
Di semua kota yang ada dalam wilayah tembok ke enam hancur.
Monster berkeliaran di mana-mana dan memakan beberapa manusia yang masih tertinggal di gedung-gedung dan puing-puing bangunan.
Tidak hanya itu saja, bahkan di bagian pedesaan tampak para monster sedang memakan ternak peliharaan para masyarakat desa.
Kekacauan masih terus berlangsung, dan masih banyak manusia yang sedang mencoba bertahan hidup dari serangan para monster.
Beberapa orang tampak bersembunyi di puing-puing bangunan.
Sementara yang di perkebunan berusaha bersembunyi di semak-semak sambil mengamati gerak-gerik monster di sekitarnya.
Keadaan yang sangat mencekam ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya pemimpin asosiasi cabang ke lima pun mengambil keputusan untuk turun tangan menghadapi para monster tersebut.
(Kantor asosiasi cabang ke lima)
Tampak para pemburu monster sedang melawan monster yang berusaha mendekat ke area kantor Asosiasi.
Para monster terus berdatangan dan membuat para pemburu monster jadi kewalahan menghadapinya.
"Jumlah mereka terlalu banyak!... Kalau seperti ini terus bisa-bisa kita kehabisan energi sebelum bisa mengalahkan semua monster ini!" Ucap salah satu pemburu monster.
Tak lama setelah itu, dari dalam kantor asosiasi tampan Nadoyo selaku pemimpin asosiasi cabang ke lima itu keluar dari kantor tersebut dan menuju ke halaman.
Nadoyo saat ini di temani oleh wakilnya yang bernama Sibaya.
Mereka berdua berjalan ke halaman dan melihat langsung pertarungan para pemburu monster yang menahan serangan dan melawan para monster yang berdatangan itu.
"Sepertinya ini sudah saatnya untuk turun tangan dalam pertarungan ini." Ucap Nadoyo dengan ekspresi tenang.
Lalu Nadoyo pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah para pemburu monster yang sedang menahan monster yang jumlahnya cukup banyak.
Para pemburu monster itu tampak sangat kerepotan karena jumlah monster cukup banyak dan akhirnya salah satu dari mereka berhasil di tangkap oleh seekor gorila api.
__ADS_1
"Kupa!" Teriak salah satu pemburu monster saat melihat rekannya itu berada dalam genggaman si monster.
Pria bernama Kupa itu pun saat ini sudah terlihat panik ketakutan saat dirinya tertangkap oleh monster gorila, dan saat monster gorila tersebut hendak memakan kepala pria itu, tiba-tiba Nadoyo muncul dari samping si monster dan langsung menusukkan sebuah kristal panjang dan berujung runcing ke kepala si monster gorila itu.
Seketika kristal itu pun menembus kepala si monster dan membuat monster itu langsung mati begitu saja.
Semua pemburu monster yang ada di tempat itu tampak terkejut, dan hanya bisa sedikit bernafas lega saat melihat Kupa yang berhasil di selamatkan.
Namun rasa lega itu hanya sementara karena saat ini monster-monster itu kembali menyerang dengan brutal.
Serangan semburan api keluar dari mulut beberapa monster gorila.
Semburan api itu di arahkan pada dua pemburu monster yang saling berdekatan saat ini.
Karena terlambat menyadari serangan itu, kedua pemburu monster itu pun tak sempat bereaksi untuk menahan ataupun menghindari serangan tersebut.
Namun beruntungnya Nadoyo segera menembakkan kristal kecil ke arah tanah yang ada di dekat kedua pria itu, dan di saat itu juga terbentuklah sebuah tembok kristal yang cukup tebal menjulang dari tanah tempat kristal yang di tembakkan oleh Nadoyo.
Alhasil semburan api itu hanya mengenai tembok kristal tersebut.
Sambil melesat, Nadoyo langsung memunculkan puluhan kristal kecil di sekitar tubuhnya dan saat berada di kerumunan monster itu, Nadoyo pun langsung memutar tubuhnya di udara sambil menembakkan semua kristal kecil miliknya itu ke arah para monster yang ada di sekitarnya.
Begitu kristal kecil tersebut menembus dan tertinggal di dalam tubuh si monster, segera Nadoyo mengepalkan tangannya dan kristal-kristal kecil itu langsung berubah menjadi tongkat yang cukup panjang dan besar dengan kedua ujung tongkatnya meruncing sehingga mampu menembus tubuh para monster gorila tersebut.
Tidak hanya Nadoyo saja yang menunjukkan kekuatannya.
Tampak Sibaya juga berhasil mengalahkan banyak monster gorila menggunakan jurus tulang yang ia miliki.
Tampak dari bawah tanah menjulang tulang-tulang dengan ujung yang runcing dan langsung menusuk tubuh para monster itu hingga tembus ke atas.
Melihat hal itu, para pemburu monster yang ada di tempat itu pun langsung terkejut karena Nadoyo dan Sibaya berhasil membereskan semua monster yang ada di tempat itu dengan sangat cepat tanpa banyak membuang-buang energi.
"Ce... Cepat sekali!" Ucap salah satu pemburu monster dengan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"Ternyata kekuatan para top ranking terdahulu benar-benar luar biasa!" Sambung salah satu pria lainnya.
Mendengar ucapan pria itu, mereka semua pun tampak terkejut dan tak menyangka akan hal itu.
Mereka pun bertanya-tanya apa maksudnya dari perkataan pria itu.
Sebelum Nadoyo dan Sibaya menjadi pemimpin asosiasi cabang ke lima, mereka dulunya adalah salah satu dari top ranking pemburu monster.
Di mana Nadoyo berada di ranking 11 dan Sibaya berada di rangking 12.
Meskipun keduanya bukanlah top 10 dari top ranking, namun kemampuan mereka tidak bisa di anggap remeh.
Selain itu, saat para top ranking sebelum-sebelumnya menjadi pemimpin asosiasi, maka yang menggantikan mereka di top ranking tersebut adalah orang-orang yang tanknya berada di di bawah mereka.
Sebagai contohnya adalah Ricardo yang mana dulunya ia hanya berada di ranking 13 namun kini naik menjadi ranking 1 untuk menggantikan posisi top ranking saat itu.
Mendengar cerita tersebut, tampak para pemburu monster lainnya pun terlihat kagum menatap pemimpin asosiasi mereka itu.
"Tidak ku sangka ternyata tuan Nadoyo ternyata sekuat itu." Ucap salah satu pemburu monster.
"Benar... Baru kali ini aku melihat ia bertarung... Selama ini aku tak melihat beliau bertarung, jadi ku pikir beliau hanyalah orang biasa." Sahut yang lainnya.
Setelah pertarungan di halaman kantor asosiasi itu, kini Nadoyo pun memberi perintah pada Sibaya untuk berjaga di area kantor asosiasi tersebut sementara ia akan pergi melakukan pertarungan dengan para monster di luar sana.
"Kau tetaplah di sini!... Kali ini biar aku yang ikut turun tangan melawan para monster itu... Sudah sangat lama aku tak bertarung." Ucap Nadoyo dengan ekspresi wajah yang tampak bersemangat.
"Baiklah." Jawab Sibaya sambil mengangguk.
Setelah itu Nadoyo pun segera melesat ke arah kota untuk membunuh semua monster yang ada di kota tersebut.
Selain tembok ke enam, tembok ke lima saat ini juga sudah mulai cukup kacau di salah satu kotanya.
Hal itu di karenakan adanya monster yang lolos dan mengobrak-abrik kota tersebut.
__ADS_1
Hal itu membuat para pemburu monster harus membagi tugas dan menghadapi para monster lainnya di kota tersebut.