Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Cerita Natan (2)


__ADS_3

Saat ini ayah Natan yang sedang berburu bersama para anggotanya tengah di perhadapkan dengan seekor monster yang sangat kuat yang jauh lebih kuat dari monster yang pernah mereka temui sebelumnya.


Hal itu pun kini membuat mereka menjadi sangat kesulitan berhadapan dengan monster tersebut.


Monster itu memiliki tubuh yang sangat kekar dan gahar, sementara bentuk fisiknya secara keseluruhan mirip kadal namun ia bisa berdiri layaknya manusia.


Tinggi monster itu mencapai lima meter dengan tubuh yang di baluti oleh bara api yang menyala-nyala.


Wajah monster itu tampak penuh dengan api dan dari dalam mulut-nya terlihat kobaran api yang menyala-nyala.


Monster itu sangat kuat, Bramusa dan seluruh anggotanya menghadapi monster itu secara bersamaan dan berusaha sebisa mungkin untuk melawan.


Namun alhasil mereka sama sekali tak bisa memberikan serangan yang berarti bagi monster itu.


Kini Bramusa dan seluruh anggotanya itu pun tak sanggup lagi menghadapi si monster.


Melihat seluruh anggotanya kini sudah tak sanggup untuk bertarung lagi, kini Bramusa pun langsung mengalihkan perhatian monster itu agar semua anggotanya berhasil kabur dari tempat itu.


Awalnya anggota Bramusa tidak setuju akan hal itu, akan tetapi Bramusa terus ngotot dan memaksakan diri serta memarahi semua anggotanya agar seluruh anggotanya itu segera pergi dari tempat tersebut.


"Cepat pergi dari sini!" Bentak Bramusa dengan ekspresi kesal sambil menahan serangan si monster menggunakan pedang miliknya.


"Tapi!..."


"Jangan banyak membantah!... Pergi sekarang juga!... Selain itu, aku ingin kalian sampaikan kata-kata terakhirku untuk keluarga ku!... Katakan pada mereka aku mencintai mereka!" Ucap Bramusa.


Setelah itu kini seluruh anggota Bramusa itu pun segera kabur dari tempat itu dan meninggalkan Bramusa seorang diri berhadapan dengan monster tersebut.


Seluruh anggota Bramusa kini meninggalkan hutan dengan tubuh yang penuh luka serta perasaan yang penuh duka karena telah mengorbankan sosok seorang pemimpin kelompok mereka yakni Bramusa itu sendiri.

__ADS_1


Sejak kematian bramusa, yakni bapaknya Natan, sang ibu pun mulai melarang Natan untuk bercita-cita menjadi salah satu pemburu monster.


Bagi sang ibu, Natan adalah satu-satunya keluarga yang tersisa, dan ia tak ingin kehilangan keluarganya lagi.


Oleh karena itulah sang ibu terus melarang Natan untuk menjadi seorang pemburu monster.


Namun, pada hari ini, tepat saat sang ibu sudah dalam keadaan yang kritis, Natan pun memutuskan untuk menjadi seorang pemburu monster guna mendapatkan uang lebih agar bisa membiayai pengobatan ibunya.


******


Saat ini usia Natan sudah menginjak 17 tahun dan ia langsung mendatangi kantor asosiasi pemburu monster yang ada tembok ke tiga yang jaraknya cukup jauh dari kota yang ia tinggali saat ini.


Natan mulai mendaftarkan diri dan mengikuti semua tes untuk menjadi seorang pemburu monster.


Setelah semua tes selesai ia lalui dan dirinya di nyatakan lolos, kini Natan pun sudah resmi menjadi seorang pemburu monster dengan level 23.


Energi gelap kini sudah tertanam di dalam tubuh Natan dan ia sudah siap untuk memulai hidupnya sebagai seorang pemburu monster yang akan menghabisi monster-monster yang ada di luar tembok saat ini.


