Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Melawan Pemburu Monster (3)


__ADS_3

Setelah Anton terus bergerak, akhirnya Anton pun bertemu dengan sekelompok pemburu monster yang mencoba menghadang dirinya.


Para pemburu monster tersebut berjumlah lebih dari 50 orang dan mereka semua tersebar luas di sekitar tempat itu guna menghadang pergerakan Anton agar tak bisa pergi kemana-mana lagi.


Namun Anton sama sekali tak peduli dengan hal itu, dan ia terus melesat ke arah para pemburu monster tersebut.


Melihat hal itu, salah satu pemburu monster yang merupakan pimpinan serikat tersebut langsung memerintahkan anggotanya untuk menyerang Anton.


"Serang dia!" Ucap si ketua itu dengan tegas.


Lalu para anggota serikat itu pun langsung melesatkan serangan mereka masing-masing.


Tampak puluhan tebasan berbentuk bulan sabit dengan berbagai elemen melesat ke arah Anton.


Melihat hal itu, Anton pun segera memunculkan perisai petir angin di hadapannya dan terus melesat ke depan.


Seketika seluruh serangan itu pun menghantam perisai petir angin milik Anton, namun semua serangan itu langsung hancur begitu saja dan tak bisa menembus pertahanan Anton.


Sementara itu, Anton pun kini sudah berada di dekat para pemburu monster itu dan dengan segera Anton menghentak-kan tangan kirinya dan seketika itu juga terciptalah gelombang angin yang sangat kuat dan gelombang angin itu pun langsung menghantam para pemburu monster tersebut hingga mereka terhempas dan jatuh ke tanah.


"Kuat sekali!" Ucap beberapa dari mereka mengeluhkan kekuatan Anton.


Setelah itu Anton pun mendarat di salah satu dahan pohon, dan sesudah itu ia pun segera mengangkat tangan kanannya ke udara dengan posisi telapak tangan yang terbuka serta menghadap ke langit.


Lalu tepat di atas telapak tangan Anton pun kini terbentuklah sebuah gumpalan energi yang memancarkan percikan-percikan petir yang sangat banyak.


Bahkan percikan-percikan petir itu kian membesar dan mulai menyambar mengelilingi tubuh Anton.


Melihat hal itu, para pemburu monster pun segera waspada melihat jurus yang Anton tunjukkan itu.


Mereka semua pun segera menyiapkan jurus terkuat mereka untuk di adu dengan jurus yang Anton gunakan itu.


Namun belum selesai mereka menyiapkan jurus mereka, kini Anton pun sudah mulai melakukan serangan.


"Sambaran!... Halilintar!" Ucap Anton dengan suara tegas.

__ADS_1


Seketika itu juga gumpalan energi yang ada di atas Anton itu pun langsung menyambar-kan puluhan petir ke segala arah dan langsung menyambar semua pemburu monster yang menyerangnya saat ini.


Beberapa pemburu monster yang tidak sempat menghindar kini langsung terkena Sambaran petir hingga mereka pingsan.


Sementara beberapa pemburu monster lainnya tampak ada yang berhasil menghindari serangan tersebut.


Namun hal itu tak bertahan lama karena petir-petir milik Anton itu juga terus bergerak karena Anton sudah menargetkan lawannya sehingga jurus tersebut akan mengincar lawannya.


"Sial!... Petir-nya terus mengincarku!" Ucap salah satu pemburu monster yang sedang berusaha menghindari serangan Anton.


Namun pada akhirnya pria itu tetap saja terkena Sambaran petir yang begitu cepat.


"Kenapa petirnya sangat cepat?!"


BERZZZTT!!


"ARRGGGHH!!"


Pada akhirnya, tak ada satu pun pemburu monster itu yang berhasil selamat dari serangan Anton.


Meskipun demikian, bukan berarti Anton telah membunuh mereka semua, Anton saat ini hanya membuat mereka pingsan saja agar mereka tak mengejar Anton lagi.


"Sebaiknya sekarang aku segera pergi dari sini!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun segera bergegas menjauh dari tempat itu.


Di sisi lain, para petugas yang bekerja di kantor cabang asosiasi pemburu monster kini hanya bisa menggertak-kan giginya dengan kesal.


