Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Kombinasi Api Dan Angin


__ADS_3

Lima pengguna tombak pun kini menusukkan tombak mereka ke arah Karina dan Karina yang terlambat menyadari hal itu kini tak sempat lagi untuk menghindari serangan dari kelima pengguna tombak itu.


Namun baru saja ujung tombak itu hampir mengenai Karina, kini sebuah pedang petir melesat dan menghantam kelima tombak tersebut hingga tombak itu langsung hancur berkeping-keping.


Seketika kelima pemburu monster itu pun langsung terkejut bukan main saat melihat tombak mereka hancur dengan sangat mudah hanya terkena satu serangan pedang petir.


Lalu mereka pun langsung menoleh ke arah datangnya pedang itu dan melihat sosok Anton yang saat ini sedang berdiri dengan santainya dengan beberapa pedang petir dan pedang angin yang melayang di belakangnya.


"Sebaiknya kau tidak berpikir bahwa kau sedang bertarung sendirian sekarang." Ucap Anton sambil tersenyum tipis pada Karina.


"Ma... Maaf... Aku terbawa suasana karena kekuatanku meningkat secara drastis.... Hehehe." Jawab Karina dan kemudian tertawa hambar.


Baru saja Karina dan Anton berbicara seperti itu, kini puluhan pemburu monster kembali menyerang Karina dan Anton secara serentak.


Melihat para pemburu itu melesat ke arah mereka, Karina dan Anton pun dengan santai menghentakkan kaki ke tanah dan di saat itu juga terjadilah ledakan di sekitaran mereka berdua.


Di tempat Karina berdiri terjadi ledakan api yang sangat kuat bagaikan ledakan sebuah bom, sementara di tempat Anton terjadi ledakan angin yang menghasilkan gelombang angin yang sangat kuat.


Saking kuatnya kedua ledakan tersebut sampai-sampai membuat beberapa pohon di sekitar mereka sampai tercabut dan terhempas.


Tidak hanya pohon-pohon saja, kini para pemburu monster yang melesat ke arah mereka berdua itu pun kini juga ikut terhempas.


Berbagai suara teriakan terdengar saat mereka semua terhempas dan menghantam batang pohon yang ada di sekitar mereka.


Sementara itu, Sisilia dan yang lainnya yang saat ini berada di jarak yang cukup jauh hanya bisa merasakan tekanan udara yang di hasilkan dari ledakan itu. Namun mereka tidak terhempas dan hanya sedikit terdorong ke belakang namun masih bisa bertahan.


Mereka berlima kini terlihat terkejut setelah melihat ledakan yang sangat kuat itu.


Mereka berlima tampak kagum dengan kekuatan yang di tunjukkan oleh Karina dan Anton.


Setelah itu Anton pun langsung bergerak cepat mendekati Karina, dan ia pun kini berdiri di samping kiri Karina.

__ADS_1


Setelah itu Anton pun langsung menggenggam tangan Karina.


Karina pun langsung menatap ke arah Anton saat merasakan genggaman tangan Anton.


"Ayo buat kombinasi angin api!... Biar ku bantu kau memperkuat api-mu menggunakan angin milikku." Ucap Anton sambil menatap mata Karina.


"Baiklah." Jawab Karina singkat sambil mengangguk.


Lalu Karina pun mengangkat tangan kanannya ke atas dengan posisi telapak tangan terbuka, dan setelah itu Anton pun juga ikut mengangkat tangan kirinya.


Tak butuh waktu lama, kini sebuah gumpalan api pun tercipta.


Gumpalan api itu memiliki besar kira-kira tiga kali lipat lebih besar dari ukuran bola voli.


Sementara itu, kini angin yang Anton gabungkan pun ikut memperkuat dan membuat bola api itu menjadi semakin padat dan tampak kini elemen angin milik Anton bergerak mengelilingi bola itu dan tampak seperti dua buah cincin angin yang mengitari bola api tersebut.


