Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Serangan Para Monster (2)


__ADS_3

Masih di kota Limpu, yakni kota tempat Karina dan yang lainnya berbelanja dan di serang oleh monster sebelumnya.


Tampak saat ini para monster mengobrak-abrik kota, sementara itu beberapa pemburu monster mulai berdatangan untuk mengatasi kekacauan tersebut.


Di sisi lain, di tempat yang berbeda dari tempat Karina dan Aris kini terlihat Natan, Lisa, dan Anita tampak sedang membantu evakuasi masyarakat.


Mereka menggiring masyarakat ke jalan yang aman untuk saat ini agar segera berkumpul di titik kumpul yakni gedung evakuasi.


"Kalian berdua tetaplah lanjutkan evakuasinya!... Aku akan bergabung dengan beberapa pemburu lainnya untuk menghadapi para monster yang menyerang ini!" Ucap Natan pada Lisa dan Anita.


"Baiklah!" Jawab keduanya serentak menanggapi Natan.


"kau harus berhati-hati... tampaknya semua monster ini berada di level 100 ke atas... level itu tentunya berada jauh di atas level kita saat ini." Ucap Anita mengingatkan.


"Tenang saja, aku akan bergabung dengan pemburu monster lainnya agar bisa bertarung dengan aman!" balas Natan menanggapi.


Setelah itu kini Natan pun segera bergegas dan pergi ke tempat pertarungan di mana para pemburu monster level 100 ke atas kini sedang menahan para monster agar tak bergerak lebih jauh lagi ke dalam kota.


Sementara itu, di lokasi pertarungan saat ini tampak para pemburu monster susah melakukan bentrok dengan para monster.


Berbagai jurus di kerahkan oleh para pemburu monster itu guna menghajar dan melumpuhkan para monster yang menyerang.


Namun para monster itu tentunya juga tidak mau kalah, mereka juga menyerang balik.


Berbekalkan ketahanan fisik yang kuat, tampak para monster tirex petir itu bisa menahan serangan para pemburu monster tanpa terluka.


Beberapa pedang dengan elemen api melesat menghantam salah satu monster tirex, namun monster itu bisa menahannya dengan kulitnya yang sangat tebal.


Monster tirex kemudian memancarkan petir dari tubuhnya, ia menyambar-kan petir dengan sangat cepat ke berbagai arah.


Sementara itu pemburu monster lainnya segera menahan serangan itu menggunakan perisai tanah.


Monster lainnya kini menyerang menggunakan laser petir, tepat ke arah salah satu pemburu monster yang telah berhasil menusuk tubuh monster lainnya menggunakan pedang.


Laser petir itu melesat cepat ke arahnya, namun di saat yang tepat Natan tiba dan segera menarik pria itu menggunakan tanaman rambat miliknya.


DUAAARRRR!!

__ADS_1


Ledakan pun terjadi saat laser petir dari mulut monster tirex itu menghantam tanah.


Sementara pria yang berhasil di selamatkan oleh Natan kini langsung menghela nafas lega melihat kejadian tersebut.


"Hah... Hampir saja!" Ucapnya sambil mengelap keringat dingin di dahinya.


Lalu ia berbalik badan dan menoleh ke arah Natan. "Terimakasih bantuannya kawan!" Ucap pria itu berterimakasih pada Natan.


"Tidak masalah!" Jawab Natan singkat dan kembali berfokus pada pertarungan.


"Sebaiknya tetap waspada!... Jangan sampai gegabah!" Ucap Natan mengingatkan.


"Siap!" Balas pria itu menanggapi.


Kini keduanya pun bertarung bersama, dan tidak hanya mereka berdua saja, kini beberapa pemburu monster lainnya langsung bergabung dalam kombinasi pertarungan yang mereka berdua lakukan, apa lagi saat ini Natan memiliki keunggulan yakni kemampuan mengendalikan tanaman rambat yang termasuk sangat efektif dalam hal mengunci pergerakan lawan dan juga bisa di gunakan untuk menyelamatkan rekan apa bila dalam keadaan terdesak seperti yang Natan lakukan sebelumnya.


Kombinasi pertarungan yang mereka lakukan cukup kuat sehingga mereka pun bisa menumbangkan cukup banyak monster yang datang menyerang kota tersebut.


Di sisi lain, saat ini terlihat sosok Bruno dan Sisilia yang sedang bertarung dengan para monster yang berdatangan ke kota itu.


"Sisilia!... Hubungi semua anggota serikat, dan beritahu mereka bahwa kegiatan kita hari ini di tunda dahulu... Terutama Zero!... Segera beritahu ia mengenai masalah ini!" Ucap Bruno sambil menoleh pada Sisilia yang ada di belakangnya.


