Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Melawn Pria Misterius


__ADS_3

Saat ini Anton sedang di serang mengguna-kan balok kayu yang bergerak lentur bagaikan ular.


Meskipun terlihat lentur, namun kekuatan hantaman dari balok itu bisa terbilang cukup luar biasa karena hantamannya bahkan bisa membuat sebuah batang pohon hancur.


Anton yang melihat hal itu tentunya jadi sedikit terkejut.


"Bahkan hanya jurus sederhana saja bisa sekuat ini... Siapa sebenarnya orang ini?" Pikir Anton bertanya-tanya.


Namun Anton tentunya bukan sosok yang akan menyerah dan kalah begitu saja.


Kini Anton dengan segera memunculkan sebuah tongkat sihir kecil di tangannya.


Tongkat itu berukuran panjang sekitar 40 cm dengan ukuran besar seperti sebuah pulpen.


Setelah tongkat kecil itu muncul di tangan Anton, kini Anton pun langsung mengayunkan tongkat tersebut dengan kuat.


"Tebasan racun!!" Ucap Anton sambil mengayunkan tongkat sihirnya itu berkali-kali ke arah pria misterius itu.


Seketika racun berbentuk seperti bulan sabit pun melesat ke arah pria misterius itu.


Jumlah sabit racun itu tidak hanya satu saja karena saat ini Anton melakukan tebasan secara beruntun.


Melihat serangan sabit racun itu, kini si pria misterius itu langsung mengayunkan pedangnya ke atas dan seketika muncul balok kayu yang kini menahan semua serangan dari Anton.


DUAARR!!


PRAAAK!!


BRUAAAKKK!!


Beberapa racun berbentuk sabit itu pun kini terus berdatangan dan menghantam balok itu secara bertubi-tubi.


Namun serangan tebasan racun itu sama sekali tidak dapat melukai pertahanan dari pria misterius itu.


"Hahaha!... Sebaiknya kau menyerah saja!" Ucap pria misterius itu sambil menunjuk Anton.


Namun Anton sama sekali tidak peduli, ia berusaha untuk tidak terprovokasi oleh kata-kata dari pria misterius itu.


Setelah itu kini Anton pun langsung melesat maju menghampiri pria misterius itu dengan cepat.


Melihat hal itu, si pria misterius kini hanya bisa tertawa kecil terhadap Anton.


"Haha... Masih belum sadar diri juga ya." Ucap pria misterius itu.


Lalu pria misterius itu pun mengangkat pedangnya di atas kepalanya.


Seketika itu juga dari bawah kaki pria itu kini bermunculan balok-balok kayu yang sangat banyak bahkan ada beberapa yang memiliki ujung yang sangat runcing.


Setelah itu kini si pria misterius itu pun langsung mengayunkan pedangnya itu ke arah bawah.


"Terima ini!" Ucap pria itu dengan suara yang terdengar sedikit di tekan.

__ADS_1


Seketika itu juga, balok kayu yang sangat banyak itu langsung bergerak bagaikan tanaman rambat ke arah Anton.


Anton yang melihat hal itu kini jadi sedikit terkejut.


"Orang ini benar-benar sangat merepotkan!! Apa jangan-jangan selain jurus ini dia masih punya jurus lainnya?" Ucap Anton bertanya-tanya sambil berusaha menghindari serangan kayu itu satu persatu.


Anton kini tampak mulai terlihat kesulitan untuk bergerak mendekat ke arah pria misterius itu.


Sementara itu, si pria misterius itu tampak terus mengayunkan pedangnya untuk memunculkan kayu-kayu itu, sehingga kini serangan balok kayu yang menjalar seperti ular itu kini terus berdatangan menyerang Anton.


Anton sendir bahkan sudah memotong beberapa kayu lainnya hingga terbelah dan terpotong menjadi beberapa bagian, namun serangan pria itu sama sekali tidak ada habisnya.


Ia terus menyerang dan membuat Anton semakin kerepotan.


"Apa-apaan orang ini?! Dia sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk menyerang balik!" Ucap Anton sambil terus menghindar dan sesekali menebas kayu tersebut.


Melihat situasi sudah menjadi cukup sulit bagi dirinya untuk memenangkan pertarungan dengan mudah, kini Anton pun menyimpan kembali tongkat sihir miliknya itu.


Sesudah itu ia pun langsung memunculkan sebuah panah busur yang telah ia terima dari asosiasi pusat sebagai penghargaan dan hadiah dari pemimpin asosiasi pusat, yakni tuan Hiruzwen.


"Ini adalah hadiah pertama yang ku terima dari Hiruzwen!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun langsung melompat setinggi mungkin dan dengan segera ia pun menarik tali panah itu dan seketika itu juga anak panah pun muncul di tali itu.


Bukan hanya di tali itu saja, kini di udara di sekitar Anton pun tampak muncul puluhan anak panah yang terbuat dari kristal.


"Hujan panah!" Ucap Anton yang kemudian melepaskan anak panah itu.


