Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Ingatan Yang Tersembunyi


__ADS_3

Anton saat ini sudah berada di salah satu hutan yang merupakan tempat khusus bagi para pemula untuk meningkatkan level mereka.


Di hutan ini Anton telah memburu cukup banyak monster-monster lemah yang tidak begitu sulit untuk di hadapi.


"Tidak ku sangka semua monster di tempat ini sangat lemah! Padahal jika di lihat menggunakan kacamata pendeteksi level level ini bisa di lihat beberapa monster yang ku kalahkan sebelumnya susah berada di level 8 ke bawah, akan tetapi aku bisa dengan mudah mengalahkannya padahal masih level 0... Ini benar-benar sangat aneh!" Ucap Anton dalam hati.


Setelah cukup lama Anton berburu monster di wilayah hutan itu, kini Anton bertemu dengan satu kelompok dengan dua anggota kelompok yang merupakan orang yang ia kenali, yakni dua teman baiknya.


"Hoi! Hoi!... coba lihat siapa orang ini?" Ucap Ruyon sambil menatap Anton dengan tatapan sinis saat mereka berpapasan dengan Anton.


"Hahaha... Apa yang di lakukan oleh pecundang ini di sini?... Apa dia ingin bunuh diri?" ucap Marko menimpali perkataan Ruyon sebelumnya.


Sementara itu, Anton yang mendengarkan ucapan mereka kini hanya diam sambil pasang ekspresi acuh tak acuh.


Lalu dengan segera Anton berjalan melewati mereka berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Orang-orang seperti Meraka sama sekali tak pantas untuk di anggap sebagai teman!" Ucap Anton dalam hati dengan tegas.


Melihat Anton yang langsung pergi begitu saja, kini Marko dan Ruyon pun merasa tersinggung dan merasa seolah di rendahkan oleh Anton.


Benar-benar sikap yang aneh, namun sudah seperti inilah kebanyakan cara bersikap para pemburu monster di zaman ini.


"Mau kemana kau sialan!" Bentak Ruyon.


Anton pun menghentikan langkahnya, lalu ia pun langsung berbicara tanpa menoleh ke arah Ruyon yang ada di belakangnya.


"Kemana pun aku pergi, itu bukanlah urusanmu!" ucap Anton dengan nada suara yang tegas.


"Begitu ya... Hah!... Jadi sekarang kau sudah berani bersikap sombong ya hah?!... Padahal hanya level 0 tapi berani datang ke tempat ini... Benar-benar tidak sadar diri!... Hahahahahaha." ucap Ruyon yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


Ruyon dan yang lainnya saat ini bisa melihat level Anton menggunakan kacamata khusus yang di ciptakan untuk melihat dan menganalisa kemampuan lawan maupun kawan mereka.


"Sekarang kalian tertawa, tapi suatu saat nanti aku yakin karma akan bertindak." Balas Anton dengan nada suara yang terdengar datar.


Setelah itu Anton pun langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Ia kini langsung melanjutkan perburuannya dengan rasa kesal di hatinya.


Saat Anton melawan para monster lemah yang mendatangi dirinya, ia terus terpikirkan saat Ruyon dan Marko menertawakan dirinya.


Hal itu pun membuat Anton bertarung dengan sangat brutal dan penuh dengan amarah yang meluap-luap.


Anton adalah tipe pria yang memiliki sikap yang cukup sulit untuk di tebak.


Hal itu di karenakan Anton memiliki sikap yang sering berubah-ubah.


kadang ia bisa bersikap tenang dan dingin, namun kadang juga bersikap konyol dan penuh semangat serta memiliki emosi yang tidak stabil.


"Akan ku buat mereka berdua menyesali perbuatan mereka hati ini!... Penghinaan yang ku dapat hari ini akan ku balaskan seratus kali lipat!" ucap Anton dengan ekspresi serius sambil menebas seekor monster berwujud kucing yang bergerak cepat dalam bayangan.


