Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Terbebas (2)


__ADS_3

Anton yang terkena hantaman tinju pria peneliti itu kini hanya tertawa dengan ekspresi yang tampak mengintimidasi.


"Hoi.... Kau mau cari mati hah?!" Ucap Anton sambil menatap tajam dan memiringkan kepalanya.


Setelah itu Anton pun memancarkan aura mengerikan dari tubuhnya, ia kemudian melepaskan aura yang sangat kuat dan menekan.


Bisa di pastikan, orang biasa yang terkena tekanan aura itu pasti akan langsung terjatuh dan terkapar karena tidak sanggup menahan tekanan dari aura itu.


Seketika si pria yang sebelumnya melancarkan tinju ke wajah Anton kini langsung jatuh ke lantai dan dari mulutnya langsung keluar darah.


Pria itu pun sampai terbatuk-batuk saat terkena tekanan aura tersebut.


"Tempat ini benar-benar sangat menyebalkan!, Dan yang paling menyebalkan adalah saat kalian melakukan bedah dan melukai tubuhku dengan berbagai cara!" Ucap Anton sambil menatap pria yang sedang terkapar di lantai itu dengan tatapan tajam.


"Hari ini kita gantian!... Kali ini akulah yang akan menyakiti kalian semua!" Ucap Anton yang kemudian melepaskan sebagian energi Saga tingkat legendaris yang tersegel di dalam tubuhnya.


Begitu Anton melepaskan segel Saga tingkat legendaris miliknya itu, seketika aura Anton pun jadi semakin kuat dan aura tingkat legendaris miliknya itu pun membuat semua orang di dalam ruangan tersebut langsung tertunduk lutut sambil memuntahkan darah dari mulut mereka akibat tekanan yang membuat mereka mengalami luka dalam yang cukup parah.


Lalu dengan santainya Anton mengayunkan tangannya ke samping lalu menjentikkan jarinya.


Seketika itu juga dari tubuh Anton pun menyambar petir dalam jumlah yang sangat banyak.


Petir-petir itu pun menyambar ke berbagai arah dan langsung menyambar beberapa peneliti yang ada di tempat itu hingga mereka meninggal.


Setelah puas melihat orang-orang itu tersambar petir hingga hangus, kini Anton pun segera melangkah mendekati pintu, ia kemudian menggerakkan kedua tangannya dan memunculkan bola petir dan bola angin tepat di hadapannya.


Lalu ia kembali menggerakkan tangannya dan seketika itu juga bola petir dan bola angin itu pun langsung menjadi satu.


Begitu bola petir dan bola angin itu menyatu, Anton pun langsung menembakkan bola petir angin tersebut ke arah pintu masuk yang terbuat dari besi yang sangat tebal.


DUAAARRRR!!

__ADS_1


Seketika ledakan yang sangat kuat pun terjadi.


Ledakan itu pun sampai-sampai menghasilkan getaran yang cukup kuat sampai-sampai terasa seperti sedang terjadi gempa.


Sementara itu para peneliti yang masih tersisa dan belum terbunuh kini hanya bisa menatap Anton dengan ekspresi ketakutan serta seluruh tubuh yang tampak gemetar di sertai badan yang sudah di penuhi oleh keringat dingin akibat rasa takut yang mereka rasakan terhadap Anton.


"Bo... Bocah ini benar-benar berbahaya!" Ucap salah satu pria yang masih hidup di ruangan itu.


Sementara itu, Anton yang saat ini sudah berhasil menghancurkan pintu besi menggunakan bola petir angin itu kini langsung menoleh ke arah para peneliti yang masih hidup itu.


Lalu Anton pun memberi sedikit ancaman pada mereka agar mereka tidak lagi mencari masalah dengan Anton.


"Bersyukurlah kalian yang masih ku beri kesempatan untuk hidup hari ini." Ucap Anton dengan tatapan tajam mengintimidasi.


"Namun jika kalian masih berani mengusikku setelah ku peringati seperti ini, maka saat itu aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian semua!" Ucap Anton dengan tegas.


Lalu Anton pun beranjak dari tempat itu meninggalkan para peneliti yang kini di penuhi oleh rasa takut ketika mendengar ancaman dari Anton.


