
Saat ini Anton dan Karina tampak sedang berjalan di kegelapan malam.
Dengan berbekalkan kekuatan energi yang mereka miliki mereka pun bisa melihat dalam gelap sehingga mereka tidak perlu ragu-ragu saat melangkah.
"Apa kita akan melakukan perburuan di malam hari seperti ini?" Tanya Karina yang masih mengikut Anton dari belakang.
"Tentu saja tidak, Aku hanya sedang mencari tempat yang bagus untuk beristirahat." Jawab Anton tanpa menoleh.
"Hah... Baguslah kalau begitu." Ucap Karina sambil menghela nafas dengan ekspresi yang terlihat lelah.
Mendengar ******* nafas Karina, Anton pun langsung berhenti melangkah.
Sementara itu Karina yang berjalan mengikutinya di belakang langsung menabrak tubuhnya.
"Ahw!" Karina menabrak Anton dan seketika itu juga ia langsung mundur karena tiba-tiba ia merasakan perasaan gelisah yang semakin kuat.
"Sial! Rasanya aku benar-benar tidak bisa tenang bersama dengan pria ini! Padahal jika di pikir-pikir dia sama sekali tak berniat jahat padaku!" ucap Karina dalam hati.
"Kita beristirahat di sini saja malam ini!" Ucap Anton yang kemudian langsung memunculkan pedang di tangannya dan setelah itu ia langsung menebas sebuah pohon dan membuat pohon itu langsung tumbang.
Sesudah itu Anton pun langsung mengangkat pohon itu menggunakan kekuatan angin miliknya ia juga langsung memotong kayu besar itu untuk di jadikan bangku.
Sementara batang pohon lainnya di potongan pula untuk di jadikan sebagai alas untuk tidur.
Sesudah itu Anton langsung menyimpan kursi dan alas untuk tidur itu dengan posisi saling berhadapan.
Sesudah itu Anton langsung membuat perapian di tengah-tengah antara bangku dan alas tempat tidur itu.
"Kau tidur saja jika sudah mengantuk!" Ucap Anton yang kemudian duduk di batang pohon yang ia buat seperti kursi panjang itu.
Karina yang melihat semua hal itu di lakukan dengan cepat oleh Anton kini membuat Karina hanya bisa melongo.
"Tidak ku sangka kau sempat-sempatnya membuat semua ini, padahal kan tinggal istirahat saja." ucap Karina.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau tak menyukainya? Kalau tak suka silahkan berbaring di atas tanah! aku tak peduli!" Ucap Anton yang kemudian membaringkan tubuhnya di kursi panjang buatannya itu.
"Bukan begitu maksudku! hanya saja aku merasa sudah membuatmu kerepotan." Ucap Karina.
"Tidak perlu di pikirkan, istirahat saja sana, biar aku yang berjaga!" Balas Anton tanpa menoleh ke arah Karina.
"Kau benar-benar ingin berjaga?" Tanya Karina memastikan karena saat ini Anton sedang berbaring dan Karina berpikir mungkin sedikit lagi Anton akan tertidur.
"Iya aku serius! Tenang saja, aku tidak akan tertidur kok!" Jawab Anton dengan santainya.
Mendengar ucapan Anton, Karina pun mencoba untuk percaya meskipun sebenarnya dia merasa masih sedikit waspada untuk tidur di saat seperti ini.
Bagaimana pun juga, Anton itu adalah seorang lelaki dan Karina adalah seorang perempuan.
Jika seandainya Karina nantinya benar-benar sudah tertidur, maka bisa saja Anton akan melakukan sesuatu pada dirinya jika Anton menginginkannya.
Oleh karena itu Karina kini malah semakin gelisah dan merasa resah memikirkan hal itu.
Karina yang saat ini sudah berada di batang pohon yang Anton ubah jadi alas tempat tidur itu pun langsung membaringkan tubuhnya perlahan sambil sesekali melirik ke arah Anton.
Sementara Anton saat ini malah terlihat tenang-tenang saja sambil menatap langit dari celah-celah daun pohon yang ada di atas mereka saat ini.
