
Saat ini, para pemburu monster yang sebelumnya menyerang Anton dan karina tampak sudah tak berani lagi untuk menghadapi mereka berdua.
Hal itu di karenakan intimidasi yang luar biasa dari kekuatan yang di milik Karina dan Anton membuat tubuh mereka gemetaran, apa lagi sebelumnya sudah terjadi ledakan yang sangat kuat yang berasal dari jurus yang di miliki oleh Karina dan Anton.
Melihat para pemburu monster tersebut sudah tak ada yang berani mengambil tindakan untuk menyerang, kini Anton pun langsung mengedarkan aura membunuh miliknya dan memberikan intimidasi yang kuat pada para pemburu monster itu.
Hal itu pun membuat semua pemburu monster yang ada di tempat itu langsung ciut ketakutan.
Mereka semua pun langsung menatap ke bawah dan menundukkan kepalanya masing-masing.
Tak satu pun dari mereka yang berani menatap mata Anton di karenakan rasa takut akan intimidasi yang datang dari Anton.
"Sebaiknya sekarang kita langsung pergi saja... Aku yakin setelah ini pasti akan ada pemburu monster yang lebih kuat lagi yang akan datang ke tempat ini untuk mengincar-mu." Ucap Karina menyarankan.
"Baiklah... Ayo pergi dari sini." Balas Anton sambil berbalik badan dan menghadap ke arah Karina.
Setelah itu Anton pun langsung mengangkat tubuh Karina dan menggendongnya di depan dadanya menggunakan kedua tangannya.
"Apa kita akan terbang?" Tanya Karina.
"Tentu saja... Tapi kali ini akan sedikit berbeda dari yang biasanya." Jawab Anton.
"Berbeda?" Balas Karina sedikit penasaran.
Lalu Anton pun langsung memunculkan sayap api miliknya.
Melihat sayap api milik Anton yang membentang indah di punggung Anton membuat Karina langsung terkagum sekaligus terkejut melihat hal itu.
"Sa... Sayap?" Ucapnya dengan tatapan seolah tak percaya akan apa yang ia lihat.
Melihat reaksi Karina, kini Anton pun hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Lalu Anton pun segera melompat dan terbang ke udara.
"Ayo pergi dari sini." Ucap Anton yang kemudian langsung terbang dengan sangat cepat dan bahkan lebih cepat dari lesatan pedang besar milik-nya yang biasanya ia gunakan untuk terbang.
__ADS_1
"Huaa!... Ini lebih cepat dari yang biasanya!... Hahaha." Ucap Karina yang kemudian tertawa dengan ekspresi girang seolah tak ada beban hidup.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Anton.
"Ya!... Ini sangat asik!... Ayo terbang lebih tinggi lagi!... Hahaha." Jawab Karina yang masih terlihat menikmati pemandangan dari ketinggian.
Lalu Anton pun langsung membawa Karina naik lebih tinggi lagi sesuai dengan permintaan Karina barusan, dan tampak Karina benar-benar menikmati hal tersebut.
Di sisi lain, Sisilia dan yang lainnya saat ini juga terlihat sedikit terkejut saat melihat Anton menggunakan sayap api itu karena sebelumnya mereka tidak pernah melihat Anton menggunakannya.
"Anak itu benar-benar tidak ada berhentinya membuat kita Kagum akan kekuatan yang ia miliki." Ucap Sisilia.
"Kau benar!... Dia memang selalu seperti itu... Selalu tidka terduga." Balas Natan.
********
Saat ini di semua kantor asosiasi pemburu monster tampak begitu banyak orang-orang yang terkejut Karana melihat pertarungan yang di lakukan Anton dan Karina sebelumnya.
Beberapa pemimpin cabang asosiasi pemburu monster pun tampak kesal melihat hal itu.
"Sial!... Bocah itu tidak bisa di hentikan!... Satu-satunya harapan kita saat ini hanyalah sepuluh pemburu monster terkuat di kerajaan ini saja!" Ucap Si pemimpin asosiasi cabang ke lima.
