
Anton pun kini terus memperhatikan orang-orang yang sedang di evakuasi itu.
Mereka semua hanyalah pekerja dan manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan seperti para pemburu monster.
Sementara itu, di beberapa sudut tampak beberapa pemburu monster terus berteriak memberi arahan untuk melakukan evakuasi tersebut.
Para pekerja itu saat ini di arahkan ke jalan keluar yang ada di hutan itu agar mereka bisa segera tiba ke dalam tembok, sementara beberapa pemburu monster lainnya saat ini sedang bertarung dengan monster-monster yang ada di tempat mereka di serang sebelumnya.
"Cepat bergerak!... Para monster itu terus berdatangan!!" Teriak salah satu pemburu monster berusaha membuat mereka agar segera bergerak cepat.
Namun tiba-tiba dari udara tampak tiga monster katak sedang melesat ke tengah-tengah kerumunan itu.
DUAAARRRR!!
Tiga monster katak berukuran raksasa itu pun mendarat tepat di tengah-tengah kerumunan itu dan langsung menginjak beberapa pekerja hingga tewas seketika.
Monster katak itu memiliki tinggi mencapai empat meter, dan ia memiliki mata yang memancarkan cahaya meras serta gigi tajam di mulutnya membuat ia tampak sangat sangar dan menakut-kan.
"Sial!... Para pemburu monster itu!... Apa mereka tak menyadari kedatangan monster katak itu?... Kenapa mereka tak menghentikannya saat masih di udara?!" Pikir Anton.
Sebenarnya Anton sudah menyadari keberadaan monster itu, dan saat monster itu masih di udara, Anton sudah sempat terpikirkan untuk menahan monster itu dan memang saat ini Anton sebenarnya sudah berhasil menumbangkan satu monster katak yang seharusnya mendarat pula di tempat itu karena sebenarnya monster katak yang melompat ke kerumunan itu jumlahnya ada empat ekor.
Sementara itu, kerumunan yang sangat ramai akan para pekerja pembangunan itu kini langsung berhamburan akibat serangan dadakan dari tiga monster katak barusan.
Para pemburu monster itu pun kini segera turun tangan, tampak jumlah pemburu monster yang mencoba menangani tiga monster itu saat ini berjumlah sembilan orang, sehingga satu monster katak akan di tangani oleh tiga orang sekaligus, apa lagi mengingat mereka saat ini masih berada di level 112 sementara para monster yang datang itu berada di level 137.
Jelas perbedaan level ini membuat mereka merasa akan kalah jika hanya melawannya dengan jumlah yang sedikit, bahkan jumlah tiga orang ini masih bisa terbilang sedikit karena pada dasarnya kekuatan dari energi gelap yang mereka dapatkan itu tidak membuat mereka bisa menggunakan jurus yang variatif, jadi mereka hanya akan menggunakan jurus yang itu-itu saja dan hal itu bisa membuat mereka kesulitan dalam mengembangkan kemampuan pertarungan mereka.
Tampak para pemburu monster ini mulai bertarung dengan tiga monster tersebut.
Mereka mulai menyerang monster itu secara bergantian dengan sangat cepat dan mencoba melakukan beberapa gerakan acak seperti mengelilingi monster itu untuk membuatnya kebingungan.
Di sisi lain beberapa pemburu monster lainnya yang berada di level 100 Ke bawah langsung melanjutkan untuk memberi arahan pada para pekerja tersebut.
__ADS_1
Pertarungan tiga kelompok melawan tiga monster itu kini langsung cukup sengit, namun, begitu si monster benar-benar sudah muak dengan para pemburu monster tersebut, kini dengan satu hentakkan yang penuh akan energi gelap yang kuat, para pemburu monster itu pun langsung terdorong ke belakang.
"Dia hanya menghentakkan kakinya tapi bisa memberikan tekanan energi sekuat ini!" Ucap salah satu dari pemburu monster yang tampak terkejut.
Sementara itu, di tempat yang berbeda, tiga pemburu monster lainnya kini tampak terkena serangan dari lidah si monster dan salah satu dari mereka terlempar hingga ke tempat pemburu monster yang terkena tekanan dari hentakkan energi barusan.
"Aaaaaa!!" Teriak salah satu pemburu monster yang terlempar ke arah pemburu monster di katak pertama.
BRUAAAKKK!!
Pemburu monster yang terlempar akibat serangan dari lidah katak itu kini menghantam pemburu monster lainnya yang sebelumnya di serang oleh tekanan energi dari hentakan kaki si monster katak.
