
Saat ini, anak panah petir milik Anton mulai melesat dengan cepat ke arah para ular api yang sudah di targetkan oleh Anton sebelumnya.
Anak panah dan beberapa ular api itu pun saling berhantaman dan saat berhantaman terjadilah ledakan yang cukup kuat dari hantaman kedua jurus tersebut.
Meskipun beberapa sudah saling berhantaman, namun masih ada juga ular api yang berhasil menghindari serangan anak panah Anton dan hal itu membuat anak panah Anton bergerak memutar dan kembali melesat ke arah si ular itu hingga akhirnya menusuk kepala ular itu dari belakang.
Melihat jurus Anton tersebut, seketika Topeo jadi sedikit terkejut.
Lalu Topeo pun segera mengangkat tangan kanannya lurus ke depan dengan posisi telapak tangan terbuka.
Saat Topeo melakukan hal itu, kini seluruh ular api yang tersisa langsung bergerak ke satu tempat dan mereka pun menyatu menjadi satu ular api raksasa yang ukuranya jauh lebih besar dari sebuah batang pohon kelapa.
Setelah ular api itu menyatu dan menjadi ular api raksasa, kini Topeo pun menarik kembali tangan kanannya, setelah itu ia segera menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan.
Sesudah menggerakkan tangannya dengan beberapa variasi gerakan, Topeo pun langsung menembakkan energi dari tangannya tepat ke kepala si ular api raksasa miliknya itu.
Begitu energi yang ada di tangan Topeo di tembakkan ke kepala si ular api raksasa itu, kini energi tersebut langsung masuk ke dalam kepala ular api raksasa itu dan ular itu pun langsung membuka mulutnya dan mengeluarkan suara yang sangat kuat di sertai semburan api itu ang menyala-nyala dari dalam mulutnya.
Anton yang melihat hal itu kini langsung berpikir untuk melawan menggunakan salah satu jurus terkuat miliknya saat ini.
"Tidak ada pilihan lain!... Mungkin sebaiknya ku coba dulu mengadu kekuatan dari jurus-ku ini dengannya!... Jika gagal, maka aku akan pindah ke metode selanjutnya!" Ucap Anton dalam hati.
Saat ini Anton sudah punya rencana tersendiri. Selain ingin melawan menggunakan jurus, Anton juga sudah menyiapkan sesuatu untuk melawan Topeo saat Topeo lengah.
Anton kini mulai menggerakkan kedua tangannya dengan gerakan memutar, lalu ia menyatukan kedua telapak tangannya. sesudah itu ia menarik kembali telapak tangannya sambil memutar posisi dan arah gerak dari kedua tangannya.
Setelah itu Anton pun langsung menyatukan kembali kedua telapak tangannya. Namun kali ini jari telunjuk dan jari tengah dari tangan kanan Anton di biarkan tegak lurus sementara jari-jari tangan baik di tangan kiri maupun di tangan kanan lainnya kini tampak ia tekuk.
Setelah menggerakkan tangannya seperti itu, kini di sekitaran tubuh Anton muncul petir dan angin yang bergerak mengelilingi tubuh Anton.
Petir dan angin itu bergerak ke atas dan mulai menyatu membentuk sebuah pedang raksasa.
__ADS_1
Pedang raksasa itu adalah pedang gabungan dari elemen petir dan elemen angin.
Kedua elemen yang di satukan menjadi sebuah pedang raksasa ini tentunya memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari beberapa jurus lainnya dan tentunya ini juga menguras cukup banyak energi Saga yang Anton miliki saat ini.
"Ku harap ini sudah cukup untuk mengalihkan perhatiannya!" Pikir Anton setelah selesai menyiapkan jurusnya.
Kini keduanya telah selesai dengan jurus masing-masing, dan kini mereka pun langsung melesatkan jurus masing-masing untuk saling di adu.
"Terima ini!!" Teriak Topeo sambil menghentak-kan tangannya ke arah Anton.
"Tidak, terimakasih... Aku tak mau menerima itu." Ucap Anton dengan santainya sambil menghentakkan energi di sekitarnya.