"Tuan!... Kelompok sebelumnya yang bertarung dengan bocah itu saat ini sedang di serang oleh para monster!" Ucap si pria yang memantau situasi tempat Karina dan Anton bertarung melawan pemburu monster sebelumnya.
"Apa?!" Ucapnya sedikit panik. Lanjutnya, "Apa mereka bisa melawan?"
"Mereka sedang kesulitan untuk melawan saat ini... Jumlah monster terlalu banyak, sementara para pemburu monster di pihak kita banyak yang sudah terluka!" Jawab salah satu dari pegawai asosiasi tersebut.
"Perintahkan tiga Pemburu Monster terkuat pergi ke tempat itu, sisanya lanjutkan pengejaran pada bocah itu!" Ucap si pemimpin asosiasi cabang ke lima.
"Baik pak!" Jawab pria itu.
Lalu ia mengirimkan pesan ke para pemburu monster yang hendak ia kirim untuk membantu pemburu monster yang lainnya sementara sisanya di arahkan untuk tetap mengejar Anton dan Karina.
Di sisi lain, orangtua Karina, tepatnya ayah Karina kini mendapatkan informasi palsu tentang Anton dan Karina.
__ADS_1
Dalam pesan yang di kirimkan padanya itu tertulis bahwa Anton telah menculik dan membawa kabur Karina.
Hal itu pun membuat si ayah Karina jadi semakin kesal ketika mendapatkan informasi tersebut.
"Bocah sialan!... Beraninya ia macam-macam terhadap putriku!" Ucap ayah Karina dengan ekspresi kesal.
"Semuanya!... Ayo bergegas!" ucap ayah Karina dengan suara yang terdengar marah.
Lalu mereka semua pun segera bergerak dengan cepat menuju ke tempat yang di beritahukan pada mereka.
Namun belum terlalu jauh mereka melesat, tiba-tiba mereka semua di hadang oleh seorang pria misterius yang sebelumnya pernah muncul di rumah keluarga Maroso.
Namun kali ini orang itu tidak datang seorang diri saja, tampak pria itu datang bersama dengan satu orang yang mendampinginya.
Begitu kedua pria misterius itu menghadang para pemburu monster yang saat ini bergerak ke tempat Anton berada, seketika para pemburu monster tersebut langsung merasakan aura yang sangat mengerikan dan merasakan hawa intimidasi yang sangat kuat.
Hal itu pun membuat para pemburu monster itu langsung berhenti bergerak.
Mereka semua kini langsung menatap ke arah kedua pria yang saat ini sedang berdiri di salah satu dahan pohon yang ada di depan mereka.
"Berhenti!" Ucap ayah karina memerintahkan anggotanya untuk berhenti.
Tidak hanya ayah Karina saja, para pemburu monster terkuat yang juga bersamanya kini juga langsung menyuruh rekan mereka untuk berhenti karena saat ini mereka juga merasakan hawa intimidasi yang sama seperti yang di rasakan oleh ayah Karina.
"Siapa kedua orang ini?!... Kenapa kemunculan mereka memberikan hawa intimidasi yang sangat kuat?!" Ucap ayah Karina dalam hati.
"Sepertinya kedua orang ini tak bisa di anggap remeh." Ucap salah satu dari sepuluh pemburu monster terkuat itu.
Lalu beberapa dari mereka pun segera mencoba melihat level kedua pria itu menggunakan alat penentu level yang mereka miliki saat ini.
Namun, begitu mereka melakukannya, mereka pun terkejut karena melihat tulisan yang tertera adalah angka nol.
"Level nol?!" Ucap beberapa dari mereka dengan suara terkejut dan terdengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Ke... Kedua pria itu hanya level nol!... Apa ini hanya kebetulan atau bagaimana?!" Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
Mendengar ucapan tersebut, para pemburu monster terkuat itu pun terkejut, dan begitu pula dengan ayah Karina.
Mereka semua pun segera mencoba mengecek level kedua orang itu untuk membuktikannya sendiri, dan begitu mereka semua melakukannya mereka pun tampak sedikit terkejut karena ternyata yang di ucapkan oleh para pemburu monster sebelumnya itu memang benar.