Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Simbol Kontrak


__ADS_3

Setelah Anton telah terkepung, kini para pemburu monster itu pun mengancam Anton dan menyuruh Anton untuk menyerahkan diri.


Namun sayangnya hal itu tidak di indahkan oleh Anton dan Anton memilih untuk melawan mereka semua.


Akhirnya para pemburu monster itu pun segera melesat ke arah Anton secara bersamaan untuk melawan Anton.


Pertarungan pun pecah dan Anton pun kini mulai di serang dari berbagai arah oleh para pemburu monster tersebut.


Awalnya Anton bisa menghindari semua serangan para pemburu monster itu, namun karena saking banyaknya pemburu monster yang menyerang dirinya, akhirnya Anton pun kewalahan menghadapi mereka semua sehingga Anton pun terkena beberapa serangan yang di lesatkan oleh para pemburu monster tersebut.


Anton sempat terperosok ke tanah akibat beberapa serangan yang mengenai dirinya, namun dengan cepat Anton kembali mengimbangi tubuhnya dan berdiri tegak menghadapi berbagai serangan yang datang.


"Repot juga kalau seperti ini terus!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun segera melompat ke udara dan memunculkan pedang besar milik-nya.


Namun belum sempat Anton mendaratkan kakinya ke pedang itu, kini Anton pun sudah terkena serangan bola api.


Bola api itu pun menghantam perut Anton dan membuat Anton terdorong ke belakang.


Tidak cukup sampai di situ saja, kini beberapa pemburu monster lainnya langsung menyerang Anton dari belakang.


Dua pemburu monster itu pun langsung menendang Anton dari belakang dan membuat Anton terhempas ke depan.


Sementara itu dari depan datang pula pengguna tombak yang langsung mengayunkan mata tombaknya ke arah Anton.


Namun dengan refleks Anton memblokir serangan itu menggunakan kedua tangannya yang di selimuti oleh elemen angin sehingga tombak itu berhasil di tahan.


Namun tiba-tiba dari samping Anton datang dua pria yang melompat dari pepohonan dan langsung melancarkan tendangan yang sangat kua ke kepala Anton dan hantaman dari tendangan itu pun menghasilkan gelombang energi yang sangat kuat dan membuat Anton terhempas hingga menghantam batang pohon.


Sisilia dan yang lainnya pun langsung terkejut sekaligus merasa khawatir dengan apa yang terjadi pada Anton.

__ADS_1


Mereka kini terlihat sedang pasang ekspresi kasihan melihat Anton yang terus-terusan terkena serangan dari para pemburu monster tersebut.


"Anton..." Ucap Sisilia dengan ekspresi khawatir.


"Kalau seperti ini terus bisa-bisa Anton akan mati di tangan mereka!" Ucap Natan sambil memalingkan wajahnya karena tak tahan melihat hal tersebut.


Sementara itu kerumunan para pemburu monster yang menyerang Anton itu pun kini langsung heboh karena sesuatu.


"Karina?!" Ucap Sisilia dengan ekspresi terkejut saat melihat Karina yang kini sudah berdiri di depan Anton untuk menghentikan serangan dari para pemburu monster yang ada.


Para pemburu monster itu pun segera menghentikan serangan mereka terhadap Anton karena saat ini Karina berdiri menghadang serangan mereka terhadap anton. Sementara Karina kini hanya diam dan menatap tajam ke arah para pemburu monster tersebut.


"Menyingkir dari sana!... Kami tak ingin berurusan dengan mu!" Ucap salah satu pemburu monster dengan tegas.


"Tidak akan!" Jawab Karina tegas.


Mendengar jawaban Karina kini pria tersebut hanya bisa menggertak-kan giginya dengan kesal.


"Karina!!" Teriak Sisilia. "Apa yang kau lakukan?!!... Menjaulah dari sana!!" Teriak Natan dengan ekspresi yang terlihat sedikit panik.


