Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Sisilia Dan Bruno


__ADS_3

Kembali ke kota Limpu yakni tempat pertarungan Bruno dan Sisilia saat ini.


Tampak keadaan kita itu sudah cukup hancur akibat serangan para manusia Natar yang terus berdatangan.


Meskipun saat ini sudah banyak monster yang terbunuh oleh para pemburu monster yang ada di kota itu, namun tetap saja, monster yang masih berdatangan itu membuat keadaan masih belum dapat di kategorikan stabil.


Alhasil para pemburu monster harus terus bertarung dan membasmi semua monster yang berdatangan itu.


Tidak terkecuali Bruno dan Sisilia.


Mereka berdua yang saat ini hanya berada di level 86 dan level 84 kini sedang di perhadapkan dengan seekor monster tirex yang sudah berada di level 187 dan tentunya level itu benar-benar sangat jauh di atas level mereka berdua saat ini.


Namun mau tak mau mereka harus tetap bertarung dengan monster tersebut mengingat hanya sedikit saja monster dengan level 200 ke bawah yang datang ke kota ini.


Sementara pemburu monster yang lainnya tampak sedang berhadapan dengan monster-monster yang levelnya sudah berada di atas level 190 sampai 250.


Beruntungnya di kota Limpu ini masih ada beberapa pemburu monster yang bahkan levelnya sudah mencapai level 300 ke atas dan hal itu tentunya sangat membantu dan bisa mempercepat proses pemusnahan para monster yang menyerang saat ini.


"untung saja di kota ini masih ada pemburu monster level 300 ke atas, jika tidak maka sudah di pastikan kita ini benar-benar akan hancur!" ucap Bruno Sambil menyiapkan jurus tombak raksasa miliknya.


"Kau benar!... Oleh karena itu untuk sekarang kita harus bisa menahan para monster ini sampai mereka tiba ke sini dan membunuh semua monster yang ada hingga tak tersisa!" Balas Sisilia menanggapi sambil berlari kesana-kemari dan melesatkan tebasan api ke arah monster yang sedang mereka hadapi saat ini.


Sisilia kini sedang bertugas mengalihkan perhatian si monster tersebut agar tidak menyerang Bruno yang sedang mempersiapkan jurusnya, meskipun semua serangan dari Sisilia tampak tidak berhasil melukai si monster, akan tetapi hal itu benar-benar bisa membuat perhatian si monster hanya tertuju pada Sisilia saja.


Sisilia terus menebas udara dan menghasilkan sebuah sabit api yang melesat ke arah si monster dan kemudian menghantam wajah serta tubuh monster tersebut hingga menghasilkan ledakan yang cukup kuat.


Meskipun ledakan demi ledakan terjadi akibat serangan dari Sisilia, namun tetap saja si monster tersebut tidak terluka sama sekali.


"Sial!... Kulitnya tebal sekali!" Ucap Sisilia.

__ADS_1


"Tidak masalah!... Aku sudah siap sekarang!" Balas Bruno dengan suara yang terdengar cukup keras.


"Baiklah!... Kalau begitu ku serahkan sisanya padamu!" Ucap Sisilia yang kemudian langsung melompat menjauh dari si monster tersebut.


Sementara itu Bruno yang saat ini sudah siap dengan tombak petir raksasa miliknya itu kini langsung mengangkat tangan kanannya ke udara dan setelah itu ia mengayunkan tangannya ke arah monster tersebut.


Seketika itu juga kini tombak petir raksasa itu pun langsung melesat ke arah monster tersebut.


Kombinasi yang di lakukan oleh Bruno dan Sisilia i i sebelumnya sudah berhasil membunuh tiga monster yang berada di level 170 sampai level 180, dan kini mereka menggunakan kombinasi ini lagi untuk melawan monster yang berada di level 187 itu.


Namun serangan kali ini memiliki satu celah yang bisa saja membuat mereka gagal membunuh monster itu.


Celah itu adalah serangan yang di sadari oleh si monster.


