Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Anton Vs Raja Monster Iguana


__ADS_3

Saat ini semua orang yang ada di dalam penghalang setengah bola tampak putus asa. Tidak terkecuali Nawiora, Dilo, dan Sagio. Mereka bertiga saat ini juga terlihat putus asa dengan situasi dan kondisi yang mereka hadapi saat ini.


Dalam hati mereka kini sudah tak ada jalan keluar lagi, mereka pasti akan segera mati di sini. Itu lah yang mereka pikirkan saat ini.


Namun tiba-tiba dinding penghalang mulai retak, dan tak lama setelah itu terdengar ledakan yang sangat kuat dari luar dinding dan bersamaan dengan hal itu kini dinding penghalang itu langsung hancur berkeping-keping layaknya kaca yang terkena lemparan batu.


Seketika semua orang langsung terkejut mendengar ledakan tersebut.


Bahkan si raja monster iguana yang sedang mengunyah kepala anggota Dilo kini berhenti sejenak sambil menoleh ke atas karena ia merasakan keberadaan seseorang yang sedang melayang di udara saat ini.


"Apa yang terjadi?" Pikir Dilo dengan ekspresi wajah yang terlihat bingung.


Sementara itu Sagio juga kini langsung menoleh ke atas dan mencoba mencari tahu siapa yang sudah menghancurkan dinding penghalang itu.


"Siapa yang barusan itu?!" Batin Sagio yang tampak penasaran untuk melihat sosok yang saat ini sedang di tutupi oleh asap ledakan yang ada di udara.


"Kuat sekali! Dia menghancurkan dinding penghalang sekuat ini hanya dengan satu serangan dan itu pun hanya mengandalkan dirinya sendiri?!" Ucap Nawiora yang langsung kagum sambil berusaha berdiri namun tetap kesulitan karena efek racun yang membuat keseimbangan tubuhnya jadi tidak bagus.


Kini semua orang yang ada di tempat itu hanya bisa bertanya-tanya tentang siapa yang sudah berhasil menghancurkan dinding penghalang sekuat itu.


Mereka mulai mengira-ngira, dan banyak dari mereka yang semakin penasaran.


Saking penasarannya mereka bahkan seolah sudah lupa bahwa mereka saat ini sedang berhadapan dengan sang raja monster iguana.


Tak lama setelah itu, kini perlahan asap ledakan itu tersapu oleh angin hingga akhirnya tampaklah sosok seorang pria bertopeng dengan jubah hitam panjang yang sedang bergerak-gerak di tiup oleh angin.


Pria itu adalah Anton yang saat ini sedang melayang di udara menggunakan sebilah pedang petir miliknya.


Melihat hal itu, sontak mereka semua langsung terkejut, terutama Nawiora dan para anggotanya yang masih belum mengetahui kehebatan Anton yang sesungguhnya karena belum pernah berhadapan dengan Anton.


"O... Orang itu!" Ucap Sagio dengan ekspresi yang tampak sedikit khawatir karena sebelumnya mereka telah bersinggungan dengan Anton.


"Zero! Bagaimana bisa dia ada di sini?!" Ucap Dilo yang berada di sisi lain dari Sagio.

__ADS_1


"Zero? Yang benar saja? Bagaimana mungkin pemburu monster dengan level nol seperti itu menghancurkan dinding penghalang dengan semudah itu?!" Ucap Nawiora dengan ekspresi yang tampak sangat kebingungan dan penasaran.


"Siapa kau yang sebenarnya?!" Teriak Nawiora sambil menghentakkan pedangnya ke tanah. "Bagaimana bisa orang dengan level 0 sepertimu menghancurkan penghalang ini dengan mudah?! Bukankah itu sangat tidak masuk akal hah!?" Ucapnya yang tampak penasaran namun terlihat kesal karena mungkin ada rasa iri dalam dirinya saat melihat kekuatan Anton saat ini.


"Kau tak perlu tahu siapa aku! Yang perlu kau tahu adalah siapa musuh-mu!" Balas Anton.


Setelah berkata seperti itu, kini Anton pun langsung melesat turun menggunakan pedang yang ia gunakan untuk terbang saat ini.


Sementara itu, si raja monster iguana yang melihat Anton kini langsung memperhatikan Anton dengan ekspresi yang tampak waspada.


Hal itu di karenakan si raja monster itu memiliki kekuatan yang sedikit lebih rendah dari Anton sehingga jika bertarung maka ada kemungkinan si raja monster iguana itu akan kalah dari Anton.


