
Saat ini Anton telah masuk ke ruangan yang di tunjukkan oleh petugas resepsionis padanya.
Anton saat ini tampak sedang duduk saling berhadapan dengan si pemimpin asosiasi pusat, yakni Hiruzwen.
Anton dan Hiruzwen kini sedang berbincang-bincang santai di ruangan itu, dan Anton juga di tanya-tanya mengenai pertarungan yang ia lakukan saat mengalahkan si raja monster iguana itu.
Setelah keduanya kehabisan bahan bicara, kini Hiruzwen pun hanya bisa menatap Anton dengan serius.
Seketika suasana di dalam ruangan itu mendadak sunyi karena keduanya langsung diam.
Tak lama setelah itu, Hiruzwen pun mulai membahas tentang identitas Anton yang sebenarnya karena saat ini Hiruzwen merupakan salah satu orang yang juga mengetahui tentang rahasia Anton.
"Apa kau masih belum mengetahui energi apa yang ada di dalam dirimu itu?" Tanya Hiruzwen.
Anton yang mendengar pertanyaan itu kini langsung membalas tatapan serius Hiruzwen.
Sebelumnya Anton sudah di beritahu oleh Ligoso, yakni pengawas tes yang Madika lakukan untuk bergabung dalam asosiasi pemburu monster.
Ligoso sebelumnya sudah mengatakan pada Anton bahwa selain mereka berdua, Hiruzwen yang merupakan pemimpin asosiasi juga telah mengetahui semuanya, bahkan Hiruzwen juga sudah ikut campur dalam memanipulasi alat pendeteksi serta alat penentu level yang di gunakan oleh Anton saat ini.
Mereka bahkan sampai membuat semacam akun di alat itu, sehingga saat Anton ingin menggunakan identitas aslinya, maka Anton bisa pindah akun, yakni ke akun dengan nickname 'Anton Maroso'.
Di akun Anton Maroso tertera level Anton saat ini berada di level 15, dan level itu bisa terlihat oleh semua alat pendeteksi level di seluruh dunia saat ini.
Sementara itu, jika Anton menggunakan akun Zero, maka orang-orang akan melihat status Anton sebagai Zero dengan nickname Zero.
"Sepertinya anda benar-benar sudah tahu tentangku ya?" ucap Anton menanggapi pertanyaan Hiruzwen barusan.
"Ya itu benar, Ligoso sudah menjelaskan banyak hal padaku." Balas Hiruzwen.
Anton yang mendengar jawaban itu kini hanya diam, ia kemudian melihat ke arah pintu.
"Apa anda bisa menjaga rahasia ini?" Tanya Anton yang kemudian kembali menoleh ke arah Hiruzwen.
"Hahahaha tenang saja, aku sama sekali tak punya niatan untuk membocorkan informasi ini." Jawab Hiruzwen sambil tertawa.
__ADS_1
Setelah itu, kini Hiruzwen mencoba mencairkan suasana agar mereka tak lagi membahas hal itu lebih jauh lagi untuk saat ini.
Ki i Hiruzwen langsung menyuruh orang untuk membawakan sebuah hadiah yang akan di berikan pada Anton.
Tak butuh waktu lama, kini orang yang di suruh oleh Hiruzwen kini kembali sambil membawa sebuah busur tanpa anak panah.
Busur itu merupakan sebuah senjata energi yang terbuat dari hewan monster level 145.
Busur ini memiliki sebuah jurus di mana ia bisa mengkristal kan suatu objek yang bersentuhan dengannya. Bahkan jika si pengguna senjata ini ingin mengkristal kan udara, maka hal itu pun bisa di lakukan.
Kini busur tanpa anak panah itu langsung di serahkan pada Anton.
Setelah Anton menerima busur itu, kini Anton pun langsung berterimakasih pada si pemimpin asosiasi pusat itu.
Setelah berterimakasih, kini Anton pun memilih untuk kembali ke kota yang ada di dalam tembok ke enam.
"Hah... Tidak ku sangka ternyata aku akan di berikan sebuah senjata energi... Tapi yah, ini juga sudah lumayan." Ucap Anton dalam hati sambil berjalan keluar dari kantor asosiasi itu.
Begitu Anton tiba di luar kantor asosiasi itu, kini orang-orang yang sebelumnya melihat jurus terbang Anton kini langsung menoleh ke arah Anton.
Anton yang merasa canggung pun kini hanya bisa menelan ludah kasar, dan setelah itu ia pun melambaikan tangan kanannya, dan seketika itu juga sebuah pedang halilintar muncul dan melayang di depan Anton.
Anton pun langsung melompat ke atas pedang itu dan setelah kakinya mendarat di permukaan pipih pedang itu, kini Anton pun segera melesat dengan cepat menggunakan pedang tersebut.
"Waktunya pulang!" Ucap Anton dalam hati.
SKIP...
Keesokan harinya, kini Anton pun kembali melakukan perburuan seperti biasanya.
Ia kini mencoba membiasakan diri untuk melakukan tugas sebagai pemburu monster dengan terus konsisten pergi ke luar tembok untuk membantai semua monster yang ada.
