
Saat ini Anton dan pria misterius itu tampak masih terus bertarung.
Anton kini menggunakan jurus yang sama dari senjata energi miliknya, yakni panah kristal.
Anton tampak melesatkan serangan hujan panah dari udara dan serangan itu langsung melesat cepat ke arah pria misterius itu.
Namun si pria misterius itu hanya tertawa melihatnya karena ia menganggap bahwa Anton hanya punya satu jurus itu saja.
Namun begitu jurus hujan panah tersebut melesat, kini si pria misterius itu pun langsung melompat ke belakang menjauh dari area yang di serang oleh Anton saat ini.
Akan tetapi, si pria misterius yang baru saja melompat ke belakang itu kini sekali lagi di serang oleh Anton menggunakan anak panah miliknya.
Satu anak panah lagi di lesatkan ke arah pria itu.
Melihat anak panah itu, si pria misterius itu kembali menghindar. Namun Anton tidak berhenti sampai di situ saja, dengan segera Anton kembali melesatkan anak panahnya dengan sangat cepat dan melakukannya berkali-kali.
"Meskipun panah ini terkesan lemah, namun dengan kemampuan uniknya yang bisa mengkristal kan benda apa saja tentu akan sangat berguna bagiku!" Pikir Anton.
Namun pada akhirnya apa yang di pikirkan oleh Anton sama sekali tidak sesuai dengan kenyataanya karena kini si pria misterius terlihat bisa menangkis anak panah itu menggunakan pedangnya dan pedangnya sama sekali tidak berubah menjadi kristal.
"Eh? Apa yang terjadi?" Ucap Anton bertanya-tanya. lanjutnya, "Apa jangan-jangan ada batasan juga bagi senjata ini? Apa mungkin karena level kekuatan pria itu lebih tinggi sehingga senjata ini tak mampu mengkristal-kan senjata orang itu?"
Dalam hatinya Anton terus bertanya-tanya, namun ia sudah menemukan satu kemungkinan yaitu kekuatan pria itu jauh lebih kuat dari kekuatan senjata energi miliknya saat ini.
Setelah Anton yakin bahwa senjata energi miliknya itu tak dapat membantu dirinya untuk mengalahkan si pria misterius, kini Anton pun menyimpan kembali panah itu.
Setelah menyimpan panah itu, Anton langsung memunculkan kembali tongkat sihir miliknya yang ia simpan sebelumnya.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain! Aku akan mencoba jurus itu!" Ucap Anton dalam hati.
Setelah berkata seperti itu, kini Anton pun langsung memutar-mutar tongkatnya itu dengan beberapa gerakan tangan dan setelah itu ia mengangkat tangan dan menunjuk menggunakan tongkat itu ke arah atas.
Seketika tongkat itu langsung memancarkan cahaya dan tak lama setelah itu kini di atas Anton muncul seekor raja monster iguana yang pernah Anton kalahkan sebelumnya.
Raja monster iguana ini adalah wujud dari hewan monster yang Anton kalahkan sebelumnya, yakni si pemimpin monster iguana yang ada di hutan tempat mereka melakukan misi di bulan lalu.
Sementara itu, si pria misterius yang melihat wujud monster iguana itu pun kini jadi sedikit terkejut melihat hal itu.
"Ternyata benda itu senjata pusaka!" Ucap pria itu yang tampak sedikit terkejut melihat benda pusaka milik Anton saat ini.
Senjata pusaka pada dasarnya memiliki kekuatan yang unik dan menarik, sehingga banyak orang yang menginginkan senjata yang seperti itu.
Namun sayangnya untuk mendapatkan senjata pusaka benar-benar membutuhkan keberuntungan yang tinggi karena tidak semua hewan monster memiliki benda pusaka di dalam tubuh mereka.
Anton yang kini sudah memunculkan raja monster iguana itu pun langsung mengayunkan tangan beserta tongkat sihirnya itu ke arah pria misterius tersebut dan seketika itu juga si iguana itu pun langsung melompat dan berlari ke arah pria itu.
__ADS_1
Anton saat ini sudah menggunakan metode penargetan terhadap pria itu sehingga serangan monster iguana itu akan terus tertuju pada pria itu.
Monster Iguana berlari ke arah pria itu, dan pria itu pun segera memunculkan balok kayu yang sangat tajam dan melesat-kan balok kayu itu layaknya ular yang merayap di udara.
Melihat serangan itu, Anton pun langsung menggerakkan tangannya.
"Semburan racun!" Ucap Anton.
Seketika si raja monster iguana itu pun langsung menyemburkan racun dari dalam mulutnya dan racun itu langsung menghantam balok-balok kayu itu hingga balok-balok kayu itu tampak berhenti bergerak dan perlahan meleleh akibat serangan racun yang sangat kuat itu.
"Tchi! Racun monster ini ternyata memang sangat kuat!" Ucap pria misterius dalam hatinya.
Lalu pria misterius itu pun langsung melesat ke arah monster iguana itu.
