
Kini Karina yang sedang jatuh bebas dari ketinggian tampak di serang menggunakan beberapa besi berujung runcing.
Karina sempat menggunakan perisai namun perisai itu berhasil di hancurkan oleh besi tersebut.
Hal itu pun membuat Karina kini hanya bisa berpasrah diri sambil memejamkan matanya.
Ia berpikir mungkin ini sudah nasib takdirnya untuk mati di bunuh oleh monster kerbau itu.
Namun di saat Karina sudah pasrah dan putus asa, tiba-tiba terdengar bunyi pedang yang menghantam besi.
SING
SING
SING
SING
Suara pedang menghantam besi itu terdengar sangat cepat dan di waktu yang hampir bersamaan kini Karina merasakan tubuhnya di peluk dari belakang.
Pelukan itu terasa hangat, namun entah kenapa ia tiba-tiba merasakan perasaan gelisah dan rasa resah yang sangat kuat saat sosok seseorang yang berada di belakangnya itu memeluk dirinya.
Dari perasaan itu Karina pun bisa menebak siapa orang yang saat ini sedang memeluknya dan melindunginya dari serangan besi berujung runcing itu.
Karina kini membuka matanya, ia merasakan di bawah kakinya ada tempat untuk berpijak sementara di belakangnya ada sebuah dada lapang untuk menyandarkan tubuhnya uang lemas dan di bagian perutnya tampak tangan kiri yang kokoh sedang memeluknya dan menopang tubuhnya agar tetao dalam keadaan berdiri.
Karina pun kemudian langsung menyandarkan kepalanya tepat di samping dada Anton yang saat ini dalam rupa Zero.
"Terimakasih sudah menyelamatkan ku... Zero." Ucap Karina sambil menatap wajah Anton.
"Tidak masalah... Maaf karena aku datang terlambat." Ucap Anton sambil melirik wajah Karina yang sangat dekat dengan wajahnya saat ini.
Setelah itu Anton yang saat ini masih memeluk Karina menggunakan tangan kirinya kini langsung melesatkan tebasan petir kearah monster kerbau itu.
__ADS_1
Serangan tebasan petir itu Anton lesatkan secara bertubi-tubi ke arah monster kerbau itu.
Satu tebasan petir itu kini di tahan oleh monster kerbau menggunakan pilar besi yang bertumpuk-tumpuk hingga menjadi sangat tebal.
Satu serangan pilar itu tampak masih baik-baik saj, namun di serangan ke tumpukkan pilar besi itu mulai retak dan karena Anton terus menebaskan pedangnya ke bagian yang sama kini tumpukan pilar besi itu langsung hancur dan beberapa serangan tebasan petir lainnya kini menghantam si monster kerbau itu hingga monster kerbau itu langsung terhempas ke belakang.
"Kau mungkin lebih kuat dari Karina, tapi kau harusnya sadar kalau aku jauh lebih kuat darimu!" Ucap Anton sambil menatap monster itu dengan tatapan mengintimidasi serta mengeluarkan aura membunuh dari energi misterius miliknya.
Aura membunuh yang sangat menakutkan itu kini membuat Karina langsung merinding dan bulu kuduknya langsung berdiri.
Lalu Anton dan Karina pun terbang mendekati monster itu, dan tampak monster itu saat ini terlihat sedang ketakutan juga seperti yang Karina rasakan saat ini.
"Sepertinya monster itu juga merasakan aura menakutkan dari Zero... Kalau seandainya aku adalah seekor monster sepertinya, mungkin aku juga akan sangat ketakutan ketika berhadapan dengan Zero." Pikir Karina.
Setelah keduanya berada dekat dengan monster kerbau itu, kini Anton langsung mengarahkan ujung pedangnya ke arah monster kerbau itu.
"Karena kau berani mengacau di tempat ini, maka kau harus menerima hukuman mati dariku!" Ucap Anton yang kemudian mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas.
Si monster yang saat ini ketakutan itu tampak tidak mau mati begitu saja.
