
Saat ini Anton dan yang lainnya kini hanya bisa membiarkan Natan pergi menenangkan diri atas kematian Bruno yang masih membekas di pikirannya.
"Apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Anton saat Natan telah keluar dari ruangan tersebut.
"Tenang saja, dia orangnya memang seperti itu, nanti juga akan kembali seperti semula." jawab Lisa.
"Begitu ya."
"Yang terpenting sekarang kita harus mengurus beberapa barang terlebih dahulu... Meskipun saat ini kita masih dalam keadaan berduka, namun barang yang sudah kami pesan kemarin akan segera datang hari ini." Ucap Aris menyela.
"Begitu ya." Balas Sisilia.
"Uhmm... kami juga sudah memesan meja dan kursi kemarin dan kami sudah menyuruh mereka untuk membawanya hari ini." Sanggah Anita.
"Begitu ya... Baguslah, kalau begitu kita tunggu semua perlengkapan itu hari ini." ujar Sisilia menanggapi.
Setelah itu kini mereka semua pun menunggu.
Beberapa saat kemudian kini sebuah mobil angkutan tiba di depan markas mereka membawa semua yang mereka pesan kemarin.
Mulai dari meja, kursi, peralatan menulis, peralatan dapur dan berbagai kebutuhan lainnya kini sudah tiba dan meraka pun segera memasukkan semua itu serta menyusunnya dengan rapi di dalam markas mereka.
Sepanjang hari ini kelompok yang sudah kehilangan pemimpinnya itu Ki i sedang sibuk menata markas mereka karena bagaimana pun juga mereka semua sepertinya memang masih ada niat untuk melanjutkan kelompok ini meskipun orang yang cukup berpengaruh bagi mereka telah terbunuh.
Sejak awal, Natan dan yang lainnya memang mau mengikuti kelompok ini hanya karena mereka di minta oleh Bruno agar mengikuti kelompok tersebut.
Jika seandainya saat itu Bruno tidak berniat untuk gabung ke dalam kelompok yang di ajukan oleh Anton ini, maka besar kemungkinan Natan dan yang lainnya juga tidak akan ikut gabung ke kelompok ini.
Setelah mereka semua selesai membereskan dan menata seluruh ruangan yang ada di markas itu, kini mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Namun untuk saat ini Anton tidak langsung pulang ke rumahnya, ia sedang memiliki sedikit urusan dengan tuan Hiruzwen sehingga sore menjelang malam ini Anton pun langsung pergi ke kantor pusat asosiasi pemburu monster yang ada di tembok pertama.
"Kalian duluan saja, aku masih ada urusan lain." Ucap Anton.
"Kau mau ke mana?" Tanya Karina.
"Aku sedang ada urusan dengan tuan Hiruzwen." Jawab Anton sambil menoleh ke arah Karina saat ia kini sudah berada di atas pedangnya yang biasa ia kendarai.
"Begitu ya... Hati-hati di jalan." Ucap Karina.
Setelah itu Anton pun hanya mengangguk dan kemudian dengan segera Anton melesat menjauh dari tempat Karina dan yang lainnya saat ini.
"Baiklah, sekarang kita pulang dulu dan besok kita akan berkumpul lagi untuk membahas kelanjutan dari kelompok kita ini." Ucap Sisilia yang tampak berusaha untuk tegar.
"Sepertinya Sisilia merasa sangat kehilangan... Sejak awal aku memang merasa kalau Sisilia ini menyimpan perasaan pada Bruno." Ucap Aris dalam hati.
Setelah itu kini mereka semua pun berpencar karena memang arah tempat tinggal mereka berbeda-beda.
Sementara itu, Anton yang saat ini sedang terbang menuju ke tembok pertama kini di kejutkan dengan sebuah serangan berupa belati kecil yang melesat dari sebuah gang sempit yang ada di bawah sebuah perkotaan yang sedang di lewati oleh Anton saat ini.
TCHINGGG!!
