Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Topeo Vs Anton (2)


__ADS_3

Saat ini Topeo sedang melancarkan serangan petir yang cukup banyak menyambar dari awan.


Serangan petir itu berasal dari jurus yang bisa ia gunakan dari senjata energi yang ia miliki saat ini.


Namun sayangnya tak satu pun serangan petir itu bisa mengenai Anton dan hal itu tentunya membuat Topeo jadi sedikit kesal dan tertantang untuk melawan Anton.


"Bocah ini benar-benar ingin melihatku bertarung serius hah?!" Pikir Topeo.


Lalu Topeo pun memunculkan sebuah pedang api di tangan kirinya dan pedang api inilah kekuatan asli yang di miliki oleh Topeo.


"Terima serangan-ku ini bocah!" Bentak Topeo dengan ekspresi serius sambil menebas-kan kedua pedangnya itu ke arah Anton.


Seketika dari tebasan itu terbentuklah ular petir dan ular api yang langsung melesat cepat ke arah Anton sambil bergulung-gulung di udara bagaikan bor yang sedang berputar.


Hingga akhirnya kedua jenis ular itu langsung menjadi satu begitu keduanya sudah berada dekat dengan Anton.


Alhasil kini ular petir dan api yang sudah menyatu itu menghasilkan warna yang berbeda dari dua warna yakni perpaduan warna api dan petir.


Kini ular itu pun langsung menghantam Anton.


Beruntung Anton sempat menciptakan perisai petir yang di baluti oleh perisai angin untuk menahan serangan tersebut.


Namun saking kuatnya serangan ular petir api itu kini membuat perisai petir angin milik Anton langsung mengalami keretakan.


Melihat keretakan itu, si Topeo pun langsung menghentak-kan kedua pedangnya ke depan dan dorongan ular petir api itu langsung bertambah kuat.


Keretakan perisai milik Anton pun semakin besar.


Namun Anton tampak masih tenang saja karena saat ini Anton memang sedang mencoba mengukur sejauh mana kekuatan dari serangan Topeo.


"Ternyata serangan-nya jauh lebih kuat dari perkiraan ku!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun segera memunculkan dua pedang di udara menggunakan tangan kanannya.


Seketika pedang petir dan pedang angin pun muncul di udara.


Lalu Anton pun segera menyatukan kedua pedang dengan jenis yang berbeda itu menjadi satu.

__ADS_1


Hingga akhirnya kini pedang petir angin pun terbentuk menjadi satu.


Begitu pedang milik Anton selesai di persiapkan, tiba-tiba perisai petir angin milik Anton langsung hancur berkeping-keping dan ular petir api itu langsung menerobos maju dan hendak menabrak Anton.


Namun dengan cepat Anton langsung memblokir serangan ular itu menggunakan pedang petir angin miliknya.


Namun karena serangan itu masih cukup kuat, Anton pun akhirnya terdorong jauh ke belakang akibat dorongan dari ular itu.


Tidak cukup sampai di situ saja, Topeo kini mengendalikan ular itu agar bergerak ke arah bawah agar Anton yang saat ini sedang memblokir serangan ular itu bisa ia jatuhkan ke bawah.


Si ular pun akhirnya langsung bergerak ke arah bawah membawa Anton bersamanya di depan mulutnya yang menutup.


Alhasil kini Anton pun berhasil di jatuhkan oleh ular itu.


Anton langsung mendaratkan kakinya ke tanah ketika ular itu membawanya melesat ke tanah dan saat Anton menahan tekanan dari dorongan ular itu, tiba-tiba ular itu langsung meledak akibat hantaman yang cukup kuat saat Anton mendarat ke tanah.


Ledakan itu membuat Anton terdorong ke belakang. Namun Anton dengan cepat menstabilkan kembali posisi berdiri ya setelah ia terdorong oleh serangan itu.


Sementara itu, Topeo yang melihat Anton yang masih tidak terluka dan hanya terlihat kelelahan menghadapi serangan dari ular petir apinya itu kini merasa bertambah kesal.


"Sial!... Bagaimana bisa dia tetap baik-baik saja seperti itu?!" Pikir Topeo.