Di sisi lain, ternyata para pemburu monster yang jumlahnya sangat banyak itu kini juga sudah menyiapkan jurus terkuat mereka masing-masing, dan bahkan beberapa dari mereka juga ikutan mengkombinasikan jurus terkuat mereka agar jurusnya jadi lebih kuat lagi.


"Dasar bodoh... Justru kami-lah yang tidak akan membiarkan kalian bertindak dan membuat keputusan seenaknya saja." Ucap Karina dengan penuh percaya diri.


Setelah itu, para pemburu monster yang jumlahnya kira-kira tersisa seribu lebih itu kini melesatkan semua jurus terkuat yang sudah mereka siapkan tersebut.


Ribuan jurus pun kini bergerak ke arah Karina dan Anton.


Melihat hal itu Sisilia dan yang lainnya pun langsung panik dan khawatir dengan situasi mereka berdua saat ini.


Namun di tengah kekhawatiran mereka tampak Anton pun langsung memberikan kode pada Sisilia untuk segera menjauh dari tempat tersebut.


Natan yang melihat kode dari Anton kini dengan sigap langsung mengambil tindakan dan menarik Sisilia dan yang lainnya untuk kabur dan menjauh dari tempat itu.


"Tempat ini berbahaya!" Ucap Natan dengan tegas.

__ADS_1


Baru saja Natan berkata seperti itu, kini seluruh serangan dari para pemburu monster langsung menghantam bola api dan angin milik Karina dan Anton.


Begitu jurus-jurus tersebut saling berhantaman, akhirnya sebuah ledakan yang sangat kuat pun terjadi dan ledakan itu membuat tempat itu menjadi hancur.


Ledakan yang terjadi bukanlah sekedar ledakan akibat jurus yang saling berhantaman, melainkan jurus bola api dan angin yang meledaklah yang membuat daya hancur menjadi sangat kuat.


Ledakan itu pun menghasilkan gelombang angin dan gelombang energi yang sangat kuat.


Kepulan asap tebal terbentuk dan kobaran api yang sangat besar langsung naik ke udara hingga ketinggian lebih dari 20 meter.


Ledakan itu pun kini menghancurkan segala yang ada di sekitarnya dengan jangkauan radius kurang lebih 100 meter sementara di luar jarak itu masih ada tempias dari gelombang angin yang sangat kuat yang bisa menghempaskan tubuh manusia.


Hal itu pun membuat Sisilia dan yang lainnya yang berada di luar jangkauan area yang hancur total itu kini hanya terkena gelombang angin yang membuat mereka kini terhempas cukup kuat.


Namun beruntungnya mereka berlima masih bisa mendapatkan posisi yang bagus sehingga bisa bergerak dan mendarat ke tanah tanpa menabrak benda-benda lainnya.


Sementara itu, orang-orang yang sebelumnya berada di jarak yang mengalami kehancuran total kini langsung berteriak-teriak kesakitan karena mengalami luka parah.


Beberapa dari mereka ada yang langsung meninggal begitu saja akibat tertusuk oleh batang pohon dan ranting-ranting pohon, sementara beberapa orang lainnya mengalami patah tulang karena tertimpa oleh batang pohon.


Kini lebih dari seribu pemburu monster itu pun akhirnya tumbang, baik itu secara fisik maupun secara mental.


Bahkan saat ini masih ada sekitar lebih dari tiga ratus orang berhasil selamat tanpa luka namun sudah tak berani lagi untuk melakukan perlawanan.


Sementara itu, Karina dan Anton yang berada di area pusat ledakan kini terlihat masih baik-baik saja.


Keduanya masih tetap berdiri bersebelahan, sementara tanah di sekeliling mereka sudah hancur dan membentuk kawah yang cukup dalam dan sangat luas.


Para pemburu monster yang selamat dari ledakan itu kini hanya bisa menatap Karina dan Anton dengan ekspresi putus asa dan ketakutan.


Kaki dan tubuh mereka kini gemetaran dan tatapan mata mereka kini terlihat seperti orang yang sedang melihat monster yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Ki... Kita tidak akan bisa menang!"


__ADS_2