Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Anton Dan Karina


__ADS_3

Saat ini Sagio yang terkena tinju petir dari Anton langsung terpental dan menghantam batang pohon yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.


Seketika itu juga Sagio pun langsung hilang kesadaran, dirinya langsung pingsan begitu saja, sama seperti yang di alami Dilo setelah menghantam dahan pohon hingga patah sebelumnya.


Melihat hal itu, kini para anggota Sagio dan Dilo yang masih tersisa kini hanya bisa menelan ludah dengan kasar.


Mereka tak punya orang yang bisa mereka andalkan lagi karena pada dasarnya memang hanya Dilo dan Sagio lah yang mereka jadikan patokan di kelompok itu karena hanya mereka berdua lah yang terkuat di kelompok itu.


"Sa... Sagio dan Dilo kalah telak?!"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?!"


"Orang ini terlalu kuat!"


"Kita tak akan bisa menang melawan-nya! Bahkan Dilo dan Sagio saja bisa ia buat jadi seperti itu, apa lagi hanya kita berlima saja yang tersisa sekarang!"


Para anggota kelompok Dilo dan Sagio pun kini mulai panik menghadapi situasi mereka saat ini.


Sementara itu, Anton kini mulai melangkahkan kakinya dan berjalan mendekati para anggota yang tersisa lima orang itu.


"Apa sekarang kalian masih mau bertarung denganku?" Tanya Anton dengan dengan nada suara yang terdengar datar.


Para anggota yang tersisa itu malah semakin panik dan tak satu pun dari mereka yang mencoba untuk menjawab pertanyaan dari Anton.


"Biar ku jelaskan sekali lagi pada kalian! Ini semua hanya salah paham! Gadis yang bernama Karina itu sama sekali tidak ku apa-apakan! Justru di sini akulah yang telah menyelamatkan gadis itu dari bahaya! Jadi sebaiknya kalian diam saja dan tak perlu banyak tingkah jika hanya untuk mencari-cari perhatian darinya saja!" Ucap Anton dengan nada yang tegas.


Setelah itu Anton pun langsung berbalik badan dan berjalan mendekati Karina yang ternyata sedari tadi terus memperhatikan cara bertarung yang di lakukan oleh Anton.

__ADS_1


Anton sedikit terkejut saat melihat tatapan Karina yang mengarah padanya.


Ia sebelumnya mengira bahwa Karina masih bersedih sehingga tak mau mengambil tindakan untuk meluruskan kesalahpahaman itu, namun ternyata tidak begitu, justru Karina saat ini malah terlihat seperti orang yang baru saja selesai menikmati tontonan yang menarik.


"Apa sedari tadi kau hanya memperhatikan pertarungan ini?" Tanya Anton dengan ekspresi datar di balik topeng dan maskernya.


Karina sedikit tersentak dan tersadar dari lamunannya saat menatap Anton.


"Me... Memangnya kenapa?!" Jawab Karina sambil menoleh ke samping dan berpaling dari Anton.


"Kau tanya memangnya kenapa? Coba kau buka matamu baik-baik dan lihat apa yang sudah terjadi di sini! Gara-gara kau yang tak mau membantuku menjelaskan situasinya kini banyak orang yang jadi korban!" Ucap Anton dengan nada suara yang terdengar sedikit kesal.


"Lah! Kenapa menyalahkan ku? Itu kan kau sendiri yang melakukannya! Siapa suruh kau menghajar mereka sampai jadi seperti itu? Kenapa kau tidak kabur saja agar hal ini tidak terjadi?" Ucap Karina membela diri.


"Hah..." Anton kini hanya bisa menghela nafas mendengarkan kata-kata dari Karina karena hal itu memang seharusnya bisa ia lakukan namun ia malah meladeni Dilo dan Sagio.


Entah karena dorongan dendam atau semacamnya Anton pun malah berpikir untuk melawan bukannya kabur.


