Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Anton Dan Karina


__ADS_3

Saat ini di dalam gua tampak Anton yang sedang duduk di depan perapian yang ia buat karena saat ini hari sudah mulai gelap.


Selain itu tujuan Anton menyalakan api karena cuaca saat ini terasa cukup dingin dan ia merasa harus menyalakan api, apa lagi saat ini Karina masih belum bangun, jadi dia pun tidak bisa tahu keadaan tubuh Karina, jadi akan lebih baik jika ia sedikit membuat udara di gua itu jadi sedikit lebih hangat dari sebelumnya.


Beberapa saat berlalu, dan kegelapan pun menyelimuti seluruh hutan.


Malam telah tiba, sementara itu di dalam gua tampak perlahan Karina menggerakkan jari tangannya pertanda bahwa ia mulai sadarkan diri.


Tak lama setelah itu, kini Karina perlahan membuka matanya.


Setelah ia membuka matanya, kini ia pun berusaha untuk bangun dan duduk.


Lalu ia pun mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk memastikan situasi saat ini karena ia saat ini berada di tempat yang sangat asing baginya.


Saat Karina melihat ke arah perapian, Karina melihat sosok Anton yang sedang duduk di depan perapian itu sambil menjulurkan kedua tangannya ke dekat api yang menyala-nyala itu agar tangannya tetap hangat.


"Kau sudah bangun ya." Ucap Anton tanpa menoleh ke arah Karina ketika ia menyadari kalau Karina sudah sadarkan diri saat ini.


"Ka... Kau pria cabul yang tadi!" Ucap Karina dengan ekspresi terkejut bercampur rasa kesal.


Lalu Karina langsung memperhatikan seluruh tubuhnya, dan memastikan apakah ia saat ini masih baik-baik saja atau sudah di c@buki oleh Anton.


Karina melihat seluruh pakaiannya masih rapi dan tidak tersentuh sama sekali.


Lalu Karina pun langsung menggunakan kedua tangannya menutupi bagian Kem@luannya yang masih tertutupi oleh celana pendek serta gaun panjang yang bagian bawahan sampingnya terbelah agar bisa membuat penggunanya bergerak bebas saat mengenakannya.

__ADS_1


"Ap... Apa yang sudah kau lakukan padaku?!" Tanya Karina yang tampak mencurigai Anton.


"Aku tidak melakukan apapun padamu! Satu-satunya yang ku lakukan padamu hanyalah menyelamatkan mu dari racun monster yang kalian lawan sebelumnya." Jawab Anton dengan ekspresi datar dan masih tidak menoleh ke arah Karina.


"Ra... Racun?" Ucap Karina yang tampak sedikit berpikir. "Ah benar juga! Aku memang terkena racun! Tapi aku tak percaya kau yang menyelamatkan ku! Aku bisa pulih seperti ini karena kemampuan ku sendiri! aku yakin itu!" Ucap Karina yang tampak sangat percaya diri akan kemampuannya.


"Terserah kau mau bilang apa, aku tidak peduli!... Tapi satu hal yang harus kau ketahui saat ini...." Ucap Anton menggantungkan perkataannya.


"Hmm? Apa itu?" Tanya Karina penasaran.


"Di antara semua orang yang bersamamu, hanya kau seorang lah yang masih bisa hidup! Yang lain sekarang sudah mati karena efek racun yang sama dengan racun yang ada di tubuh mu dan racun itu terus menjalar masuk ke dalam tubuh mereka hingga akhirnya mencapai jantung dan menghentikan fungsi dari jantung itu sendiri." Ucap Anton menjelaskan sambil menatap Karina dengan ekspresi yang terlihat sangat serius.


Sementara itu, Karina yang mendengar cerita Anton kini hanya bisa menatap Anton dengan tatapan kosong serta mata yang terbelalak dan mulut yang menganga seolah mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar tak mau percaya dengan cerita Anton.


Ia benar-benar sangat terkejut mendengar hal itu dan ia merasa syok dengan apa yang sudah terjadi saat ini.


