Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Serangan Monster


__ADS_3

Karena jumlah pemburu monster yang saat ini berada di kerajaan Sulteng tidaklah tersisa banyak, maka mau tak mau para pemimpin asosiasi pun terpaksa harus mulai turun tangan.


Saat ini, tampak pemimpin asosiasi cabang ke empat dan ke tiga serta pemimpin cabang ke dua dan cabang ke satu sudah turun tangan dan bergegas menuju ke empat kota yang ada di area tembok ke enam dan tembok ke lima.


Para pemimpin asosiasi yang merupakan mantan top ranking kini mulai turun tangan dan tak butuh waktu yang lama mereka berhasil membersihkan tembok ke lima dari serangan para monster.


Posepa dan Arindo, mereka berdua adalah pemimpin asosiasi cabang ke empat dan ke tiga.


Dulunya Posepa berada di rank 9 dalam top ranking pemburu monster. Sedangkan Arindo dulunya berada di rank 7 dalam top ranking pemburu monster.


Keduanya bekerja sama membersihkan monster yang menyerang salah satu kota yang ada di tembok ke lima.


Para monster dengan bentuk seperti kadal menembakkan sisik tajam mereka dan mengendalikan sisik tajam itu untuk menyerang Posepa dan Arindo.


Namun dengan mudahnya Posepa dan Arindo menghindari serangan para monster serta menahan serangan sisik tajam tersebut.


Dengan kemampuan benang laba-laba milik Posepa, ia dapat menghalau semua serangan yang melesat ke arahnya dengan memunculkan semacam jaring laba-laba namun dengan celah-celah yang sangat kecil sehingga mudah menangkap segala serangan dari sisik tersebut.


Dengan benang itu juga, Posepa berhasil membunuh banyak monster karena benangnya itu bisa di buat tajam di ujungnya sehingga dapat menusuk kulit para monster kadal itu saat kulitnya tak di baluti oleh sisik-sisik tebal dan tajam itu.


Sedangkan Arindo, ia adalah seorang pengguna kekuatan kalajengking.


Ia memunculkan kalajengking raksasa di depannya dan dengan beberapa gerakan tangan saja kalajengking itu pun langsung maju menyerang para monster.


Kalajengking itu mengeluarkan racun dari ekornya yang tajam, dan yang cukup unik dari kalajengking yang satu ini adalah ia memiliki tiga ekor dan di masing-masing ekor itu semuanya memiliki racun yang mematikan.


Dengan tiga ekor tajam beracun itu si kalajengking berhasil membunuh banyak monster kadal yang menyerang.


Bahkan sekalipun monster kadal balik menyerang Arindo menggunakan sisik tajamnya, namun Arindo juga bisa memunculkan tiga ekor tajam kalajengking di belakang tubuhnya sehingga dengan ketiga ekor kalajengking itu ia bisa menahan dan menangkis semua serangan yang di arahkan pada dirinya.


*****

__ADS_1


Di tembok ke enam. Di salah satu kota yang terdapat banyak monster serigala dan monster gorila terlihat Buro dan Lambio yang sedang bertarung melawan para monster.


Buro adalah pemimpin asosiasi cabang pertama, sementara Lambio adalah pemimpin asosiasi cabang ke dua.


Buro dan Lambio dulunya adalah salah satu top ranking.


Buro dulunya berada di rank 3 sementara Lambio berada di rank 5.


Buro dengan kekuatan kadal bersisik duri api tampak menghajar para monster dengan menembakkan duri-duri api yang di milikinya.


Dari tubuh kadal itu melesat duri api dan menyerang para monster yang ada dalam jangkauannya.


Banyak monster berjatuhan akibat serangan duri apinya yang begitu kuat dan mematikan.


Tidak kalah saing pula. Lambio dengan kemampuan mengendalikan air miliknya tampak membungkus para monster ke dalam air yang ia miliki.


Tampak para monster serigala dan monster gorila kesulitan menghadapi si pengguna elemen air tersebut.


Hal itu membuat para monster tak bisa bernafas, dan yang lebih buruknya lagi, jika air tersebut di telan oleh lawannya maka air itu masih tetap bisa di kendalikan sehingga sama saja seperti menelan racun yang pada akhirnya akan membunuh diri sendiri.


Beberapa monster menelan air dan memang dengan cara itu mereka bisa lepas dari gumpalan air tersebut.


Mereka menelan habis gumpalan air yang menutupi tubuh mereka namun hal itu tak membuat mereka selamat.


Hanya dengan dua gerakan tangan saja dari Lambio, seketika air di dalam tubuh para monster itu langsung berubah menjadi duri tajam yang memanjang dan menembus tubuh.


Para monster pun mati begitu saja.


Keadaan mulai sedikit teratasi berkat bantuan para pemburu pemimpin asosiasi cabang yang datang membantu.


Para pemimpin cabang terus memburu monster dan berpindah dari satu kota ke kota yang lainnya hingga akhirnya mereka semua berakhir pada satu kota terakhir.

__ADS_1


"Akhirnya semua sudah selesai." Ucap Nadoyo si pemimpin cabang ke lima.


"Hahaha... Benar sekali... Ternyata jika kita yang turun tangan semua jadi lebih mudah!" Balas Lambio.


Para pemimpin asosiasi cabang itu kini menarik nafas lega karena sudah menyingkirkan semua monster yang menyerang tembok ke enam dan ke lima.


Sebenarnya memang kemampuan para pemimpin asosiasi ini sangatlah jauh di atas para pemburu monster yang ada saat ini.


Namun hal itu bukan tanpa sebab, karena mereka juga sama saja seperti kebanyakan pemburu monster yang memulai dari nol dengan kekuatan yang kecil namun terus meningkat seiring berjalannya waktu dan sebanyak pengalaman yang di dapati.


Selang beberapa menit setelah semua monster di kalahkan, tiba-tiba seluruh pemburu monster termasuk para pemimpin asosiasi cabang ini mendapatkan sebuah informasi yang di kirim langsung dari asosiasi pusat.


Dalam pesan tersebut di beritahukan bahwa di seluruh wilayah tembok kecuali tembok pusat Alisa tembok pertama sedang mengalami kekacauan.


Portal-portal baru terbuka dan muncul dalam jumlah yang cukup banyak di setiap wilayah tembok kerajaan Sulteng.


Bahkan di luar kerajaan, tepatnya di dalam hutan juga telah muncul portal-portal baru.


Dari dalam portal-portal baru itu bermunculan berbagai macam monster dengan wujud yang beragam dan menyeramkan.


Orang-orang yang baru melihat wujud para monster mungkin akan langsung ketakutan melihat sosok para monster itu, namun bagi para pemburu monster dan orang-orang yang sudah biasa melihatnya tentu mereka merasa wujud monster itu sudah tidak perlu terkejut berlebihan lagi.


Orang-orang kembali berlarian, seluruh warga di semua wilayah yang di serang mulai bergerak ke tempat pengungsian.


Dengan di bantu oleh beberapa pemburu monster yang ada para warga berhasil di evakuasi satu-persatu.


Para pemimpin asosiasi cabang tampak terkejut menerima informasi tersebut.


Baru saja menyelesaikan satu perkara kini perkara lainya malah menyusul dan bahkan lebih merepotkan lagi.


Para pemimpin asosiasi pun segera melakukan tugas mereka dan kembali berpencar untuk melawan para monster.

__ADS_1


Namun karena kali ini tempat yang di serang ada di lima wilayah tembok sekaligus, maka sudah jelas jumlah mereka tak bisa membuat mereka bisa mengatasi para monster dengan mudah.


__ADS_2