"Tu... Tunggu dulu!" Ucap Karina yang terdengar terbata-bata.


Mendengar suara Karina, kini Anton pun langsung berhenti melangkah.


"Ada apa lagi?" Tanya Anton tanpa menoleh ke arah Karina yang ada di belakangnya.


"Boleh aku ikut denganmu?" Tanya Karina dengan ekspresi yang tampak ragu.


"Ikut denganku? Apa kau yakin? Bukankah kau merasakan sesuatu yang berbahaya dariku?" Tanya Anton yang masih belum berbalik badan ke arah Karina.

__ADS_1


"Itu memang benar! Tapi, setelah ku pikir-pikir, kurasa kau bukanlah orang yang jahat! Karena jika kau memang punya niat buruk, mungkin sudah sejak awal kau akan melakukan sesuatu padaku, tapi kau sama sekali tidak melakukan apa-apa." Ucap Karina yang berusaha untuk mengabaikan rasa resah dan gelisah yang ia rasakan saat berada di dekat Anton saat ini.


"Maaf saja! Kau bukan tipe ku, karena itu aku tidak bern4fsu padamu!" Ucap Anton dengan nada suara yang sangat datar.


"Sialan! Apa aku benar-benar tidak semenarik itu hah?!" Ucap Karina yang tiba-tiba merasa kesal dan langsung berdiri dari duduknya.


Mendengar suara kesal Karina, kini Anton pun langsung berbalik badan dan menatap Karina.


"Memangnya kenapa jika aku berpikir kau tidak menarik bagiku? Apa kau berpikir jika aku melecehkan mu itu artinya kau adalah gadis yang menarik? Jangan bodoh! Yang kau katakan barusan itu adalah hal yang sangat merendahkan dirimu sendiri!" Balas Anton dengan ekspresi datar.


Mendengar ucapan Anton, Karina pun hanya terdiam. Ia kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Anton karena memang apa yang di ucapkan oleh Anton adalah suatu kebenaran dan hal itu ia akui dalam hatinya.


"Boleh aku ikut denganmu?" Tanya Karina lagi sambil menundukkan kepalanya seolah tak mau menatap wajah Anton.


Anton yang melihat kata-katanya barusan malah di abaikan oleh Karina kini hanya bisa menghela nafas panjang.


Kemudian ia kembali memutar tubuhnya dan berjalan ke depan.


"Terserah kau saja! Tapi ingat, aku ini seorang pemburu yang bertindak sendirian, jadi cukup kali ini saja kau ikut denganku! Lagipula anggota mu yang lain sudah tak ada jadi mungkin akan lebih sulit bagimu jika harus berjalan sendiri di hutan ini." Ucap Anton yang mencoba memahami tindakan Karina saat ini.


Mendengar ucapan Zero, Karina pun langsung merasa senang dan dengan segera ia pun langsung berlari kecil ke arah Zero dan mengikuti Anton dari belakang.


Sementara itu, saat Mereka berdua sudah berada di luar gua, kini mereka melihat lima anggota Dilo dan Sugio yang sedang mencoba menyadarkan Dilo dan Sagio serta beberapa rekan mereka yang lainnya.


"Hei! Kau tidak membunuh mereka kan?" Tanya Karina penuh selidik.


"Entahlah... Itu semua tergantung dari mereka, jika mereka mati itu artinya serangan yang ku anggap lemah ternyata justru sangat kuat bagi mereka... Lagi pula sejak tadi aku sudah mencoba menahan diri sampai-sampai tak menggunakan senjata elemen sama sekali." Jawab Anton dengan suara yang terdengar santai-santai saja.

__ADS_1


"hah..." Karina menghela nafas panjang mendengar jawaban dari Anton.


"Kalau begitu sebaiknya kau berharap saja agar mereka tidak mati, karena kalau mereka mati, bisa-bisa kau akan jadi buronan! Apa lagi kedua orang itu berasal dari keluarga yang cukup terpandang di kota awal.


__ADS_2