Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Kegiatan Serikat


__ADS_3

Saat ini Anton dan seluruh anggota serikat pembebasan langsung pergi ke kantor Asosiasi untuk menjual semua kristal energi mereka.


Begitu tiba di kantor asosiasi, Anton pun langsung mengeluarkan semua kristal energi yang ia simpan di ruang penyimpanan miliknya.


Begitu Anton mengeluarkan semua kristal energi yang ada, seketika semua orang di tempat itu langsung terkejut melihat banyaknya kristal energi yang di munculkan oleh Anton.


Kini mata para pemburu monster lainnya serta para pekerja di kantor asosiasi pemburu monster itu langsung tertuju pada Anton.


Di sisi lain, para pemburu monster lainnya banyak yang bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana Anton bisa memunculkan kristal energi itu.


Sementara itu, para pekerja yang ada di sana tentunya sudah tidak asing lagi dengan jurus penyimpanan milik Anton sehingga mereka tidak terkejut akan jurus itu melainkan hanya terkejut melihat jumlah kristal energi yang ia munculkan saja.


"K... Kau ingin menukarkan semuanya sekarang?" Tanya si petugas kantor itu dengan nada seperti orang yang sedang ragu.


"Ya... Aku ingin menukarkan semuanya." Ucap Anton.


"Waduh... Sepertinya akan jadi hal sibuk lagi nih." Ucap salah satu petugas lainnya.


"Tidak usah mengeluh!... Untuk sekarang cepat bantu aku mengidentifikasi level berapa sajakah kristal energi yang di bawa oleh bocah ini." Ucap si petugas kantor asosiasi itu.


"Baiklah."


Kini Tiga petugas yang ada di tempat itu langsung mendekati kristal energi yang menumpuk di atas lantai saat ini dan mereka pun mulai mengidentifikasi level-level yang di miliki oleh masing-masing kristal energi itu.


Setelah selesai, kini mereka pun menukarkan kristal energi itu dan menyerahkan uangnya pada Anton.


Begitu uang sudah di terima, kini Anton dan yang lainnya pun kembali memulai rencana mereka untuk menyempurnakan kebutuhan di markas mereka itu.


Mereka kini mulai berbelanja di berbagai tempat dengan cara terpisah-pisah agar bisa membeli sesuatu dengan cepat.


Setelah semua sudah selesai terbeli, kini mereka tinggal menunggu semuanya di markas hingga beberapa saat mereka menunggu akhirnya barang-barang yang mereka beli pun berdatangan di bawakan oleh para pengantar barang menggunakan mobil khusus pengantar barang.


Sesudah itu mereka semua pun mulai mengatur semua barang-barang itu hingga tanpa mereka sadari bahwa mereka harus sudah malam.


Setelah hari sudah gelap, saat itu mereka juga sudah selesai mengatur semua barang di markas mereka dan markas itu kini sudah sempurna untuk di jadikan sebuah markas khusus mereka saat ini.


"Hah... Akhirnya selesai juga!" Ucap Aris yang langsung duduk di sofa sambil bersandar dengan ekspresi lesu.


"Tidak ku sangka ternyata ini cukup melelahkan juga." Timpal Anton sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan Aris.

__ADS_1


Tak lama setelah itu Lisa dan Anita pun datang dan duduk di sofa terpisah yang ada di samping mereka berdua.


"Yah... Meskipun melelahkan, tapi ini sih belum seberapa jika di bandingkan dengan bertarung melawan monster." Sela Anita


"Ya itu benar!... Kemarin aku sampai sakit-sakit badan hingga kesulitan tidar akibat kelelahan saat bertarung." Ucap Lisa menyanggah.


"Memang sih, bertarung dengan para monster jauh lebih merepotkan dan melelahkan." Balas Aris mengiyakan.


Tak lama setelah itu, Karina dan Sisilia pun datang membawa minuman serta cemilan.


"Baiklah, untuk sekarang kita istirahat dan santai-santai dulu... Setelah ini jika ada yang mau langsung pulang silahkan saja." Ucap Sisilia.


