Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Lulus Tes


__ADS_3

Anton saat ini mulai mengikuti tes penerimaan anggota pemburu monster.


Tes pertama, tes kekuatan fisik. Anton di perintahkan untuk berlari sejauh 100 meter dengan waktu yang di tentukan.


Setelah berlari, Anton pun di perintahkan untuk melakukan beberapa tes fisik lainnya serta menguji stamina Anton saat ini.


Setelah mengikuti berbagai tes dan berhasil lolos sama seperti para pengguna energi gelap, kini pria yang mengawasi tes Anton itu pun hanya bisa terkejut dengan mata yang terbelalak. Apa lagi saat ia mengetahui bahwa Anton bisa menguasai dua elemen sekaligus padahal itu merupakan sesuatu yang cukup langka di dunia ini.


"Bo... Bocah ini bukan sembarang bocah!" Ucap si pengawas tes itu dengan ekspresi yang tampak masih terkejut.


Setelah semua tes selesai, kini Anton pun hanya perlu melewati tes terakhir, yakni tes untuk mengetahui level Anton saat ini.


"Semoga saja alat ini bisa mendeteksi level energiku." Ucap Anton dalam hati.


Anton kini menatap tugu di depannya itu.


Tugu itu adalah sebuah tugu yang di gunakan untuk mengecek level bawaan seseorang, yakni level awal setelah mendapatkan modifikasi serta kekuatan dari energi gelap.


"letakkan tanganmu di tugu itu." Ucap si pengawas sambil mempersilahkan Anton untuk meletakkan tangannya di tugu itu.


Anton pun sedikit ragu karena energi miliknya bukanlah energi gelap.


Namun karena sejak awal sudah membulatkan keputusan, maka Anton pun segera menepis rasa ragu itu dan segera meletakkan tangannya di tugu tersebut.


Begitu Anton meletakkan tangannya, kini tugu itu langsung memancarkan aura berwarna hitam pekat. Tak lama setelah itu, di puncak tugu yang terdapat sebuah layar virtual kecil kini menampilkan sebuah angka, dan angka itu langsung membuat Anton dan pengawas tes itu jadi sangat terkejut dan langsung membelalakkan matanya.


"Mu.... Mustahil!... Bagaimana bisa begini?" ucap Anton yang tampak tidak percaya dengan apa yang di lihat olehnya saat ini.


Sementara itu, si pengawas itu kini hanya bisa menghela nafas sambil memijit kecil pelipis kepalanya.


"Hah... Tadinya ku pikir kau ini adalah seorang pecundang!..." Ucap si pengawas itu sambil mencoba untuk melihat kembali angka yang tertera di puncak tugu itu. Lalu ia kembali melanjutkan ucapannya. "Tapi ternyata kau ini..." Ia menggantungkan lagi kata-katanya, dan kemudian menoleh ke arah Anton dengan ekspresi kesal.


"Tidak ku sangka ternyata kau benar-benar pecundang sampah!" bentak pria itu dengan kesal.

__ADS_1


"Lihat itu!... bagaimana bisa angka itu tertera di sana?!" ucapnya lagi sambil menunjuk angka nol yang tertera di puncak tugu itu.


Sementara itu, Anton yang melihat hal itu kini tak bisa berkata-kata lagi.


Ia sama sekali tak tahu harus menjawab apa karena dia juga sama sekali tidak tahu mengapa levelnya saat ini berada di level nol.


"Mu... Mungkin alat ini sedang error... Jadinya tak bisa melakukan pengecekan level dengan benar." Ucap Anton mencoba membuat alasan.


"Mana mungkin begitu!... lagi pula jika memang sedang error pasti ada tanda-tandanya, bahkan ia pasti akan menunjukkan tulisan error di puncak tugu itu!" ucap pengawas itu lagi sambil menunjuk puncak tugu itu.


"Be... Begitu ya... Maaf sudah mengecewakan!" Balas Anton sambil menunjukkan kepalnya dengan ekspresi murung dan lesu.


