Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Mengalahkan Monster Gurita


__ADS_3

Saat ini Anton yang berada di dalam danau dan sedang di kepung oleh para monster gurita kini langsung mengeluarkan Sambaran petir yang sangat kuat dari tubuhnya dan sambaran petir itu menyambar semua monster gurita yang ada di dalam danau itu hingga semua monster gurita itu langsung terbunuh setelah beberapa saat terkena Sambaran petir dari Anton.


"Sepertinya kalian benar-benar sudah salah paham padaku... Biar ku tegaskan! Tidak akan ada yang pergi seorang diri dari sini, karena aku akan menyelamatkan kalian!" Ucap Anton dengan suara yang terdengar cukup kuat.


Sementara itu, si monster gurita yang melihat semua anaknya itu terbunuh oleh serangan petir dari Anton kini langsung berteriak dengan suara keras ke arah Anton.


Gelombang suara dari monster gurita itu bergerak ke arah Anton bersamaan dengan gelombang energi gelap miliknya.


Hal itu pun membuat Anton sedikit terdorong ke belakang akibat gelombang suara itu.


Namun Anton masih bisa bertahan dengan mudahnya.


Anton kemudian menghentakkan tubuhnya dan seketika itu pula aura membunuh miliknya langsung terpancar dan memberikan hentakkan yang kuat di dalam air danau itu.


Hentakkan itu kini membuat permukaan danau tersebut tampak muncul ombak besar akibat efek dari hentakkan aura milik Anton.


Sementara itu, si gurita yang terkena tekanan aura itu kini langsung merasakan bahwa tubuhnya terasa berat, namun si gurita itu masih mampu menggerakkan tubuhnya karena ia memang memiliki kemampuan yang lebih tinggi di bandingkan dengan monster lainnya yang pernah di tekan oleh aura membunuh milik Anton.


"Monster ini ternyata jauh lebih kuat dari yang ku perkirakan... Namun meskipun ia bisa bergerak untuk saat ini, akan tetapi gerakannya sangat lambat karena tubuhnya terkena tekanan yang cukup kuat dariku!" Ucap Anton dalam hati.


Setelah berkata seperti itu, Anton pun memunculkan pedang halilintar di tangan kanannya dan sesudah itu ia pun segera melesat cepat ke arah monster gurita itu serta menebas tentakel monster itu agar Bruno, Lisa dan Anita bisa terbebas dari lilitan tentakelnya.


SING!!


SING!!


SING!!


Tiga tebasan pedang petir berhasil memutuskan tiga tentakel yang di gunakan untuk melilit Bruno, Lisa, dan Anita.


"Cepat! segera-lah menjauh dari sini!" ucap Anton memberi perintah pada mereka.


"Ta... Tapi bagaimana denganmu?" Tanya Lisa yang tampak khawatir.

__ADS_1


"Ayo ikut dengan kami!... Kita menjauh dari tempat ini bersama-sama!" Ajak Anita.


Sementara itu, Bruno yang melihat ekspresi serius dan tenang di wajah Anton kini bisa menebak apa yang Anton akan lakukan.


"Apa kau yakin bisa mengurusnya sendirian?" Tanya Bruno.


"uhm... Biar ku urus monster ini... Lagi pula ini adalah salah satu kesempatan bagi kita untuk bisa mendapatkan uang yang cukup untuk menambah dana kas kelompok kita saat ini." Jawab Anton sambil mengangguk sekali.


"Begitu ya... Kalau begitu aku percayakan hal ini padamu... Tapi tolong ingat pesanku... jika terjadi hal yang di luar dugaan, segeralah menjauh!" Ucap Bruno memberi pesan pada Anton.


"Uhmm..." Gumam Anton sambil mengangguk sekali.


Setelah menerima jawaban dari Anton yang tampak teguh dengan apa yang hendak di lakukannya, kini Bruno pun langsung menarik tangan Anita dan Lisa menjauh dari danau itu.


Tak butuh waktu lama kini Bruno, Lisa, dan Anita pun sudah keluar dari dalam danau itu.


Sementara Anton kini langsung melapisi tubuhnya menggunakan perisai angin.


"Baiklah, mari selesaikan pertarungan ini dengan cepat." Ucap Anton sambil mempersiapkan jurus terkuatnya sambil terus menekan si monster menggunakan aura membunuh miliknya itu.


Mereka mencoba melihat situasi permukaan air danau yang kini tampak bergelombang akibat guncangan dari dalam danau itu.


