Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Ricardo Arsila (2)


__ADS_3

Saat ini Ricardo dan beberapa anggotanya sedang mengobrak-abrik kantor pusat penelitian energi gelap dengan alasan mencari Karina.


Tampak Ricardo kini sudah membawa beberapa pria lainnya untuk masuk ke ruang bawah tanah di mana Karina dan kawan-kawan sedang di sekap oleh para peneliti tersebut.


Sementara itu, saat Ricardo dan beberapa anggota yang mengikutinya ke ruang bawah tanah itu sedang berjalan menyusuri lorong, tiba-tiba mereka di sergap oleh beberapa pemburu monster yang memiliki kemampuan yang cukup mumpuni.


Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya menculik Karina dan yang lain-nya.


"Sebaiknya kau hentikan langkahmu sekarang juga!... Tempat ini adalah tempat yang tidak boleh kau lewati!" Ucap salah satu pria misterius yang berdiri di hadapan Ricardo dan beberapa anggotanya.


"Hah?!... Memangnya kau pikir aku peduli dengan hal itu hah?!" Ucap Ricardo dengan tatapan tajam mengintimidasi.


"Hoi-hoi... Sebaiknya kau jangan berharap cara seperti itu... Meskipun kau itu adalah pemburu monster nomor satu di kerajaan ini... Namun bukan berarti kami tak bisa menuntut-mu karena menyerang dan menghancurkan kantor ini... Apa lagi ini adalah kantor yang bersejarah.... Aku yakin akan banyak orang yang berpihak pada kami ketimbang diri-mu... Jadi sebaiknya kau pikirkan tindakan-mu sekarang juga!" Ucap pria misterius itu memperingati Ricardo.


Namun mendengar peringatan dari pria itu, Ricardo pun perlahan tertawa.


Ia mulai tertawa kecil dan kejap berikutnya tertawanya pun jadi semakin keras.


"Hahahaha... Jangan banyak omong kosong!... Harusnya kau sendiri tahu apa alasanku datang dan mengamuk di tempat ini!" Bentak Ricardo.


"Tchi!... Orang ini benar-benar keras kepala!" Ucap pria itu setelah mendengar ucapan Ricardo.


"Apa pun yang akan kami lakukan ia pasti akan tetap maju!... Bahkan jika di ancam pun, aku yakin dia akan semakin menjadi-jadi dan membunuh kami semu..."


Belum selesai pria itu berpikir tiba-tiba sebuah jarum beracun melesat dengan cepat ke arah pria itu.


Seketika jarum itu langsung tertancap di dada pria itu dan tepat mengenai jantungnya.


Pria itu terkejut karena pergerakan Ricardo dalam menggunakan jurusnya sangatlah cepat.


Sedetik kemudian tampak beberapa jarum beracun lainnya melesat cepat dan langsung mengenai para anggota pria yang pertama kena serangan itu.


Kini semua anggota pria itu langsung tumbang, dan begitu pula dengan pria yang pertama kena serangan itu.


"Ehh?... Hanya segitu saja?" Ucap Ricardo dengan ekspresi heran karena ternyata orang-orang itu sangat mudah ia tumbangkan.

__ADS_1


"Apa mereka lengah sampai tidak menyadari serangan-ku?" Tanya Ricardo sambil menoleh ke belakang tepat ke arah beberapa anggotanya yang ada di belakangnya.


Namun saat pertanyaan itu Ricardo lontarkan, justru para anggotanya itu malah pasang ekspresi heran dan bingung.


"Eh?... Memangnya barusan anda menyerang mereka?" Tanya salah satu anggota memastikan.


"Tchi!... Kalian juga tidak menyadarinya ya?" Ketus Ricardo.


"Sudahlah!... Ayo segera ke tempat Karina berada!" Ucap Ricardo.


Sementara itu, para anggota Ricardo yang sebelumnya kebingungan kini hanya bisa mematuhi perkataan Ricardo dan langsung mengikutinya dari belakang.


Begitu para anggota Ricardo berlari dekat dengan orang-orang yang terkena serangan Ricardo barusan, kini mereka pun langsung terlihat terkejut dengan mata yang tampak terbelalak.


"Ya... Yang benar saja!"


"Jadi tadi dia benar-benar menyerang?!"


"Aku sama sekali tak menyadarinya!"


Setelah itu, mereka pun meninggalkan para mayat yang pemburu monster misterius itu di lorong tersebut.


