
Saat ini Aris pun terkena efek dari serangan aura membunuh milik Anton.
Aura membunuh itu memberikan tekanan yang sangat kuat pada tubuh Aris sehingga Aris pun kini langsung terduduk dan tubuhnya tak bisa ia gerakkan.
Sekujur tubuhnya juga terasa merinding ketakutan dengan bulu kuduk yang berdiri akibat rasa takut akan aura membunuh yang sangat mengerikan yang Anton pancarkan itu.
Kemudian Aris pun menatap ke arah Anton, sementara Anton kini sudah berhenti berjalan dan tampak menghadap ke arahnya sambil menatapnya dengan ekspresi datar.
"Apakah aku sudah memenuhi kualifikasi yang kau sebutkan sebelumnya?" Tanya Anton dengan suara yang terdengar dingin namun seolah memiliki tekanan yang membuat orang-orang menjadi takut pada dirinya.
Tatapan Anton saat ini tampak sangat mengintimidasi dan itu menambah rasa ngeri bagi orang yang di intimidasi oleh dirinya.
Aris pun kini jadi sangat terkejut, ia bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini, ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya, namun satu hal yang terbesit di pikirannya bahwa semua ini adalah sesuatu yang di lakukan oleh Anton.
"A... Apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Aris dengan suara terbata-bata.
"Aku hanya menekan dirimu menggunakan aura membunuh yang ku miliki dari energiku saat ini... Tapi tidak ku sangka kau sampai tak bisa bergerak hanya dengan aura selemah ini." Ucap Anton seolah meremehkan Aris.
Aris pun tampak semakin terkejut, matanya langsung terbelalak menatap Anton.
"Ba... Bagaimana bisa?... Apa sebuah aura membunuh bisa sampai sekuat ini?" Ucap Aris bertanya-tanya dalam hatinya.
Sementara itu, Anton yang menyadari ekspresi kebingungan dari Aris kini langsung menarik kembali aura membunuhnya itu dan memberitahukan pada Aris bahwa itu hanyalah aura membunuh, belum kekuatan yang sebenarnya dari dirinya.
"Jika hanya aura membunuh dari ku saja kau tak bisa menahannya, itu berarti kau tidak akan bisa mengalahkan ku jika kita bertarung sungguh-sungguh... Lagi pula, jika kau bergabung dengan ku, aku akan memberitahukan satu rahasia lagi padamu, terutama tentang kekuatan ku dan tentang energi gelap yang ada padamu." Ucap Anton memberi tawaran pada Aris.
Sementara itu Aris pun kini langsung berdiri, ia kemudian membersihkan celana panjang yang ia kenakan itu karena sebelumnya terkena tanah.
"Baiklah, aku tidak akan banyak berkomentar lagi... Lagi pula dari aura itu saja aku rasa sepertinya kau memang berbeda dari yang lainnya, kau punya kekuatan misterius yang tersembunyi!... Selain itu, aura dari energimu berbeda jauh dari yang lainnya, kau punya energi yang tidak sama dengan energi gelap milik semua pemburu monster... Jadi aku pun berpikir mungkin kau karena energimu yang berbeda itulah sampai-sampai alat yang kami gunakan tak bisa mengenali tingkatan levelmu dan levelmu pun hanya di cantumkan sebagai level nol." Ucap Aris menjelaskan isi pikirannya tentang Anton saat ini.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Aris, Anton pun sedikit terkesima dengan penjelasan tersebut.
Hal itu di karenakan Aris berhasil membuat beberapa kesimpulan yang cukup logis hanya dalam waktu sesingkat itu.
Orang-orang pada umumnya mungkin tidak akan segera menyadari hal itu, namun Aris ternyata berbeda.
Meskipun Aris tidak sepeka Karina, namun Aris memiliki otak yang cukup cepat tanggap untuk hal seperti ini.
"Luar biasa!... Dalam waktu singkat ia sampai terpikirkan alasan seperti itu mengenai energi yang ku miliki saat ini." Ucap Anton dalam hati.