Dengan kata lain, si monster saat ini bisa menyadari serangan dari Bruno setelah melihat Sisilia yang langsung bergerak mundur dan menjauh darinya.


Sementara monster-monster yang sempat mereka kalahkan sebelumnya semuanya tidak menyadari serangan terkuat dari Bruno karena monster-monster itu hanya terfokus pada pergerakan Sisilia saja.


Menyadari serangan dari Bruno, si monster itu pun langsung menyemburkan laser petir dari mulutnya ke arah tombak petir raksasa milik Bruno.


Alhasil tombak Bruno pun saling beradu dengan laser petir milik si monster.


Akan tetapi, karena si monster terbilang cukup terlambat menyadari serangan dari Bruno, alhasil tombak Bruno yang sudah berada dekat dengan monster itu kini sudah tak bisa sepenuhnya di tahan oleh monster tersebut.


Hingga akhirnya kini tombak petir raksasa milik Bruno itu pun langsung menghantam wajah si monster dan hantaman itu pun menghasilkan ledakan yang cukup kuat.


DUAAARRRR!!


Kini si monster tirex yang terkena serangan dari tombak petir raksasa milik si Bruno langsung terdorong ke belakang dan tampak wajah monster itu mengalami luka yang cukup besar namun masih belum termasuk luka parah.

__ADS_1


Monster tirex itu pun langsung terlihat marah besar. Ia kemudian mengaum dengan suara yang menggelegar ke arah Bruno.


Lalu dengan segera monster tirex itu pun mengumpulkan energi di depan mulutnya yang menganga.


Kini di depan mulutnya itu pun muncul gumpalan petir yang semakin lama semakin padat dan semakin besar.


Melihat si monster menyiapkan sebuah jurus untuk menyerang Bruno, kini Bruno pun segera bersiap untuk menghindari serangan tersebut.


Namun di sisi lain, tampak Sisilia kini sudah menyiapkan satu jurus untuk menyerang si monster itu.


Sisilia kini terlihat sedang memutar pedangnya dengan beberapa variasi gerakan hingga akhirnya di udara tepat di atas kepala Sisilia tampak api mulai berkumpul dan membentuk satu objek tertentu.


Hingga akhirnya wujud dari api itu kini menyerupai seekor ular api berukuran raksasa.


Ular api raksasa itu kini terlihat sedang melayang di udara, dan saat Sisilia mengayunkan tangan kanannya ke arah monster itu, kini ular api itu pun langsung melesat cepat menghampiri monster itu dan segera menabrak wajah monster itu sebelum jurus yang monster itu siapkan benar-benar jadi dan bisa di lesatkan.


Alhasil terjadilah ledakan yang cukup kuat akibat hantaman si ular api itu di kepala si monster.


Ledakan yang cukup kuat di sertai kobaran api itu kini memberikan luka tambahan di wajah si monster tersebut dan luka yang sebelumnya di sebabkan oleh tombak petir Bruno kini jadi semakin parah karena terkena serangan lagi dari ular api milik Sisilia.


Namun si monster ternyata masih belum di kalahkan meskipun serangan barusan memberi luka yang cukup parah baginya.


Kini si monster itu segera menembakkan laser petir miliknya ke arah Bruno dan Sisilia secara bertubi-tubi.


Bruno dan Sisilia pun kini hanya bisa menghindari serangan tersebut karena mereka sadar bahwa sekalinya mereka kena serangan itu maka sudah bisa di pastikan bahwa mereka akan langsung mati karena serangan itu memang sangatlah kuat untuk ukuran level mereka berdua saat ini.


"Hati-hati!" Ucap Bruno pada Sisilia.


"Tetap waspada!" Balas Sisilia sambil melompat menghindari serangan laser itu.

__ADS_1


Begitu Sisilia menghindari serangan laser petir tersebut, kini serangan laser itu malah nyasar dan menghantam kepala pemburu monster lainnya yang baru saja tiba di tempat itu.


"Kerja bagus!" Ucap Bruno saat melihat Sisilia berhasil menghindar.


__ADS_2