
Anton saat ini tampak sedang berusaha bertahan dari gempuran serangan laser petir yang datang dari berbagai arah.
Dengan mengandalkan kelincahan dan keunggulannya di udara Anton terus berusaha menghindari semua serangan itu.
Namun tentu saja hal itu semakin lama semakin membuat Anton kewalahan karena jumlah monster yang saat ini sedang di hadapi oleh Anton kurang lebih 70 monster.
"Sial!... Jika begini terus bisa-bisa aku tak akan dapat bertahan lebih lama lagi!... Cepat atau lambat serangan mereka pasti akan segera mengenai-ku!" Ucap Anton dalam hati.
Setelah berkata seperti itu dalam hatinya, Anton pun kembali melesatkan serangan sabit petir dan dan sabit angin.
Serangan ini di lesatkan secara terus-menerus oleh Anton untuk menghajar para monster yang ada di sekitarnya.
Namun karena kulit para monster itu sangat kuat, maka tak satu pun dari serangan Anton itu berhasil melukai para monster tersebut.
Karena serangan tersebut sama sekali tak memberi efek pada monster-monster itu, kini Anton pun melayangkan kedua pedang yang ada di tangannya itu.
Kini sambil melesat ia menyatukan kedua pedang itu sehingga kini pedang petir angin pun tercipta dan pedang itu merupakan pedang elemen yang sudah di perkuat.
Lalu Anton pun langsung menembakkan pedang itu ke arah satu monster yang saat ini berada di depan jalur yang hendak ia lewati.
Monster itu hendak menyemburkan laser petir dari mulutnya.
Ia membuka mulutnya dan siap menyemburkan laser petir itu.
Namun sayangnya Anton kini sudah lebih dulu menembakkan pedang petir angin miliknya ke arah mulut monster tersebut.
Hal itu pun kini membuat pedang petir angin itu langsung menembus kepala si monster tersebut.
Tanpa membuang-buang waktu, kini Anton pun segera memunculkan sebuah pusaka tongkat sihir pendek miliknya.
Dengan tingkat sihir pendek itu Anton memunculkan sebuah tali beracun, ia kemudian mencambuk-kan tali beracun itu ke leher si monster dan seketika itu juga leher si monster langsung terlilit oleh tali beracun milik Anton.
Anton pun kemudian langsung menarik monster itu dan melemparkannya ke arah monster lainnya.
Namun baru saja berhasil melempar monster itu, kini Anton pun terkena hantaman telak dari salah satu serangan laser petir yang di lesatkan oleh monster lainnya yang sudah sedari tadi bersiap untuk menyerang Anton.
DUAAARRRR!!
Seketika terjadi ledakan energi tepat saat laser petir itu menghantam tubuh Anton.
Hal itu pun kini membuat Anton terdorong ke depan akibat hentakan dari ledakan serta serangan laser petir tersebut.
Namun serangan para monster tidak berakhir sampai di situ saja.
Kini para monster seolah-olah menyadari bahwa itu adalah kesempatan bagi mereka untuk melancarkan serangan lagi ke arah Anton sehingga kini tampak serangan datang menghampiri Anton secara bertubi-tubi dan menghantam tubuh Anton secara terus-menerus.
"AAARRRRGGGGHHH!!!" Teriak Anton saat dirinya terkena serangan bertubi-tubi sampai-sampai tak sempat mengeluarkan satu jurus pun.
__ADS_1
Hingga akhirnya Anton pun jatuh ke tanah, tubuhnya langsung tergeletak dengan posisi tengkurap di atas permukaan tanah.
Namun karena Anton menyadari adanya serangan lanjutan dari para monster itu, Anton pun segera berguling-guling sejauh mungkin untuk menghindari serangan itu, dan benar saja....
DUAAARRRR!!
Sebuah laser petir kini menghantam tanah tempat Anton tergeletak dengan posisi tubuh tengkurap sebelumnya.
Anton kini sudah berhasil berdiri, nafasnya kini ngos-ngosan dan tampak dari mulutnya mengalir darah.
"Sialan!... Jumlah mereka terlalu banyak!" Ucap Anton yang terlihat sedikit kesal.
Sebenarnya saat ini, jika Anton benar-benar ingin segera menghabisi semua monster ini, ia tentunya bisa saja memanggil Angkura untuk membantunya, akan tetapi Anton masih belum memanggil Angkura karena ia ingin melawan para monster itu dengan kekuatannya sendiri dan hal ini tentunya ia lakukan agar dirinya bisa semakin berkembang dalam setiap pertarungan yang ia lalui.
"Jika terus mengandalkan Angkura, bisa-bisa aku malah akan jadi orang manja yang bersembunyi di balik orang yang lebih kuat dariku!" Pikir Anton.
Setelah itu Anton yang kini sudah berdiri langsung melompat ke salah satu dahan pohon karena kini laser petir kembali menyerang ke arahnya.
Anton pun dengan cepat langsung mengayunkan tongkat sihirnya ke depan.
"Semburan racun!" Ucap Anton.
Seketika dari ujung tongkat pendek itu langsung muncul cairan beracun dalam jumlah yang sangat banyak yang langsung menghantam.salah satu monster yang ada di sana.
Semburan racun itu saat ini tampak tidak mempan melawan para monster tersebut.
Kini sambil terbang dengan cepat Anton terus menyerang menggunakan semburan racun dari tongkat sihir kecil miliknya itu.
Namun karena monster itu memiliki ketahanan yang luar biasa, maka racun yang seharusnya sudah bereaksi sejak tadi ternyata malah tak bisa memberikan efek yang mumpuni untuk membuat monster-monster itu tumbang.