Monster itu kini dengan cepat mengangkat kedua tangannya dan setelah itu ia menggunakan kedua tangannya itu untuk meninju tanah di bawahnya.
Bersamaan dengan tinju si monster yang menghantam tanah itu, kini beberapa pilar besi bermunculan dari tanah.
Pilar besi itu memiliki ujung yang runcing dan langsung bergerak memanjang ke arah Karina dan Anton yang sedang melayang di udara itu.
Anton yang menyadari serangan itu kini langsung memunculkan sebuah perisai petir yang sangat kuat tepat di bawah mereka berdua dan hal itu pun membuat pilar besi yang sangat tajam itu langsung menghantam perisai petir itu.
Namun bisa terlihat perisai petir itu masih bisa bertahan sementara pilar besi itu terus mendorong ke atas namun tak bisa bergerak lagi karena pergerakkan-nya di tahan oleh perisai petir.
Melihat hal itu, si monster itu pun langsung memunculkan besi berujung runcing yang melayang di udara dalam jumlah yang cukup banyak.
Anton pun tidak tinggal diam, dengan segera Anton memunculkan beberapa pedang halilintar yang kini melayang di sekitar tubuhnya.
__ADS_1
jumlah pedang halilintar yang di munculkan oleh Anton itu kurang lebih sama banyak dengan jumlah besi berujung runcing milik si monster.
Si monster pun langsung menembakkan besi-besi berujung runcing miliknya itu.
Namun Anton juga tak mau kalah, kini Anton mengibaskan pedangnya ke depan dan seketika itu juga semua pedang miliknya langsung melesat.
Kedua jurus itu pun saling bertemu dan saling berhantaman hingga menciptakan sebuah ledakan yang cukup dahsyat di udara, ledakan itu terjadi secara berkali-kali karena jumlah pedang dan besi berujung runcing itu cukup banyak.
Ledakan yang cukup kuat di udara itu kini dapat di lihat oleh beberapa masyarakat yang sedang melakukan evakuasi mandiri.
Sementara itu, Karina yang saat ini masih berada di depan Anton dan masih di rangkul oleh Anton kini hanya bisa menatap dengan kagum dan terpesona melihat kekuatan Anton yang sangat menakjubkan di matanya.
"Ini pertama kalinya aku di bawa terbang sambil bertarung!... Benar-benar pengalaman yang luar biasa!" pikir Karina saat ini.
Karina memang baru kali ini terbang menggunakan pedang seperti itu karena pada dasarnya tak ada satu pun manusia pengguna energi gelap yang memiliki kemampuan terbang.
Tak lama setelah itu, kini Anton pun langsung memeluk Karina lebih erat lagi, dan hal itu membuat Karina sedikit terkejut.
Namun belum sempat Karina bertanya mengapa Anton memeluknya lebih erat lagi, kini Anton sudah langsung memberi alasan.
"Aku akan melesat cepat ke arah monster itu, jika bisa sebaiknya kau berpegangan pada tanganku agar keseimbanganmu tidak terganggu." Ucap Anton.
Mendengar hal itu, kini Karina pun langsung mematuhi ucapan Anton, dan ia pun mencoba memegang tangan kiri Anton.
"baiklah, aku siap!" Ucap Karina.
Setelah Karina berkata seperti itu, kini tanpa berlama-lama lagi, Anton pun langsung mencoba melesat dengan sangat cepat ke arah monster itu.
Namun saat melesat ternyata Karina langsung terkejut dan dirinya langsung hilang keseimbangan dan tak bisa mengikuti pergerakan Anton saat ini.
"Huaaaa!!! Kita akan jatuh!" Teriak Karina yang tampak panik.
"Jangan banyak bergerak! Jika seperti ini kita benar-benar akan jatuh!" Ucap Anton dengan suara tegas.
__ADS_1
Namun Karina seolah tak mendengarkan ucapan Anton karena dirinya benar-benar sudah dilanda oleh rasa panik.
Alhasil lesatan mereka yang seharusnya berjalan lurus kini langsung berkelok-kelok dan bergelombang layaknya mobil yang lewat di jalan yang tidak rata.