Bersamaan dengan melesat-nya anak panah di tali itu, kini puluhan anak panah yang ada di tali itu pun juga ikutan melesat ke arah pria misterius itu.


Melihat hal itu, kini pria misterius itu pun langsung mengayunkan pedangnya ke atas.


"Tusukan beruntun!" Ucap pria misterius itu dengan suara yang cukup kuat.


Seketika itu juga puluhan balok kayu berujung runcing pun langsung melesat dan menjulang ke udara serta menghampiri serangan hujan panah dari Anton.


Efek serangan pria misterius itu membuat tanah di sekitar tempat munculnya balik kayu itu kini memunculkan kepulan debu bagaikan asap.


Sementara itu, serangan balok kayu runcing itu pun kini bertemu dengan jurus hujan panah milik Anton.


Pertemuan dua jurus ini menghasilkan ledakan beruntun yang terjadi secara bertubi-tubi layaknya puluhan petasan yang mengeluarkan suara ledakan secara berturut-turut.


Namun ternyata senjata energi milik Anton itu berhasil melemahkan balok kayu milik pria misterius itu.


Tampak anak panah dari serangan hujan panah milik Anton kini membuat balok kaku berujung runcing milik pria misterius itu kini berubah menjadi kristal dan saat hantaman berikutnya dari anak panah milik Anton kini langsung membuat kayu yang sudah menjadi kristal itu langsung hancur berkeping-keping layaknya kaca yang pecah terkena hantaman batu.


Pria misterius itu pun kini langsung terlihat terkejut dengan mata yang tampak terbelalak melihat hal itu.


Sementara itu, serangan anak panah itu kini menghancurkan semua balik kayu berujung runcing itu. Hingga akhirnya kini anak panah yang melesat ke arah pria itu saat ini sudah berada dekat dengan pria itu.


Hal itu pun membuat si pria itu tak punya pilihan lain selain melompat ke belakang untuk menghindari serangan tersebut.

__ADS_1


TAK


TAK


TAK


TAK...


Beberapa anak panah lainnya kini langsung tertancap di tanah dan seketika itu juga tanah itu langsung berubah menjadi kristal.


Area yang berubah menjadi kristal tampak berbentuk lingkaran dengan anak panah itu berada di tengah-tengah.


Sementara itu ukuran jari-jari lingkaran yang mengkristal itu kira-kira mencapai 40 cm.


Kini si pria misterius itu pun langsung mendarat ke tanah dan dengan segera ia menundukkan tubuhnya dan langsung menyentuh tanah menggunakan tangannya dengan posisi telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah.


"Serangan pilar kayu!" Ucap pria misterius itu dengan suara yang tegas.


Seketika itu juga tanah di depan pria itu langsung bergerak-gerak seolah ada sesuatu di bawahnya.


Bahkan pergerakan tanah itu terlihat bergerak ke arah Anton dan tanah tempat sesuatu yang bergerak itu tampak seperti sebuah tanah yang sedang di lalui oleh ular monster.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba munculah beberapa pilar kayu yang langsung menjulang ke atas saat berada di bawah kaki Anton.


Anton yang menyadari kemunculan pilar kayu berujung tajam itu kini langsung menggunakan kakinya untuk menginjak pinggiran kayu itu sehingga kakinya tidak terluka dan dengan cepat ia langsung menggunakan bagian yang ia injak itu untuk melompat ke samping dan menghindari serangan kayu runcing itu.


"Sial! Untung saja aku tidak terlambat menyadari serangannya!" Ucap Anton dalam hati.


Namun, baru saja Anton mendaratkan kakinya di tanah, tiba-tiba dari tanah itu mulai muncul pula pilar kayu berujung runcing itu.


Pilar itu mulai keluar dari tanah dan menjulang ke atas untuk menusuk Anton.


Namun dengan cepat Anton langsung melakukan salto ke belakang.


Saat Anton melakukan salto, tampak pilar Karu berujung runcing itu terus bermunculan mengejar Anton yang saat ini sedang melakukan salto ke belakang untuk menghindar.


Karena serangan itu terus bermunculan, alhasil Anton pun terpaksa melakukan salto secara terus-menerus untuk menghindari serangan pilar kayu runcing itu.


"Merepotkan sekali!" Ucap Anton yang kini mendapatkan posisi yang bagus untuk melompat ke udara.


Anton pun dengan segera memanfaatkan posisi itu dan segera melompat ke udara.


Sekali lagi Anton pun langsung melesatkan serangan yang sama seperti sebelumnya, yakni hujan panah.


Kini puluhan anak panah melesat ke arah pria misterius itu.


Melihat Anton yang masih menggunakan jurus itu kini si pria misterius itu pun langsung tertawa kecil dan mengejek Anton.


"Hahaha... Apa kau sudah kehabisan jurus sampai-sampai mengguna-kan jurus yang sama terus-menerus hah?!" Ucap pria misterius itu dengan nada yang terdengar mengejek.


"Aku tak peduli kau mau bilang apa!" Jawab Anton dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2