Anton berhasil menepis belati itu menggunakan tangannya yang ia lapisi dengan angin yang sudah ia perkuat.
"Siapa di sana?!" Tanya Anton sambil menoleh ke bawah tepat ke arah serangan itu muncul.
Namun sayangnya tidak ada jawaban sama sekali atas pertanyaan Anton.
Malahan dari bawah sana kembali muncul serangan belati namun dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
__ADS_1
Anton pun segera memunculkan pedang petir di tangannya dan dengan cepat menangkis semua serangan itu dengan ayunan pedang petir miliknya yang sangat cepat dalam pergerakannya itu.
"Sial!... Tidak bisa di ajak bicara ya hah?!" Ucap Anton.
Setelah itu Anton pun segera melompat dari pedangnya dan mendarat tepat di tengah-tengah gang sempit itu.
Baru saja Anton memijakkan kakinya ke tanah itu, tiba-tiba serangan belati itu kembali datang dengan jumlah yang sangat banyak serta muncul dari berbagai arah.
Menyadari kemunculan belati yang sangat banyak itu, Anton pun segera membuat pedang angin di tangannya yang satunya lagi dan dengan gerakan yang sangat cepat Anton mengayun kedua pedangnya itu untuk menepis dan menebas semua belati yang bergerak ke arahnya.
Setiap ayunan pedang Anton menghasilkan bunyi yang sangat khas besi yang berhantaman dengan besi.
Hal itu di karenakan setiap ayunan pedang Anton semuanya tidak ada gerakan yang sia-sia karena semuanya seperti sudah di perhitungkan.
Kini semua belati yang melesat ke arah Anton berhasil di tebas dan di blokir oleh pedang Anton.
Berhubung saat ini suasana sudah cukup gelap, alhasil kini gang sempit itu pun sudah terlihat gelap.
"Siapa kau?!... Jika memang berani tunjukkan wujudmu!" Ucap Anton menantang sosok yang sedang menyerangnya itu.
"Siapa sebenarnya orang ini?... Apa jangan-jangan ini adalah orang-orang suruhan dari para ketua cabang lagi?" Pikir Anton saat ini.
Namun tak lama setelah itu, kini dari kegelapan perlahan terlihat sosok seorang manusia, dan saat orang misterius itu terus berjalan maju mendekat ke arah Anton, kini orang misterius itu pun tiba di bawah sebuah lampu yang yang tampak redup.
Sosok orang misterius yang menyerang Anton itu pun kini bisa di lihat oleh Anton. Namun sayangnya orang itu mengenakan penyamaran seperti yang Anton lakukan saat ini.
Tampak orang itu mengenakan pakaian layaknya seorang ninja yang menutupi seluruh wajahnya kecuali bagian matanya.
Selain itu orang misterius itu juga mengenakan pakaian serba hitam.
"Hahahaha!"
Dari suara tertawanya itu, bisa di pastikan bahwa orang misterius itu adalah seorang pria.
"Siapa kau?!... Kenapa menyerang-ku?" Tanya Anton yang kini segera menyiapkan diri dengan sikap waspada dan siap bertarung.
"Kau tak perlu tahu tentang ku... Yang jelasnya saat ini kau harus mendengarkan satu permintaan dari orang yang mengirim ku ke sini... Permintaan itu adalah tentang kekuatan mu saat ini!" Ucap pria misterius itu dengan tatapan yang tampak sangat pasti.
"Kekuatan ku?... Ada apa dengan kekuatan ku?" Tanya Anton.
"Para peneliti saat ini sedang sangat membutuhkan sampel baru dan sesuatu yang baru untuk memperkuat umat manusia, oleh karena itu mereka ingin kau mengungkap jati dirimu di hadapan mereka." Ucap pria misterius itu.
Mendengar ucapan pria misterius itu, kini Anton pun langsung menatap pria itu dengan tatapan serius.
"tchi... Pada akhirnya diriku benar-benar sudah mulai di curigai oleh para peneliti di negri ini!" pikir Anton.
