Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Tindolo Dan Bangka


__ADS_3

Ketika Karina berhasil membuat fokus ayahnya kacau, kini Anton pun dengan mudahnya langsung menghancurkan jarum beracun milik ayah Karina menggunakan petir miliknya.


Hal itu pun membuat ayah Karina menjadi kesal.


"Karina!... Apa yang kau lakukan?!" Ucap Ricardo dengan ekspresi kesal di wajahnya.


Lalu dari arah belakang Ricardo kini berdatangan para pemburu monster lainnya dan mereka langsung berhenti di belakang Ricardo.


Sementara itu, tampak tiga pemburu monster yang merupakan orang-orang dari top ranking pemburu monster kini langsung melompat dan mendarat tepat di sebelah kanan dan kiri Ricardo.


Mereka bertiga adalah Karinto, Bangka, dan Tindolo.


"Akhirnya ketemu juga kau!" Ucap Tindolo sambil maju selangkah dan menunjuk Anton.


"Memangnya kenapa jika akhirnya kalian bertemu denganku?" Balas Anton dengan santai.


"Hei bocah... Sebaiknya sekarang kau menyerah saja... Selagi kami masih memberi kesempatan maka sebaiknya kau gunakan kesempatan itu baik-baik." Ucap Bangka dengan ekspresi angkuh di wajahnya.


Mendengar perkataan Bangka, Anton sama sekali tidak memberi tanggapan dan hanya diam saja.


Namun di sisi lain kini Karina-lah yang membela Anton.


"Seharusnya kalianlah yang menyerah selagi masih ada kesempatan!" Ucap Karina dengan tegas.


"Karina!!" Bentak Ricardo.


"Apa kau terkena hipnotis atau semacamnya hah?!" Ucap Ricardo lagi dengan intonasi yang terdengar keras.


"Hipnotis?... Tentu saja tidak!... Aku bertindak sesuai apa yang aku percaya!... Selain itu, sebenarnya Anton sama sekali tak ingin bertarung dengan kalian karena dia tak mau umat manusia kehilangan kekuatan untuk melawan para monster!... Apa kalian masih belum paham akan hal itu hah?!" Balas Karina membentak ayahnya dan para pemburu monster lainnya yang ada di hadapan mereka.


"Hahaha dasar gadis konyol!... Justru sebaliknya!... Jika umat manusia berhasil mendapatkan kekuatan yang sama dengan bocah itu, maka umat manusia akan terselamatkan dengan kekuatan baru seperti itu!" Balas Karinto membentak Karina.

__ADS_1


"Ya benar!... Itu benar!" Ucap para pemburu monster lainnya yang berada di belakang Karinto yang mana semuanya tampak setuju dengan apa yang Rinto katakan.


Mendengar ucapan para pemburu monster itu, kini Anton pun hanya bisa menghela nafas panjang, dan setelah itu ia pun menatap ke arah pemburu monster itu dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Baiklah... Kalau kalian memang tak bisa berubah pikiran, maka biarkan aku saja yang berubah pikiran... Lagi pula salah satu tujuanku sudah terpenuhi." Ucap Anton.


Salah satu tujuan Anton yang sudah terpenuhi adalah membuat Karina bereaksi terhadap dirinya sehingga menimbulkan keinginan kuat dalam hati Karina untuk membela Anton dan berpihak pada Anton.


Dengan pemicu seperti itu, maka pada akhirnya karina pun bisa memenuhi syarat dalam kontrak tuan dan peliharaan yang sebelumnya sudah di buat oleh Anton.


Setelah itu, kini Anton pun melangkah maju ke depan. Perlahan ia melangkahkan kakinya dengan tenang sambil memunculkan sebuah tombak di tangan kanannya.


Tombak yang Anton munculkan saat ini adalah sebuah pusaka, yakni pusaka tombak piton petir.


Begitu Anton memunculkan tombak tersebut, Anton pun langsung menghentakkan kakinya ke tanah dan seketika itu juga Anton langsung mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat kuat itu dan membuat para pemburu monster yang ada di tempat itu langsung di tekan oleh aura miliknya.