"Ka... Kau!!...." Karina langsung menundukkan wajahnya. Ia kini tak sanggup lagi berkata-kata meskipun kebenaran dari cerita Anton itu masih belum benar-benar ia pastikan. Namun berdasarkan situasi saat ini, bisa di bilang ucapan Anton barusan memiliki kebenaran yang mencapai 95% dan itu sudah cukup membuat Karina percaya akan cerita Anton mengenai semua anggotanya yang kini sudah tewas akibat racun tersebut.


"Kenapa?! Kenapa hanya aku yang kau selamatkan?!!" Bentak Karina sambil mengangkat wajahnya dan menatap Anton dengan ekspresi kesal namun sambil berlinang air mata.


"Kenapa hanya aku yang kau selamatkan?!!" Bentak Karina lagi sambil bergerak maju dan memukul kurungan petir buatan Anton dan membuat tubuhnya terdorong ke belakang akibat ledakan kecil saat tangannya menghantam kurungan itu.


Anton pun segera menghilangkan kurungan petir itu.


Lalu ia berdiri dan berjalan perlahan ke arah Karina yang saat ini sedang tersungkur di atas batu karena terdorong oleh ledakan energi barusan.

__ADS_1


"Kau bertanya kenapa aku hanya menyelamatkan mu? Bukankah sudah jelas dari ceritaku sebelumnya bahwa aku hanya punya satu obat penawar." Jawab Anton yang kemudian duduk jongkok di depan Karina.


Kemudian Karina kembali duduk menghadap Anton.


"Lantas kenapa harus aku?! Jika memang hanya satu gunakan itu untuk dirimu sendiri dan biarkan saja aku mati bersama para rekanku!!" Bentak Karina.


PLAAKK


Anton langsung menampar wajah Karina dan membuat wajah Karina sedikit memerah akibat bekas tamparan Anton.


Seketika Karina pun terdiam dan hanya bisa menatap Anton dengan ekspresi terkejut.


"Apa kau benar-benar tak mau menghargai hidupmu sendiri hah?" Tanya Anton dengan ekspresi datar.


Karina hanya menggertakkan giginya. Ia tidak menjawab kata-kata Anton dan malah terus mengepalkan telapak tangannya dengan ekspresi kesal di wajahnya.


"Biar ku beritahukan satu hal padamu! aku bukanlah seperti para tokoh utama di cerita-cerita komik di mana ia bisa menyelamatkan semua orang di sekitarnya!... Aku ini hanyalah orang biasa yang berpikir rasional! Aku memilihmu karena bagiku kau mungkin bisa membantuku untuk mencari orang-orang yang bisa membuat obat sebelum mereka semua mati, namun ternyata aku malah salah besar karena kau sendiri malah hilang kesadaran padahal sudah ku berikan obat penawar racun." Ucap Anton dengan tegas.


"Haha! haha! hahaha..." Karina mulai tertawa terbata-bata seperti orang yang sudah hilang kewarasannya. "Jadi sekarang kau ingin melemparkan semua kesalahan itu padaku, begitu?!" Ucap Karina yang kini langsung mencengkram kerah baju Anton dengan sangat kuat.


"Setelah kau membuat keputusan sepihak sekarang kau mau membuat diriku lah yang terlihat sebagai yang paling bersalah atas kejadian itu?! hah?!" Bentak Karina yang tampak masih meneteskan air mata di pipinya.


Ia terus mencengkram kerah baju Anton dengan sangat kuat.


"Kau benar-benar pria bajingan!!" bentaknya lagi sambil melepaskan satu pukulan tinju tepat ke wajah Anton sehingga wajah Anton pun tertepis ke samping.

__ADS_1


"Kau benar-benar sangat jahat!" Ucap Karina yang kini sudah tak dapat menahan tangisannya lagi.


Ia pun langsung menangis keras di depan Anton. Sedangkan Anton saat ini hanya diam saja dan tidak mau menoleh ke arah Karina.


__ADS_2