"Zero sepertinya sedang menggunakan jurus yang kuat di bawah sana!" Ucap Bruno memperhatikan situasi air danau saat ini.


"Kau benar!... Selain itu, jurus yang ia keluarkan Sebelumnya membuatku merinding!" Sanggah Lisa mengingat tentang aura membunuh milik Anton sebelumnya.


"Kau benar!... Sebenarnya jurus macam apa itu?!" Tanya Anita dengan ekspresi bingung.


Belum ada jawaban yang mereka temukan dari jurus itu, kini mereka pun langsung di kejutkan dengan kemunculan seekor naga halilintar di atas udara tepat di atas permukaan air danau itu.


Melihat hal itu membuat mereka semua terkejut kagum dan terkesima.


"A... Apa itu?" Ucap Lisa sambil menatap naga halilintar

__ADS_1


"Jangan-jangan itu adalah jurus yang di miliki oleh Zero!" Balas Bruno memperkirakan.


Kini naga halilintar itu pun langsung melesat masuk ke dalam danau itu dan selang beberapa detik naga halilintar itu masuk ke dalam danau, seketika itu pula terjadilah ledakan yang sangat kuat dan membuat air danau terhempas dan berhamburan kemana-mana.


Air danau yang sebelumnya bergelombang kini menghasilkan gelombang yang sangat besar dan membuat airnya langsung terhempas ke berbagai tempat sampai-sampai menghasilkan sebuah hujan buatan akibat ledakan yang sangat kuat itu.


"Ku... Kuat sekali!" Ucap Anita dengan ekspresi terbelalak dan rasa terkejut yang amat besar ketika melihat air danau yang ada di hadapannya saat ini sudah hampir surut akibat ledakan dari serangan Anton barusan.


"Ledakan ini... Bahkan sampai membuat hampir seluruh air danau terhempas ke berbagai arah!" Ucap Bruno yang juga melihat danau yang hampir tak berair lagi.


"Ternyata level Zero memang jauh di atas kita!" Ungkap Lisa mengakui kemampuan Anton.


Kini pandangan mereka bertiga pun tampak tertuju pada sosok Amon yang masih terbang melayang di tengah-tengah danau itu menggunakan pedang besar milik-nya.


Tak lama setelah itu Anton pun langsung mengumpulkan semua kristal energi dari para monster itu dengan cara melambai-kan tangannya serta menggunakan energi misterius miliknya untuk menarik kristal energi itu keluar dari tubuh para monster yang sudah ia bunuh.


Sesudah itu Anton pun langsung terbang ke arah Bruno, Lisa, dan Anita.


"Baiklah, kita sudah mendapatkan semua kristal energi dari para monster barusan!" Ucap Anton yang masih membuat semua kristal itu melayang di udara menggunakan energi misterius miliknya itu.


Namun butuh beberapa detik bagi Bruno, Lisa dan Anita untuk merespon perkataan Anton, bahkan saat mereka merespon pun mereka malah tak begitu peduli dengan kristal energinya, mereka jauh lebih peduli mengenai kekuatan Anton yang ternyata sangat kuat dan jauh dari perkiraan mereka.


"Kau hebat sekali!" Ucap Lisa yang tampak sangat bersemangat dan langsung menggenggam tangan kanan Anton menggunakan kedua tangannya.


"Aku belum pernah melihat jurus-mu itu sebelumnya, tidak ku sangka ternyata kau memang sehebat ini... Kau bahkan lebih hebat dari ku... Pantas saja tuan Hiruzwen menghormatimu layaknya menghormati para pemburu tingkat tinggi!" Ungkap Bruno sambil menepuk bahu Anton.


"Kau terlalu memuji, perasaanku jadi tidak enak mendengarnya." Balas Anton.


Namun saat Anton berkata seperti itu, si Bruno malah langsung tertawa terbahak-bahak sambil terus menepuk pelan bahu Anton.


"Tidak perlu malu-malu ketika mendapat pujian dari orang lain!" Ucap Bruno bersemangat sambil terus tertawa.


"Yang terpenting sekarang aku berterimakasih karena kau sudah menyelamatkan kami... Jika seandainya tidak ada kau, mungkin kita sudah berakhir sekarang!" Ujar Anita.

__ADS_1


"Tidak masalah, lagi pula kita ini satu tim, jadi, selama aku bisa membantu maka akan ku bantu sekuat tenagaku!" Jawab Anton.


__ADS_2