
Tak di rasa, matahari kembali terbit dari arah timur pertanda pagi telah tiba.
Baru saja matahari mulai memunculkan siluet cahayanya, kini sosok seorang pria keluar dari rumahnya yang menghadap ke arah barat membelakangi arah matahari terbit.
"Kira-kira pagi-pagi sepertinya ini sudah ada kios yang buka belum ya?... Kemarin aku lupa kalau aku sudah kehabisan kopi... Rasanya sangat tak nyaman jika selesai sarapan tak minum kopi." Ucap Anton sambil berjalan mencari kios yang berada di sekitar area perumahan serta di luar area perumahan tersebut.
Setelah beberapa saat Anton berjalan, kini ia pun tiba di sebuah kios yang cukup besar dengan berbagai macam barang yang di jualnya.
Kios itu sudah buka, dan memang pemilik kios ini selalu buka di jam seperti ini.
Bahkan terkadang kios ini sudah buka sekalipun matahari belum terbit, dan mereka kadang tutup di atas jam 12 malam.
Begitu Anton tiba dan masuk ke kios itu, Anton bertemu dengan Karina yang sedang bertransaksi dengan pemilik kios tersebut.
"Apa yang kau beli?" Tanya Anton saat melihat Karina.
Mendengar suara Anton yang menyapanya, kini Karina pun menoleh ke belakang dan mendapati sosok Anton yang sedang berdiri tegak di belakangnya.
"membeli kepentingan wanita." Ucap Karina singkat dan kemudian kembali menoleh ke arah pemilik kios yang sedang menghitung uang kembalian.
"Ehh?... Kepentingan wanita ya?" Ujar Anton yang masih sedikit bingung dengan apa yang di maksudkan oleh Karina.
Anton pun kemudian mencoba melirik isi dari kresek hitam yang saat ini di pegang oleh Karina dan samar-samar ia melihat sebuah logo yang biasanya tampak di sebuah benda yang di pakai oleh wanita saat sedang dalam masa menstruasi.
"Ohh..." Pikir Anton saat melihat benda itu.
Setelah Karina selesai dengan urusannya, kini Anton pun membeli kopi yang ia inginkan.
Tak butuh waktu lama kopi itu sudah ada di tangan Anton dan karena Anton membawa uang pas, jadinya ia tak butuh waktu lama untuk bertransaksi dengan pemilik kios itu.
Setelah membayar kopi yang di belinya, kini Anton pun langsung keluar dari kios yang cukup besar itu dan menemui Karina yang sedang berjalan santai menjah dari tempat itu.
"Pagi." Ucap Anton yang kembali menyapa Karina dengan singkat.
"Pagi juga." Jawab Karina dengan kesan yang datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
Setelah saling menyapa, kini keduanya mulai saling diam-diaman lagi.
Entah apa yang harus di bahas rasanya tak ada yang bisa di jadikan topik untuk mengisi kesunyian yang terjadi di antara mereka.
Hingga akhirnya Karina pun mulai membuka topik namun dengan suara yang terdengar pelan dan hanya bisa di dengar oleh mereka berdua.
"Bisa kau jemput aku setelah kau berubah menjadi Zero?" Tanya Karina dengan suara setengah berbisik.
"Eh?... Aku ini bukan tukang ojek atau semacamnya loh... Lagi pula kalau kita sering bersama bisa-bisa yang lainnya akan mengira kita punya hubungan spesial." Ucap Anton mencoba menolak.
"Lah?... Memangnya kenapa?... Kan tinggal jujur saja, apa susahnya?" Balas Karina dengan entengnya tanpa menoleh ke arah Anton.
"Duh... Perempuan yang satu ini rasanya benar-benar tidak terduga, pikiran-nya agak sulit di tebak." Pikir Anton saat melirik ekspresi datar dari Karina.
"Hah... Baiklah, aku akan menjemput-mu." Jawab Anton setelah menghela nafas panjang.
"Jika kau tak ikhlas melakukannya maka tak perlu kau lakukan, Lagi pula dari awal aku bertanya apa kau bisa, atau tidak?" Ucap Karina mengungkit kembali pertanyaannya sebelumnya setelah mendengar helaan nafas yang terdengar berat dari mulut Anton.
"Baiklah, aku ikhlas kok." Balas Anton mencoba mengalah sambil menatap kembali ke depan.
Meskipun ekspresi Karina tampak terus datar seperti itu, namun kesan elegan dan wajah cantiknya itu justru semakin menarik perhatian para lelaki bila melihat wajahnya.
