
Ratusan pedang petir dan pedang angin kini terlihat melayang-layang di udara.
Kemunculan ratusan pedang di saat Anton mengangkat tangan kanannya itu membuat para pemburu monster lainnya langsung terkejut bukan main melihat hal itu.
Bagaimana tidak terkejut, nah sedangkan Anton yang mereka kenal sebagai Zero hanyalah seorang pemburu monster level nol, sementara jurus yang bisa memunculkan senjata dalam jumlah sebanyak itu biasanya hanya bisa di gunakan oleh para pemburu monster level 200 ke atas.
"Apa-apaan itu?!"
"Bagaimana bisa dia memunculkan pedang sebanyak itu dengan levelnya saat ini?!"
"Mustahil!... Bahkan aku sendiri yang sudah level 100 lebih masih belum bisa memunculkan pedang sebanyak itu!"
Para pemburu monster itu pun mulai menjadi bingung dan bertanya-tanya tentang kekuatan Anton yang sebenarnya.
Kini dengan ratusan pedang petir dan angin itu Anton pun segera menyerang.
Ia mengayunkan tangan kanannya itu ke arah si monster katak tersebut.
Namun sekali lagi monster katak itu tampak sangat percaya diri akan kemampuan penguatan tubuhnya.
Namun satu hal yang tidak di sadari oleh si monster tersebut, yakni serangan sesungguhnya dari Anto..
Serangan ratusan pedang ini pada dasarnya hanyalah sebuah pengalihan untuk satu serangan yang sangat kuat dari Anton, yakni serangan pedang petir angin yang sudah ia satu-kan sedari awal saat hendak menyerang si monster katak.
Pedang petir angin yang menyatu itu sedari tadi melayang-layang di belakang Anton, namun Anton sedang menunggu saat yang tepat untuk menyerang menggunakan pedang itu.
"Ini dia saatnya!" Ucap Anton dalam hati.
Lalu Anton pun mengangkat tangan kanannya lurus ke depan dengan posisi telapak tangan mengarah ke atas dan setelah itu ia langsung menjentikkan jarinya.
CTAAKKK!!
__ADS_1
WHUUUSSSS!!
Seketika itu juga pedang petir angin itu langsung melesat cepat ke arah si monster katak tersebut, sementara si monster katak saat ini sedang teralihkan dan sibuk menepis pedang-pedang kecil yang terus menyerang ke arah matanya dan hal itu membuat si monster katak tak sadar bahwa ada satu pedang yang berukuran lebih besar dari ukuran pedang-pedang normal itu.
Pedang besar yang merupakan gabungan petir dan angin itu pun akhirnya langsung melesat dan menghantam mata si monster katak tersebut.
JLEBBB!!!
Seketika pedang gabungan petir dan angin itu pun langsung tertancap di mata monster katak itu dan bersamaan dengan hal itu kepala si katak langsung terangkat dan menghadap ke atas akibat dorongan dari pedang tersebut.
Tidak cukup sampai di situ saja, Anton pun kini dengan cepat langsung menggerakkan telapak tangan serta jari-jari tangannya dengan beberapa variasi gerakan seolah sedang membentuk sebuah jurus segel tangan.
Dan setelah itu, ia pun langsung berucap dengan suara tegas.
"Sambaran!!" Ucap Anton dengan suara yang bisa terdengar oleh semua orang yang ada di tempat itu.
Seketika itu juga dari awan muncullah petir yang cukup besar menyambar tepat ke atas pedang gabungan petir dan angin tersebut.
Alhasil kini monster katak itu pun berhasil Anton kalahkan menggunakan jurus yang ia miliki untuk saat ini.
"Hah... Akhirnya selesai juga!" Ucap Anton yang kemudian langsung memunculkan pedang besar milik-nya.
Ia kemudian terbang ke arah mayat-mayat monster itu dan dengan segera ia mengambil kristal energi dari para monster yang sudah ia kalahkan itu.
