
Di markas serikat terkuat saat ini, yakni serikat yang di pimpin oleh ayahnya Karina tampak mulai sibuk mencari tahu posisi Karina setelah Karina mengirimkan sinyal darurat yang menandakan bahwa dirinya sedang dalam masalah.
Setelah berhasil menemukan lokasi Karina saat ini, kini mereka pun langsung mengetahui bahwa Karina sedang berada di hutan.
Bahkan dari map yang ada di layar monitor pria yang bertugas mengecek lokasi itu tampak tanda yang menunjukkan keberadaan Karina kini sudah bergerak cepat mendekati wilayah tembok ke enam.
"Aku menemukan Nona Karina!" Ucap pria itu.
Lalu ayah Karina pun kini dengan terburu-buru langsung datang menghampiri pria itu.
"Di mana posisinya?!" Tanya Ricardo Arsila, ayah Karina.
"Mereka ada di sekitaran hutan dan sedang bergerak ke tembok ke enam." Jawab pria itu.
Namun begitu mereka melihat kembali ke layar monitor milik pria itu, tiba-tiba layarnya langsung mati dan dari bagian atas komputer milik pria itu tampak muncul kepulan asap tebal yang menandakan bahwa komputer itu terbakar dari dalam.
"Sial!... Aku lupa memperbaiki komputer ini!" Ucap pria itu dengan wajah frustasi dan langsung memukul komputernya.
BRUAAAKKK!!
Seketika kepala pria itu juga langsung di pukuli oleh ayah Karina.
"Dasar bod*h!... Kenapa rusaknya di saat-saat seperti ini?!" Bentak Ricardo dengan ekspresi yang tampak sangat kesal.
"Cepat perbaiki komputer-mu!" Bentaknya lagi.
"Si... Siap pak!" Ucap pria itu yang langsung panik melihat kemarahan pemimpin mereka.
Lalu pria itu pun segera memperbaiki komputer miliknya. Namun karena ada beberapa komponen yang harus di ganti, jadinya perbaikan komputer itu juga harus melalui proses yang cukup lama.
Belum lagi komponen yang di butuhkan itu masih terbilang cukup langka di kota saat ini.
"Sudahlah!... Kau segera cari saja apa yang di butuhkan!... Aku akan memimpin anggota lainnya yang masih ada di markas untuk berjaga di tembok ke enam dan mencari keberadaan Karina di sana!" Ucap Ricardo.
"Siap pak!" Jawab pria itu yang kemudian langsung keluar untuk membeli barang yang ia perlukan untuk memperbaiki komputer miliknya.
__ADS_1
"Hari ini benar-benar sial!... Semua komputer yang ada di meja kerjaku semuanya ikut bermasalah hanya gara-gara satu komputer utama yang rusak.
Sebenarnya di meja kerja milik pria itu masih terdapat tiga komputer lainnya yang juga masih terhubung dengan komputer utama, namun sayangnya tiga komputer itu kini juga mengalami kerusakan dan mengalami error setelah komputer utama terbakar.
Oleh karena itu pria tersebut harus segera mencari komponen pengganti agar komputer itu bisa segera ia perbaiki.
Sementara itu, Ricardo kini sudah memimpin beberapa anggotanya untuk berjaga di area tembok ke enam untuk mengamati pergerakan orang-orang yang mungkin saja sedang membawa Karina atau semacamnya.
"Pokoknya harus jaga di setiap sudut!... Pasang mata kalian baik-baik dan mulai pencarian!" Ucap Ricardo dengan tegas memerintah para anggotanya.
"Siap pak!" Ucap para anggota dengan patuh dan langsung melakukan tugas mereka dengan segera.
Seharian mereka berjaga dan mencari, namun sayangnya mereka sama sekali mendapatkan petunjuk, apa lagi saat ini mereka tak bisa mendapatkan informasi dari kalung yang di kenakan oleh Karina.
"Ahh!! Benar-benar sangat menyebalkan!" Ucap Ricardo yang tampak makin kesal dan emosi.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku?!" Bentaknya lagi.
Hari sudah malam, namun Ricardo masih belum menyerah.
Setelah itu, Ricardo pun langsung menghubungi pria yang sebelumnya bertugas untuk melakukan pelacakan.
