
Di sebuah ruangan yang di tempati oleh beberapa benda-benda milik para peneliti, tampak anton tengah terbaring di atas sebuah tempat khusus yang terlihat seperti ranjang pasien namun lebih kuat dan di bagian kaki serta tangan dan di beberapa bagian tubuh lainnya terdapat sebuah alat yang biasa di gunakan untuk mengekang dan mengikat.
Bahkan Anton yang sedang dalam keadaan berbaring saat ini tampak kedua tangan dan kakinya di ikat di bagian tersebut agar Anton tak bisa memberi perlawanan.
Sebelumnya, Saat Anton dan si pria misterius beranjak dari hutan tempat mereka bertarung, tepat di tengah jalan si pria misterius pun langsung menyuntikan sebuah suntik bius pada Anton secara mendadak, dan karena Anton berada di jarak yang cukup dekat dengan pria itu, Anton pun tak sempat menghindari suntikan tersebut.
Begitu Anton pingsan, Pria Misterius itu pun memanggil dan menyuruh para bawahannya untuk membawa Anton menggunakan tandu dan setelah itu para bawahan pria itu pun segera membawa Anton menggunakan tandu.
Di sebuah ruangan khusus di mana para peneliti akan melakukan eksperimen ini tampak Anton mulai membuka matanya secara perlahan.
Ia kemudian melirik ke kiri dan ke kanan, namun ia tak melihat keberadaan anggota serikat pembebasan di sekitar tempat itu.
Ruangan itu hanya di huni oleh para peneliti yang sedang mempersiapkan segala hal yang akan mereka gunakan dalam eksperimen kali ini, yakni eksperimen yang bertujuan untuk mencari tahu secara detail mengenai kekuatan Anton serta mencari cara untuk menduplikat kekuatan tersebut.
Tak lama setelah itu, kini salah satu peneliti datang mendekati Anton.
Melihat sosok pria paruh baya yang mendekatinya dengan pakaian lab lengkap kini membuat Anton bisa menyadari situasi dirinya saat ini.
"Tchi!... Sialan!... Aku benar-benar lengah kali ini!... Sebaiknya untuk sekarang aku harus mengetahui beberapa informasi terlebih dahulu." Ucap Anton dalam hati sambil menoleh dan melirik ke berbagai arah.
Pria paruh baya yang saat ini berdiri di samping Anton kini menyadari gerak-gerik Anton.
"Apa kau mencari teman-temanmu itu?" Ucap si peneliti itu sambil menunjukkan seringai di wajahnya.
Anton pun jadi sedikit kesal mendengar ucapan pria itu, apa lagi saat ini ia sama sekali tak bisa menemukan keberadaan Karina dan yang lainnya di tempat itu.
"Sialan!... Seharusnya aku menyadari hal ini sejak awal!... Mana mungkin mereka akan menyandra Karina dan yang lain-nya di tempat yang sama denganku!" Pikir Anton
Lalu Anton pun langsung menatap pria itu dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Sialan!... Di mana kau menyembunyikan rekan-rekanku?!" Bentak Anton.
"Hahahaha... Kau bersemangat sekali." Ucap pria itu sambil menertawai Anton.
__ADS_1
"Padahal sudah di buat pingsan bahkan sudah di beri obat penenang!... Seharusnya obat itu masih bekerja sekarang, tapi tidak ku sangka itu sama sekali tidak mempengaruhi dirimu." Ucap pria itu karena dirinya melihat Anton benar-benar masih sangat bertenaga.
"Sialan!.. Jawab saja pertanyaanku jika kau tak ingin tempat ini hancur!" Ucap Anton dengan ekspresi serius.
Saat ini Anton sudah tak mengenakan penyamarannya, bahkan pakaiannya juga sudah di lucuti dan hanya tersisa ****** ******** saja yang ia kenakan saat ini.
"Hahahaha dasar bodoh!... Mana mungkin kau berani melakukannya." Ucap pria itu yang semakin bersemangat menertawai Anton.