Lalu Natan pun segera memulai perjalanan barunya sebagai seorang pemburu monster, dan saat ia mulai melangkahkan kakinya di luar tembok ia pun langsung menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dari mulut.


"Ini adalah langkah awalku untuk membantu ibu!" Ucap Natan yang kemudian mulai melangkahkan kakinya ke depan.


Natan pun beranjak dari tempat itu dan segera pergi ke berbagai tempat yang ada monsternya.


"Untuk saat ini aku akan mencoba melawan monster-monster dengan level rendah terlebih dahulu, setelah sudah cukup yakin dan percaya diri barulah aku akan mencoba memburu monster dengan level yang lebih tinggi lagi." Ucap Natan dalam hati.


Natan pun memulai perburuannya di beberapa area hutan.


Ia kini memburu monster-monster yang berada di level 15 ke bawah, ia masih belum yakin untuk melawan monster dengan level yang setara dengan level dirinya saat ini.

__ADS_1


Namun dari hasil buruannya untuk pertama kalinya ini sudah termasuk cukup banyak jika di bandingkan dengan beberapa pemula lainnya, mungkin inilah ya v di sebut kekuatan tekad. Orang dengan tekad yang kuat pasti akan mengerjakan sesuatu dengan lebih keras lagi di bandingkan orang yang sama sekali tidak memiliki tekad.


Hari sudah sore, dan saat ini Natan pun sudah berhasil mengumpulkan sangat banyak kristal energi di di dalam tas yang ia bawa-bawa saat ini.


"Ini sudah sangat banyak, jika aku menambahnya lagi bisa-bisa tas ini akan rusak saat aku membawanya bergerak kesana-kemari." ucap Natan dalam hati.


Kini Natan pun memutuskan untuk segera kembali ke kantor asosiasi pemburu monster yang ia tempati saat mendaftar sebelumnya.


Namun, saat di perjalanan Natan tidak sengaja bertemu dengan beberapa orang pemburu monster pemalas yang tidak begitu tertarik dengan perburuan dan malah bersantai-santai sambil menunggu mangsa untuk di jarah.


Natan secara tidak sengaja lewat di daerah yang merupakan tempat orang-orang itu melancarkan aksinya hari ini.


"Hei... Lihat bocah itu!... Bawaannya banyak juga ya!" Ucap salah satu penjarah yang sedang bersembunyi di salah satu dahan pohon bersama salah satu rekannya yang lain.


"Halah... Paling-paling bocah itu hanya membawa kristal energi level rendah dan tidak membawa kristal energi yang lebih mahal untuk kita jual!" Balas rekan pria itu.


"Tidak masalah!... Lagi pula kita juga kan masih berada di level 35 ke bawah, jadi tak perlu khawatir, setidaknya kita jadikan bawaan bocah itu sebagai setoran kita hari ini." Balas pria itu.


"Hah... Terserahlah... Dari pada kita tak dapat mangsa hari ini!" Balas rekan pria itu sambil buang muka.


"oke... Ayo cegat bocah itu." Ucap salah satu pria lainnya yang berada di seberang mereka berdua.


Lalu mereka semua yang sedang bersembunyi di dahan pohon di sekitaran hutan itu pun kini segera turun dan langsung menghadang dan menghentikan langkah Natan yang sedang beranjak pulang itu.


Natan pun langsung terkejut melihat hal itu, ia tidak tahu kenapa tiba-tiba ada banyak orang yang sedang menghalangi jalannya saat ini, bahkan orang-orang itu mengelilingi dirinya.


"Si... Siapa kalian?!" Tanya Natan penuh selidik dengan ekspresi wajah yang tampak sedikit takut.


Namun pertanyaan Natan tampak di acuhkan oleh mereka semua.

__ADS_1


Orang-orang itu hanya tertawa kecil menatap Natan yang tasnya penuh dengan kristal energi hasil buruannya.


"Sial!... Apa mereka berniat buruk padaku?" Pikir Natan dengan ekspresi kesal bercampur rasa takut.


__ADS_2