Namun Anton tidak melihat ke arah itu, ia tidak begitu peduli apakah Karina itu cantik atau tidak. Karena yang terpenting bagi Anton saat ini adalah bagaimana ia bisa mengejar misinya hingga pantas masuk ke dalam portal yang ada di Dunia ini serta melakukan petualangan dan mencari jati dirinya yang sebenarnya yang kemungkinannya bukan berasal dari dunia ini. (Bumi)
"Dari pada gadis ini makin jadi dan malah akhirnya punya niatan membocor-kan informasi tentangku, maka sebaiknya aku turuti saja... Lagi pula ini bukan sesuatu yang berat untuk di lakukan... Masih tergolong wajar." Pikir Anton.
"Tenang saja, aku benar-benar ikhlas kok." Balas Anton sambil menoleh dan menatap Karina dengan senyuman manis yang kini terukir di wajahnya.
Karina yang mendengar ucapan Anton pun kini mencoba melirik ke arah Anton yang saat ini sedang menatapnya sambil tersenyum manis.
Baru saja lirikan matanya menangkap sosok wajah pria tampan itu, seketika wajahnya pun mulai memerah dan ia segera mengalihkan pandangannya dari Anton serta kembali menatap ke depan dengan cepat agar wajahnya yang mulai memerah itu kembali stabil karena melihat wajah Anton-lah yang memancing hal itu terjadi.
Anton yang sempat menyadari hal itu pun kini hanya bisa sedikit menggelengkan kepalanya setelah tahu ternyata dirinya kini sudah berhasil menghancurkan ekspresi Karina yang sedari tadi tampak datar tanpa emosi sedikitpun.
"Hahaha... Ternyata dia bisa malu-malu juga ya." Pikir Anton sambil kembali menoleh ke depan dan menggelengkan kepalanya sekali.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, kini keduanya pun tiba di depan rumah masing-masing. Sebelum Karina berjalan menjauh dari Anton, ia sempat mengungkit kembali pembicaraan Sebelumnya.
"Jangan lupa yang tadi ya." Ucap Karina yang kini terlihat mengulas senyum tipis di wajahnya.
"iya-iya..." Ucap Anton menanggapi.
"Oke." Jawab Karina singkat dan kemudian langsung berjalan ke halaman rumahnya dan tak butuh waktu lama kini langsung masuk ke dalam rumah.
Melihat Karina sudah masuk ke dalam rumah, kini Anton pun juga langsung pergi dan masuk ke dalam rumahnya.
Setelah Anton kembali dari kios, kini Anton pun segera memulai harinya seperti biasa.
Ia kini langsung memasak sarapan untuk di makannya saat ini dan ia juga sudah memanaskan air untuk menyeduh kopi yang sebelumnya sudah ia beli dari kios itu.
Setelah sarapan dan meminum kopi yang ia buat, kini Anton pun keluar dari rumahnya. Ia kemudian menggunakan jurus pendeteksian miliknya untuk mengecek keberadaan Karina di rumahnya, dan ternyata Karina benar-benar masih ada di sana.
"Apa dia benar-benar akan menunggu ku jemput?" Pikir Anton yang kemudian segera keluar dari area rumahnya itu.
Ia kemudian langsung melesat dengan cepat ke sebuah tempat yang cukup jauh dari tempat keramaian, tempat itu adalah sebuah lahan milik warga pedesaan dan tempatnya masih sangat sunyi.
Lalu Anton pun segera menggunakan jurus pendeteksian miliknya untuk memastikan apakah ada pengguna energi gelap di sekitar sini atau tidak, dan hasilnya tidak ada yang ia temukan.
Lalu sekali lagi Anton mulai menggunakan jurus pendeteksian dengan konsentrasi penuh di level yang lebih tinggi lagi.
Jurus pendeteksian konsentrasi penuh ini membuat Anton bisa merasakan segala jenis pergerakan yang ada di area yang bisa ia jangkau.
Bahkan pergerakan seekor semut pun bisa ia ketahui.
Tujuan ia melakukan hal itu adalah untuk memastikan bahwa benar-benar di tempat ini sunyi dan tidak ada satu manusia pun yang bisa melihat dirinya yang akan berganti wujud sebagai Zero.
Setelah memastikan semuanya aman, kini Anton pun langsung menjentikkan jarinya dan seketika itu juga perlengkapan serta pakainya sebagai seorang Zero langsung muncul membaluti tubuhnya saat ini.
Hal itu bisa Anton lakukan karena Anton memiliki ruang penyimpanan khusus sehingga ia bisa memunculkan dan menghilangkan (menyimpan kembali) Barang-barangnya dengan mudah dan cepat.
Setelah selesai berubah menjadi sosok Zero, kini Anton pun segera memunculkan pedang besarnya yang ia layangkan dengan ketinggian setinggi pinggangnya.
__ADS_1
Lalu Anton pun langsung melompat ke atas pedang besar itu, dan baru saja kakinya mendarat di atas pedang, ia pun langsung melesat dengan segera untuk menemui Karina yang kemungkinannya sedang menunggu kedatangan dirinya saat ini.