Setelah percakapan itu, kini Anton dan Aris pun memutuskan untuk melakukan perburuan secara bersamaan hari ini.
"Mumpung belum malam bagaimana kalau kita berburu bersama!" Ucap Anton mengajak Aris.
"Boleh!" Jawab Aris yang tampak cukup bersemangat.
Kini keduanya pun mulai melakukan perburuan di dalam hutan itu.
Di sana mereka beberapa kali bertemu dengan monster yang kekuatannya berada di level 80 hingga level 87.
Meskipun monster itu berada di level yang jauh lebih tinggi dari si Aris, namun berkat bantuan dari Anton mereka berdua pun bisa menghajar semua monster yang mereka temui itu dengan mudah.
Apa lagi saat mereka melakukan serangan kombinasi, tampak serangan kombinasi dari mereka berdua benar-benar teratur seolah-olah mereka sudah terbiasa bertarung bersama.
Mereka berdua kini berhadapan dengan monster dengan monster berkepala komodo dengan gigi-gigi tajam yang tampak menyeramkan di sertai lidah yang sering menjulur keluar dari mulutnya dan membawa air liurnya keluar menetes dari dalam mulut.
Monster berkepala komodo itu tampak berdiri layaknya manusia, namun tubuhnya tetap terlihat seperti tubuh komodo namun di bagian belakangnya tampak begitu banyak duri-duri tajam layaknya seekor landak.
Dari arah kiri Aris melangkahkan kakinya dengan sedikit hentakkan dan hal itu pun langsung membuat tanah terbelah.
__ADS_1
Tanah itu terbelah mulai dari depan kaki Aris hingga ke arah monster itu.
Namun si monster dengan segera mengangkat kakinya ke samping.
Namun dari samping tampak sosok Anton yang sudah berada di dekat monster itu dan mulai menebaskan pedangnya ke arah si monster tersebut.
Monster itu pun langsung mengayunkan tangannya untuk mencakar pedang Anton.
SINGGGG!!
Pedang Anton pun saling berhantaman dengan kuku panjang di monster itu.
Lalu si monster dengan segera mengayunkan satu tangannya lagi untuk menusukkan kuku panjangnya itu ke perut Anton namun belum saja tangan monster itu mencapai perut Anton kini perut monster itu sudah di tembus oleh sebuah pilar tanah berujung runcing yang menusuknya dari arah belakang.
Seketika pergerakan si monster yang mencoba menusuk Anton kini terhenti, dan monster itu langsung menoleh ke belakang karena ia masih memiliki kekuatan untuk bergerak.
"Kau sudah tamat monster!" Ucap Aris sambil berjongkok dan menyentuh pangkal pilar tanah yang ia buat untuk menyerang perut monster itu.
"Mekarlah!" Ucap Aris dengan santai.
Seketika pilar tanah yang berada di tubuh monster itu langsung memunculkan ranting-ranting berujung runcing yang sangat tajam.
Ranting-ranting itu langsung memanjang dengan sangat cepat dan memberi efek kejut hingga semua ranting-ranting yang terbuat dari tanah itu menembus seluruh bagian tubuh si monster itu.
"Nah kalau begini kan sudah pasti monsternya mati sih." Ucap Anton melihat keadaan monster yang tertusuk oleh tanah yang bermunculan bagaikan ranting dari dalam tubuh monster itu.
"Tentu saja, lagi pula ini adalah salah satu jurus andalanku! Aku sering menggunakan jurus ini untuk mengakhiri pertarungan ku dengan para monster yang aku temui." Ucap Aris membanggakan diri.
"Begitu ya... Tapi sekarang sudah mulai gelap, mungkin sebaiknya kita pulang saja dan beristirahat." Ucap Anton menyarankan untuk pulang karena memang hari sudah mulai gelap.
__ADS_1
"Kau benar, lagi pula aku sedang ada janji dengan seseorang malam ini... Hehehe." Balas Aris sambil tertawa cengengesan.
Setelah itu kini keduanya pun langsung beranjak pergi dari hutan itu dan pulang ke rumah mereka masing-masing.