Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Membuat Rencana Baru


__ADS_3

Saat ini para anggota serikat pembebasan memberikan saran untuk melakukan perburuan di tempat yang baru agar penghasilan mereka bisa sedikit lebih di tingkatkan lagi.


Namun Anton tentunya tahu bahwa di tempat baru itu resikonya sedikit lebih tinggi karena tempat itu belum tentu sudah ada yang memasukinya.


"Memang benar sih, tapi jika kita mencari tempat baru yang bahkan belum tersentuh oleh para pemburu monster lainnya tentu itu bukan hal yang mudah dan resikonya juga cukup besar." Ucap Anton.


"Kalau begitu bagaimana jika kita cari tempat berburu yang biasanya di datangi oleh serikat-serikat besar?" Ucap Lisa memberi saran.


"Itu juga tidak bisa... Serikat-serikat besar seperti itu Selalu menandai wilayah perburuan mereka dan mereka tidak suka jika ada serikat-serikat kecil bahkan orang lain yang datang mengusik wilayah perburuan mereka itu." Balas Sisilia.


"Itu benar... Oleh karena itu, jika kita ingin melakukan perburuan di tempat yang baru, maka yang harus kita lakukan adalah berburu di hutan yang belum tersentuh oleh pemburu monster lainnya." Ucap Anton.


"Hah... Ini benar-benar sangat merepotkan." Keluh Natan sambil menghela nafas dan bersandar di sofa.


"Tenang saja." Sela Aris. "Lagi pula di sini kita sudah punya orang yang cukup berpengalaman dalam hal mengobservasi wilayah yang bahkan belum terjamah." Ucap Aris.


"Benarkah?" Tanya Natan penasaran.


"Siapa orangnya?" Tanya Sisilia sambil menoleh ke arah Aris dan Natan.


"Apa kalian ingat tentang rumor dua wilayah yang berhasil di taklukan oleh satu pemburu monster dan sekarang sedang dalam masa pembangunan?" Ucap Aris bertanya.


"Rumor itu..."


Sejenak mereka semua terdiam dan tak lama setelah itu mereka semua pun langsung menoleh ke arah Anton dengan ekspresi meminta penjelasan dari Anton.


Sementara itu Anton yang sedang di tatap seperti itu oleh mereka kini jadi merasa canggung.


"Berhentilah menatapku seperti itu... Memang benar aku yang menaklukan dua wilayah itu." Ucap Anton yang tampak basa-basi langsung memberi penjelasan singkat.


"Jadi rumor itu memang benar ya." Ucap Sisilia yang langsung percaya begitu saja.


"Uhm... Itu memang benar... Hanya saja ada beberapa oknum tertentu yang tidak terima dan tidak mau mengakui pencapaian ku itu, alhasil mereka pun membuat-buat cerita agar mereka yang mendapatkan keuntungan dari hasil jerih payahku." Balas Anton meyakinkan.


"Wah... Itu benar-benar luar biasa!... Di kerajaan ini sangat jarang loh ada orang yang bisa membereskan dua wilayah seorang diri." Ucap Lisa dengan ekspresi kagum.


"Itu benar!... Setahu ku yang bisa melakukannya hanyalah orang-orang yang berada di sepuluh besar top ranking pemburu monster... Sisanya masih belum ada yang terdengar bisa melakukan hal itu." Sambung Anita.

__ADS_1


"Hei Zero, apa kau tahu siapa yang mengambil keuntungan dari dua wilayah yang sudah kau bereskan itu?" Tanya Natan.


"Entahlah, aku sama sekali tidak tahu... Yang jelasnya mereka menggunakan nama serikat, dan nama serikat mereka cukup aneh dan aku tidak ingat lagi tentang itu." Jawab Anton.


"Begitu ya... Sayang sekali." Balas Natan.


"Mengenai hal itu tidak perlu di bahas lagi... Yang intinya besok kita akan berpindah wilayah... Namun satu hal yang harus ku beritahukan pada kalian." ucap Anton dengan serius.


"Apa itu?" Tanya mereka.