Meskipun aura membunuh milik Anton sangat kuat, namun itu tidak cukup membuat empat top ranking pemburu monster menjadi takluk di hadapan Anton.


Hal itu di karenakan level mereka dengan Anton tidaklah begitu jauh berbeda sehingga mereka berempat masih bisa menggerakkan tubuhnya meskipun sudah tidak secepat biasanya.


Sementara itu, para pemburu monster lainnya yang berada di level yang jauh di bawah Anton kini langsung tertunduk lutut setelah terkena tekanan aura tersebut.


Melihat situasi itu, kini Bangka pun jadi kesal karena para anggotanya sama sekali tidak berguna di bawa ke tempat itu.


"Sial... Kalau terus seperti ini maka para anggota kami sia-sia mengikuti sampai ke tempat ini!" Ucap Bangka dalam hati.


Lalu Bangka pun langsung menggerakkan kedua tangannya, dan di depan Bangka terbentuklah sebuah sabit besar layaknya sabit yang biasa di bawa-bawa oleh malaikat pencabut nyawa, dan di gagang sabit tersebut terdapat rantai yang terhubung dengan tangan kanan Bangka.


Lalu Bangka pun langsung memegang gagang sabit tersebut dan setelah itu ia pun langsung mengayunkan sabit itu dan melemparkannya ke arah Anton.


"Terima ini!!" Teriak Bangka sambil melemparkan sabit miliknya.

__ADS_1


Sabit besar itu pun melesat dengan berputar-putar ke arah Anton.


Lesatan sabit itu memancarkan kobaran api yang cukup besar menyelimuti seluruh badan sabit dan begitu sabit tersebut berada di dekat Anton, Anton pun langsung menggunakan pusaka tombak petir di tangan kanannya, dan kemudian ia pun langsung menebas sabit itu dengan tenang.


SRINGGG!!!


Tombak dan sabit itu pun saling berhantaman dan menghasilkan ledakan energi serta gelombang energi yang bergerak meluas di udara.


Melihat sabitnya berhasil di blokir oleh Anton, kini Bangka pun langsung berlari ke arah Anton.


Namun kecepatan lari Bangka saat ini tidak terlalu cepat lagi karena masih berada dalam tekanan aura milik Anton.


Sementara itu, dari arah kiri terlihat Karinto yang sudah siap dengan tombak petir miliknya.


Karinto dengan segera melemparkan tombaknya ke arah Anton.


Di sisi lain, di sebelah kanan Anton tampak Tindolo yang juga sudah siap dengan jurus yang ia miliki, yakni memunculkan seekor harimau api berkepala dua.


Harimau api berkepala dua itu memiliki tanduk di dahinya dan gigi bagian atasnya panjang hingga melewati rahang bawahnya.


Harimau api berkepala dua itu pun mengaum dengan suara keras dan saat Tindolo menggerakkan tangannya ke arah Anton, maka harimau api berkepala dua miliknya itu pun segera berlari ke arah Anton.


Dua serangan pun melesat ke arah Anton dalam waktu yang hampir bersamaan, belum lagi saat ini Anton masih menahan sabit milik Bangka.


"Kau tidak akan bisa menghindar kali ini bocah!" Ucap Tindolo ketika harimau apinya susah berada dekat dengan Anton.


"Mati kau!" Sambung Karinto saat melihat tombak petirnya berada dekat dengan Anton.


Namun ekspresi Anton tampak tidak berubah sama sekali dan tetap tenang di tengah-tengah serangan yang sedang menghampirinya.


Hingga akhirnya tombak petir pun langsung menghantam tubuh anton, dan harimau api pun mencakar-nya.

__ADS_1


Namun sayang sekali tak satu pun dari serangan itu yang bisa benar-benar mengenai tubuh Anton di karenakan tubuh Anton seolah di lindungi oleh sesuatu yang tidak terlihat sehingga ujung tombak yang menghantamnya berhenti tepat beberapa sentimeter saja dari tubuhnya dan begitu pula dengan serangan cakar si harimau api berkepala dua.


Melihat hal itu, seketika mereka semua tampak terkejut karena tak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi.


__ADS_2