"Sejak awal kami memang sengaja menaruh mereka di tempat yang berbeda... Karena dengan begitu kami bisa memanfaatkan mereka untuk menundukkan dirimu."
Lalu pria itu mendekati Anton lebih dekat lagi.
Ia kemudian mencekik leher Anton dan kemudian melancarkan tamparan ke wajah Anton.
"Sebaiknya kau pahami situasi-mu saat ini!... Kau bukanlah orang yang berhak memberi ancaman di sini!... Justru sebaliknya, hanya kami-lah yang akan mengancam diri-mu!" Ucap pria itu.
Anton pun terdiam mendengar ucapan pria itu.
Melihat Anton yang sudah terdiam tanpa suara, kini pria paruh baya itu pun berjalan santai meninggalkan Anton.
Setelah diam sejenak, kini Anton kembali berbicara.
Namun sebelum berbicara Anton justru malah tertawa, sementara pria yang baru beberapa langkah saja meninggalkan Anton kini langsung menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke belakang dan menatap Anton yang tiba-tiba tertawa itu.
"Hahahaha... Jangan kau pikir aku tak menyadari kebohongan kalian sialan!" Ucap Anton dengan ekspresi menyelidik.
"Hmm??"
Pria paruh baya itu hanya menoleh sambil bergumam.
"Kalian tidak mungkin benar-benar sudah menangkap semua teman-teman ku!... Aku yakin kalian hanya membual saja!" Ucap Anton lagi.
"Membual?" Balas pria paruh baya itu sambil memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Anton.
__ADS_1
"Benar sekali!... Karena itulah kau membuat-buat alasan seolah kalian menahan teman-teman ku di tempat lain... Padahal sebenarnya sama sekali tak ada!" Ucap Anton.
"Hah... Benar-benar bocah yang keras kepala." Ucap pria itu sambil menghela nafas dan memijat kecil kening-nya.
Lalu pria itu pun menyalakan sebuah layar hologram yang ada di atas langit-langit tempat Anton terbaring saat ini.
"Lihat saja itu jika kau tak mempercayainya." Ucap pria itu dan kemudian ia kembali melangkah dan meninggalkan Anton begitu saja.
Sementara itu Anton kini tampak terkejut karena ternyata memang benar bahwa Karina dan yang lainnya saat ini sedang di tawan oleh orang-orang itu.
Di layar hologram yang di tampilkan itu tampak foto Karina dan yang lainnya sedang di ikat sehingga kedua tangan mereka tak bisa bergerak dan tak bisa menciptakan jurus untuk melakukan perlawanan. Terlebih lagi saat ini tampak mereka semua berada di sebuah jeruji besi yang cukup luas.
"Sialan!... Orang-orang ini benar-benar sudah melakukannya!" Ucap Anton dengan ekspresi kesal.
********
Sejak hari itu, Anton pun mulai menjadi objek eksperimen para peneliti itu.
Para peneliti itu pun mulai melakukan beberapa eksperimen terhadap Anton. Bahkan mereka juga sudah sempat membedah tubuh Anton.
Namun tubuh Anton yang di bedah oleh mereka bisa sembuh dengan cepat dan hanya butuh waktu kira-kira dua sampai tiga hari saja luka itu sudah bisa sembuh total.
Anton saat ini sama sekali tidak tahu menahu mengenai waktu yang ada karena ia selalu terkurung di tempat ini dan menjalani beberapa eksperimen gila dari para peneliti itu.
Anton sama sekali tak tahu sudah berapa hari ia berada di sini karena tempat ini tidak memiliki jam dinding ataupun semacamnya. Bahkan para peneliti di sini pun sering datang secara bergantian sehingga aktivitas mereka sama sekali tidak terhenti dan terus berjalan seolah tidak ada siang dan malam.
"Sial!... Tempat ini bisa-bisa membuatku gila!" Pikir Anton yang saat ini sedang terbaring dan menunggu sesi eksperimen berikutnya.
"Kali ini apa lagi yang akan mereka lakukan padaku?!" Pikir Anton bertanya-tanya.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1