"Sebelum pergi ke tempat yang baru itu, aku ingin melakukan pengamatan dulu di lokasi tersebut untuk memastikan monster level berapa sajakah di hutan yang baru itu... Jadi jika ada monster yang kekuatannya jauh di atas kita, maka kita tidak akan berburu di wilayah tersebut." Ujar Anton.


"Hanya kau sendiri?... Apa itu tidak akan berbahaya?" Tanya Aris.


"Tenang saja, aku bisa terbang, jadi pergerakanku bisa lebih fleksibel dan lebih cepat... Oleh karena itu akulah yang paling tepat untuk tugas mengecek situasi dan kondisi di hutan baru yang akan kita kunjungi itu." jawab Anton.


"Hmm... Benar juga."


Setelah pembicaraan tersebut, kini mereka pun lanjut ke pembicaraan yang lainnya hingga akhirnya malam mulai larut, dan mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, kecuali Karina dan Anton yang saat ini mendapat tugas untuk berjaga di markas.


"Semangat Zero!... Semoga beruntung!" Ujar Natan yang juga menepuk bahu Anton sambil menoleh ke arah Karina yang sedang bersama Sisilia.


"Lah?... Maksudnya apa?" Tanya Anton yang bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Natan.


"Kami pergi dulu ya." Ucap Sisilia sambil berjalan keluar dari dalam markas bersama dengan Anita dan Lisa.


"Kalian berdua jangan berbuat yang tidak-tidak ya... Markas ini bukan tempat untuk itu." Ucap Lisa bergurau.


Karina hanya diam saja dan membalas ucapan Lisa dengan senyum yang terkesan dingin.


Senyuman Karina itu seolah memancarkan aura menakutkan dan membuat Lisa tahu bahwa Karina sedang memarahinya.


"Wah... Seram!" Ucap Lisa dalam hati yang kemudian langsung bergegas mengikuti Sisilia dan Anita.


Setelah berpamitan, kini mereka berlima pun langsung kembali ke rumah masing-masing.


Mereka segera melesat dengan cepat melompat dari satu gedung ke gedung lainnya dengan langkah yang tidak menghasilkan suara berisik.

__ADS_1


Setelah mereka semua sudah pergi, kini Anton pun langsung menoleh ke arah Karina yang berdiri di belakangnya.


"Karina..." Ucap Anton.


"Ada apa?" Tanya Karina.


"Bisa buatkan kopi untuk-ku?" Tanya Anton.


"Bisa." Jawab Karina singkat.


"Kau tahu kan bagaimana seleraku?" Tanya anton lagi.


"Ya aku tahu... Apa kau mau di buatkan sekarang?" Tanya Karina lagi.


"Ya." Jawab Anton singkat sambil tersenyum tipis.


"Oke." Balas Karina.


Lalu Karina pun langsung masuk ke dalam markas, dan begitu Karina masuk ke dalam markas, Anton pun langsung menoleh ke salah satu puncak gedung yang cukup tinggi dan cukup jauh dari markas mereka.


Di puncak gedung yang sedang di lihat oleh Anton saat ini tampak seseorang sedang duduk di pembatas atap gedung dengan tatapan datar menatap ke arah anton.


"Apa bocah itu menyadari keberadaan-ku?" Pikir seorang pria yang sedang duduk di pinggiran puncak gedung itu.


"Apa dia benar-benar menyadari keberadaan ku arah hanya kebetulan saja menatap ke arah sini?"


Ucapnya lagi karena anton saat ini terus menatap ke arah pria itu.


Sementara itu, Anton yang sebenarnya sudah sedari tadi menyadari keberadaan pria itu kini terus menatap ke arah pria itu.


Tampak pria itu sedang mengenakan pengikat kepala berwarna hitam serta masker berwarna merah darah menutupi hidung sampai ke bagian lehernya.


"Siapa orang itu?... Sudah dari tadi ia terus mengawasi kami?... Apa dia sedang mengawasi kami atau memang hanya sekedar kebetulan berada di sana dan memperhatikan kami?" Pikir Anton.


Sesaat kemudian Anton langsung menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak-tidak... Mana mungkin ada kebetulan yang semacam itu... Pasti orang itu sedang mengawasi kami!... Apa tujuan orang itu?!... Sepertinya aku harus menemui orang itu untuk memastikannya!"

__ADS_1


__ADS_2