"Hari ini, sekali lagi aku merasa malu... Padahal semua tes susah lolos, tapi tidak di sangka-sangka aku malah masih berada di level 0 saat ini." ucap Anton dalam hati.


Setelah itu Anton pun langsung berbalik badan dan segera melangkah untuk pergi dari tempat itu.


Namun, baru beberapa langkah saja kini pria pengawas itu langsung memanggilnya lagi.


Anton tak menjawab pertanyaan pria itu, ia kini terus berjalan sambil menundukkan kepalanya.


Dari raut wajahnya saat ini tampak ada rasa sedih dan kekecewaan yang sangat membekas dalam dirinya.


Sekali lagi, ini adalah hari yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya karena kali ini ia juga telah gagal untuk kedua kalinya.


"Hei bocah!... Kenapa buru-buru begitu? Apa kau tak mau mengambil sertifikat pemburu monster yang sudah kau dapatkan dengan susah payah?" Tanya pria pengawas itu dengan suara yang bisa di dengarkan oleh Anton meskipun saat ini Anton sudah berada cukup jauh dari pria itu.


Mendengar ucapan pria itu, Anton pun tampak langsung membuka matanya lebar-lebar seolah sedang terkejut.


Lalu ia segera mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang.


"Apa maksud anda?" Tanya Anton memastikan.


"Kau lulus dalam tes ini dan sudah di akui sebagai seorang pemburu monster." Jawab pria itu dengan santainya sambil berjalan mendekati Anton.

__ADS_1


"Tapi level ku..."


"Tidak usah khawatir!..." Ucap pria itu sambil menepuk bahu Anton. "meskipun levelmu saat ini masih 0, bukan berarti tak bisa di tingkatkan... Terlebih lagi saat ini kau sama sekali tidak menggunakan Energi gelap... Boleh ku tahu energi apa yang kau pakai itu?" Tanya si pria pengawas itu.


"Aku tak tahu energi apa yang ku miliki saat ini, akan tetapi aku merasa kalau ini bisa membantuku untuk menjadi lebih kuat agar bisa melawan para monster di luar sana." Jawab Anton dengan ekspresi yang juga tampak bingung.


Setelah memberi sedikit penjelasan pada pria itu, kini pria itu ikut merahasiakan tentang energi misterius milik Anton saat ini.


"untuk sekarang sebaiknya kau jangan terlalu mudah mengungkapkan tentang energimu ini di depan umum, karena kalau kau melakukannya, maka kita tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh para profesor gila yang terus-menerus membuat perkembangan dengan berbagai teknologi canggih dari bahan kristal energi gelap hasil buruan para pemburu monster." Ucap pria itu memperingati Anton agar Anton tak jadi korban kelinci percobaan bagi para profesor itu.


"Uhm... Aku mengerti. Terimakasih atas sarannya." balas Anton.


Setelah itu Anton pun pergi dari asosiasi pemburu monster itu.


Namun sebelum pergi ia sudah mendapatkan sebuah informasi wilayah di mana terdapat para monster lemah yang bisa di buru oleh para pemburu monster untuk meningkatkan level.


Setelah tiga jam lebih Anton melakukan perjalanan dengan cara berlari, kini Anton pun tiba di gerbang tembok terakhir, yakni tembok ke enam.


"Akhirnya... Ini dia petualangan pertamaku!" Ucap Anton dalam hati.


Anton pun langsung pergi dan meninggalkan tempat itu.


Ia kini langsung pergi ke sebuah wilayah hutan yang tidak begitu jauh dari tembok ke enam.


Hutan di tempat itu cukup lebat dan di huni oleh beberapa monster lemah.


Meskipun jumlah monster di tempat itu sangat sedikit, namun tempat itu sangat cocok untuk para pemula untuk mendapatkan pengalaman bertarung sebelum pergi ke wilayah yang lebih berbahaya lagi.


(Bersambung)


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2