"Sial!... Dia berhasil menembus Serikat Sugali dan Serikat Arusi!" Ucap salah satu pria yang sedang mengamati situasi pertarungan sebelumnya menggunakan kamera satelit.


"Orang itu benar-benar tidak bisa di remehkan!" Ucap salah satu dari rekan pria yang sedang mengamati tersebut.


"Apa para pemburu monster terkuat di kerajaan masih belum di beritahukan lokasinya hah?!" Tanya si pemimpin asosiasi cabang ke tiga dengan ekspresi kesal karena para pemburu monster yang terkuat masih belum bermunculan.


"Sudah tuan!... Tapi karena lokasi mereka saling berjauhan dari tempat target berada, maka mereka mungkin akan tiba kurang lebih satu atau dua jam lamanya!" Jawab salah satu pegawai asosiasi itu.

__ADS_1


"Sial!... Kalau seperti itu bisa-bisa bocah itu sudah keburu pergi!" Ucap si pemimpin asosiasi itu dengan ekspresi kesal sambil menggertak-kan giginya.


"Tenang saja tuan... Selama kita bisa mendeteksi keberadaannya menggunakan alat-alat yang kita punya saat ini, maka kita bisa menemukan bocah itu dan menangkapnya meskipun butuh waktu yang sedikit lama." Ujar si operator kamera satelit dengan penuh percaya diri.


"Jangan hanya mengandalkan hal itu saja!" Balas di pemimpin kelompok.


"Segeralah kirim lebih banyak orang lagi untuk menahan pergerakan bocah itu... Perintahkan mereka semua untuk bertahan hingga para pemburu monster terkuat di kerajaan kita tiba untuk menangkap bocah itu!"


"Siap pak!" Jawab mereka serentak dan patuh.


Lalu mereka pun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh pemimpin mereka itu.


Mereka terus menyebarkan informasi Anton saat ini dan menyuruh para pemburu monster untuk terus menahan Anton hingga pemburu monster terkuat tiba di lokasi tersebut.


Informasi keberadaan Anton secara berkala di kirim kepada para pemburu monster yang melakukan pengejaran, hal itu di lakukan karena saat ini Anton terus bergerak masuk ke dalam hutan seolah ia tak peduli apa yang akan ia temui di dalam hutan tersebut.


Berkat informasi yang terus berdatangan itu, akhirnya kini lokasi Anton benar-benar sudah mulai terkepung, para pemburu monster sudah melakukan persiapan dan bahkan sudah mencegat di berbagai tempat.


"Kali ini jangan sampai ia bisa lolos lagi!" Ucap si pemimpin asosiasi yang sedang menyaksikan pengepungan yang di lakukan oleh seluruh pemburu monster yang ada saat ini.


Saat ini, lebih dari dua ribu pemburu monster telah bersiaga di tempat masing-masing.


Mereka semua telah bersiap dan menantikan kedatangan Anton.


Mereka mulai bergerak ke arah yang di instruksikan sehingga Anton pun bisa mereka pojokkan.


Sementara itu, Anton yang sedang melesat dari satu pohon ke pohon lainnya kini bisa merasakan keberadaan para pemburu monster yang kini sudah mengelilingi area yang ia lalui saat ini.


Bahkan ia juga mendapatkan informasi dari burung peliharaannya bahwa area ini benar-benar sudah terkepung dan tak ada cela bagi dirinya untuk kabur dengan cara yang mudah tanpa melalui sebuah pertarungan.


"Ya ampun!... Pada akhirnya aku harus berhadapan dengan mereka ya!" Ucap Anton dengan ekspresi malas.


Lalu Anton pun mulai memejamkan matanya dan memfokuskan jurus pendeteksian miliknya untuk mendeteksi level dan tingkatan para pemburu monster yang ada saat ini.


Tak lama setelah itu, Anton pun membuka matanya dan menghela nafas dengan ekspresi lega.

__ADS_1


"Sejauh ini ternyata tak ada pemburu monster yang mencapai level 190... Semuanya berada di level 180 ke bawah." Ucap Anton dalam hati.


__ADS_2