"Boleh aku memberi satu saran?" Ucap Anton.


"Saran apa itu?" Tanya Sisilia.


"Bagaimana jika kita membuat tugas jaga untuk markas ini?" Ucap Anton memberi saran.


"Tugas jaga?" Tanya Lisa yang masih belum paham arah dan tujuan perkataan Anton.


"Begitu ya..." Ucap Sisilia sambil memegang dagunya karena ia langsung paham maksud Anton.


"Kau benar!... Lagi pula ini sudah jadi markas kita, jadi setidaknya harus ada yang selalu bersiaga dan menjaga markas ini." Ucap Karina menanggapi.


"Baiklah, kurasa aku setuju dengan itu... Bagaimana kalau kita langsung buat undian saja untuk tugas jaga itu.?" Ucap Aris menyarankan.


"Oke."


Setelah itu mereka pun membuat undian dan mencabut nomor yang di siapkan dalam undian itu untuk menentukan pasangan saat melakukan tugas jaga karena mereka mengusulkan agar yang berjaga harus dua atau lebih.


Setelah mencabut undian, kini pasangan mereka telah di tentukan.


Aris dan Lisa, Sisilia dan Anita, Karina dan Anton.


Sementara itu untuk Natan sendiri akan mengikuti salah satu dari dua orang ini dan Sisilia menyarankan agar Natan ikut berjaga bersama dengan dirinya dan Anita.


"Oke, karena sudah terbentuk, maka ayo kita putuskan siapa yang akan berjaga malam ini." Ucap Aris lagi.


"Oke." Balas mereka semua.

__ADS_1


Lalu undian pun di lakukan lagi dan ternyata yang lebih dulu mendapat tugas jaga malam ini adalah Aris dan Lisa.


"Lah?... Malah dapat yang paling awal." Ucap Aris dengan ekspresi malas.


Melihat ekspresi Aris itu, kini mereka semua pun langsung tertawa.


Kemudian mereka pun mulai berbicara berbagai hal hingga akhirnya malam pun mulai larut.


"Sebaiknya kita segera pulang sekarang." Ucap Anita.


"Kau benar." Balas Sisilia.


Setelah itu mereka semua pun keluar dari markas mereka dan meninggalkan Aris bersama Lisa untuk berjaga malam ini.


"Kenapa harus buat tugas jaga sih?" Tanya Lisa dengan suara mengeluh sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Itu karena lokasi ini rawan pencurian, jika kita meninggalkan tempat ini, bisa-bisa ada orang lain yang datang dan mencuri barang-barang kita dengan mudah, apa lagi jika pencurinya ternyata juga seorang pemburu monster, maka bisa di pastikan ia bisa mencuri dengan sangat mudah." Jawab Aris.


"Begitu ya." Balas Lisa yang sudah paham dengan hal itu.


Sementara itu, di luar markas kini Anton langsung memunculkan pedang besar milik-nya yang melayang tepat di depannya.


Saat Anton hendak melompat, tiba-tiba bajunya di pegang oleh seseorang dari belakang.


Anton pun segera menoleh dan ternyata yang memegang bajunya itu adalah Karina.


"Boleh aku menumpang?" Ucap Karina.


"Ehm... Boleh saja." Jawab Anton seperti sedikit ragu karena seharian ini Karina sepertinya sangat acuh padanya.


"Kalau begitu aku ingin berdiri di depan-mu." Ucap Karina lagi.


"Tidak masalah." Jawab Anton santai.


Lalu Anton pun melompat ke atas pedangnya itu, setelah itu ia menjulurkan tangannya pada Karina dan membantu Karina naik ke atas pedang itu.


Kini Karina pun berdiri di depan Anton dan membelakangi Anton.


"Ayo jalan." Ucap Karina menyuruh Anton untuk segera melesat.

__ADS_1


"Gadis ini seenaknya saja." Pikir Anton yang kemudian langsung melesat sesuai perkataan Karina.


__ADS_2