"Mulai hari ini akan ku bunuh semua monster yang ada di dunia ini!" Ucap Anton dengan tekad yang kuat.
Setelah itu, kini Anton pun keluar dari rumah, namun kali ini ia masih belum mengenakan perlengkapan penyamarannya.
__ADS_1
Anton kini langsung pergi keluar dari tembok ke enam dan mulai melakukan perburuan di tempat yang monsternya berada di level 50 ke atas karena saat ini banyak pemula, jadi Anton berpikir untuk membiarkan para pemula yang membantai monster yang berada di level 50 ke bawah itu.
Sejak hari itu, Anton terus bertarung dan membantai sangat banyak monster tanpa pandang level. Tidak peduli monster level berapa yang ia temui di hutan, ia kan tetap membunuh monster itu selama ia bisa melakukannya, baik itu monster level rendah maupun level tinggi karena saat ini Anton mencurigai para petinggi asosiasi karena telah menutupi kebenaran tentang kenaikan level yang seharusnya tidak perlu membunuh hewan monster.
Setelah satu bulan berlalu, kini nama samaran Anton, yakni Zero telah di kenal di seluruh kota yang ada di kerajaan itu, yakni kerajaan palu.
Kerajaan yang merupakan satu-satunya yang tersisa di muka bumi saat ini dan di luar kerajaan palu tidak ada lagi kehidupan lain selain kehidupan para monster yang datang dari portal asing itu.
Nama Zero yang kini sudah di kenal oleh banyak orang kini menjadi populer dengan satu julukan, yakni 'Pedang Pembebasan'.
Banyak orang yang memberi julukan pedang pembebasan pada Anton di karenakan Anton adalah satu-satunya orang yang benar-benar serius dalam membantai para monster yang ada di dunia ini.
Sejauh ini, Anton telah membersihkan tiga wilayah yang luas totalnya kira-kira mencapai dua kecamatan, dan berkat prestasinya itu, ia mendapat cukup banyak penghargaan dan hadiah dari tuan Hiruzwen.
"Tidak ku sangka aku bisa menyelesaikan wilayah ini hanya dalam waktu sebulan! Benar-benar di luar dugaan." Ucap Anton dalam hati.
Di sisi lain, bagi beberapa orang tertentu, prestasi Anton ini merupakan sebuah ancaman bagi kelompok mereka.
Sekelompok orang yang beranggapan seperti itu adalah beberapa pemburu monster senior serta beberapa petinggi asosiasi monster yang ada saat ini.
Mereka semua adalah orang-orang yang tidak terlalu peduli dengan upaya menyelamatkan dunia karena bagi mereka, jika seluruh monster telah lenyap, maka kemungkinannya mereka harus masuk ke dalam portal yang menakutkan itu untuk melakukan perburuan, dan apa bila mereka tidak melakukannya, maka bisa saja mereka akan kehilangan pekerjaan sebagai seorang pemburu monster.
Hal itu tentunya tidak di inginkan oleh beberapa pemburu monster yang ada saat ini.
Oleh karena itu, kini terlihat empat pemimpin asosiasi sedang melakukan pertemuan rahasia di sebuah ruangan gelap dengan hanya memanfaatkan satu lampu redup yang di gantung di atas meja pertemuan mereka.
"Jadi bagaimana, apa pria itu mulai melakukan aksinya lagi hari ini?" Tanya pemimpin asosiasi yang berada di tembok ke dua.
"sepertinya begitu, ia akhir-akhir ini jarang kembali ke kota, katanya ia terus berburu dan tinggal di hutan dalam jangka waktu yang cukup lama, berbeda dengan para pemburu monster lainnya yang biasanya hanya betah bermalam selama dua atau tiga malam saja." Jawab pemimpin asosiasi yang berada di tembok ke enam.
"Begitu ya... Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi Zero yang sekarang?... Ku dengar-dengar dia itu mempunyai kekuatan yang tidak masuk akal loh, padahal level-nya masih nol dan tidak ada perubahan sejak pertama ia mengikuti misi bulan lalu." Sanggah si pemimpin asosiasi yang berada di tembok ke lima.
"Menurutku untuk sekarang bagaimana kalau kita coba untuk mengirim orang untuk membunuh Zero, dengan begitu masalah akan selesai dengan mudah, lagian di hutan kan sudah sering terjadi pembunuhan antar para pemburu monster, jadi tidak akan ada yang curiga jika kitalah yang telah mengatur pembunuhan itu." Ucap pemimpin asosiasi dari tembok ke empat.
"Ku rasa apa yang kau usulkan itu ada benarnya, tapi di mana kita bisa dapatkan orang yang mau melakukan hal itu?" Tanya pemimpin asosiasi dari tembok ke lima.
__ADS_1
"Tenang saja, aku punya seseorang yang bisa kita andalkan untuk masalah seperti ini." ujar pemimpin asosiasi dari tembok ke dua sambil menoleh ke arah empat pemimpin asosiasi lainnya.