"Sial!... Bisa-bisanya mereka masih bertahan!" Pikir Anton.
"Mungkin racun dari semburan racun ini tidak begitu kuat!... Kalau begitu akan ku serang dengan jurus racun terkuat dari pusaka ini!" Pikir Anton lagi.
Lalu Anton pun segera melesat naik lebih tinggi lagi ke udara, sementara para monster kembali menyerang Anton menggunakan laser petir mereka.
Anton saat ini hanya bisa menghindari semua serangan itu dengan lincah sambil bermanuver di udara.
Tidak hanya itu saja, bahkan saat sedang menghindari serangan itu, Anton kini sudah mencoba menyiapkan jurus terkuat dari senjata pusaka yang ia miliki itu, dan saat ia merasa sudah berada di ketinggian yang pas, maka ia pun segera berhenti naik ke atas dan saat ia berhenti, ia pun segera mengangkat tongkat kecilnya itu ke udara.
Seketika itu pula di atas Anton kini perlahan terbentuk sebuah gumpalan racun hingga akhirnya jadilah sesosok monster iguana, yakni wujud dari sang raja Iguana yang pernah Anton kalahkan sebelumnya.
Sementara Anton menyiapkan jurus raja iguana itu, tampak para monster masih terus menyerang Anton sambil mengeluarkan suara raungan yang sangat berisik.
Namun semua serang laser petir itu berhasil Anton blokir menggunakan perisai elemen petir yang ia kendalikan dengan tangan kirinya.
"Kali ini racunnya pasti lebih kuat!" Pikir Anton.
__ADS_1
"Rasakan ini!" Teriak Anton sambil mengayunkan tongkat sihir kecilnya itu ke bawah karena saat ini jurusnya itu sudah sempurna dan sudah siap untuk di gunakan...Seketika itu juga di raja monster iguana itu langsung turun dengan cepat ke bawah.
hingga akhirnya kini si raja monster iguana itu langsung menghantam salah satu monster yang sedari tadi menyerang Anton dengan laser petirnya.
Tentu saja si monster tidak diam saja saat melihat serangan Anton datang ke arahnya.
Si monster itu berusaha melakukan perlawanan, ia menyemburkan laser petirnya dari mulutnya yang menganga, namun apalah daya serangan laser petir itu ternyata sama sekali tak berguna padahal bisa di bilang laser petir itu sudah ia perkuat karena sebelumnya monster itu juga sudah menyiapkan jurus laser terkuatnya untuk menyerang.
Alhasil kini raja monster iguana yang dalam wujud racun itu langsung menghantam si monster dan menghasilkan ledakan yang luar biasa.
DUAAARRRR!!
Seketika ledakan yang cukup kuat pun terjadi dan kini racun yang merupakan unsur pembentuk tubuh si raja monster iguana itu langsung menyebar luas akibat dari efek ledakan barusan.
Racun-racun yang menyebar itu tampak dalam bentuk gas yang kini memenuhi udara yang ada di sekitarnya.
Kira-kira lebih dari tiga puluh monster kini terkena racun itu secara langsung dan mereka menghirup udara yang sudah tercemar oleh racun tersebut.
Benar saja, racun dari jurus raja monster iguana ini ternyata jauh lebih kuat dari jurus semburan racun sebelum-nya.
Hal itu bisa dilihat karena saat ini para monster yang sudah menghirup racun tersebut kini sudah tak bisa bergerak bebas lagi.
Mereka semua tampak lemas hanya dalam waktu kurang dari lima menit setelah menghirup udara yang tercemar oleh racun tersebut.
Hingga akhirnya kini semua monster yang terkena racun itu langsung tumbang begitu saja.
Melihat hal itu, Anton pun segera mencoba untuk mengakhiri hidup para monster itu menggunakan senjata energi miliknya yang merupakan hadiah yang di berikan oleh tuan Hiruzwen padanya, yakni sebuah panah busur yang bisa mengkristalkan suatu objek tertentu selama objek itu tidak lebih kuat dari busur itu sendiri.
Anton pun memunculkan busur kristal itu, dan kemudian ia menarik tali busur itu.
Seketika anak panah dengan sendirinya muncul di tali busur tersebut dan segera setelah itu Anton pun langsung melesatkan anak panahnya itu ke atas.
Begitu berada cukup jauh dari Anton, kini anton pun langsung mengibaskan tangan kanannya ke udara.
"Hujan anak panah!" Ucap Anton dengan nada tegas.
Seketika itu juga kini anak panah yang tadinya hanya satu kini berubah menjadi ratusan anak panah.
Ratusan anak panah itu pun kini langsung melesat ke bawah dan menghujani para monster yang ada di bawah sana.
Begitu anak panah tersebut menusuk para monster yang sudah lemas akibat serangan racun, kini para monster itu langsung berubah menjadi kristal secara perlahan karena saat ini para monster itu sudah tidak kuat lagi.
Sementara para monster lainnya yang berada cukup jauh dari area udara yang beracun itu kini tampak masih bisa menghindari anak panah tersebut meskipun pada akhirnya masih saja ada yang terkena serangan hujan anak panah itu.
Kini lebih dari empat puluh monster berhasil terbunuh oleh serangan Anton barusan namun jumlah monster saat ini masih terbilang cukup banyak dan tentunya masih akan sangat merepotkan untuk berhadapan dengan mereka semua.
Tampak saat ini para monster yang tersisa itu kembali melesatkan serangan laser petir ke arah Anton namun semua laser petir itu sudah mereka perkuat sebelumnya sebelum di lesatkan sehingga kecepatan lesatan laser itu pun menjadi sedikit lebih cepat dari laser petir biasa yang mereka gunakan sebelumnya.
__ADS_1