"Dasar bodoh." Balas teman pria itu yang juga merupakan seorang peneliti.


"Memangnya kau pikir ada penelitian yang tidak memiliki resiko hah?... Sebaiknya jangan mengeluh lagi... Ini adalah hal yang biasa." Ucap pria itu dengan tenang.


"Memang benar sih." Ucap pria yang lainnya dengan ekspresi ragu.


"Tidak perlu takut, Kita masih punya kesempatan!... Untuk yang berikutnya, kita harus melakukannya dengan benar dan tidak boleh lengah sedikitpun!" Ucap peneliti itu lagi menyemangati rekannya yang lain.


*******


Saat ini, Karina dan yang lainnya sedang bergerak cepat menuju ke tempat Anton berada setelah mereka mendengar ledakan pintu yang Anton hancurkan sebelumnya.


"Karina!... Sebaiknya jangan bertindak gegabah!... Sebenarnya bukan hanya kau saja yang bisa merasakan sesuatu yang aneh di depan sana!... Aku juga bisa merasakannya!" Ucap Ricardo karena saat ini ia juga bisa merasakan bahwa sesuatu yang sedang mereka dekati ini memiliki sesuatu yang saling bertolak belakang dengan energi gelap yang ada di tubuh mereka, dan karena Ricardo juga memiliki sedikit kepekaan akan hal itu, jadi Ricardo pun bisa merasakan bahwa di depan sana ada sesuatu yang tidak sama dengan mereka.

__ADS_1


"Di depan sana, kita tidak tahu, apakah itu manusia atau monster, tapi yang jelasnya itu sangat misterius dan tidak memiliki kesamaan dengan kita!" Ucap Ricardo lagi mencoba menghentikan tindakan Karina.


Namun Karina terus berlari dengan cepat karena saat ini satu-satunya orang dengan entitas kekuatan seperti yang ia rasakan saat ini hanyalah Anton seorang dan hal itulah yang membuat ia yakin bahwa di depan sana pasti ada Anton.


"Orang yang ku bicarakan sebelumnya ada di depan sana." Ucap Karina dengan ekspresi datar.


"Ya ampun... Anak ini benar-benar keras kepala." Ucap Ricardo dalam hati.


Begitu mereka semua melihat adanya persimpangan lorong yang jaraknya sudah tidak begitu jauh lagi di depan mereka, tiba-tiba mereka pun langsung merasakan aura yang sangat kuat dan menakutkan.


Seketika itu juga Ricardo langsung menarik tangan Karina dan menghentikan langkah Karina.


"Jangan maju lebih jauh lagi!" Ucap Ricardo dengan tegas.


Sementara itu, Karina pun kini langsung berhenti, dan tidak hanya Karina saja yang berhenti melangkah karena saat ini mereka semua yang merasakan aura itu langsung merasa ketakutan dan dengan refleks langsung menghentikan langkahnya.


"Pe... Perasaan macam apa ini?" Ucap salah satu anggota Ricardo yang levelnya tidak begitu jauh dari level Ricardo saat ini.


"Sial!... Bagaimana bisa jadi begini!... Aura menakutkan ini sampai-sampai membuat seluruh tubuhku jadi merinding!" Ucap Natan sambil melihat tangannya yang gemetaran.


Namun saat Natan menoleh dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, barulah ia sadar bahwa orang yang saat ini gemetaran karena rasa takut itu bukan hanya dirinya seorang, melainkan mereka semua tampak gemetar.


Bahkan Ricardo yang merupakan pemburu monster nomor satu itu pun tampak gemetar saat merasakan aura tingkat legendaris yang asalnya dari Anton yang ada di ujung persimpangan lorong tersebut.


Meskipun Anton belum muncul di hadapan mereka, namun mereka sudah bisa merasakan betapa mengerikan dan menakutkannya aura yang di miliki oleh Anton itu.


"Ba... Bahkan tuan Ricardo yang sangat di hormati oleh para pemburu monster itu pun bisa gemetar di bawah tekanan aura mengerikan ini... Ada apa sebenarnya di balik persimpangan lorong ini!" Ucap Natan dalam hati dengan ekspresi terkejut saat melihat tangan Ricardo yang tampak sedikit gemetaran.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2