Setelah seharian Anton berburu dan menaikkan levelnya, kini Anton pun berhasil mengalahkan satu monster lagi hanya dengan satu tebasan saja.


monster yang baru saja Anton kalahkan itu adalah monster ular dengan tubuh yang penuh dengan duri tajam.


Ukuran monster itu kira-kira sepanjang 5 meter dan saat monster itu terbunuh, kini dari tubuh monster itu keluar aura hitam pekat dan aura hitam itu langsung masuk ke dalam tubuh Diego.


Untuk jumlah energi gelap yang di dapatkan dari monster sendiri tergantung pada level monster tersebut.


Jadi semakin tinggi level monster yang di bunuh, maka semakin banyak pula energi gelap yang di dapatkan, dan semakin banyak energi gelap yang di dapatkan, maka level seorang pemburu itu pun akan semakin cepat meningkat.


Karena itulah banyak pemburu monster yang selalu berlomba-lomba mencari monster buruan dengan level yang tinggi agar bisa lebih cepat dalam hal menaikkan level.


"Hah..." Anton menghela nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya di sebuah batang pohon. "Sudah seharian aku berburu dan membunuh banyak monster, jadi harusnya saat ini levelku sudah berada di tingkat yang lebih tinggi dari tingkat 0 itu sendiri.


Lalu Anton pun langsung mengecek levelnya.


Ia kini menggerakkan tangan kanannya di depan tubuhnya. Seketika itu juga sebuah layar virtual muncul di hadapan Anton.


Layar virtual itu adalah layar virtual yang hanya bisa di lihat oleh pemiliknya sehingga orang lain tidak bisa melihat layar virtual itu.


Namun, saat Anton mengecek statusnya saat ini, ia pun langsung terkejut karena ternyata levelnya saat ini sama sekali tidak mengalami perkembangan dan masih menunjukkan angka nol.

__ADS_1


"Ba... bagaimana bisa jadi seperti ini?!" ucap Anton dengan ekspresi tidak percaya saat melihat hal itu.


Anton pun kini tak tahu lagi harus bagaimana.


Ia merasa semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Namun di pikiran Anton saat ini sempat terbersit sebuah kalimat.


"Mungkin saja ini karena energiku bukanlah energi gelap, jadinya alat ini tak bisa mendeteksi levelku dengan benar!"


Anton yang saat ini merasa kelelahan itu pun ini mencoba berpikir keras, hingga akhirnya ia pun merasakan sakit kepala yang teramat sangat.


Namun sakit kepala itu tidaklah biasa karena sakit kepala yang Anton rasakan saat ini berbarengan dengan ingatan yang perlahan mulai mengisi memori otaknya.


"Apa-apaan ini!?" Ucap Anton sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan. "Sakit sekali!"


Kini berbagai ingatan masuk ke dalam pikiran Anton.


Tidak hanya itu saja, semua ingatan yang masuk di pikiran Anton saat ini kini langsung tersimpan dengan jelas di pikiran Anton seolah-olah itu adalah sebuah ingatan dari masa lalu.


"Apa ini?" ucap Anton lagi dalam hati karena saat ini ia sedang melihat begitu banyak ingatan yang masuk ke dalam kepalanya.


Sakit kepala yang seolah tiada henti itu kini sudah tak tertahankan lagi dan membuat Anton pun langsung jatuh pingsan begitu saja.


Setelah beberapa jam berlalu dan hari sudah gelap, Anton pun langsung terbangun.


Ia kini susah tersadarkan dari pingsanya itu, dan kini ia juga telah memiliki ingatan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan energi yang ia miliki.


Tidak hanya itu saja, ia juga kini bisa mengetahui tingkatan levelnya saat ini tanpa harus mengunakan alat pendeteksi level.


"tingkat Elite level level 41?" Ucap Anton yang kini merasa sedikit bingung dengan level dirinya sendiri.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2