
Karina kini sudah tak dapat membendung rasa sedih yang ia rasakan saat ini. Akhirnya perasaan itu pun langsung ia luapkan dengan tangisan yang sangat keras layaknya seorang anak kecil yang sedang menangis setelah kehilangan sesuatu yang ia sukai.
Sementara itu Anton saat ini hanya diam saja, ia kemudian menoleh ke arah Karina dan mencoba menenangkan Karina.
"Maaf karena aku sudah mengatakan sesuatu yang buruk." Ucap Anton.
Lalu Anton pun mengangkat tangan kanannya dan mencoba menyentuh dan mengelus kepala Karina.
Namun belum saja tangan Anton mencapai kepala Karina, kini sebuah serangan pedang api melesat ke arah Anton.
Menyadari akan serangan tersebut, kini Anton pun segera memunculkan kumpulan petir di tangan kanannya, lalu ia mengibaskan tangannya ke samping untuk menghancurkan pedang api yang melesat ke arahnya.
DUAAARRR
Ledakan yang cukup besar pun terjadi saat tangan petir Anton menghancurkan pedang api yang melesat ke arahnya.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Karina! zero!!" Teriak Dilo yang saat ini berada di luar gua sambil menunjuk Anton dan pasang ekspresi yang terlihat penuh amarah di wajahnya.
"Beraninya kau melukai gadis itu! Kau sepertinya sudah bosan hidup sialan!" Timpal Sagio yang saat ini juga sedang terlihat marah.
Anton pun kini langsung berdiri secara perlahan. Ia melihat ke arah Karina yang saat ini masih terus menangis dan mengabaikan situasi mereka saat ini di mana Dilo dan Sagio sudah salah paham terhadap dirinya.
"Sepertinya ini tidak akan berakhir dengan damai." Ucap Anton dalam hati.
"Maaf, kalian sudah salah paham saat ini! Aku sama sekali tidak melakukan hal buruk pada gadis ini, jadi kalian tenang saja!" Ucap Anton dengan jujur sambil mengangkat kedua tangannya setinggi bahu.
"Diam kau bang$at!" Bentak Dilo yang langsung menebaskan pedangnya hingga terbentuklah tebasan api yang langsung melesat ke arah Anton.
Melihat tebasan api itu, Anton pun langsung memunculkan sebuah belati petir di sampingnya dan ia pun langsung menembakkan belati petir itu ke arah tebasan api milik Dilo.
DUAAARRRR!!
Sekali lagi ledakan kecil terjadi saat kedua jurus itu saling berhantaman.
"Sudah ku bilang, ini hanya sebuah salah paham!" Ucap Anton berusaha membenarkan diri.
__ADS_1
"Salah paham hah?!"
Sagio tampak ngotot.
"Lalu bagaimana kau menjelaskan air mata dan tangisan Karina yang sampai terdengar di luar gua ini hah?!... Saking kerasnya tangisan Karina sampai-sampai kami mendengarnya dari luar!" Bentak Sagio yang kemudian langsung memunculkan pedang ganda di tangannya.
"Beruntung kami mendengarnya! jika tidak takutnya kau sudah berbuat tidak senonoh pada Karina!" Sanggah Dilo.
"Ehh... Jadi nama gadis ini Karina ya?" Ucap Anton dalam hati karena sedari tadi mereka terus menyebutkan nama Karina.
Lanjutnya, "Sepertinya gadis bernama Karina ini pasti berasal dari kalangan atas, jika tidak mana mungkin dua mahluk antah berantah ini mau membelanya sampai seperti ini?" Batin Anton.
"membela seorang gadis saja sudah seperti bela negara!" Ucap Anton dengan ekspresi datar di wajahnya.
Mendengar ucapan Anton barusan kini membuat Sagio dan Dilo pun menjadi semakin kesal pada Anton.
Seketika wajah keduanya tampak memunculkan urat-urat di bagian pelipis.
Sedangkan para anggota mereka kini hanya bisa menelan ludah kasar saat melihat dua pemimpin kelompok itu sedang emosi.
"Mereka pasti akan membantai habis orang itu!"