Sementara para pemburu monster yang melihatnya mengambil kristal energi tersebut kini hanya bisa diam karena pada dasarnya Anton sendirilah yang berhasil mengalahkan monster itu dan mereka sadar diri bahwa sendiri sama sekali tak memiliki kontribusi dalam pertarungan yang Anton lakukan itu.
"Ternyata Zero yang kita remehkan itu sekuat ini?!" Ucap salah satu pemburu monster yang melihat Anton yang saat ini sedang mengambil kristal energi dari monster yang pertama ia kalahkan.
"Kau benar!... Meskipun masih level nol tapi ini benar-benar sudah di luar nalar!... Aku rasa mungkin mesin miliknya sedang mengalami error sehingga tak bisa mengenali level Zero yang sebenarnya!" Timpal pemburu monster yang lainnya.
Sementara itu, setelah Anton selesai mengambil kristal energi dari tiga monster itu, kini Anton pun melihat para pekerja yang sedari tadi terdiam dan tercengang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Anton pada mereka.
"Hebat sekali!!" Teriak salah satu dari para pekerja itu.
Mulai dari satu sorakan itu, kini mereka mulai bersorak satu persatu pada Anton dan memuji kehebatan Anton yang berhasil menyelamatkan nyawa mereka saat ini.
Anton yang mendengarkan pujian itu kini malah merasa tidak enak, dan akhirnya Anton pun memutuskan untuk segera pergi lebih jauh lagi ke dalam hutan untuk membantu para pemburu monster lainnya yang kemungkinan masih bertarung dengan para monster yang menyerang pekerja di hutan itu.
Sementara para pekerja itu kini kembali melanjutkan evakuasi dengan aman dan para pemburu monster lainnya yang tersisa di tempat itu kini terus membimbing evakuasi mereka saat ini.
Sementara itu, Anton yang saat ini tengah melesat cepat di udara menggunakan pedangnya kini bisa merasakan keberadaan monster lainnya di depan sana.
Ia bisa merasakan keberadaan energi gelap yang berada di level 100 ke atas menggunakan jurus pendeteksian miliknya.
"Sepertinya sudah terjadi pertarungan sengit di sana!" Ucap Anton dalam hati.
Anton mempercepat lesatan-nya di udara dan saat ia tiba di tempat yang ia rasakan sebelumnya ia pun kini bisa melihat situasi pertarungan antara para monster dan para pemburu monster.
"Tchi!... Dari kejauhan aku sama sekali tak bisa membedakan yang mana pemburu monster dan yang mana monster itu sendiri." Ucap Anton ketika melihat situasi pertarungan yang cukup kacau saat ini.
Anton melihat ada begitu banyak pemburu monster yang di buat terdesak oleh serangan para monster karena para monster itu berada di level yang lebih tinggi dari beberapa Pemburu Monster yang ada.
Sementara beberapa pemburu monster lainnya yang memiliki kekuatan dan level yang masih terbilang setara bahkan sedikit lebih tinggi dari level para monster yang menyerang itu kini tampak masih bisa bertahan bahkan bisa memberikan serangan balik pada para monster tersebut.
"Sial!" Teriak salah satu pemburu monster dengan level 205 melawan seekor monster kucing raksasa yang berada di level 212.
Monster kucing itu bergerak sangat cepat dan hanya menyisakan aura hitam di sepanjang jalur yang ia lewati saat bergerak.
Monster kucing itu kemudian melesat cepat ke arah pria berlevel 205 itu dan menyerang pria itu menggunakan cakarnya yang sangat tajam.
Namun dengan refleks pria itu langsung memunculkan pedang untuk menahan serangan dari cakar si monster kucing itu.
__ADS_1
Meskipun berhasil menahan serangan cakar itu, namun pria tersebut tampak tersentak dan bahkan ia sedikit terdorong ke belakang akibat serangan monster kucing itu.