"Apa yang terjadi pada-mu?" Tanya salah satu pemburu itu sambil mendekati temannya yang terlempar dan yang kena tabrak itu.
"Kami semua di tumbangkan ya!" Ucap pemburu itu sambil menoleh ke arah dua monster katak lainnya.
Saat mereka melihat ke dua tempat itu, mereka pun kini melihat bahwa kedua katak itu kini mulai mengunyah dua orang pemburu monster yang merupakan teman mereka sebelumnya.
"Mereka semua kalah semudah itu?!" Ucap salah satu dari mereka dengan tatapan yang tampak mulai panik.
Lidah itu adalah lidah si katak yang mereka lawan sebelumnya dan kini katak itu langsung memasukkan si pemburu itu ke dalam mulutnya.
"Aaaaa!!! Tolong!!!" Teriak pria itu dengan ekspresi ketakutan memenuhi wajahnya.
Namun apalah daya, tak satu pun dari mereka yang berani mengambil tindakan untuk menolongnya.
KRAAAKKK!!
KRAAUUSS!!
KRUUKKK!!
Kini pria itu pun langsung di kunyah-kunyah oleh si monster katak tersebut.
__ADS_1
Bunyi tulang-tulang yang patah dan di kunyah-kunyah itu pun sampai terdengar oleh para pemburu monster lainnya serta beberapa pekerja yang masih belum jauh dari tempat pertarungan itu.
Hal itu pun menambah kengerian pada suasana tersebut dan ketakutan pun semakin menyelimuti pikiran mereka semua, terutama para pemburu monster yang saat ini harus melawan monster katak itu.
"Lari!!" Teriak salah satu pekerja yang mencoba membakar semangat para pekerja lainnya untuk segera menjauh dari tempat ini.
Keributan kembali terjadi, semua orang berteriak ketakutan sambil terus berlari ke satu arah yang sama meskipun mereka tengah panik bukan kepalang.
Baru saja mereka berhamburan ke jalanan darurat yang sudah ada di depan mereka, tiba-tiba salah satu monster katak itu melompat dan menghadang jalan mereka saat ini seolah-olah monster itu sedang berkata, "Mau lari ke mana kalian?"
Seketika mereka semua pun langsung berhenti saat monster itu mendarat tepat di depan mereka.
Namun nasib monster itu tidak sedang baik-baik saja karena saat ia mendarat, tiba-tiba Anton muncul dengan menggunakan pedang besarnya di udara.
Anton langsung melesatkan pedang besar yang ia tunggangi saat ini ke arah monster itu dengan kecepatan dan daya serang yang sudah ia perkuat.
Lalu Anton langsung melompat dari pedang itu sehingga hanya pedang itu saja yang langsung tertancap dan menembus kepala si monster katak tersebut.
Seketika semua orang yang melihat hal itu langsung terkejut dan terdiam saat Anton berhasil menghunuskan pedang hanya dengan satu kali serangan saja.
Anton pun kini langsung mendarat ke tanah tepat di depan para pekerja itu, sementara si monster katak itu kini langsung tubuh tepat di belakang Anton.
"Jangan khawatir!... Tetaplah lakukan evakuasi dengan tenang!.... Biar aku yang mengurus sisanya!" Ucap Anton dengan tenang namun suaranya bisa terdengar oleh mereka semua.
Lalu Anton pun mulai berjalan perlahan ke tengah-tengah mereka yang kini hanya bisa menatap Anton dengan ekspresi yang tampak seperti sedang melihat sosok penyelamat yang sebenarnya.
Mereka langsung membukakan jalan bagi Anton dan membiarkan Anton pergi ke barisan belakang di mana ada dua monster katak lagi di tempat itu.
"Di... Dia kuat sekali!" Ucap salah satu pekerja itu.
"Siapa dia?... Aku tak pernah mendengar tentang orang seperti itu sebelumnya?"
"Hah?... Apa kalian masih belum sadar juga?... Bukankah dia itu Zero?! Orang yang sebelumnya pernah di rumorkan telah membersihkan wilayah ini namun ternyata hanya numpang nama saja?"
__ADS_1
"Zero?!... Benar juga! Aku pernah dengar rumor itu!.. Katanya dia adalah sosok pria bertopeng yang sangat misterius!... sepertinya dialah orangnya!"
Beberapa pekerja yang ada di sana ternyata sudah ada yang sedikit tahu tentang penampilan Zero meskipun mereka semua masih termakan oleh omongan palsu dari para pemimpin asosiasi cabang yang mengumbar informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya itu.