"Kemampuan ketua saat ini berada di atas orang itu, aku yakin ketua akan membuat orang itu jadi daging cincang!"
"Aku jadi kasihan pada pria bernama zero itu! hidupnya sangat singkat!"
Berbagai opini keluar dari mulut para anggota Dilo dan Sagio.
Sementara itu Anton saat ini malah tampak biasa-biasa saja karena saat ini ia bisa mengetahui bahwa Sagio dan Dilo saat ini jauh berada di bawah level dan tingkatannya.
"Sekalipun mereka berada di tingkat 50 ke atas, akan tetapi selama mereka masih belum keluar dari tingkat Rookie, itu artinya mereka masih belum bisa menandingi ku!" Ucap Anton sambil mengulas senyum di balik masker hitam yang menutupi mulut dan hidungnya.
"Ayo kita hajar orang ini! Percuma saja bicara dengannya!" Ucap Sagio yang kemudian langsung melesat ke arah Anton.
Dengan pedang ganda di tangannya, kini Sagio langsung melompat ke udara dan jatuh ke arah Anton sambil melakukan tebasan memutar saat masih di udara.
__ADS_1
"Tebasan Tanah Memutar!" Ucap Sagio dengan suara lantang dan seketika itu juga pedang Sagio langsung memunculkan cahaya yang agak kecoklatan di kedua pedangnya yang ia putar di udara.
Anton yang melihat hal itu kini dengan santainya menggunakan jurus tangan petir miliknya.
"Tangan petir!" Balas Anton dengan suara lantang dan seketika tangan Anton langsung di lapisi oleh petir yang jumlahnya hampir memenuhi seluruh tangan Anton layaknya sebuah zirah pelindung tangan.
Lalu dengan tangan petirnya itu Anton pun menangkis semua tebasan Sagio dan membuat tebasan memutar milik Sagio berhasil ia patahkan.
Sagio pun terkejut akan hal itu, dan dengan segera Sagio pun langsung melompat ke belakang dan menjaga jarak dari Anton.
Sementara itu Dilo kini berlari dari arah belakang Sagio, Kemudian dari belakang Sagio ia langsung melompat ke udara tepat di atas Sagio.
"Tebasan api!" Ucap Dilo sambil melakukan tebasan secara berulang kali di udara.
Setiap tebasan itu menghasilkan api yang berbentuk bulan sabit dan api itu kini melesat secara beruntun ke arah Anton.
Namun Anton sama sekali tidak gentar, bahkan ia sama sekali tidak menghindari serangan tebasan api itu karena ia sudah tahu seperti apa kapasitas serangan Dilo saat ini.
Namun kali ini Anton langsung membuat seluruh tubuhnya di penuhi oleh petir yang kini tampak seperti sebuah zirah besi yang melindungi tubuh. Tidak hanya di tubuh saja, melainkan di bagian kaki pun juga terlihat muncul zirah yang sama untuk melindungi bagian kaki. sehingga Anton pun saat ini terlihat seolah mengenakan satu set zirah yang lengkap.
"Zirah petir!" Ucap Anton memunculkan zirah tersebut.
Setelah itu Anton pun mulai mencoba menggabungkan kemampuan yang ia miliki itu dengan sebuah gerakan dari bela diri yang selama ini ia pelajari.
"Teknik silat! Gerakan Satu!" Ucap Anton yang kini mulai menampilkan kuda-kuda silat yang ia pelajari.
Melihat kuda-kuda Anton yang tampak aneh bagi mereka, kini seluruh anggota Sagio maupun Dilo langsung menertawakan Anton.
Namun Anton tetap ingin menunjukkan gerakan itu.
Begitu serangan api itu mendekat ke arah Anton, kini Anton pun mulai bergerak.
Dengan gerakan yang tampak sangat teratur Anton langsung menghancurkan semua serangan yang di lesatkan oleh Dilo.
Gerakan Anton di mulai dari langkah kaki, tinju, tendangan, bahkan cara menghindar. Semuanya terlihat sangat teratur dan indah.
__ADS_1
Hal itu membuat mereka semua seketika langsung terkesima melihat jurus silat yang di munculkan oleh Anton.