Lalu melalui pesan yang Ricardo kirimkan, Ricardo menanyakan apakah pria itu sudah bisa memperbaiki komputernya yang sudah rusak itu atau tidak.
Namun sayang sekali jawabannya adalah tidak, karena ada satu komponen yang harus mereka dapatkan terlebih dahulu, dan komponen itu tak bisa di buat dalam waktu cepat karena pada dasarnya komponen itu adalah rangkaian komponen dan alat-alat yang di rakit sendiri oleh si pria tersebut.
Untuk merangkai dan merakit semua itu si pria tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, dan kemungkinan target waktu paling cepatnya adalah tiga hari, karena semuanya belum lengkap dan harus di buat secara berkala dari satu jenis perangkat rakitan hingga ke perangkat rakitan lainnya yang saling berhubungan.
Selain itu untuk bisa mendapatkan kembali informasi dari komputer sebelum-nya, pria tersebut masih harus melakukan berbagai macam hal untuk membackup semua data-datanya agar bisa kembali seperti semula.
"Ma... Maaf pak... Sepertinya ini akan memakan waktu yang cukup lama." ucap pria itu melalui pesan yang di kirimkannya pada Ricardo.
"Sialan!... Kenapa harus jadi seperti ini?!" Bentak Ricardo saat melihat pesan balasan itu.
Setelah menunggu dengan bersabar selama tiga hari, kini Ricardo pun mendapatkan informasi yang membuatnya menjadi sangat bersemangat.
__ADS_1
Informasi itu datang dari pria yang memperbaiki komputer yang mereka gunakan untuk melihat lokasinya Karina saat ini.
Setelah mendapatkan informasi bahwa komputer sudah selesai di perbaiki dan kembali bisa di operasikan dengan normal, maka Ricardo pun segera keluar dari hutan dan langsung pergi ke kota awal, tepatnya pergi ke markas serikat yang ia pimpin itu.
Setibanya Ricardo di markas, Ricardo pun segera menyuruh pria tersebut untuk mencari kembali keberadaan Karina saat ini.
"Cepat lakukan pencarian dengan benar!" Ucap Ricardo memberi perintah.
"Aku sudah melakukannya pak!... Aku juga sudah menemukan lokasi di mana nona Karina berada saat ini!" Ucap pria itu sambil membuka jalan pada pemimpin mereka yang sedang bersemangat itu.
Lalu Ricardo pun segera mendekat dan memperhatikan lokasi yang di tunjukkan oleh pria itu padanya.
"Di sini lokasinya!... Kalau aku tidak salah tempat ini adalah kantor pusat penelitian!" Ucap pria itu sambil menunjuk lokasi dan memperbesar gambar lokasi itu.
"Benar!... Ini lokasi kantor pusat penelitian energi gelap!" Ucap Ricardo menanggapi saat melihat foto kantor yang tertera di map tersebut.
"Tapi kenapa nona Karina bisa ada di sana?" Tanya salah satu pria yang ada di belakang Ricardo.
"Entahlah!... Padahal aku juga sama sekali tak ada masalah dengan orang-orang dari kantor penelitian itu!... Apa sebenarnya yang mereka inginkan sampai-sampai menculik putriku satu-satunya?!" Ucap Ricardo dengan ekspresi yang tampak kesal.
Tidak ada yang tahu mengenai apa yang membuat orang-orang dari kantor penelitian itu menyerang dan menangkap Karina. Namun ada satu hal yang pastinya akan terjadi hari ini, dan hal itu adalah....
DUAAARRRR!!!
Pintu ruang bawah tanah terbuka oleh sebuah ledakan yang datang dari luar pintu.
dari pintu yang sudah hancur itu tampak di luar sana asap bekas ledakan masih bisa terlihat jelas, dan saat asap itu perlahan lenyap, tampak sosok pria dengan gagahnya sedang berdiri di hadapan pintu yang sudah ia rusak itu. sosok pria itu adalah Ricardo Arsila, ayahnya Karina Arsila.
"Akan ku ambil kembali putriku dari tempat ini!" Ucap Ricardo sambil pasang ekspresi serius namun terkesan sangar dan menakut-kan serta penuh intimidasi.
Sementara di belakang Ricardo tampak banyak orang yang sudah tumbang dan terkapar di lantai dengan keadaan yang tampak bersimbah darah.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1