******


Kantor Asosiasi pemburu monster cabang ke lima.


Saat ini di kantor asosiasi cabang ke lima tampak seluruh staf pekerja di tempat itu sedang sibuk akibat serangan dadakan dari para monster yang datang ke kota Limpu dan kota Gomu.


Tampak di sebuah ruangan para staf pekerja di kantor itu sedang melakukan pencarian sumber kemunculan monster tersebut menggunakan teknologi satelit yang mereka miliki saat ini, dan selain teknologi itu, mereka juga mengirimkan kamera pengamat menggunakan drone agar bisa melihat situasi di seluruh kota dan melakukan pencarian sumber kemunculan monster menggunakan kamera pengamat yang ada di drone itu.


"Para monster itu benar-benar sudah menggila!" Ucap salah satu pekerja.


"Di mana pemburu monster level 200 ke atas?... Kenapa masih belum datang juga?!"


"Kami sudah menghubungi mereka satu-persatu, dan beberapa dari mereka sedang dalam perjalanan sementara beberapa lainnya masih mengurusi masalah yang ada di kota pusat!"


"Bukannya kota pusat banyak pemburu level 200 ke atas?... Apa perlu selama itu mereka mengatasi monster di sana?"

__ADS_1


"Di sana muncul sangat banyak monster juga pak!... Bahkan Jumlahnya hampir sama dengan yang ada di kota ini!"


"Untuk saat ini kita hanya bisa mengandalkan pemburu monster lainnya yang masih bisa bergerak meskipun level mereka berada di level 200 ke bawah, tapi setidaknya mereka masih bisa mengalahkan beberapa monster lainnya!"


Berbagai perdebatan pun terjadi di ruangan tersebut, sementara pengecekan terus di jalankan.


Hingga akhirnya salah seorang staf yang bertugas di bagian pendeteksi melalui satelit berhasil mendapatkan kejanggalan dari sebuah data permukaan bumi saat ini.


Lebih tepatnya ia menemukan ada sesuatu yang melayang tepat di atas sebuah ladang milik masyarakat dan setelah di lakukan pengecekkan dengan lebih mendalam akhirnya jelas sudah bahwa di tempat itu benar-benar ada sebuah portal dimensi yang baru muncul sekitar beberapa jam yang lalu.


"Aku menemukan sumbernya!" Ucap pria itu.


Seketika seluruh orang yang berada di ruangan itu langsung mendekat ke arahnya dan melihat apa yang di temukan oleh ya itu.


"Ini?... Portal ini belum ada sebelumnya!... kapan kemunculan portal ini?"


"Berdasarkan data yang tersimpan di satelit kita, portal ini muncul sekitar empat jam yang lalu!" Jawab pria itu.


"kalau begitu segera beri pengumuman untuk mengirimkan para pemburu monster ke tempat itu!... Untuk sekarang coba cek tempat itu dan lihat monster level berapa sajakah yang ada di sana!"


"Baik!"


Kini mereka semua pun kembali melakukan tugas mereka.


Mereka kini mengirimkan drone ke tempat portal dimensi yang baru itu berada agar mereka bisa mengetahui monster-monster level berapa sajakah yang kemungkinan ada di sana dan yang akan keluar dari portal dimensi itu.


Di kota Gomu.


Saat ini Anton yang sudah turun tangan membantu pertarungan di kota Gomu kini sudah berhasil menghabisi banyak monster.


Namun ia melihat bahwa monster ini terus berdatangan dan tidak ada habisnya.


"Sialan!... Jika terus di biarkan seperti ini, cepat atau lambat pasti monster-monster ini akan segera mengakibatkan lebih banyak kerugian lagi!" Ucap Anton dalam hati..


"Sebaiknya aku pergi ke pusat dari kekacauan ini dan melawan para monster yang keluar dari portal itu agar jumlah mereka yang berdatangan ke kota ini bisa sedikit lebih di minimalisir-kan!" pikir anton.


Selain meminimalisir jumlah monster yang masuk ke kota, salah satu tujuan Anton untuk menghadang para monster itu di lahan perkebunan milik warga karena tempat itu menurut Anton akan lebih memberinya kebebasan dalam bergerak.

__ADS_1


Karena di dalam kota seperti ini, Anton merasa semua jurus yang ia gunakan bisa saja malah menambah kehancuran di dalam kota, oleh sebab itu Anton ingin bertarung di wilayah yang tidak ada bangunannya agar bisa bertarung dan mengeluarkan semua jurusnya dengan bebas.


__ADS_2