulai membuka topengnya dengan posisi wajah yang masih berpaling dari Karina.
Begitu Anton membuka topengnya, seketika wajah asli Anton pun terlihat jelas oleh Karina, dan kemudian Anton melepas masker yang menutupi mulut dan hidungnya.
Sesudah itu ia pun sedikit menggelengkan kepalanya dan membuat rambutnya yang lurus dan cukup panjang itu kini bergoyang-goyang dan menambah pesona ketampanannya.
Seketika Karina hanya bisa melongo menatap wajah Anton.
Mata Karina kini seolah terhipnotis oleh wajah Anton yang terlihat begitu tampan menawan di matanya.
Karina pun tak bisa melepaskan pandangannya dari Anton, sementara itu Anton hanya terus diam saat Karina menatap dirinya seperti itu.
Sesaat kemudian Anton pun merasa sedikit tidak enak di tatap seperti itu oleh Karina dan akhirnya Anton pun menegur Karina.
Karina pun seketika langsung tersadar dari lamunannya.
Namun Karina tampak tetap bisa bersikap tenang meskipun ia sempat terperangah sebelumnya dan hal itulah yang membuat Karina kini tidak jadi salah tingkah ketika ketahuan memandangi Anton dengan tatapan seperti itu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu." Tanya Anton.
"Aku hanya merasa kalau kau itu sedikit tampan... Tapi kenapa kau harus menyembunyikan wajahmu di balik topeng?" Tanya Karina.
"Hehh?... Cuma sedikit ya..." ucap Madika bergumam.
Setelah itu Madika kembali memperingatkan Karina tentang identitas aslinya.
"Saat ini kau adalah salah satu orang yang mengetahui identitas ku yang sebenarnya, dan selain kau ada dua orang lainnya yang juga mengetahui identitas ku... Apa bila salah satu dari kalian ada yang berani membongkar identitas ku, maka aku akan membunuh orang itu!' Ucap Anton dengan tegas.
__ADS_1
Di sisi lain, Karina yang mendengar kata-kata Anton tentunya jadi sedikit takut karena untuk menjaga rahasia ini berarti sama seperti menjaga nyawa-nya sendiri.
"Kenapa kau memberitahukan rahasia-mu ini padaku?... Padahal jika kau tak memberitahu-ku maka aku tidak akan mendapatkan masalah seperti ini!" Ucap Karina dengan wajah datar dan sedikit menundukkan kepalanya karena tidak sepenuhnya berani menatap Anton.
Mendengar pertanyaan dari Karina itu, Anton pun menjelaskan pada Karina alasan kenapa ia ingin Karina segera mengetahui tentang identitas aslinya.
"Itu karena kita tetanggaan, dan karena kau punya kepekaan yang tinggi kau pasti akan merasakan aura dari sosok Zero di dalam diriku dan hal itu akan membuatmu mengetahui siapa aku yang sebenarnya!... Oleh karena itu akan lebih baik jika aku segera memberitahukan hal ini padamu dan memberikan peringatan keras padamu!" Jawab Anton.
Mendengar jawaban dari Anton, kini Karina pun tampak semakin menundukkan wajahnya seperti orang yang sedang banyak pikiran.
"Baiklah, aku akan menjaga rahasia-mu baik-baik." balas Karina dengan nada suara yang terdengar datar.
Mendengar jawaban itu, kini Anton pun jadi sedikit puas.
Lalu Anton pun segera berbalik badan dan berpamitan pada Karina.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Anton yang langsung berjalan tanpa menunggu balasan dari Karina.
********
Hari ini, sama seperti hari-hari biasanya, yakni hari di mana Anton akan melakukan perburuan di wilayah hutan tertentu.
Karena dua wilayah yang sebelumnya sudah di bereskan oleh Anton kini malah menjadi perebutan oleh orang-orang tertentu di pihak asosiasi, kini Anton pun mencoba untuk berburu di tempat lain sambil memikirkan tentang rencananya untuk mendirikan sebuah kelompok yang berjalan di jalan yang ia inginkan, yakni sepenuhnya bergerak untuk membantai para monster tanpa pandang bulu agar monster tak lagi berkembang biak di dunia ini.
"Hari ini sebaiknya aku mencari kandidat yang akan menjadi anggota kelompok yang akan ku pimpin ini... Untuk mengetahui orang-orang yang cukup kompeten mungkin sebaiknya aku menanyakan pada tuan Hiruzwen dan meminta daftar para pemburu monster dari tuan Hiruzwen, terutama pemburu monster yang paling aktif dalam melakukan tugasnya." Ucap Anton dalam hati dan kemudian langsung pergi beranjak dari rumahnya dan segera menunjuk ke asosiasi pusat dalam sebagai sosok Anton Maroso.
Saat ini Anton berangkat ke kota awal menggunakan transportasi kereta bertenaga energi gelap. Yakni sebuah kereta yang bergerak dengan menggunakan suplai dari energi gelap yang berasal dari kristal energi hasil buruan para ksatria.
Kereta yang di naiki oleh Anton saat ini adalah kereta yang khusus menghubungkan enam wilayah di dalam tembok tersebut, jadi dengan adanya transportasi seperti itu, kini memudahkan para manusia untuk berpindah dari satu wilayah di dalam tembok ke wilayah lainnya yang juga ada di dalam tembok tersebut.
__ADS_1