Mereka kini melanjutkan perjalanan mereka dengan cepat sambil terus memperhatikan alat pendeteksi keberadaan Karina saat ini.


Berkat alat baru dan fitur yang sudah di kembangkan dan di rakit sendiri oleh anggota serikat milik Ricardo, kini mereka bisa mengetahui lokasi dan posisi pasti dari Karina saat ini.


Tak lama setelah itu, kini Ricardo pun tiba di tempat di mana Karian dan yang lainnya sedang di sekap.


Begitu mereka tiba, mereka sempat bertarung dengan penjaga tempat itu, namun sayangnya penjaga tempat itu sama sekali tidak ada apa-apanya di mata Ricardo. Hal itu pun membuat Ricardo bisa mengalahkannya dengan mudah dan kini langsung menyelamatkan Karina.


Tepat di sebuah ruangan yang di halangi oleh jeruji besi tampak Karina dan yang lainnya sedang di sekap dan mereka pun di berikan borgol khusus untuk membatasi pergerakan tangan mereka.


Hal itu di lakukan agar mereka tak bisa menggunakan jurus-jurus tertentu untuk kabur dari tempat ini.


Begitu Ricardo tiba di depan jeruji itu, seketika meraka semua yang tawan di dalam jeruji besi itu kini langsung terkejut sambil menatap kehadiran Ricardo.

__ADS_1


"A... Ayah?" Ucap Karina yang juga tampak terkejut.


Hal itu di karenakan Karina sama sekali tak menyangka kalau ayahnya sendiri akan turun tangan untuk menyelamatkan dirinya.


Hal itu di karenakan selama ini ayahnya tampak sangat dingin terhadap dirinya, hal itulah yang membuat pandangan Karina tentang ayahnya menjadi terhalang dan ia mengira bahwa ayahnya tidak begitu peduli dengan dirinya.


Tanpa berlama-lama lagi, kini Ricardo pun langsung menghancurkan jeruji besi itu menggunakan racun yang ia miliki.


Ia mengubah racun yang ia miliki itu menjadi sebuah pedang, dan setelah itu ia menebas jeruji besi itu.


"Ayo pergi dari sini." Ucap Ricardo setelah memotong jeruji besi tersebut.


Mendengar perkataan Ricardo, kini mereka semua langkah menghilangkan rasa terkejut mereka dan langsung berdiri menghampiri Ricardo.


"Paman!... Tolong hancurkan borgol ini!... Aku benar-benar sangat kesal dengan benda ini!" Ucap Aris blak-blakan di hadapan ayahnya Karina.


Ricardo pun kini hanya mengangguk, lalu ia menebas borgol khusus itu hingga terpotong jadi dua, dan setelah tangan Aris sudah tak terbelenggu lagi, kini Aris pun langsung menghantam-kan sisa alat borgol yang ada di tangannya itu ke dinding dan sisa alat borgol itu pun langsung hancur bersamaan dengan retaknya dinding yang ia hantam-kan menggunakan alat itu.


"Ahh... Akhirnya bisa bebas juga!... Rasanya ingin sekali balas dendam!" Ucap Aris dengan ekspresi serius.


"Sudahlah!... Kalian sudah selamat!... Sebaiknya pulang saja sekarang!... Sisanya biar kami yang tangani!" Ucap Ricardo.


Kini mereka semua sudah tidak terbelenggu lagi oleh borgol khusus itu, namun, Karina saat ini justru tidak mendengarkan ayahnya karena saat ini ia sedang memikirkan keadaan dan keberadaan Anton.


Setelah berpikir sejenak, Karina pun mulai berpikir untuk meminta bantuan lagi pada ayahnya.


Namun sebelum itu, ia ingin berterima kasih terlebih dahulu.


"Ayah... Terimakasih sudah datang... Tapi apa boleh aku meminta satu hal lagi darimu?" Tanya Karina.


"Ada apa?... Apa masih ada yang mengganjal di pikiran-mu?" Tanya Ricardo yang ternyata bisa peka dengan sifat putrinya.


"Sebenarnya aku ingin ayah menyelamatkan seseorang... Saat ini aku bisa merasakan keberadaan orang itu di tempat ini... Oleh karena itu aku ingin ayah menyelamatkannya juga!" Ucap Karina dengan ekspresi serius sambil menatap ayahnya.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...

__ADS_1



__ADS_2