"Tidak akan!... Tidak akan ku biarkan Anton bertarung seorang diri!" Teriak Karina membalas teriakan Natan.


"Karina... Kau benar-benar sudah mengacaukan rencanaku sekarang.... Tapi... Kau juga sudah membuat rencana keduaku mulai berjalan." Ucap Anton sambil memandangi punggung Karina dari belakang.


"Rupanya begitu!... Ternyata kalian masih berpihak pada pengkhianat ini!" Bentak pria berlevel 180 itu dengan ekspresi angkuh.


Lalu pria itu pun segera memunculkan pedang di kedua tangannya.


Sementara itu Karina pun kini sudah bersiap untuk bertarung dengan para pemburu monster yang akan menyerang ke arahnya.


"Kenapa kau tidak larut saja?" Tanya Anton pada Karina dengan suara yang terdengar lirih.

__ADS_1


Lalu Karina pun menoleh ke belakang dan menatap Anton dengan tatapan yang tulus.


"Aku tidak peduli dengan rencanamu yang ingin berkorban sendiri... Jadi jika kau memang berniat untuk mati, maka aku akan mengikuti-mu karena kau masih belum bertanggung jawab atas perbuatanmu yang telah mencuri ciuman pertama dariku!" Ucap Karina sambil tersenyum tipis.


"Dasar gadis bodoh." Ucap Anton dengan suara pelan namun bisa di dengar oleh Karina.


"Aku memang bodoh... Karena itulah aku pun sampai-sampai terpikirkan untuk tetap bersamamu meskipun aku harus menjadi salah satu dari hewan peliharaan yang terkontrak dengan dirimu." Ucap Karina dengan tatapan yang tulus dari hati.


Begitu Karina mengatakan hal itu, Anton pun langsung tersenyum manis ke arah Karina dan baru saja Anton tersenyum menatap Karina, tiba-tiba seluruh tubuh Karina pun langsung memancarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata.


Karina yang melihat hal itu langsung terheran-heran dan bingung atas apa yang terjadi pada dirinya, dan kini dirinya perlahan terbang melayang ke udara dan cahaya yang terpancar di tubuhnya itu pun semakin terang sampai-sampai semua orang harus menutup matanya karena cahaya itu sangat silau.


Seluruh anggota serikat pembebasan pun langsung terkejut akan hal itu dan mereka kini hanya bisa bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya terjadi pada Karina saat ini.


"A... Apa yang terjadi padaku?" Ucap Karina sambil memperhatikan tubuhnya yang memancarkan cahaya yang sangat terang.


"Apa yang terjadi pada Karina?" Ucap Aris bertanya.


"Aku tak tahu?... Aku belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya!" Jawab Sisilia yang juga tidak tahu apa-apa.


Sementara itu, Karina yang mengalami hal itu pun kini bisa merasakan bahwa energi di dalam tubuhnya perlahan menjadi semakin kuat dan bahkan level yang ia miliki naik secara drastis.


Karena merasakan bahwa energi gelap miliknya semakin kuat dan meningkat, akhirnya Karina pun mencoba mengecek levelnya menggunakan alat penentu level miliknya.


Begitu ia mengeceknya, tiba-tiba ia melihat angka level miliknya terus naik dengan cepat dan hal itu pun membuat Karina menjadi terkejut akan hal itu.


"Ap... Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Ucap Karina dengan ekspresi takjub serta bingung.


"Kau tak perlu takut... Ini hanyalah revolusi level yang terjadi ketika kau membuat kontrak dengan seorang ksatria Saga tingkat legendaris." Ucap Anton sambil tersenyum menatap Karina.


Mendengar ucapan Anton, Karina pun kini hanya bisa menganga dan menatap Anton dengan ekspresi terkejut karena tidak menduga akan hal itu.

__ADS_1


Setelah itu, tampak di dahi Karina pun langsung terbentuk sebuah simbol yang merupakan simbol kontrak tuan dan peliharaan.


__ADS_2