Kini Anton pun mulai membalas ucapan pria itu dengan membuat alasan seolah-olah ia sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh pria misterius itu.
"Apa maksud ucapan-mu, aku sama sekali tidak mengerti." Ucap Anton.
"hahaha... Sejujurnya aku sendiri pun sama sekali tak mengerti, namun ini sudah menjadi tugasku... oleh karena itu, jika kau tak mau di ajak bekerjasama dengan cara yang baik-baik, maka aku harus membawamu secara paksa ke tempat para peneliti itu berada." Ucap pria misterius itu yang kini langsung menatap Anton dengan tatapan mengintimidasi.
Anton yang melihat hal itu pun seketika langsung semakin waspada dan bersiaga.
Apa lagi saat ini Anton bisa melihat bahwa sosok pria misterius itu kini sudah berada di level yang jauh lebih tinggi dari level Anton saat ini.
Berdasarkan apa yang Anton rasakan saat ini, pria misterius itu sudah berada di tingkat Pro level 42, di mana jika di lihat menggunakan alat pendeteksi level akan tercantum level 252 sementara Anton saat ini masih berada di tingkat Elite level 43 yang mana jika di lihat menggunakan alat pendeteksi level maka akan tercantum level 193.
Namun karena alat pendeteksi level tak bekerja untuk energi Saga yang di miliki oleh Anton maka alat itu pun tak bisa mendeteksi level Anton dengan benar.
__ADS_1
Kini pria misterius itu pun memunculkan empat belati di tangan kanannya dan di tangan kirinya juga ia munculkan empat belati yang sama.
Anton yang melihat hal itu kini mencoba mencari tahu jurus apa yang sebenarnya di miliki oleh pria itu dan dari monster apa ia bisa mendapatkan jurus seperti itu.
"Orang ini sepertinya punya jurus yang unik!" Pikir Anton.
Baru saja Anton berkata seperti itu, kini pria misterius tersebut segera melemparkan belatinya itu ke arah Anton.
Kini delapan belati berukuran sama melesat ke arah Anton dan saat sementara melesat tiba-tiba belati-belati itu berubah menjadi semakin banyak jumlahnya.
Melihat hal itu, Anton pun jadi sedikit terkejut.
Mau tak mau Anton pun kini hanya bisa segera melompat ke belakang untuk menghindari serangan belati tersebut sambil menangkis beberapa belati lainnya yang melesat ke arahnya.
Note: Untuk memperjelas tingkatan serta level author akan sisipkan daftar level dan tingkatan dari yang terendah sampai yang tertinggi.
Untuk energi yang di miliki oleh Anton, yakni energi Saga.
Energi ini memiliki 11 tingkatan sebagai berikut.
-Tingkat dasar. [ LV 0-10 ]
-Tingkat menengah. [ LV 0-20 ]
-Tingkat atas. [ LV 0-30 ]
-Tingkat tinggi. [ LV 0-40 ]
-Tingkat profesional. [ LV 0-50]
-Tingkat Elit. [ LV 0-60 ]
-Tingkat master. [ LV 0-70 ]
-Tingkat Grandmaster. [ LV 0-80]
-Tingkat Epic [ LV 0-90]
-Tingkat legendaris. [ LV 0-100 ]
-Tingkat Absolute. [ LV 0-tak terhingga ]
Selain itu, untuk tingkatan energi Nosa, yakni energi dari para monster yang manusia lainnya kenal sebagai energi gelap memiliki 6 tingkatan sebagai berikut.
-Tingkat Rookie ( lvl 0-60)
-Tingkat Veteran ( lvl 0-70 )
-Tingkat Elite ( lvl 0-80 )
-Tingkat Pro ( lvl 0-90 )
-Tingkat Master ( lvl 0-100 )
-Tingkat Legendary ( lvl 0-tak terhingga )
Sementara itu, untuk sistem level yang ada di mesin pendeteksi level buatan manusia hanya menunjukkan level dengan urutan normal seperti urutan pada biasanya.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1