"Ku harap dia benar-benar orang yang baik!" Pikir Karina sambil mencoba memejamkan matanya secara perlahan.
Sementara itu, saat ini Anton sedang memikirkan tentang kekuatan yang ia miliki saat ini.
Berdasarkan ingatan yang ada di kepalanya saat ini, dulunya ia memiliki seekor hewan peliharaan, namun hewan peliharaan itu bukanlah seperti hewan biasa karena hewan peliharaan Anton saat itu adalah seekor monster yang berhasil ia jinakkan bersama dengan seseorang.
Samar-samar Anton bisa mengingat wujud monster yang menjadi peliharaannya itu, bahkan ia juga masih memiliki sedikit ingatan yang samar tentang cara melakukan pemanggilan untuk memanggil monster itu agar monster peliharaannya itu bisa bertarung bersama dirinya.
Kini Anton mencoba mengingat kembali wajah orang yang bersamanya saat itu, namun wajah orang itu sangat samar-samar di ingatannya sehingga ia tak bisa mengetahui siapa sebenarnya orang itu.
Ia mencoba memaksakan dirinya mengingat, namun pada akhirnya ia malah jadi sakit kepala karena terlalu memaksakan diri mengingat sesuatu yang masih belum jelas tersebut.
__ADS_1
"Ah sudahlah! Yang penting aku masih punya ingatan yang samar-samar tentang semua jurus yang bisa di gunakan untuk memanfaatkan energi misterius milik-ku ini." Ucap Anton sambil meletakkan tangannya untuk menutupi matanya.
Tak lama setelah itu Anton pun bangun dan duduk sambil menatap perapian.
Ia saat ini mencoba untuk meminta Karina berjaga secara bergantian dengan dirinya karena ia juga tak ingin begadang semalaman.
******
Tak di rasa pagi pun tiba, kini Anton terlihat sedang terbaring di atas tempat tidur yang ia buat sebelumnya.
Semalam, saat waktu hampir mendekati jam 3 pagi, Anton membangunkan Karina dan meminta tolong pada Karina untuk melanjutkan tugas jaga.
Sebenarnya jika Anton sendirian di hutan, ia tidak akan peduli masalah tugas jaga karena jika memang ada masalah, maka masalah itu akan di tanggung sendiri, namun kali ini ada Karina bersamanya, jadi ia pun tak ingin membuat Karina dalam masalah akibat kelalaiannya.
Karina pun bangun dan melakukan apa yang Anton minta padanya.
Hingga akhirnya Anton pun bisa tidur lelap hingga matahari terbit saat ini.
Kini Anton perlahan membuka matanya, dan tiba-tiba hidungnya mencium aroma daging yang sedang di bakar.
"Aroma ini membuatku lapar." Ucap Anton dalam hati.
Saat mata Anton sudah terbuka dan bisa melihat jelas, kini ia melihat sosok Karina yang sedang membalik daging yang sudah di potong-potong dan di tusuk layaknya sate yang saat ini sedang ia bakar di atas bara api.
Anton pun perlahan bangun dan duduk di atas kayu yang ia jadikan sebagai tempat tidur itu.
Karina yang menyadari bahwa Anton sudah sadar kini langsung menatap Anton sambil mencoba tersenyum meskipun dirinya masih merasa sedikit gelisah dan entah bagaimana tidak merasa begitu nyaman dengan Anton.
Sampai saat ini Karina masih merasa seolah Anton itu adalah musuh alaminya dan hal itulah yang membuat ia merasa gelisah, khawatir, serta merasa seolah ada ketakutan tersendiri dalam dirinya saat bersama dengan Anton.
Namun karena Karina saat ini mulai menyadari tentang kejanggalan dari kekuatan Anton, Karina pun berpikir mungkin saja Anton adalah musuh alami bagi para monster pengguna energi gelap, dan oleh karena itulah Karina yang selaku pengguna energi gelap juga jadi ikut merasakan bahwa Anton adalah musuh alami baginya.
Dengan alasan itu, kini Karina pun terus mencoba melawan perasaan itu dalam dirinya karena ia tahu bahwa perasaan itu datang dari energi gelap yang ia miliki, bukan dari dirinya sendiri.
__ADS_1