Seketika itu juga pedang raksasa Anton langsung melesat ke arah Topeo.
Pedang raksasa milik Anton kini langsung berhantaman dengan ular api raksasa milik Topeo.
Saat kedua jurus yang kuat itu saling berhantaman di tengah-tengah jarak antara Topeo dan Anton, seketika terjadilah ledakan energi yang sangat kuat dan menghasilkan gelombang energi dengan tekanan yang luar biasa menghantam segala objek yang ada di sekitarnya.
Namun kedua jurus itu tampak masih belum selesai.
Pedang petir angin milik Anton tampak masih saling menguji ketahanan dengan ular api raksasa milik Topeo.
Kedua jurus yang sebelumnya saling berhantaman itu kini sedang saling uji kekuatan dan saling mendorong dengan kuat sampai-sampai menghasilkan ledakan energi yang tidak terlalu besar lagi secara berulang kali dan membuat gelombang energi terus bergerak meluas.
Sementara itu, Anton dan Topeo yang terkena hantaman dari gelombang energi tampak sedikit terseret mundur, namun mereka masih bisa bertahan dan berdiri dengan baik.
Karena kedua jurus mereka masih saling mengadu kekuatan, kini Topeo pun kembali menghentak-kan tangannya ke depan dan memberi tekanan tambahan pada ular api raksasa miliknya.
Seketika ular api itu pun berhasil mendorong mundur pedang petir angin raksasa milik Anton.
Namun Anton tidak mau kalah, Anton kini juga menghentak-kan energi yang ia miliki dan tampak seperti terjadi ledakan energi di tubuh Anton.
__ADS_1
Seketika itu juga pedang raksasa petir angin milik Anton segera mengimbangi kembali tekanan dari ular api milik Topeo.
Melihat hal itu, Topeo kembali memberi tekanan dan memperkuat ular api raksasa miliknya itu, dan Anton pun juga tak mau kalah.
Hingga akhirnya kedua jurus yang terus di perkuat oleh mereka itu langsung meledak akibat saling berhantaman terus menerus.
Ledakan kedua jurus itu membuat energi yang mereka gunakan untuk mengendalikan jurus itu secara manual langsung berbalik pada mereka dan membuat mereka langsung terdorong ke belakang.
Energi yang berbalik seperti ini biasanya membuat pengguna jurus akan mengalami luka dalam. Oleh karena itu banyak orang yang selalu melepaskan pengendalian manual jika ia merasa bahwa jurusnya akan segera meledak.
Namun mereka berdua terlambat melakukan hal itu karena mereka terbawa suasana untuk saling mengadu kekuatan dari jurus masing-masing.
Namun, meskipun saat ini Anton juga terdorong ke belakang akibat serangan balik energi mereka masing-masing. Anton tampak sedikit bersemangat karena di saat seperti inilah yang merupakan saat paling tepat untuk metode selanjutnya yang ia siapkan sedari tadi.
Di saat Topeo masih terlihat kelelahan akibat ledakan energi yang berbalik ke arah mereka sebelumnya, kini Anton langsung memanfaatkan hal itu.
Anton segera mengangkat tangan kanannya dan setelah itu ia langsung mengayunkan tangan kanannya ke arah Topeo.
Seketika dari beberapa batang pohon yang ada di di sekitar Topeo langsung bermunculan bola angin yang cukup besar dengan ukuran layaknya bola kaki.
Bola angin itu pun langsung melesat ke arah Topeo dan karena saat ini Topeo sudah terkepung oleh bola angin itu, Topeo pun kini hanya bisa terkejut melihat hal itu.
Ia bahkan sudah tak sempat lagi menghindari serangan bola angin yang datang dari berbagai arah itu.
"Se... Sejak kapan ada bola angin di sekitar tempat ini?" Pikir Topeo dengan ekspresi terkejut.
Sementara itu Anton yang melihat jurus buatannya itu berhasil ia gunakan, ia pun langsung tersenyum lebar.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1