Begitu Anton mendarat di tanah, kini Anton pun langsung mengibaskan tangan kanannya ke samping dan seketika itu juga angin yang cukup kuat berhembus dan langsung menyapu bersih semua gas beracun yang ada di sekitar tempat itu sehingga kini gas beracun itu langsung terhempas dan menghilang begitu saja.


"Sepertinya kalian benar-benar dalam kesulitan." Ucap Anton sambil menatap Dilo, Sagio, dan Nawiora.


Setelah berkata seperti itu, kini Anton pun langsung melihat ke arah raja monster iguana itu dengan tatapan tajam mengintimidasi.


Emosinya tiba-tiba naik dan ia pun langsung meraung keras ke arah Anton sambil mengeluarkan gas beracun dari mulutnya.


Namun dengan santainya Anton mengibaskan tangan kanannya ke samping. Bersamaan dengan gerakan ke samping itu, tampak pula angin berhembus ke arah samping dan menghantam gas beracun itu dan menerbangkannya ke samping hingga gas beracun tersebut lenyap begitu saja.


"Orang ini!... Gerakannya santai namun kekuatannya jauh di luar dugaan!" Ucap Nawiora dalam hati sambil menggertak-kan giginya karena ia merasa seolah Anton sedang mencuri sebuah panggung yang seharusnya ia miliki.


"Lu... Luar biasa!" Ucap para anggota kelompok Dilo dan Sagio serta anggota kelompok Nawiora yang melihat jurus Anton itu.


Setelah itu, kini Anton pun mulai menoleh ke segala arah dan melihat orang-orang di sekitarnya, yakni para anggota kelompok Dilo, Nawiora, dan Sagio tampak terpencar-pencar dan tubuh mereka banyak mengalami luka.


Anton pun kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas dan seketika itu juga Karina pun datang dan membawa para pemburu monster lainnya yang sebelumnya bertarung dengan para monster iguana yang kecil-kecil.


"Kami sudah selesai membasmi semua monster yang ada di sekitar sini, sekarang hanya tersisa rajanya saja!" Ucap Karina yang terlihat seperti seorang bawahan yang sedang memberi laporan pada atasannya.


"Bagus, sekarang bantu mereka semua untuk melakukan evakuasi!" Ucap Anton sambil menoleh ke arah para pemburu monster yang sudah sedikit sekarat.

__ADS_1


"Jika di antara kalian ada yang ahli dalam membuat ramuan, segeralah buat ramuan obat untuk menangkal racun yang ada di dalam tubuh orang-orang ini.


"Baiklah, kami akan segera melakukannya!" ucap Karina yang kemudian memberikan instruksi itu pada para ketua kelompok pemburu monster lainnya.


Kini mereka pun mulai mengevakuasi korban, sementara itu Anton kini mulai melakukan tugasnya.


"Baiklah, biar ku tunjukkan pada kalian, bagaimana cara menghadapi monster yang memiliki kulit setebal ini!" Ucap Anton sambil memunculkan pedang halilintar di tangan kanannya.


Melihat pedang halilintar itu, si raja monster iguana langsung terlihat waspada.


Tak lama setelah itu, kini si raja monster iguana itu pun langsung menarik nafas dalam-dalam dan kemudian langsung menyemburkan cairan beracun ke arah Anton.


Anton yang melihat hal itu kini langsung melompat ke udara dan ia segera memunculkan sebuah pedang besar untuk ia tempati berpijak.


Kini Anton pun langsung berdiri di atas pedang besar itu dan pedang itu kini ia kendalikan agar ia bisa bergerak bebas di udara.


"Orang ini benar-benar bisa terbang dengan cara seperti itu! Benar-benar luar biasa!" Pikir Sagio mengakui kemampuan Anton saat ini.


Sementara itu, sambil terbang Anton terus melesatkan tebasan petir ke arah raja monster iguana itu.


Namun tak satu pun serangan itu bisa melukai si raja monster iguana.


Akan tetapi, semua serangan itu sebenarnya hanya pengalihan, apa lagi saat ini Anton menyerang sambil terbang kesana-kemari.


Akhirnya, kini Anton pun sudah berada di dekat kepala si raja monster iguana itu.


Raja monster iguana itu pun langsung menolehkan kepalanya sambil membuka mulutnya untuk menerkam Anton.


Namun Dangan cepat Anton melompat dari pedang besar milik-nya itu dan ia membiarkan pedang besar itu melesat ke arah raja monster iguana itu.


Sambil melakukan salto ke depan melewati kepala raja monster iguana, kini Anton melakukan gerakan memutar dan dengan cepat ia menusukkan pedang halilintarnya itu ke mata Si raja monster.


Si raja monster iguana pun langsung berteriak kesakitan saat matanya tertusuk oleh pedang halilintar milik Anton.

__ADS_1


__ADS_2