Ia kemudian menebaskan pedangnya ke wajah monster itu namun dengan cepat monster iguana itu membuat sebuah perisai racun untuk melindungi wajahnya.
Kemudian raja monster iguana itu pun langsung memutar tubuhnya dan mengibas-kan ekornya hingga ekornya kini langsung menghantam tubuh pria misterius itu.
"Uhukk!!"
Pria misterius itu terkejut dan langsung terhempas dan menghantam batang pohon karena dirinya terkena hantaman dari ekor monster iguana itu.
"Sial! Kuat sekali!" Pikir pria misterius itu sambil berusaha berdiri.
Namun kini si pria misterius tampaknya sudah cukup kesulitan.
Si pria misterius itu pun langsung maju dengan memanfaatkan pedangnya ia menebas monster iguana itu secara berulang kali.
Ia bergerak dengan sangat cepat dan menyerang ke beberapa bagian tubuh monster iguana itu, akan tetapi serangan-nya tidak memberikan hasil yang optimal karena hanya goresan kecil saja yang bisa ia berikan pada monster itu.
Ia sama sekali tak bisa membuat luka yang dalam pada kulit tebal dan kuat dari monster iguana itu.
Anton kini bisa melihat dan menyadari bahwa monster iguana itu memang memiliki ketahanan yang bahkan belum bisa di hadapi oleh pria itu sekalipun level pria itu lebih tinggi dari si iguana tersebut.
Lalu Anton pun tidak hanya berdiam diri saja memandangi pertarungan monster Iguana dan pria misterius itu.
Anton kini langsung memunculkan tali racun dari tongkat sihirnya itu.
Lalu tali racun itu ia gunakan sebagai cambuk untuk menyerang.
Dari jarak yang cukup jauh itu kini Anton langsung mengayunkan cambuk racun miliknya itu ke arah pria misterius.
Si pria misterius pun sedikit terkejut melihat kemunculan cambuk itu dan dengan segera pria itu melompat ke belakang menjauhi iguana serta cambuk beracun itu.
Namun Anton tidak berhenti di situ saja.
__ADS_1
Dengan segera Anton melesat maju menghadapi pria itu sambil menggerak-gerakkan cambuknya dan tampak cambuk itu terus bergerak menyerang pria misterius itu.
"Sialan! Kau benar-benar sudah membuatku kerepotan!" Ucap pria itu dengan nada suara yang terdengar kesal.
Selain cambuk beracun itu, tampak si iguana juga terus ikut menyerang pria itu.
serangan iguana itu berupa semburan racun dan semburan itu terpaksa membuat pria tersebut terus bergerak menghindar dan tak sempat menggunakan jurusnya.
Namun saat si pria itu menghindar secara terus-menerus, kini pria itu pun terdesak dan langsung melompat ke atas pohon.
"Kalau sudah begini tidaka ada pilihan lain lagi!" Ucap pria itu.
"Kali ini aku akan melawan-mu dengan serius!"
Setelah berkata seperti itu, kini pria tersebut langsung menghilangkan pedang miliknya itu dan dengan cepat ia langsung mengangkat tangan kanannya ke udara.
Setelah ia menurunkan tangan kanannya dan mulai menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan.
Anton yang melihat hal itu kini tidak dia saja.
"Jangan pikir aku bodoh! Tidak akan ku biarkan kau mengguna-kan jurus yang kuat!" Ucap Anton yang kemudian mengayunkan cambuknya ke arah pria itu.
Pria misterius yang saat ini masih fokus dengan jurusnya di kejutkan oleh serangan cambuk beracun milik Anton.
Cambuk beracun itu tampak melesat ke arah kaki pria itu.
Melihat hal itu, si pria misterius mencoba menghentikan jurusnya dan ingin menghindar dari serangan itu.
Namun sayangnya hal itu tak sempat ia lakukan karena kini kakinya sudah terlilit oleh cambuk beracun itu.
Saat kakinya sudah terlilit cambuk itu, kini Anton pun segera menarik cambuk itu dan membuat si pria misterius itu langsung tertarik ke arah Anton.
Namun dengan segera Anton memutar arah cambuk itu dan kini terlihat cambuk itu bergerak ke arah monster iguana milik Anton.
Sementara itu, si monster iguana itu kini mulai menyemburkan cairan beracun ke arah pria itu.
Seketika pria itu terkejut saat melihat sebuah semburan racun kini bergerak ke arahnya.
Ia ingin menghindar namun sayangnya itu tidak akan bisa karena saat ini kakinya terikat.
Dengan segera ia mencoba memunculkan kembali pedang miliknya namun sayangnya sudah terlambat karena kini cairan beracun yang di semburkan oleh monster iguana itu kini sudah menyirami seluruh tubuh pria itu.
Pria itu pun langsung terhempas sangat kuat bersamaan dengan semburan cairan beracun itu.
Sementara tali racun yang mengikat kakinya kini sudah terlepas.
__ADS_1