Sementara itu, Anton yang saat ini berhasil bertahan dari serangan itu kini tampak sedang menghela nafas karena sebelumnya ia memang harus mengerahkan tenaganya agar bisa bertahan dari serangan ular petir api itu.


"Orang yang berada di ranking sepuluh sebelumnya ternyata memang bukan orang biasa yang kekutan dari serangannya biasa-biasa saja!" Pikir Anton.


Saat ini, Anton bisa merasakan seberapa besar kekuatan Topeo dan ia juga sudah mengetahui bahwa tingkatan Topeo jika di lihat berdasarkan level jauh lebih tinggi dari dirinya.


Saat ini Topeo sudah berada di tingkat Pro level 11, atau setara dengan level 221 jika di lihat dari alat pengukur level.


Sementara level Anton saat ini masih berada di level 193 jika ada alat yang mengkhususkan pengukuran dari energi Saga yang ia miliki.


"Perbedaan level kami cukup jauh!... Aku tak boleh bertindak gegabah lagi kali ini!... Jika aku terus menerima serangan seperti tadi, bisa-bisa aku akan kalah darinya!" Pikir Anton.


Lalu Anton pun kini mencoba cara lain untuk menghadapi Topeo.


Menurut Anton, adu kekuatan secara langsung dengan Topeo adalah hal yang berbahaya dan memang benar seperti itu karena perbedaan level mereka cukup jauh dan jelas kekuatan yang di miliki oleh Topeo masih lebih kuat dari yang Anton miliki.

__ADS_1


Oleh karena itu Anton pun mencoba beberapa teknik bertarung yang tidak mengharuskan Anton untuk beradu kekuatan secara langsung.


Anton kemudian memunculkan kembali pedang besar di kakinya, lalu dengan cepat ia melompat ke pedang itu.


Setelah berdiri di atas pedang itu, kini Anton langsung memunculkan puluhan pedang petir dan pedang angin di udara.


puluhan pedang petir dan pedang angin itu ia siapkan untuk di tembakkan ke arah Topeo.


Topeo yang melihat puluhan pedang itu tentunya tidak akan diam saja. Ia kini langsung menyiapkan kuda-kuda bertarungnya.


Sementara itu, Anton pun kini langsung menembakkan pedang miliknya itu secara beruntun dari empat arah mata angin.


Anton menggerakkan pedangnya memutar dan mengelilingi topeo terlebih dahulu lalu menembakkan pedang itu k arah Topeo dari empat arah mata angin.


Topeo tidak diam saja, ia kini memunculkan lagi ular petir dan ular api, namun kali ini ukurannya sedikit lebih kecil dari sebelumnya.


kira-kira ukuran ular petir dan api yang ia keluarkan itu sebesar Betor orang dewasa.


Ular petir dan ular api bermunculan di udara ketika Topeo mengangkat kedua pedangnya ke atas dan kini puluhan ular petir dan api itu sudah siap untuk menyerang.


Lalu Topeo pun mengayunkan kedua pedangnya satu persatu dan segera setelah itu para ular miliknya itu pun langsung menyerang ke arah Anton.


Beberapa ular petir maupun ular api lainnya tampak menahan dan berhantaman dengan pedang milik Anton sementara beberapa ular lainnya langsung melesat dan menyerang Anton.


Anton tidak diam saja, dan berbekalkan kemampuan terbangnya ia pun menghindari semua serangan ular itu dengan sangat cepat dan lihai.


Kemampuan Anton dalam mengendalikan pedangnya untuk terbang di udara kini semakin meningkat.


Tidak hanya itu saja, bahkan Anton juga kini terus menembakkan pedangnya ke arah Topeo tanpa henti sekalipun dirinya sementara terbang menghindari serangan dari Topeo itu sendiri.


"Aku tak boleh lengah sedikitpun!" Ucap Anton dalam hati.


Sementara itu, Topeo saat ini juga sedang berusaha menghindari semua serangan pedang Anton yang lolos dari serangan ular miliknya.


"Bocah ini cukup merepotkan juga!" pikir Topeo.


(Bersambung)

__ADS_1


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...



__ADS_2